Sepintas Tentang Mu

Sepintas Tentang Mu
Curhatan Nita


__ADS_3

Seketika ingatan Sasa mengarah pada pembicaranya dengan Nathan tiga bulan lalu, awal dimana ia berniat untuk menikahkan Nita dengan Refan.


Kelicikan sepertinya benar benar sudah menghantui dirinya karena disaat seperti ini, ia bersama ibunyaa bisa bisanya merasakan kebahagian disaat semua orang menitihkan air matanya.


Entah mengapa tiba tiba saja penglihatan Menajer Hendra mengarah pada Sasa ditengah tengah isak tangisnya, Menajernya itu mulai penasaraan pada Sasa mengapa gadis itu menatap jenazah Nita dengan sinis, ada masalah apa?, pikirnya.


"Saya ikut dengan mobil ambulance!" ucap Hendra dengan suara lemah dan mulai menegakan kepalanya dan melepaskan sandaranya dari bahu Direkturnya.


"Sebaiknya Bapak mengikuti dari belakang saja, Dikhawatirkan nanti Bapak tidak kuat saat melihat jenazah anak Bapak!" ujar salah satu polisi yang belum masuk kedalam ambulance.


"Tapi saya ingin melihat anak saya!"


"Bapak bisa melihatnya nanti ketika akan dimakamkan!" ucap polisi itu lagi.


"Apa saya tidak boleh melihat wajah anak saya untuk yang terakhir kalinya?" tanya Hendra menatap wajah polisi itu dengan tatapan sendu.


"Tidak Pak karena tubuh korban sudah sangat hancur!" jawab polisi itu.


Sedangkan Erwan saat ini membawa Nita pulang kerumah walau sudah berulang kali Nita meminta agar dirinya diantar untuk menjenguk adik Erwan tetapi permintaan itu ditolak oleh Erwan karena masih menghawatirkan kondisi Nita yang sewaktu waktu dapat melemah.


Dokter bilang Nita memang sudah boleh pulang dan dirawat dirumah dengan mengomsumsi obat obatan yang sudah diberikan tetapi Nita juga harus banyak istrirahat agar kesehatan kembali memadai seperti sedia kala.


Didalam mobil Nita membisukan mulutnya dan tidak ingin berbicara pada Erwan dan bibir yang memanyun dan arah pandangan yang sedikit pun tidak mengarah pada pria yang ada disebelahnya.


"Kamu masih ngambek karena Kakak ngk mau bawa kamu ke adik Kakak?" tanya Erwan sembari menyetir mobil dan mata yang mengarah pada Nita yang sedari tadi hanya terdiam.


Nita masih membisu, mulutnya masih membungkam, ia ingin sekali melihat dan mengetahui kondisi adik Erwan dan juga ingin berteman baik dengan adiknya itu tetapi disisi lain Erwan tidak memberinya izin untuk saat ini karena kondisinya yang belum stabil.


"Nanti kalau kondisi kamu sudah sangat pulih pasti Kakak bawa kok menemui adik Kakak!" ujar Erwan yang kini arah pandanganya sudah mengarah pada jalanan yang ada didepanya.


"Tapi kamu jangan heran ya sama kelakuan adik Kakak nanti!" ucap Erwan lagi dengan diakhiri cengiran diakhirnya.

__ADS_1


"Emang kelakuan adik Kakak seperti apa?" tanya Nita antusias yang seketika langsung mengarah pada Erwan dan menatap pria itu dengan penasaraan.


"Dia orang yang sangaaaat bandal dan ditakuti banyak orang tetapi yang menyukai dia juga tidak sedikit ya mungkin karena dia memiliki wajah tampan!" ucap Erwan seperti orang yang sedang mendongeng.


"Kakak juga tampan kok!" puji Nita yang masih menatap wajah Erwan.


"Ia tapi adik Kakak lebih tampan, jika kamau melihatnya untuk pertama kalinya pasti kamu akan menaruh hati itu karena kamu belum tau kelakuanya jika kamu sudah mengetahui watak aslinya pasti kamu juga ilfil sama dia seperti orang orang kebanyakan!" Erwan.


