
Harimau yang tergeletak ditanah sangat tidak berdaya sekarang, dia tau hal seperti ini cepat atau lambat akan terjadi.
Tapi dia masih ingin berharap, walau hanya mimpi. Dia masih ingin membodohi dirinya sendiri bahwa wanita yang dicintainya sudah pergi. Masih tersisa sedikit harapan bahwa wanita tercinta nya akan berbalik kembali padanya.
Dia ingin menertawakan dirinya sendiri, mengapa dia begitu bodoh. Mengapa dulu dia bisa sekejam itu.
" Aku mohon maaf kan aku, aku tau aku salah. Aku akan terima hukuman apa saja Tapi, aku tidak bisa melepaskan Lina, Tolong sekali saja maafkan aku " Harimau itu bersimpuh begitu rendah memohon. dia tidak bisa lagi berbuat apa - apa. pikirannya sudah buntu. dia hanya berharap diberi kesempatan sekali lagi.
" Maaf? dengan perbuatan mu ini berani nya kau minta maaf! dan kau seharusnya minta maaf dengan adikku! tapi itu tidak perlu lagi, aku tidak ingin sampah sepertimu mengotori mata adikku "
" Jujur saja, sekarang pun aku sangat ingin membunuhmu. Melihat penderitaan adikku, aku ingin membalas kesakitan nya seribu kali lipat. Berani nya kau menyiksa adikku seperti ini!! keluarga nya bahkan tidak pernah membentak apalagi memukulinya! betapa beraninya kau sampah! "
" adikku yang dulu begitu ceria dan cerah sekarang begitu pendiam, itu semua karena kau! andai aku tidak mengijinkan saat dia memohon untuk menikahi mu, Hal ini tidak akan pernah terjadi. "
" Mulai sekarang jangan pernah ganggu adikku lagi, ini peringatan terakhir. Jika kau masih nekat, jangan salahkan aku karena kejam! "
Mata elang itu sangat dingin, terutama saat melihat wajah penuh penyesalan dan keputusasaan harimau, matanya penuh rasa jijik.
Dulu dia dengan enggan menerima pernikahan adiknya dengan pria ini, berharap adiknya akan bahagia, tapi ternyata dia salah, orang inilah yang membuat hidup adiknya jatuh ke lubang neraka. yang membuat nya dan keluarganya sangat terpukul.
cahaya menyeramkan dengan cepat melintas di mata elang. Dia tidak bisa membunuhnya, membunuhnya adalah hal yang murah untuk harimau ini. Dia akan menyiksanya perlahan dan membuatnya gila. dengan begitu penderitaan adiknya akan sepadan.
Elang itu mendengus dan menendang kuat harimau itu, tubuhnya terbentur keras sejauh 20 meter.
harimau itu memuntahkan seteguk darah dan akhirnya pingsan.
melihatnya begitu menyedihkan, elang itu puas dan berbalik pergi.
ibu harimau menangis histeris, memeluk erat tubuh putranya. melihatnya kehilangan kesadaran. ibu harimau mengguncang tubuh putranya yang semakin lemah.
" Juno Bangun! "
Merasa putranya semakin melemah dan akan kehilangan detak jantung, ibu harimau berbalik dan menatap kerumunan dengan memohon. Dia hanya ingin putranya selamat. walau dia sangat marah dengan tindakan putranya, dia masih darah dagingnya. Ibu mana yang bisa melihat anaknya menderita, Dia tidak bisa melihatnya mati seperti ini.
" Tidak, Tolong selamatkan putraku! aku mohon! "
__ADS_1
Kerumunan juga tidak tahan dan dengan cepat mengangkat harimau malang itu dan membawanya pergi untuk di obati.
Tetua suku adalah seseorang yang mengetahui obat, jika seseorang di suku sakit maka tetua tersebut yang akan mengobati.
Kerumunan juga perlahan bubar, mereka tidak kasihan pada harimau itu, dia pantas untuknya.
Ana yang melihat seluruh situasi sangat tercengang. Dia tidak menyangka akan ada laki - laki seburuk ini.
Dia sangat membenci laki - laki pengecut seperti harimau itu.
