Serigala Itu Suamiku

Serigala Itu Suamiku
Episode 10


__ADS_3

Dia dilecehkan!


dilecehkan oleh serigala besar jelek!


walau serigala besar tidak mengerti, tetapi ana masih merasa sedih. merasa dia dipermalukan.


ana ingin marah tapi tidak bisa, serigala besar itu tidak akan mengerti bahwa apa yang dia lakukan


akan membuat ana merasa terhina.


ana meringkuk menangis pelan, dia ingin pulang, ana rindu mama papa, ana rindu nenek.


mendengar tangisan kecil ana, Alarick terkejut. mengapa manusia kecil ini menangis lagi?


mendekati ana, Alarick menarik selimut yang menutupi ana dengan pelan.


Alarick mengangkat ana dan meletakkannya di pelukannya.


" kenapa menangis? " Alarick bertanya dan dengan lembut menghapus air mata ana. ana tidak ingin melihat Alarick, dia masih marah.


" gak papa " jawan ana pelan.


" Ana marah sama Ael? " melihat ana tidak mau menatapnya, Alarick langsung menyimpulkan jika ana marah padanya. Alarick berpikir sejenak, ana menangis setelah dia memandikannya. apakah soal ini?


sebelum ana menjawab, Alarick bertanya lagi dengan lembut.


" ana marah karena Ael mandikan? " melihat ekspresi ana yang terkejut sejenak, dia merasa itulah jawabannya.

__ADS_1


Alarick bingung, ana berkata dia ingin mandi dan dengan senang hati Alarick memandikan nya. dia juga mandi seperti ini. sebelum kedatangan ana, Alarick tidak pernah lagi menjadi manusia. dia sangat nyaman dengan bentuk serigala besarnya, cukup nyaman saat berburu pikirnya. dan sekarang dia lupa cara mandi manusia. sepertinya Alarick lupa bahwa ana bukan binatang, dia manusia, dan manusia mandi dengan air sedangkan binatang cukup dengan menjilati bulunya hingga bersih. tapi yang penting, minta maaf dulu.


" maaf ana, Ael salah, Ael tidak akan melakukannya lagi. " Alarick memelas meminta maaf, berharap ana akan dapat memaafkannya.


" Jangan lakukan itu lagi, kalau tidak, aku akan marah." ana menjawab dengan cepat, tidak tahan dengan tatapan Alarick. kenapa saat seperti ini dia merasa Alarick sangat imut! kan dia jadi tidak bisa marah!


" aku akan mandi, mandi pakai air! " ana takut Alarick salah paham lagi, dan dengan cepat menjelaskan.


saat ana akan berdiri, dengan cepat Alarick memeluknya erat, ana menatap Alarick bingung. mengapa tidak melepaskannya?


" aku akan membawamu kesana " setelah mengatakan itu, Alarick berjalan keluar gua dengan ana di pelukannya. setelah sampai di tepi sungai, Alarick dengan lembut meletakkan ana di batu besar yang ada di tepi sungai.


" Mandilah, setelah selesai panggil aku, oke. " Alarick mengelus rambut ana dengan lembut. setelah itu Alarick berbalik pergi.


Ana melepaskan balutan perban di kakinya, lukanya sudah kering dan berkeropeng. sepertinya dia tidak perlu membalutnya lagi.


Ana melepaskan semua pakaiannya, dan mencebur ke dalam air dengan senang. ya tuhan akhirnya aku mandi!


didalam gua, Alarick mondar mandir sangat gelisah, ana tidak kunjung memanggilnya, sudah lewat satu jam. jika tidak mendengar suara kecipak air, alarick hampir berlari ke sungai untuk melihat apakah dia baik baik saja. tapi, alarick takut membuat ana marah lagi.


setengah jam kemudian, ana menyelesaikan mandi cantiknya. melihat pakaian di ruang, kali ini ana akan memakai dress hijau pendek di bawah lutut. ana juga mengepang rambut hitam sepinggangnya. sekarang penampilan ana sangat cantik dan memukau.


