
Karena gua batu sudah beres, sekarang dia ingin makan. selama beberapa hari ini, dia hanya makan buah Dan roti yang ada di ruang nya, membuat ana sangat muak dan bosan.
selama berhari - hari saat ana berada di dalam gua, serigala besar itu sangat sibuk, entah apa yang sedang serigala besar itu lakukan. dia akan keluar dari waktu ke waktu, mengelilingi Hutan dan melolong keras yang sangat menakutkan.
setelah merasa tugasnya selesai, serigala besar itu akan kembali ke gua batu dengan cepat dan kembali ke penampilan imutnya, seolah olah serigala besar yang melolong Ganas diluar tadi bukan dirinya.
ana menduga serigala besar itu sedang menyatakan ke daulatan atas wilayahnya, memperingati binatang - binatang disekitarnya untuk tidak mendekati daerah wilayah kekuasaannya.
penyerangan elang raksasa telah merangsang serigala besar, karena itu, tindakan menyatakan kedaulatan muncul kembali.
Ana berjalan ke pinggir sungai, berniat memasak disini. ana mengeluarkan semua peralatan masak, sepertinya dia akan masak nasi dan beberapa lauk pauk sederhana. dia sudah sangat lapar.
Terdengar suara gemericik air, sepertinya Alarick sudah selesai mandi.
" Ana ingin memasak? " Alarick bertanya saat sudah berada di samping ana, setelah menenangkan diri untuk sementara waktu, Alarick telah kembali seperti biasanya.
" Ya, hari ini aku ingin makan nasi dan beberapa lauk sederhana " Ana memandang Alarick tersenyum dan melanjutkan masaknya. hari ini dia akan menggoreng telur dadar dan sayur sederhana. Alarick tidak menjawab dan dengan terampil membantu ana disamping.
Setelah selesai makan, mereka berdua duduk di pinggir sungai dan terdiam. tiba tiba ana memikirkan, apakah ada manusia binatang seperti Alarick yang juga hidup di hutan ini. Ana menoleh dan memandang Alarick dan berkata
" Ael, apakah ada manusia sepertimu juga hidup di hutan ini?" ana bertanya dengan penasaran. jika ada, itu akan menyenangkan sekaligus menakutkan. akan menyenangkan jika dia baik seperti Alarick dan jika sebaliknya, ana gemetar saat memikirkannya.
" seperti ku?" Alarick bingung untuk sesaat. setelah memikirkannya sebentar, Alarick tiba tiba mengerti.
" ada suku tidak jauh dari sini, mereka manusia binatang sepertiku tapi tidak sekuat aku. apakah ana ingin kesana? " Alarick mengangkat kepalanya dengan bangga, tidak lupa untuk memuji dirinya sendiri. jika sekarang Alarick memiliki ekor mungkin ekornya akan mengibas ngibas dengan keras.
Ana terkekeh kecil melihat wajah imut nan menggemaskan Alarick. tapi setelah mendengarkan perkataan selanjutnya, mata ana tiba tiba berbinar.
__ADS_1
" ya! apakah aku boleh kesana? " ana sangat bahagia, dia tidak akan bosan lagi. tiba tiba ana memikirkan sesuatu dan menoleh cepat dan berkata lagi
" itu, apakah mereka menakutkan? " cicit ana dengan pelan
" tidak, mereka tidak akan berani " dia tidak akan membiarkan ana terluka lagi, lagipula suku itu tidak akan berani menyakiti ana saat dia berada disampingnya.
" kalau begitu, ayo pergi sekarang! " ana sangat bersemangat, dia ingin jalan - jalan sekarang. sangat membosankan disini.