Padahal mereka dulu begitu saling mencintai, dan dengan cepatnya harimau itu memalingkan wajahnya hanya karena anak?
Apakah anak adalah patokan untuk cinta? Sejujurnya kebanyakan pasangan memang seperti ini. Mereka awalnya adalah orang yang penuh kasih dan saling mencintai, dan tujuan akhirnya adalah menikah. untuk halnya tujuan menikah yaitu punya anak dan melanjutkan garis keturunan.
Ana tidak ingin seperti ini. Jika saling mencintai harus siap berbagi suka maupun duka. dan komunikasi adalah hal terpenting untuk pasangan. jika ada masalah harus berbicara dan berbagi solusi.
Jika tidak mencintainya lagi cukup lepaskan dan biarkan dia bebas, tidak perlu menyiksanya dan menghancurkan hidupnya.
Melihat wajah Suram istrinya, Alarick dengan panik memeluk tubuh bergetar istrinya.
Dia tau kejadian membuatnya takut, wajah Suram menyeramkan dengan cepat melintas di mata Alarick. Dia tidak akan membiarkan hal seperti ini terjadi pada istrinya. tidak mungkin!
menurutnya selain istrinya tidak ada yang lebih penting. Dan melihat perilaku harimau, dia tidak ingin ikut campur, itu bukan urusannya.
dia tidak peduli apapun selain menyangkut istrinya.
Dimatanya semuanya tidak berguna selain istrinya, bahkan jika mereka mati didepannya, dia hanya akan melirik dan mengacuhkannya.
Tapi tidak dengan mengusik istrinya, Melihat ketakutannya mereda. Alarick memeluk dan membawa istrinya pulang.
Setelah sampai, Alarick dengan lembut meletakkannya di tempat tidur.
" Apa masih takut? "
Ana menggelengkan kepalanya dan menatap Alarick
__ADS_1
" Aku harap kamu tidak seperti harimau itu "
Alarick terkekeh kecil, dan menatap wajah serius istrinya yang begitu imut.
" Tidak akan, aku lebih baik mati jika aku menyakitimu. Kamu adalah istriku sekarang, jika aku menyakitimu itu akan berbalik padaku 10 kali lipat "
Ana menatap Alarick bingung
" berbalik 10 kali lipat? apa maksudnya? "
melihat wajah imut penuh bingung istrinya, Alarick tidak tahan dan langsung mengecup ujung hidungnya dan berkata
" MMM, ini seperti sumpah. saat kita menikah aku mengikat kontrak ini ke tubuhmu, aku takut tidak sengaja menyakitimu jadi aku mengikatnya. "
Alarick hanya mengatakan sebagian kecil saja, dan tidak ingin mengatakan yang sebenarnya. ini adalah kontrak hidup ana. jika ana terluka, Alarick akan merasakan dan kesakitan ini akan cepat berpindah ke tubuh Alarick dengan kontrak.
tapi jika Alarick yang terluka, ana tidak akan merasakannya. kontrak ini hanya menguntungkan pada ana saja. tapi alarick merasa ini sepadan.
dengan tubuh lemah ana, Alarick tidak ingin dia terluka. baginya kesakitan sekecil ini tidak ada apa - apa nya baginya.
yang terpenting istrinya akan tetap sehat dan ceria.
Ana tidak tau dengan kontrak inilah mengapa dia merasa kuat setiap harinya. dia selalu berpikir ini karena Alarick tapi tidak dengan kontrak
" Apakah ini akan menyakitimu? " Ana bertanya dengan khawatir, dia tidak menyangka Alarick akan melakukan ini.
" Tidak, "
" Lain kali jangan lakukan hal seperti ini lagi kalau tidak aku akan memukulmu! "
" Baik istriku! "
Setelah itu, mereka dengan cepat melupakannya dan menjalani hari hari bahagia suami istri.
Setelah sekian bulan akhirnya Yina melahirkan bayi laki laki yang tampan.
__ADS_1
Ana sangat senang, dia dengan antusias menyiapkan semua perlengkapan bayi untuk yina.
Dia sangat tidak tahan menatap wajah bayi.