
Danuar segera menghubungi teman temannya yang lain untuk membantunya membawa Refan pergi dari sini dan memberikan perawatan atas luka yang baru terlukis di tubuh sahabatnya itu.
Setelah menghubungi beberapa temannya dan menyuruhnya untuk segera datang, Danuar menyeret tubuh Refan kebawah pohon besar yang berada di dekatnya agar tidak menghalangi pengguna jalan lain.
Danuar yang sejak tadi menunggu Refan agar segera sadar terus menatap wajah sahabatnya itu. Masalah apa yang sedang di alami sahabatnya ini hingga kondisinya sampai seperti ini dan biasanya ia selalu bercerita padanya dan tidak kali ini. Ada apa denganya?. pikir Danuar
Tak selang beberapa waktu teman teman Refan dan Danuar datang dengan kendaraanya masing masing, mereka segera membopong tubuh Refan dan membawa lelaki itu kerumah Danuar.
Jika membawa Refan kerumahnya hanya akan mendatangkan musibah bagi Refan karena jika mengetahui kondisi Refan saat ini, orang tua Refan tidak akan berhenti memarahi dan menceramahi refan ketika anak itu nanti sadar.
Danuar yang tinggal di rumah sendiri segera membawa Refan kedalam kamar yang sudah biasa di tempati oleh Refan, Danuar juga menganti pakaian Refan dengan bajunya, agar anak itu tidak kedinginan dengan pakaian basah yang di pakainya.
Udara pagi mulai masuk kedalam kamar yang di tempati oleh Nita melalui celah celah jendela yang hanya ditutupi oleh gorden putih tipis.
Nita membuka matanya perlahan, menerawang sekitarnya, sinar matahari yang masuk kedalam ruanganya benar benar mengangu penglihatanya. Tetapi bisa di bilang pagi ini adalah pagi terindah dalam hidupnya setelah kepergian ibunya 10 tahun yang lalu, Dimana ia terbangun untuk menghirup udara seger tanpa mendengar suara seseorang yang akan merusak pendengaran dan moodnya. Ya, siapa lagi kalau bukan suara ibu dan adik tirinya.
Kali ini Nita terbangun dengan sendirinya walau sedikit kesiangan karena kelelahan malam itu, biasanya jam segini gadis itu sudah bertempur di dapur dan berperang dengan pakaian pakaian kotor di berikan oleh Ratna.
Nita menarik nafasnya panjang dan menghembusnya perlahan, udara pagi ini terasa begitu sejuk untuk memanjakan tubuhnya.
Tok tok tok!.
Suara pintu berbunyi kini mengeluarkan suara pertanda ada seseorang yang mengetuknya.
"Masuk!" ucap Nita dari dalam kamarnya.
Sari masuk membawa talam yang berisi penuh dengan makanan dan juga susu yang akan memberi nutrisi bagi tubuh Nita yang semalaman sudah terkena air hujan.
"Ini Nak, Ibu bawain makanan, kamu makan dulu ya!" ucap Sari sembari meletakan makanan yang di bawanya diatas meja yang ada di dekat ranjang Nita.
"Nita jadi ngerepoti Ibu!" ucap Nita di sertai dengan cingiran tak jelas di bibirnya.
__ADS_1
"Ngk kok, Ibu malah seneng karena Ibu jadi ada kawan, kalau Den Erwan pergi, Ibu jadi kesepian dan sekarang Ibu jadi ada temen ngobrol!" balas Sari yang kini duduk di hadapan Nita.
"Emang Kak Erwan pulang jam berapa Bu?" tanya Nita.
"Tergantung Nak, kadang sampe jam 1 malam, paling cepat tuh jam 6 dan kadang juga ngk pulang, kadang suka kasihan sama Den Erwan ngk ada yang ngurus!" ucap Sari yang merasa prihatin dengan kondisi majikannya itu.
"Emang Kak Erwan ngk punya pacar ya Bu?" tanya Nita lagi dengan memasang wajah polosnya.
