
Pukul 16.45
Tiba di rest area tol Cikampek km39. Ferdi menepikan kemudi mobilnya , mereka memasuki resto untuk makan dan sholat. Mereka memutuskan untuk bersantai sambil menunggu magrib tiba .
Mungkin hanya butuh sekitar 1 jam lagi sudah sampai di tempat tinggal mereka yg baru.
2 minggu sebelum kepindahan mereka Ferdi sudah dulu ke jakarta, selain untuk mengurus pekerjan ,dia juga mengunjungi beberapa rumah yang sudah di carikan oleh manger perusahaanya.
Ferdi mensurvai kelayakan rumah- rumah tersebut hingga menjatuhkan pilihanya ke satu rumah yang letaknya berada di tepi Jakarta, lokasi yang aman dari banjir dan juga merupakan wilayah yang asri.
1 jam setelah melanjutkan perjalan , keluar dari pintu tol Cikampek diambilnya lajur kiri melewatinjalan layang kemudian menuju ke kawasan perumahan mewah dan tidak lama kemudian sampailah mereka di rumah tinggal mereka yang baru. Bangunan 2 lantai merwarna putih ,dengan halaman yang luas.
Tepat sekali yang diharapkan oleh Mira, rumah yang tidak terlalu besar.
Ya memang rumah tersebut nampak megah dibaanding dengan sebaris rumah yang mereka lewati tadi namun ukuranya lebih kecil daripada tempat tinggalnya di Bandung, tapi itulah yang diinginkan Mira dan anak- anaknya . Rumah yang tidak terlalu besar.
Sebab selalu merasa kesulitan mencari keberadaan Bundanya apabila berada di dalam rumah. Rumah di Bandung itu super besar hingga harus mengirim pesan dulu ke HP Bundanya untuk mencari tahu keberadan Bundanya dan itu terjadi setiap hari pulang sepulang sekolah .
Pukul 19.30
Mereka memasuki halaman rumah tanpa turun dari mobil karena rumah tersebut sudah dilengapi dengan fasilitas yang canggih. Ferdi hanya memencet tombol dari kotak kecil seperti korek api dari balik kemudi setirnya.
__ADS_1
Pintu ruah terbuka.
" Waaahhh rumahnya bagus yah " Aluna memandangi dari dalam mobil.
Matanya tajam memandangi seputaran halaman rumah barunya.
Mereka melanjutkan masuk rumah, hari ini belum ada asisten di rumahnya karena Herdi telah meminta bantuan saudara di Jakarta untuk mencarikan 2 orang asisten dan 1 orang supir yang akan datang di keesokan harinya. Kemudian meraka bergegas masuk dan menuju kamar masing - masing.
" Sekarang kalian masuk ke kamar kalian bersih-bersih, jangan lupa sebelum tidur sholat Isya dulu ".
Mira memberi perintah kepada ke 2 anaknya dan sambil menunjukan kamar mereka.
" Ma, Alhamdulillah kita sudah sampai di rumah " Mira memberi kabar ke ibu Mertuanya.
Percakapan sesaat dan menceritakan keadaan rumah baru secara singkat.
Ferdi langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dengan air hangat , supaya letih di badanya hilang.
" Kalau nyetir santai tu gini malah capai "
ujar Ferdi sambil sambil berjalan menuju koper untuk mengambil baju ganti.
__ADS_1
Tetapi Mira masih asyik telfon kali ini dia sedang menghubungi mama Nena.
"Sudah dulu ya ma , besok aku telfon lagi. Ini Mas Ferdi sudah selesai mandi .Aku mau mandi dulu " Mira mengakhiri percakapan dengan mamanya.
Mira melangakah medekati suaminya yang baru mencari baju , sudah 3 koper baju yang dibuka ferdi namun tidak menemukan baju piyamanya. Koper koper baju sudah dikirim 3 hari yang lalu sebelum mereka tiba di Jakarta.
Manager perusahaan yang ditunjuk membantu kepindahanya juga meminta bantuan seorang desaign interior untuk memperbaiki dan menata ruangan . Semua hiasan di setiap ruangan sangat terlihat indah dan elegant. Mereka memasuki rumah sudah tidak perlu repot lagi hanya tinggal merubah apabila ada yang tidak pas saja.
" Ini mas " Mira meberikan pakaian ganti untuk Ferdi , padahal Ferdi sudang mencari namun dia tidak ditemukan letak koper yang menyimpan baju- baju piyama tidurnya.
Maklum saja Mira langsung menemukan sebab dia memberi tanda di setiap koper tanpa orang lain ketahui.
Ferdi merebahkan tubuhnya diatas ranjang, Mira bergegas untuj mandi.
" Jangan tidur dulu mas"
" Lha ... masak mau tempur sih sayang aku cape tau "
" Idih PD amat ya anda ini, aku tu cuma mau ingetin sholat dulu baru tidur . hahahhahaha" sautan Mira sambil terbahak masuk kamar mandi.
" iyaa iyaaa " Ferdi nyengir malu sambil menenggelamkan wajahnya kedalam bantal.
__ADS_1