Serigala Itu Suamiku

Serigala Itu Suamiku
Episode 2


__ADS_3

Ana mendekat dan berjongkok menyentuh pelan bahu wanita itu, dan entah apa yang terjadi dan atau wanita itu gila seketika dia berdiri dan langsung mendorong ana ke tepi jurang.


Ana tersentak dan dengan sigap menangkap bebatuan yang ada di dekatnya dan karena terdorong tubuh nya jadi bergelantungan di tepi jurang.


Ana mendesis kesakitan dengan telapak tangan ana robek akibat benturan batu yang terlalu keras.


" Lo gila! " ana berteriak keras sambil mendesis kesakitan ke wanita itu.


" Gue memang gila, Lo mau apa? " ucap wanita itu menantang sambil menatap merendahkan ke wajah ana yang sedang berjuang di tepi jurang.


" Gue udah nolongin Lo, kenapa Lo dorong gue! " ana menatap tajam wanita itu yang masih terkekeh senang melihat ana yang sedang kesusahan.


" Hehehe Lo pikir gue butuh bantuan Lo ana? oh atau mungkin gue harus panggil Lo sepupu. Asal Lo tau ini rencana papa dan gue, dan tada! Lo terjebak hahaha " Ucap wanita tersenyum miring mengusap wajah ana dengan kuku nya yang panjang.


Ana tidak habis pikir ternyata wanita yang dia selamatkan adalah sepupu nya sendiri. Wanita ini adalah anak pamannya yang menguras habis harta warisan orang tuanya.


Sekarang ana baru mengenal saat melihat wajah wanita itu dengan jelas, saat dia masih bergelantung di jurang wajahnya kurang jelas terlihat akibat batu dan wanita itu yang agak tertunduk, sekarang barulah dia mengerti ini semua jebakan untuknya.


" Kenapa? belum puas Lo semua ambil harta orang tuaku, dan sekarang Lo mau bunuh gue?!!" Ana berteriak keras sambil menatap tajam wanita didepan nya.


" Hahaha, ana Lo itu bodoh ya, oh karena Lo bentar lagi mati jadi aku kasih tau kebenaran yang buat Lo mati lebih menyedihkan. Lo mau tau? " Zarina adalah nama dari wanita itu.


zarina terkekeh senang saat melihat penderita ana yang menyedihkan dan dia melanjutkan


" Lo mau tau siapa yang bunuh orang tua Lo? hehehe Lo pikir mereka kecelakaan doang? nah gua kasih tau yang bunuh mereka adalah pamanmu sendiri hahaha senang dong masa engga " Zarina tertawa terbahak bahak sambil menepuk tanah saking kepalang senang melihat ekspresi ana yang shock mendengar pengakuan Zarina yang tidak pernah dia sangka sangka.


" Mengapa?" ana gemetar kesakitan bahkan seribu lebih sakit mendengar orang tuanya ternyata dibunuh oleh pamannya atau adik ayahnya sendiri, dengan teganya dia membunuh kakaknya padahal mereka saudara kandung, padahal mereka begitu dekat, dan ayahnya sangat menyayangi adiknya sendiri.


Begitu banyak yang ingin dia tanyakan untuk Zarina tapi bibirnya seketika kelu hatinya terasa dihantam dengan beribu ribu ton sehingga sangat sulit bernapas. Hanya mengapa? mengapa? ana menangis sesak begitu sulit bernapas.

__ADS_1


" Dan Lo bisa pergi sekarang " Zarina langsung menginjak keras tangan ana satu satunya penopang pertahanan ana, ana menatap tajam Zarina.


Ana tidak berdamai, kenapa dia harus mati saat orang yang membuatnya menderita harus hidup dengan senang di atas penderitaannya sekarang.


Dia masih harus menemui paman oh atau bedebah itu, dia hanya ingin menanyakan mengapa mereka melakukan ini?


" Oh, satu lagi nenek kesayangan Lo udah mati, dia kena serangan jantung saat tau yang sebenarnya hahaha" Zarina tertawa terbahak bahak seperti iblis saat melihat raut wajah ana sekarang.