"Punya cuma cewek kak Erwan ya kek gitu, suka ngk peduli sama kak Erwan."
"Kasihan ya kak Erwan padahal kak Erwan orangnya baik banget kalau orang lain belum tentu aku di bawa kerumahnya dan mungkin sekarang aku masih seperti orang linglung di jalanan!"
"Kak Erwan itu tipe aku banget Bu, selain baik dia juga punya paras yang tampan dan wajah yang tidak kalah manis dengan orang lain dan menurut aku orang yang bisa dekat dengan dengan kak Erwan adalah orang yang sangat beruntung!"
"Emang kamu ngk punya cowok, Nak?" tanya Sari dengan sangat hati hati.
"Enggak Bu cuma Nita lagi suka sama seseorang tapi Nita ngk tau orang itu sayang sama Nita atau ngk, tapi Nita lebih ngerasa kalau dia tuh ngk suka sama Nita soalnya dia sering banget ngabaikan Nita!" curhat Nita dengan sendu.
"Iya Bu!"
"Oh yaudah kamu makan dulu gih!" ucap Sari seraya mengambil makanan yang di letakanya di atas meja dan siap untuk menyuap Nita.
"Kak Erwan mana Bu?" tanya Niita sembari menguyah makanan yang sudah masuk kedalam mulutnya.
"Erwan sudah berangkat sejak 05.00 tadi selepas sholat shubuh!"
"Pagi sekali kak Erwan berangkat kerja Bu!"
"Den Erwan lagi banyak kerja Nak, katanya pekerjaanya sudah numpuk!"
"Kak Erwan kerja di mana Bu?"
__ADS_1
"Pt. Genta Buana Sanjaya!"
"Nita boleh kesana Bu? ngaterin makanan buat kak Erwan, sebaik bukti terima kasih Nita sama Kak Erwan, boleh ya Bu?".
"Emang kamu tau tempatnya di mana?"
"Ibu tulis aja alamatnya nanti Nita bakal tau kok Bu, tanya tanya orang sekitar!"
"Kamu yakin dengan ucapanmu?"
"Yakin Bu!" jawab Nita dengan cepat.
"Ibu takut nanti kamu malah nyasar dan tidak tau jalan pulang seperti ini."
"Insyaallah ngk Bu!" jawab Nita lagi.
"Baiklah jika itu keinginanmu tapi kamu harus berhati hati, Ibu sebenarnya tidak tenang membiarkanmu sendiri seperti ini, tapi Ibu juga masih banyak pekerjaaan rumah yang belum Ibu bereskan sedangkan nanti tuan besar akan berkunjung kerumah ini!" ucap Sari.
"Tuan besar itu siapa Bu?"
"Tuan besar adalah orang tua Den Erwan. Mereka sangat jarang bisa berkunjung kesini karena kesibukan kerja dan juga mengurus adik Erwan yang sangat nakal dan sulit untuk di larang atau di beritahu, dia hanya melakukan apa yang di sukanya membuat orang tuanya selalu marah dan khawatir dengannya!" jelas Sari.
"Kak Erwan punya adik Bu?"
"Iya Nak, Den Erwan anak sulung dari tiga bersaudara, adik pertamanya laki laki dan adik keduanya perempuan yang sangat soleh dan pandai beragama sama seperti Den Erwan hanya anak kedua anak tuan besar yang sangat sulit di mengerti dan di pahami kemauanya!"
"Kenapa bisa seperti itu Bu?"
"Karena sejak kecil anak kedua tuan besar di asuh oleh omnya yang ada di Bali, beliau tinggal bersama orang tuanya ketika usianya menginjak usia tujuh belas dan ia bersama omnya sejak ia berumur tiga tahun delapan bulan!"
"Jadi tidak heran jika sifat anak keduanya banyak meniru sifat Omnya ketimbang orang tuanya atau saudaranya yang lain."
__ADS_1