Serigala Itu Suamiku

Serigala Itu Suamiku
episode 17


__ADS_3

" tolong!! seseorang jatuh ke sungai. tolong cepat selamatkan dia! " wanita itu berlari berteriak tergesa gesa, menarik siapapun yang didekat untuk pergi segera mungkin.


" tolong! selamatkan ana, ana jatuh ke sungai!" sebelum mereka bereaksi, wanita lain berlari berteriak tergesa gesa.


mendengar teriakan itu, Alarick yang baru saja kembali dan meletakkan mangsanya menoleh.


tanpa pikir panjang dia berlari dengan cepat, jantungnya berdebar kencang, dia sangat panik sekarang. tidak boleh terjadi apa - apa dengan istrinya, istrinya tidak boleh terluka, jika tidak, dia akan menghancurkan apa saja yang membuat istrinya terluka.


dalam hati Alarick sangat menyalahkan diri sendiri menyesal meninggalkan istrinya hari ini, jika saja dia berusaha keras tidak pergi, hal ini tidak akan terjadi.


tidak, istrinya akan baik - baik saja.


setelah melihat kerumunan di pinggir sungai, Alarick dengan panik menatap kerumunan, berusaha mencari istrinya dengan panik. setalah akhirnya menemukannya, Alarick dengan tergesa mendekati ana.


" sayang, apakah kamu terluka?" Alarick dengan tangan bergetar memeluk ana yang basah, melihat dimana yang terluka. melihat istrinya baik - baik saja. Alarick dengan cepat memeluknya erat. tuhan tau betapa takutnya dia.


" aku baik - baik saja " melihat ketakutan suaminya, ana dengan lembut mengelus punggungnya. dia tau Alarick pasti mengkhawatirkannya.


setelah menghela nafas lega, Alarick menatap tubuh basah istrinya. melepas pakaian atasnya, Alarick membungkus ana dengan cepat.


memeluk istrinya dengan hati hati dan membawanya pulang dengan cepat.


setelah mereka pergi, kerumunan yang datang dengan cepat menanyakan situasi, melihat wanita itu selamat dan tidak melihat ana di kerumunan, ketua suku itu gelisah, jika terjadi sesuatu dengan istri tuan Alarick, suku ini akan tamat.


Jangan melihat tuan Alarick tinggal di suku dia akan berdamai dan tidak berbahaya. itu semua hanya untuk istrinya, melihat istrinya begitu menyukai suku, tuan Alarick hanya akan menerima nya.


semua orang di suku mengerti kebenaran ini.

__ADS_1


dan sekarang istrinya terluka, ketua suku tidak tau bagaimana menghadapi ini, beberapa bulan sebelumnya, tuan Alarick memperingati kejadian ini, dia tidak akan mentolerir siapapun yang menyakiti istrinya bahkan ketua suku sekalipun.


pada saat itu ketua suku sangat gelisah, takut akan ada kejadian yang tidak diinginkan, jadi ketua suku dengan tegas memberi tahu semua penduduk untuk tidak menyakiti ana. tapi dengan kejadian ini, suku juga mendapatkan hal yang baik, suku tidak kekurangan makanan lagi. karena tuan Alarick banyak memburu mangsa untuk suku, dan bahkan menjaga keselamatan penduduk.


sesampainya di rumah, alarick dengan cepat mengganti pakaian ana, dan kembali membungkusnya dan memberinya rebusan jahe hangat.


melihat kekhawatiran alarick yang belum hilang.


ana menghela nafas pelan, hal seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya, wajar saja Alarick sangat takut. tapi


" suamiku, aku baik - baik saja " ana dengan cepat menarik Alarick dan memeluknya. setelah menenangkan jantungnya yang berdebar. Alarick mendapat wajah cantik istrinya dengan lembut, ana membalas dengan senyuman. melihat Alarick akhirnya tenang. ana menyandarkan kepalanya di dada Alarick dan dengan tenang menceritakan semua yang terjadi di sungai. dia melakukan ini agar Alarick tidak berpikir orang di suku yang mencelakainya. ana sangat mengerti dengan sifat Alarick, jika dia tau seseorang mencelakai ana dia mungkin tidak akan membiarkannya pergi.