setelah selesai, ana melangkah pergi dengan riang sambil menyenandungkan lagu dangdut kesukaannya, Siti badriah yang berjudul " lagi syantik "


hey sayangku, hari ini aku syantik ~


syantik bagai bidadari, bidadari di hatimu~

__ADS_1


saat ana sedang berjalan, ana melihat banyak bunga bermekaran tidak jauh darinya. memikirkan guanya yang suram, seperti nya dia harus membawa beberapa ke gua untuk di hias.


memetik bunga biru cantik, ana tidak tau bunga apa ini. tapi ini sangat cantik. mendekatkan bunga ke hidungnya, mata ana tiba tiba berbinar, seperti yang dia pikirkan, bunga ini memiliki aroma manis dan menyegarkan dan sangat cocok untuk guanya. ana sepertinya dalam suasana hati yang baik hari ini. lihat saja senyum itu, sangat cemerlang bagai matahari yang bersinar. matanya terus berbinar, senyum lebar semakin cantik dengan lesung Pipit di sisi kanannya.


mata Alarick terpaku menatap wajah cantik ana, senyumnya begitu menyilaukan dan mempesona. Jantungnya tiba - tiba berdebar keras, wajahnya memerah panas. Alarick mencengkram dadanya, tidak mengerti mengapa dia seperti ini. melihat wajah ana lagi, Alarick masih membeku. Alarick menyadari ada yang tidak beres dengannya. mengusap wajahnya kasar, Alarick dengan cepat membuang muka. takut, jika dia masih memandang ana jantungnya akan copot.


wajahnya semakin memerah panas. Alarick gelisah bingung, apa yang terjadi padanya. memikirkannya sebentar, Alarick berjalan cepat dan melompat ke sungai. berpikir dengan mandi bisa meredakan panas wajahnya dan jantungnya yang masih berdebar keras.


tidak jauh dari sana, ana mendengar deburan sungai. seperti orang melompat ke sungai.


tanpa pikir panjang, ana berjalan cepat ke pinggir sungai, melihat siapa kira kira yang melompat.


tidak lama kemudian tampaklah alarick yang berenang ke tepian tidak menyadari ana disana.


"Ael? " ana memanggil pelan, melihat jelas apakah itu Alarick?


" Ana, " Alarick terkejut sejenak, memandang ana yang tidak jauh. jantung nya tadi yang sudah kembali normal mulai berdebar keras lagi, wajah kembali memerah sampai ke telinga.


" aku, aku mandi dulu " setelah mengatakan dengan gugup, Alarick berbalik dan akan pergi. tapi ana dengan cepat menghentikannya.


" pakai ini. ini sabun untuk tubuh, cara menggunakannya tuangkan sabun ke spon ini pijat dan gosok ke seluruh tubuh, ini shampo untuk rambut, tuangkan sedikit dan gosok ke rambut, ini sikat dan odol gigi, tuangkan secukupnya dan gosok ke gigi. apakah kamu mengerti?" ana dengan sabar menjelaskan cara menggunakan peralatan mandi kepada Alarick. Alarick pernah ingin bertanya dari mana dia mendapatkan benda-benda ini, tapi dengan cepat dia telan kembali. dia menghargainya, jika ana ingin memberitahunya dia akan mendengarkan dengan senang, dan jika tidak, itu keputusan ana.


setelah menganggukkan kepalanya mengerti, Alarick dengan cepat kembali menyelam. menenangkan jantungnya yang terus berdebar kencang. apakah dia benar - benar sakit?


Ana tidak menyadari ada yang salah dengan Alarick. melihat bunga ditangannya, ana dengan cepat mengeluarkan enam cangkir besar plastik berwarna hijau. kenapa cangkir mengapa tidak guci atau pot? jawabannya adalah tidak ada guci atau pot diruang. jadi ana memilih cangkir yang besar untuk bunga ini.


ana mengisi cangkir dengan air satu persatu, setelah itu dia merangkai bunga di setiap cangkir dengan cantik.

__ADS_1


melihat hasil yang memuaskan, ana memasukkan semuanya kedalam ruang dan berjalan riang kedalam gua bersiap untuk menghias bunga bunga cantik.


melihat gua yang indah, ana bertepuk tangan puas.


__ADS_2