
setelah ana dan Alarick memasuki suku, ana sekarang dengan jelas melihat seperti apa suku ini.
bangunan tempat tinggal suku ini sangat primitif, rumah mereka terbuat dari ilalang kering yang ditumpuk dan membentuk bulat. ana melihat sekeliling, suku ini lumayan besar dan luas, ditengah - tengah suku ada lapangan lebar. ada api unggun besar di tengah lapangannya. banyak binatang dan manusia yang berkumpul disana.
mereka sepertinya sangat penasaran melihat ana dan Alarick. tetapi saat melihat Alarick mereka semua tiba - tiba gemetar ke takutan. ana tidak mengerti, mengapa mereka begitu takut melihat Alarick? saat di gerbang suku juga begitu, penjaga itu tiba - tiba gemetar ketakutan seperti melihat monster mengerikan.
" ya dewa, apakah itu tuan Alarick!"
" itu tuan Alarick! lari! "
" ya dewa! kita semua akan mati! "
"lari! lari! "
" mama aku takut!! "
Suasana itu sangat rusuh, semua binatang dan manusia berlari menjauh. ada anak - anak yang menangis memanggil ibunya, ada yang saling bertubrukan, ada yang menyeret pasangannya dan berlari. bahkan ada yang pura pura pingsan ditanah sambil menutupi wajah dengan daun. mungkin berharap tidak akan ada yang melihatnya.
apa yang terjadi?
ana dengan curiga menatap wajah Alarick, mencoba melihat bagian mana yang menakutkan. tapi tidak ada, ana malah merasa wajah Alarick sangat imut. jadi ana dengan cepat mengalihkan perhatiannya lagi melihat sekeliling suku lagi.
tiba - tiba lelaki paruh baya berjalan tergesa gesa ke arah ana. saat menatap Alarick lagi dia gemetar ketakutan.
" Tuan, tuan Alarick. apakah ada yang bisa kami lakukan " ucap lelaki paruh baya itu gemetar. lelaki paruh baya itu berpikir sejenak, apakah suku mereka pernah menyinggung perasaan tuan Alarick sehingga dia datang ke suku mereka untuk memusnahkannya.
tidak ada suku yang tidak mengenal serigala besar itu, dia adalah satu satunya ketakutan semua suku.
dia masih ingat dengan jelas saat serigala besar itu memusnahkan suku ular karena menyinggungnya. dulu suku ular tidak percaya pada kehebatan tuan Alarick, mereka dengan berani berburu dan berkeliaran di daerah ke kekuasaan tuan Alarick, mereka bahkan ingin membangun suku disana. tuan Alarick yang marah langsung menghancurkan suku ular tersebut, ketua suku ular mati ditangan tuan Alarick dengan menyedihkan. suku ular dulu yang begitu mendominasi dan kasar, musnah malam itu juga.
__ADS_1
berita itu mengguncang semua seluruh suku, mereka semua ketakutan. sejak itu tidak ada lagi yang berani melanggar batasan wilayahnya.
semua menghormatinya. dan sejak itu tuan Alarick tidak pernah terlihat lagi dan sekarang dia muncul di sukunya! apakah suku ini akan lenyap? ketua suku sudah menangis ketakutan
" tuan, tuan Alarick jika kami salah tolong maafkan kami! jangan bunuh kami." setelah mengatakan itu, ketua suku menjatuhkan dirinya dan sujud ketakutan di depan Alarick.
" apa yang kamu lakukan? berdirilah" melihat ketua suku yang sujud, ana langsung ketakutan. berjalan tergesa dan akan membantu ketua suku itu untuk berdiri.
Alarick tidak membiarkan ana menyentuhnya. Alarick menarik ana ke pelukannya dan menatap dingin ketua suku.
ketua suku tersentak ketakutan, menundukkan kepalanya lagi dengan gemetar.
" kenapa kamu begitu takut pada Alarick?" ana bertanya dengan penasaran dan menatap ketua suku.