Mendengar penuturan Erwan, Nita langsung ikut mengarahkan pandanganya kearah jalanan yang ada didepanya, rasanya ia sudah tidak tertarik untuk menemui adik Erwan lagi.


"Kenapa kamu diam?" tanya Erwan yang kini arah pandangannya mengarah pada Nita yang duduk disebelahnya.


"Nita ngk suka anak bandal!" ucap Nita dengan mengelengkan kepalanya.


"Awas nanti berjodoh!" ledek Erwan dengan senyum tipis dibibirnya dan kembali mengarahkan pandanganya kearah depan.


"Ihhhh Kakak!" ucap Nita dengan manja dan memukul lengan Erwan dengan pelan, Erwan yang diperlakukan seperti itu malah semakin tertawa mekihat kelakuan Nita yang sudah seperti anak kecil.


"Kamu kenapa Nit!" tanya Erwan yang mengarah pada wajah sedihnya.


"Nita ngkpp Kak!" jawab Nita setelah menghela nafasnya panjang.


"Yakin kamu tidak apa apa?" tanya Erwan lagi memastikan.


"Iya Kak!" singkatnya.


"Kamu kalau ada maasalah cerita aja sama Kakak ngkpp kok!" Erwan.


"Nita cuma ngk mau nikah diusia Nita yang terbilang masih sangat muda Kak," ucap Nita dengan sendu.


"Siapa yang menyuruh kamu untuk menikah muda!"

__ADS_1


"Ayah Kak!"


"Kenapa kamu disuruh menikah muda?"


"Aku juga tidak tau tapi aku yakin pasti dibalik ini ada adik aku yang memperngaruhi ayah!" jelas Nita.


"Kamu mau dinikahkan dengan siapa?"


"Anak paling bandal dikelas bahkan disekolah Kak dan aku ngk mau menikah dengan lelaki seperti itu!"


"Senakal nakalnya lelaki pasti dia memiliki sisi baik!"


"Tapi aku juga tidak menyukai dia Kak dan aku sekarang sedang menyukai seseorang yang sekelas dengan ku juga tetapi aku tidak tau dia menyukai ku atau tidak!"


"Ketahuilah Nit kalau lelaki sudah mencintai seorang wanita dengan mengunakan hatinya, ia akan rela melakukan apa pun untuk membahagiakan wanitanya dan juga mendengarkan apa yang wanitanya ucapkan dan melakukan larangan yang wanitanya berikan padanya!"


"Jadi jangan melihat hanya karena dia orang yang bandal maka kamu menutup hati mu untuknya apalagi menilainya dengan sebelah mata!" lanjut Erwan.


"Tapi Nita ingin dibimbing Kak bukan membimbing karena sifat wanita akan tergantung pada lelakinya!"


"Tetapi kebanyakan cinta lelaki yang bandal jauh lebih besar kepada wanitanya dari pada lelaki yang terlihat alim dan sholeh karena lelaki juga punya pikiran dan dia tau siapa yang telah mengubahnya menjadi lebih baik dan ketahui pulalah disifat baiknya seorang lelaki ada wanita hebat dibelakangnya."


"Nita tau maksud Kakak, tetapi pria itu tidak mencintai Nita, dia menyukai adik Nita dan Nita juga tidak menyukai dia, bagaimana bisa Nita menikah dengan seorang lelaki yang menyukai adik Nita?" ucap Nita dengan volume suara yang mulai mengeras.


"Kamu yakin pria itu menyukai adik kamu?"


"Yakin Kak, sering kali dia menanyakan adik Nita pada Nita!"


"Kakak juga dulunya pria breng*ek tetapi Kakak punya seorang mantan yang hebat, dia mampu mengubah Kakak menjadi seperti ini dan menjadikan Kakak lebih baik dari sebelumnya!" ucap Erwan sendu.


"Lalu kenapa Kakak denganya berakhir?"

__ADS_1


"Dia meninggalkan Kakak!" lirih Erwan yang berusaha untuk mencegah air matanya mengalir karena setiap ia ingin menceritakan sosok mantanya itu pasti air matanya akan ikut menceritakan keperihan hatinya dan matanya yang tidak dapat membohongi suasana hatinya.


__ADS_2