Senja Kelabu

Senja Kelabu
Kesal


__ADS_3

" Bye Jeeny, hati- hati ya jen " Aluna berpamitan dengan Jeeny.


Aluna kemudian duduk di swbelah ayahnya, Ferdi langsung mengemudikan kendaraan menuju rumah. Dalam perjalanan Aluna tidak berbicara dengan Ferdi karena dia merasa kesal, beruntung ada Jenny sehingga mengurangi kekesalan Luna ke ayahnya.


Luna hanya mengangguk atau menggeleng setiap ditanya.


" Kamu kenapa sih sayang kok jadi kaya boneke gedek gitu "


Namun Aluna hanya tetao diam saja.


Tidak lama mereka pun tiba di rumah, jarak sekolah dan rumah hanya sekitar 20 menit.


" Assalamualaikun " Aluna memberi salam dengan tampak yang kusut.


"Walaikumsalam " suara Mira dan Devan bersautan dari dalam rumah.

__ADS_1


"Bunda , uhhhh kenapa sih ayah itu pilihin sekolah nggak konfirmasi dulu sama aku " ujar Aluna dengan nada kesal.


" Duuhh duuhh ada apa sih kok mukanya jelek gitu anak bunda " Mira menghampiri anaknya dan Aluna pun mencium tangan bundanya.


Sementara itu Ferdi yang melihat anaknya sedang tidak bersahabat dia memilih mengganti pakaian ke atas,kemudian Ferdi menuruni anak tangga melihat anak gadisnya sedang di meja makan. Dilihatnya Anak gadisnya itu sedang menoleh kepadanya dengan muka yang masih kesal. Ferdi memahami itu makanya dia biarkan saja . Feedi duduk di ruangan keluarga yang memang tidak jauh dari meja makan.


Rumah mereka itu berdesaign modern karena ketika masuk ruang keluarga terbuka tanpa dinding pembatas sehingga menyatukan ruang nonton tv, dapur dan juga ruang makan jadi semua atifitas apa saja bisa diperhatikan sekaligus. Itu salah satu alasanFerdi juga memilih rumah itu. Dia bisa terus berasama keluarganya walaupun sedang kesibukanya sendiri- sendiri.


" Bunda , aku tu bener - bener shock , sekolahin kok di sekolah kaya gitu itu sekolah apa mall. Emang sekolahku dulu gak semewah ini bund, tapi aku tu lebih suka sekolah yang kaya gitu bunda. Sekolah biasa aja " Luna sambil menuangkan air es ke dalam gelas yang dipegangya.


" Mau tau lagi gak bun, ni ya aku sudah nawarin temenku makan, eh giliran mau bayar ,bayarnya nggak pake uang. Pake kartu mana aku gak punya .Kesel aku sma Ayah "


" Haahahah ayah lupa Luna , kartunya ada di mobil. Ayah lupa ngasih tadi waktu antar kamu " Teriak Ferdi mendengar obrolan Luna dan Mira.


Mendengar Ayahnya menyaut Aluna langsung beranjak ke kamar, tanpa melirik ke Ayahnya. Dia masih sangat kesal, sebetulnya masih ingin bercerita dengan bundanya. Badanya sudah lengket dia mau berganti pakaian dan beristirahat dikamarnya.

__ADS_1


#########


" Aku akan mencoba bertahan di sekolah ini dulu kalau semakin hari semakin tidak nyaman lebih baik aku ikut nenek di Bandung "


Aluna beranjak membersihan diri dan berganti pakaian tidak lupa untuk sholat Dzuhur.


Ponselnya bersuara berkali -kali , nada tanda pesan masuk.


Karena merasa ngantuk Luna tidak membuka HPnya namun dia merebahkan tubuhnya diatas ranjang dan tidak lama dia pun terlelap.


Begitulah Luna memang tidak begitu menghiraukan dengan HP, makanya teman-temannya juga suka heran . Kalau dikirim pesan bisa berjam - jam baru dibalas.


Apalagi kalau sudah lelah seperti sekarang ini semakin tidak diperdulikan siapa saja yang menghubunginya, itu juga sering diingatkan oleh Mira . Namun Luna sudah berprinsip kalau dia capai tapi malah bales pesan yang ada nggak jadi istirahat. Gitu jawaban Luna setiap di nasehati Mira .


Begitulah anak ABG yang super beda dengan selayaknya anak seumuran dia, selalu update di medsos . Aluna memiliki aplikasi apa saja namun tak satupub status yang dia unggah di sana

__ADS_1


__ADS_2