
Ini adalah salah satu kebiasaan buruk Ana. dia tidak bisa melihat wajah imut anak bayi. jika dia melihatnya, tangan nya akan mulai gatal dan ingin memegang dan meremas wajah bayi itu bahkan ingin menggigitnya dengan ganas.
Melihat bayinya akan di serang, suami Yina tidak tinggal diam dan dengan cepat menyelamatkan masa depan cerah anaknya dari terkaman ganas serigala betina.
Dia bahkan mengabaikan wajah menyeramkan dari arah belakang Ana, dengan cepat bergegas menyelamatkan nyawa buah hatinya yang bahkan belum sehari. tidak mungkin! masa depan anaknya lebih penting!
Ana yang baru akan menerkam " _ "
Bro apa kamu serius?
Melihat bayi imut itu menjauh, wajah Ana mengkerut sedih. Dia kan juga ingin memegangnya.
Dia tau perilakunya ini akan membuat orang lain tidak nyaman, dulu saat dia masih remaja, ada tetangganya yang baru saja selesai melahirkan. Ana diajak nenek untuk melihatnya.
Awalnya dia enggan dan merasa itu tidak perlu tapi setelah melihat wajah imut bayi itu, mata nya berbinar cerah, muncul lah perasaan perasaan ingin menerkam, tangan nya bahkan mulai gatal seolah ingin mencubit sesuatu. Setelah menahan sekian lama akhirnya dia tidak tahan lagi dan menerkam menciumi wajah bayi itu dengan antusias dan kalian tau apa yang terjadi pada akhirnya, Yap! bayi itu menangis keras dan dia di dipukuli dengan sapu oleh neneknya.
Awalnya mereka masih tertawa bercanda, setelah sekian lama tangisan anak itu semakin menjadi dan ana tidak mau melepaskan nya. Nenek nya dengan cepat menenangkan anak itu dan memelototi ana dengan kesal.
Ana merasa bersalah, dan dengan menyesal meminta maaf. dia berjanji tidak akan mengulangi. tapi seolah tidak bisa di hentikan, esoknya ana datang lagi dan membuat bayi itu menangis lagi. seperti itu sampai berhari hari.
Tetangga semakin curiga, apakah ana mempunyai dendam dengan bayinya. Mengapa setelah bertemu, bayinya selalu menangis seolah bertemu musuh bebuyutan.
Selama berhari - hari tetangga Ana tidak tahan lagi.
Bahkan setelah kejadian itu, tetangga ana sangat waspada padanya. Ana kadang tidak tahan dan diam diam akan melihat bayi itu dari jendela dan meledeknya, tapi siapa yang bisa menjelaskan kenapa bayi itu sangat pintar? dia akan menangis keras seolah ada orang jelek yang ingin menculiknya. dengan itu rencana ana gagal lagi dan lagi.
Sejak itu, tetangga ana akan selalu mengejarnya dengan sapu setelah ana melakukan kejahatan yang membuat bayi itu menangis keras.
Ana selalu bosan saat tidak melakukan apa - apa, sekarang dia mempunyai tujuan baru dan tidak mungkin dia tidak senang.
Setelah sekian lama neneknya tidak tahan lagi. Tetangganya selalu datang mengeluh dengan kelakuan jahil cucunya. Saat itu ana baru saja tamat SMP dan akan melanjutkan sekolah di kota kelahirannya nanti.
Tapi melihat cucunya yang semakin berulah seolah tidak punya kerjaan dan selalu mengganggu tetangga sebelah. Nenek tidak punya pilihan selain mengirim ana dengan cepat ke kota untuk sekolah.
Melihat wajah mendung istrinya, wajah Alarick berubah menyeramkan dan menatap pelakunya dengan dingin.
__ADS_1
Jerry tersentak ketakutan merasa niat membunuh di belakangnya. Dia dengan cepat menoleh melihat siapa yang berniat buruk padanya tapi setelah menoleh dia menyesal.
Dibelakang ana, ada sesosok manusia menyeramkan yang telah dia lupakan keberadaannya. Dia terlalu bahagia dengan kelahiran buah hatinya sehingga dia melupakan sosok monster menyeramkan itu.
