Serigala Itu Suamiku

Serigala Itu Suamiku
Episode 19


__ADS_3

melihat batu yang sangat bersinar, ana dengan senang memasukkannya ke dalam penyimpanan besar.


dalam waktu kurang dari 1 jam, kotak penyimpanan besar itu penuh. ana sangat puas, dia mengangkat kepalanya dan tertawa ke langit.


Alarick " _ "


Alarick tidak tau, apa yang menyenangkan dari batu kerikil itu.


tapi.


lupakan saja, selama istrinya bahagia.


setelah mengemas semua batu dan memasukkan ke ruang. ana melihat sekeliling lagi, masih banyak batu yang tidak dia ambil, tapi dengan sebanyak itu sepertinya sudah cukup.


Setelah mengemas batu, ana melangkah ke kolam jernih berniat mencuci tangan nya yang kotor.


tetapi sepertinya dia melupakan sesuatu, tunggu apa yang dia lupakan?


ana menepuk keningnya dan memandang bunga peri. dia juga harus mengemas ini dan membagikannya untuk para wanita di suku. bunga peri ini juga sangat banyak, ana memetik satu dan membuka kelopaknya, didalam kelopak bunga ada air seperti madu, air nya sangat sedikit. para wanita mengatakan, air inilah yang sangat berkhasiat untuk kecantikan. jadi ana dengan dengan senang hati meminumnya. dan untuk kelopaknya, ana akan menumbuknya dan membuat jadi masker.


Hari sudah sore, ana dengan santai berbaring di punggung Alarick dan berjalan pulang.


saat sedang berjalan, ana tiba tiba melihat sesuatu yang familiar, dia sepertinya sering menemukan ini dikampung.


Ana bersemangat dan dengan keras menepuk Alarick untuk berhenti.


" Ael, berhenti."


sebelum Alarick berhenti, ana sepertinya tidak sabar dan langsung melompat dari punggung serigala besar.


" Sayang hati hati! "


Alarick ketakutan, dia dengan cepat berubah menjadi manusia dan memeluk ana erat. tingginya Ada sekitar 5 meter, dan melompat dari ketinggian itu sangat berbahaya, dia tidak ingin istrinya terluka.


Ana menepuk Pelan punggung suaminya pelan, dia terlalu bersemangat melihat tumbuhan yang dikenalnya lagi

__ADS_1


" aku tidak apa - apa. "


Ana tidak tau semenjak dia menikah dengan Alarick tubuhnya sepertinya berubah, dia merasa tubuhnya semakin kuat dan merasa dia penuh energi. apakah karena Alarick?


itu mungkin benar, jika tidak bagaimana menjelaskan tentang masalah fisiknya sekarang.


ana mendongak dan menunjuk ke tanaman tidak jauh dan berkata dengan penuh semangat.


" sayang lihat itu, itu adalah ubi jalar!"


Alarick mendongak dan menatap heran


" Ubi jalar?"


" ya! ini sangat enak jika di panggang!"


ana melepaskan pelukannya dan berjalan mendekat melihat ubi jalar dengan seksama, mengapa daunnya begitu lebar? apakah karena tumbuh di hutan ini?


tidak perlu memikirkannya dan mulailah menggali, lihat apa yang ada didalamnya. melihat istrinya yang sibuk lagi, Alarick mendekat


" sayang biar aku yang menggali, kamu duduklah di samping."


ana menghela nafas pelan, dia tidak bisa lagi menolak permintaan suaminya dan menjawab dengan lesu.


" baiklah "


Alarick tersenyum kecil dan mengusap kepala kecilnya dengan sayang.


tidak butuh lama untuk menggali banyak ubi jalar, lihatlah, sekarang menumpuk seperti bukit. ubi jalar ini sangat besar, satu ubi jalar bisa makan untuk 5 orang. ana sangat bersemangat. memandang tumpukan ubi seperti harta Karun.


" Ael, sudah cukup. "


Melihat hari semakin gelap, ana bergerak cepat dan mengemas semuanya dan pulang.


saat mendekati suku, ada keributan yang terjadi di pintu masuk suku. mereka sepertinya bertengkar.