Sekarang tali terakhir pertahanan ana, harapan terakhirnya untuk hidup telah musnah. Air mata tidak berhenti menetes mengapa hidupnya begini.


Perlahan tangan nya terlepas dan saat itu juga dia terjatuh lurus melihat Zarina yang masih tertawa terbahak bahak di sana.


Jika dia bisa menjadi hantu, ana berharap dia bisa membalas semua rasa sakitnya berkali kali lipat bahkan seribu kali lipat dari perbuatan mereka sekarang. Perlahan tubuh nya menghilang di telan kegelapan jurang. Zarina merasa ana pasti telah mati, dan dia berbalik dan pergi dengan senang.


...****************...


Didalam gua yang remang - remang sesosok manusia terletak di batu tempat tidur yang dilapisi jerami dan kulit binatang.


Apakah aku sudah mati?


Perlahan mata yang tadinya kabur mulai jelas menampakkan area sekitar dengan jelas tetapi ketika penglihatan dan kesadarannya benar-benar kembali, dia merasa ada sesuatu yang tidak beres.


Dimana ini?


bukannya aku sudah mati?


Dia sangat yakin jika seorang manusia jatuh dengan ketinggian itu mungkin nyawanya tidak akan tertolong.


Ana menoleh dan melihat sekeliling.

__ADS_1


Ini seperti gua atau mungkin ini gua, ada dinding batu di mana-mana, area gua cukup besar dan pencahayaannya remang-remang mungkin akibat tanaman merambat yang berakar di area pintu masuk gua.


Setelah ana duduk, dia mengerang kesakitan, sepertinya punggungnya terluka akibat jatuh dari tebing.


Dia berpikir dengan jarak antara tebing kebawah cukup jauh dan dengan jarak itu cukup untuk menghilangkan nyawanya. Mengapa hanya punggungnya yang sakit? apa dia jatuh dan menimpa kasur? dia mencubit dirinya lagi dengan keras.


Sakit!


Sepertinya dia belum mati, dan siapa yang menyelamatkan nya? dengan adanya dia di gua berarti ada seseorang yang menolong nya.


Ana bangkit perlahan sambil meringis kesakitan. melihat sekitar di mana orang yang menyelamatkan?


Sebelum mengambil langkah ada suara langkah kaki di luar gua sepertinya orang yang menyelamatkannya telah kembali, saat dia melihat ke pintu masuk gua, dia tercengang.


Itu sama sekali bukan manusia, dia melihat itu adalah seekor serigala putih besar yang mungkin tingginya sampai 5 meter.


Ana menahan napas mundur selangkah demi selangkah menyaksikan serigala besar itu perlahan melangkah mendekatinya.


Ana gemetar ketakutan menyaksikan serigala besar itu perlahan mendekatinya, dan yang menakutkan mata monster itu selalu tertuju padanya dan tidak menjauh sedikitpun.


Apa dia akan mati lagi? dia mungkin akan jadi santapan serigala besar ini sekarang. Ana menahan nafas, dan jika aku menahannya lebih lama lagi aku mungkin akan pingsan.


Melihat ana mundur gemetar ketakutan, pupil vertikal serigala itu berkedip sejenak dan memiringkan kepalanya bingung. Apakah manusia kecil ini takut padanya?


Ana berjongkok menyusut memeluk dirinya sendiri dan seluruh tubuhnya gemetar tidak terkendali, menangis tertahan, dia merintih seperti binatang kecil yang terluka.


Dia mungkin tidak akan pernah berpikir bahwa akhir hidupnya akan jadi makanan binatang monster menakutkan ini. Setelah memikirkannya, dia menangis lebih keras meratapi nasib nya yang sangat malang.


oh ana yang malang!

__ADS_1


Melihat situasi ini, serigala besar itu semakin kebingungan, mengapa manusia kecil ini menangis semakin keras. Tanpa sadar ekor besar itu mengibas ke kiri dan ke kanan memikirkan apa yang harus dilakukan agar manusia kecil ini berhenti menangis.


Mohon dukungan untuk karya pertamaku ya......☺️


__ADS_2