" Jangan lakukan itu lagi " mengelus kepalanya dengan lembut. dia juga mengerti mengapa ana melakukan ini, dengan hati yang lembut dan baik hati tidak mungkin dia bisa melihat seseorang mati di hadapannya.


walau dia masih marah dengan kecerobohan wanita itu, Alarick menahannya, jika bukan karena wanita itu, istrinya tidak akan membahayakan nyawa dengan melompat ke sungai yang dalam untuk menyelamatkan wanita itu.


" ya, aku tidak akan melakukannya lagi " ana mengangguk mengerti.


" apa kamu lapar "


" ya, aku sangat lapar dan ingin makan sesuatu " ana tersenyum miring dan memandang Alarick dengan misterius. Alarick menatap ana bingung. dia merasa tatapan istrinya sangat menakutkan?


" aku_ aku akan memasak? " Alarick akan bangkit dan pergi. tapi dengan cepat ana memeluknya erat dan tertawa senang. dia sangat menyukai wajah bingung Alarick, dia merasa itu sangat imut.


" tidak, aku tidak ingin makan itu. tapi, aku ingin memakan mu." setelah mengatakannya ana langsung menerkam Alarick dan terjatuh kebelakang.


ana dengan cepat menindih Alarick dan mencium bibirnya tergesa. Alarick yang mendapat serangan langsung membalik keadaan dan menindih ana dan melanjutkan ciuman panas mereka.

__ADS_1


"Ah~ Ael " ciuman mereka semakin intens, tangan Alarick Sudan menjelajah ditubuh ana dengan gelisah. ana Merasa tubuhnya sangat panas dan tidak nyaman. dia ingin lebih.


malam itu merupakan malam panjang lainnya untuk mereka berdua, dari sore hingga malam, mereka masih terjerat seakan lupa tentang dunia. melupakan ketua suku yang gelisah dan tidak bisa tidur. dia sangat takut menghadapi kemarahan tuan Alarick. tapi setelah menunggu dengan gelisah, dia masih tidak melihat tuan Alarick. apakah dia sudah tidur?


melihat ini ketua suku perlahan tenang, semoga saja besok tidak terjadi apa apa.


...


keesokan hari, ana terbangun dengan tubuh lemas. menoleh kesamping dia tidak melihat Alarick, sepertinya dia sedang memasak.


ana perlahan berdiri, dan memegang pinggangnya yang sakit dan mengeluh tentang kekuatan Alarick yang tidak ada habisnya.


setelah masuk kamar mandi, ana melangkah melihat ke cermin, menatap tubuhnya yang penuh dengan jejak Alarick. ana tertarik dan menatap area dadanya. tepat di atas jantung ada bentuk kepala serigala. ana mendapatkan ini saat selesai malam pertamanya dengan Alarick. Alarick berkata itu simbol pasangan. setiap manusia binatang akan memilikinya saat pasangan itu menikah, dengan adanya simbol itu berarti mereka berdua akan terikat selamanya.


seperti peta, saat salah satu pasangan menghilang. pasangan nya akan dapat langsung menemukan lokasinya. saat pasangan marah, sedih dan takut, pasangannya juga akan merasakan nya.


setelah selesai mandi dan berpakaian, ana melangkah ke dapur dan memandang suaminya yang sangat tampan saat serius. ana sangat bersyukur mendapatkan suami yang begitu perhatian. tidak pernah mengeluh dan memarahinya.


merasa ada yang memperhatikannya, Alarick menoleh dan menatap istrinya yang masih memperhatikannya.


" apa kamu lapar? " Alarick bertanya dengan lembut. dan menyelesaikan masakan terakhirnya dengan cepat. berpikir istrinya mungkin lapar sekarang.


ana tidak menjawab dan melangkah mendekati Alarick dan memeluknya dari belakang. menyandarkan kepalanya dipunggung yang lebar, ana menghela nafas pelan.


" suamiku, aku sangat mencintaimu "


" Aku juga sangat mencintaimu, istriku "

__ADS_1


__ADS_2