Matilah dia!
Melihat tuan Alarick berjalan kearahnya dengan beringas, tubuhnya bergetar hebat. Apa yang harus dia lakukan sekarang?
Melihat ketakutan Jerry, Ana yang baru tersadar dengan cepat menghentikan Alarick.
" Ael, Tidak.."
Alarick menoleh dan dengan cepat mengubah wajahnya, wajah yang tadi nya menakutkan, sekarang layu dan menyedihkan. Alarick menatap ana sedih seolah dia tidak melakukan apa - apa.
Jerry yang dari tadi melihat " _ "
Yina " _ "
Jika mereka tidak melihat semuanya, mereka tidak akan percaya bahwa tuan Alarick bermuka dua!
Jerry yang merasa terselamatkan menghela nafas lega, akhirnya dia tidak perlu mati.
Yina yang melihat ini tidak bisa tertawa atau menangis. Dia tidak tau bahwa suaminya memiliki sifat kekanak Kanakan seperti ini. selama ini dia hanya melihat sisi tegas dan lembut suaminya. tidak pernah terpikir dia juga kekanakan!
" Jerry berikan putra kita kepada Ana, Ana pasti juga ingin memeluk. "
Ana dengan cepat menggelengkan kepalanya dengan gelisah.
" Tidak perlu, aku hanya akan menatapnya saja "
Dia takut kelakuan masa kecilnya akan kambuh lagi jika dia memeluknya.
Yina tidak mendengarkan nya, dengan lirikan mata mengintruksikan Jerry untuk memberikan bayi mereka pada ana. Yina sangat yakin bahwa ana ingin memeluknya tapi dia terlihat khawatir.
Tanpa pikir panjang Jerry menyerahkan bayi nya ke pelukan ana dengan cepat.
__ADS_1
Ana langsung memegangnya, Melihat ke wajah imut yang sedang tidur itu, hatinya perlahan meleleh.
" Dia sangat imut! "
Mendengar perkataan ana, Jerry mengangkat kepalanya bangga.
" Tentu saja dia imut! Ayahnya saja setampan aku! " ucap Jerry narsis.
Yina menutup wajah nya dengan tangan, dia sangat malu melihat kenarsisan suaminya.
Ana memutar matanya malas, seolah ingin muntah mendengar kenarsisan Jerry dan berkata dengan ogah ogahan.
" Ya, ya terserah kau saja "
Seolah mengingat sesuatu, ana bertanya dengan penasaran.
" Apakah kalian sudah memberinya nama? "
Yina dan Jerry tertegun, mereka sepertinya melupakan nama bayi mereka, mereka terlalu sibuk mengurus perlengkapan bayi dan lain lain sampai mereka melupakan nama anak mereka sendiri!
" I_ini sepertinya belum, hehehe" Jerry menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Apa? Belum? " ana memandang mereka terkejut tapi hanya untuk sesaat, jika dipikirkan lagi hal seperti ini memang hal biasa. Banyak pasangan lain yang memikirkan nama bayi mereka saat hamil dan ada juga yang tidak memikirkannya sampai anaknya lahir dan sepertinya yina dan Jerry adalah hal terakhir.
"Menurutmu, nama apa yang cocok untuknya? " Yina bertanya dengan penuh harap, dia ingin melemparkan masalah ini pada ana, menurutnya ana pasti bisa memberikan nama yang lebih baik untuk anaknya.
Menatap wajah penuh harap yina, ana terdiam. Dia tau apa yang dipikirkan yina tapi dia tidak bisa melakukannya.
Menurutnya, hal yang sangat penting seperti ini, hanya orang tua yang dapat memutuskan, ana hanya merasa itu memuaskan. dimasa depan tidak akan menjadi konflik saat nama anak itu disalahgunakan oleh orang lain.
Ana juga berharap, dia dapat memutuskan sendiri untuk nama anak - anaknya, tanpa ada urusan orang lain.
" Aku tidak tau, menurutku hal ini hanya orang tuanya yang dapat memutuskan."
" Pikirkan saja perlahan tidak perlu terburu-buru "
__ADS_1