__ADS_1


ada banyak yang orang yang berkumpul disana, dia sangat penasaran, apa yang sedang terjadi.


biasanya suku ini sangat tentram, mengapa sekarang ada keributan.


melihat istrinya begitu penasaran, Alarick berkata dengan lemah


" itu dari suku burung "


" suku burung yang ada di seberang?"


"hum, biasanya mereka selalu akur dan tidak membuat keributan. sepertinya masalah mereka tidak sepele "


semakin dekat mereka, semakin keras keributan disana.


Didepan begitu banyak orang, seekor harimau jatuh terlentang di tanah dengan elang yang menekannya.


harimau itu akan berbalik mendorongny tapi elang tidak memberi kesempatan dan terus menendang dan menekannya.


harimau itu jatuh dengan keras, penduduk desa. sangat ingin maju dan merelai, tapi mereka tidak bisa. Elang besar itu menatap jijik pada harimau besar yang dibawahnya. mendecih sinis.


" Mulai sekarang Jauhi adikku! jika aku mendengar kau masih ingin mendekatinya, jangan salahkan aku untuk menghajarmu sampai mati. terus terang, adikku sudah menolakmu mengapa masih bersikeras mendekatinya? dan bulan depan dia akan menikah. jika kau membuat masalah lagi. aku akan menghancurkan mu. ingat itu!"


harimau itu menatapnya dengan marah, dia tidak bisa bergerak. ibu harimau bergegas keluar dan berteriak menangis ingin mendorong elang yang menekan anaknya.


" berhenti, jangan menyakitinya lagi! pergi!"


ketua suku sedang tidak ada di sana, mereka pergi ke suku lain untuk suatu masalah. karena itu tidak ada yang melerai, terus terang mereka tidak ingin menghentikan. mereka sudah geram perbuatan harimau itu yang dulu menyiksa elang.


Saat itu elang dan harimau masih suami istri, mereka saling mencintai, sampai suatu saat elang itu tidak kunjung hamil, pada awalnya harimau tidak keberatan, karena dia sangat mencintai istrinya, dan dia pikir itu tidak masalah. tapi setelah sekian lama dan sekian tahun, harimau itu perlahan lahan gelisah. dia selalu cemburu dan iri pada temannya yang sudah punya anak. temannya juga bertanya mengapa belum juga punya anak, tapi harimau itu menanggapi dengan marah. dia menendang temannya dan mulai memukul.


setelah itu dia pulang dan mulai melampiaskan amarahnya pada istrinya yang menunggunya dirumah, elang itu juga merasa bersalah, dia berpikir ini mungkin salahnya yang tidak bisa punya anak. lambat laun pertengkaran mereka semakin besar. harimau itu mulai mencaci dan memukuli istrinya. elang itu juga menerima dengan pasrah. tahun berganti tahun, elang itu kehilangan berat badannya, badannya yang kurus kering membuatnya sangat menyedihkan. luka lebam di sekujur tubuh, semua tubuhnya begitu memilukan.


perlahan elang itu mati rasa, dia hanya menerima semua caci maki dan pukulan suaminya. dia tidak pernah memberi tahu keluarganya tentang pernikahannya. dia tidak pernah kembali.


ketua suku dan penduduknya juga sering merelai agar tidak bertengkar lagi tapi lagi lagi harimau meminta maaf dan tidak akan mengulangi. itu hanya bualan semata. ketua suku juga memberi saran pada elang agar bercerai, tapi elang tidak mau dan bersikeras melanjutkan karena dia masih mencintai harimau itu. dan mengancam untuk tidak diberitahukan kepada keluarganya kalau tidak, dia akan bunuh diri.

__ADS_1


ketua suku juga tidak berdaya, dia sudah melakukan apa yang harus dia lakukan. bahkan sudah sering menghukum harimau itu. dan ini berlangsung selama bertahun tahun.


elang selalu menangis mengenang masa mudanya dulu bersama harimau. dulu mereka begitu saling mencintai. mengapa sekarang begini. dia masih selalu berharap harimau berbalik dan minta maaf padanya dan mencintainya seperti dulu lagi.


__ADS_2