" itu, karena..karena.. " ketua suku sangat bingung untuk menjawab pertanyaan ana. apa yang harus dia jawab. apakah harus menjawab dengan, itu karena tuan Alarick sangat menakutkan dan ganas, begitu? setelah menjawab ini, nyawanya mungkin akan langsung melayang.
ana mengangguk tergesa gesa. ya, dia masih ingin bermain.
" kami hanya berkunjung sebentar disini jadi tidak perlu khawatir " ucap Alarick dingin menatap ketua suku dan memperingati agar tidak berbicara omong kosong dengan ananya.
mendengar perkataan Alarick, ketua suku mengangguk tergesa gesa, dan menghela nafas lega, selama tidak memusnahkan suku, apapun yang di inginkan tuan Alarick akan dia lakukan.
setelah kejadian yang menghebohkan, ana akhirnya bisa jalan jalan di sekitar suku. melihat lihat dan berbicara dengan penduduk suku. ana hanya berbicara dengan wanita saja. ana juga bingung, setiap ada lelaki yang memandangnya merek akan lari ketakutan. apakah ada masalah dengan kecantikannya?
sejujurnya bukan masalah kecantikan, masalah sebenarnya ada dibelakang ana. aura mengerikan yang menguar dan tatapan tajam mematikan membuat para lelaki yang menatap ana lari ketakutan. sejak ana tiba di suku, Alarick selalu mengekor di belakang ana. kemana pun dia pergi Alarick akan mengikuti. ana tidak mempermasalahkannya dan membiarkannya. jika ada lelaki yang memandang ana, Alarick akan mengeluarkan aura mengerikan dan menatap tajam. dan jika wanita, Alarick akan tidak akan melakukan apa - apa dan membiarkannya.
" ana itu..ada yang ingin aku tanyakan " seorang wanita dengan ragu - ragu bertanya pada ana. namanya yina, teman pertama ana di suku ini.
" ada apa yina? "
__ADS_1
" apakah kamu pasangan tuan Alarick? " yina bertanya dengan penasaran. sejak masuk ke suku, tuan Alarick tidak pernah melepas sekalipun pandangan dari ana. dari tatapan yang lembut dan penuh kasih, yina sangat yakin jika tuan Alarick sangat menyukai ana. mendengar perkataan yina, wajah ana memerah malu.
" tidak..kami tidak hubungan seperti itu. "ana membantah tergesa gesa dengan wajah memerah malu. merasa perilakunya yang sembrono. ana berdehem malu.
" tapi menurutku tuan Alarick..." yina ingin memberitahu ana, bahwa Alarick mungkin menyukainya. tapi dia ragu, dia takut tuan Alarick akan memarahinya karena ikut campur dalam hubungannya.
" ada apa dengannya? " ana menatap yina yang ragu ragu.
" apakah menurutmu dia imut juga?" ana bertanya dengan antusias dan sangat tidak nyambung, pertanyaan melenceng ini sungguh diluar dugaan.
para wanita " _ "
imut?
para wanita ketakutan mendengar pertanyaan ana, tolong! di lihat dari sudut manapun tidak ada ke imutan di wajah itu. lihatlah aura mengerikan dan tatapan tajam itu. mereka bisa mati hanya dengan melihatnya saja. dan juga pertanyaan macam apa ini?
melihat ekspresi mereka yang berubah, ana mengernyit bingung, ketakutan lagi?
ana berbalik dan memelototi alarick dengan marah, pasti serigala besar ini lagi penyebabnya. hanya dia yang membuat seluruh suku ketakutan. nanti dia akan bertanya pada Alarick, tunggu saja!
melihat ana marah lagi, Alarick dengan cepat menatap ana sedih, merasa di aniaya merasa ditinggalkan.
ana tidak tahan dengan tatapan Alarick, dengan cepat luluh. huh! lupakan saja, karena dia imut kali ini aku akan melepaskannya. jadi ana berbalik lagi menatap para wanita dan bercanda gurau.
melihat ana berbalik, Alarick dengan cepat mengubah wajahnya dan menatap sekeliling dengan ganas dan mengerikan.
para lelaki suku yang sedari tadi melihat " _ "
Mohon dukungan untuk karya pertamaku ya......☺️
__ADS_1