Alarick tidak keberatan, melihat ana juga bosan dia dengan senang hati membawanya pergi.
saat sedang berjalan di hutan, ana melihat sekeling dengan penasaran. ini bukan hutan yang dia lewati terakhir kali.
kali ini mereka berjalan di sepanjang sisi gunung, tidak jauh dari sana, ada air terjun yang mengalir deras, ada banyak bunga bunga bermekaran di pinggiran air terjun. warna warni bunga membuat pemandangan itu begitu spektakuler, membuat ana merasa senang. jika ada ponsel di ruangnya. ana sangat ingin membidik dan menyimpannya sebagai kenang kenangan. sayangnya ruangnya tidak ada ponsel, mungkinkah bibi lupa menaruh nya?
ana menghela nafas, menyesal pemandangan se indah itu tidak bisa disimpan.
tidak lama kemudia mereka sudah mendekati suku, serigala besar itu dengan cepat berubah menjadi manusia. Alarick memeluk ana dan ingin melanjutkan perjalanan tapi ana meronta dan ingin diturunkan.
" tidak, aku akan memelukmu " Alarick menolak dan tetap memeluk ana dengan erat.
" Lepaskan aku, oke. kakiku akan sakit jika lama tidak digunakan " bohong ana dengan ekspresi serius. tentu saja apa yang dia katakan hanya omong kosong. tapi dengan Alarick, ana yakin dia akan percaya. dan benar saja, Alarick dengan cepat melepaskannya dan menurunkan ana dengan lembut.
Alarick tidak menyadari omong kosong ana, baginya kesehatan ana adalah yang terpenting. walau enggan dia tetap melepaskannya.
" Ael memang yang terbaik! " ana tertawa gembira sambil memeluk erat pinggang Alarick. senang rasanya memliki lelaki seperti Alarick. pasti beruntung sekali wanita yang dapat memiliki Alarick.
memikirkan ini tiba tiba ana merasa sedih. jantungnya seperti diremas kuat. seolah tidak terima Alarick punya wanita lain.
__ADS_1
Ana tersadar dan menepuk wajahnya dengan keras. apa yang dia pikirkan? apakah dia cemburu?
tunggu,
apakah dia menyukai Alarick?
Ana menggelengkan kepalanya keras, tidak mungkin! dia tidak mungkin menyukai Alarick?
tapi memikirkan wajah tampan Alarick, ana tiba - tiba merasa itu mungkin. Alarick sangat tampan, dia juga sangat baik dan perhatian. tidak ada kekurangan dalam diri Alarick. hanya saja dia manusia binatang, sedangkan ana adalah manusia. bisakah antar spesies bersatu. apakah itu mungkin?
memikirkan ini wajah ana tiba - tiba memerah panas. ya tuhan, apa yang dia pikirkan. mengapa dia memikirkan hal seperti ini. tidak mungkin juga Alarick menyukainya kan?
tapi, jika Alarick menyukainya....
"akkhhh, hentikan! " ana tiba tiba berteriak keras, menutup wajah nya yang merona dan malu dengan pikirannya.
teriakan keras ana mengejutkan Alarick yang sangat bingung, mengapa manusia kecil ini tiba - tiba berteriak? apalagi yang terjadi dengan manusia kecil ini?
Alarick akan maju dan memeriksa ana, tapi dengan cepat ana menghindar dan masih menutup wajahnya yang memerah.
" ada apa denganmu? apakah kamu terluka?" Alarick bertanya cemas hendak memeriksa wajah ana yang terus ditutupinnya dengan ke dua tangan.
" tidak, aku tidak papa " setelah menenangkan diri, ana melepaskan tangannya dan mengeleng.
" ayo pergi " setelah mengatakan itu, ana dengan cepat berjalan pergi. menjauh tergesa dari Alarick. takut dengan pikiran tidak normalnya.
sebelum memasuki suku, ana melihat dua laki laki berdiri di pintu masuk. apakah ini penjaganya?
__ADS_1
ana berjalan mendekat, dan dengan cepat disadari oleh ke dua lelaki itu. mereka menatap ana takjub. mereka menatap wajah ana membeku, tidak menyadari ada aura gelap mengerikan yang menguar dari Alarick.
setelah merasa hawa dingin mengerikan, kedua lelaki itupun tersadar. melihat lelaki di belakang ana mereka gemetar ketakutan.