
Ana tidak tau bahwa Serigala besar yang tidak dia anggap sedang mimisan disana. Serigala besar itu menutup hidung dengan panik, seluruh wajah nya memerah merona, jika tidak tertutup bulu. seluruh tubuhnya akan terlihat merah muda sekarang.
Dia tidak menyangka, manusia kecil itu akan membuka pakaiannya di depannya. Apakah dia tidak tau malu? tapi setelah mengingat tubuh nya, mimisan bertambah parah, darahnya semakin banyak bercucuran dan dia dengan panik menutupinya.
Ana tidak tau kesusahan serigala besar itu dan masih dengan senang menyenandungkan lagi dengan senang disana.
Setelah mandi dan berganti pakaian, ana memeluk serigala besar dan melanjutkan berburu lagi.
Dia memandangi sungai dan gunung didepannya, tepi seberang juga hutan kuno seperti hutan ini dengan pohon pohon yang menjulang tinggi. Matahari cerah tertutup dahan membuat ana mengantuk dan lebih bersandar memeluk erat serigala besar.
Melewati beberapa pohon besar tiba - tiba ana seperti melihat sesuatu yang putih familiar di antara akar - akar pohon. Sepertinya dia pernah melihat itu.
apakah itu jamur?
Ana sangat senang dan dengan cepat menghentikan serigala besar itu. Dia melompat cepat dan berjongkok untuk melihat dengan jelas jamur apa ini? ya tuhan bukankah ini jamur tiram? ana sangat menyukai tumis jamur tiram buatan neneknya dan nenek sangat suka memasak ini. Mengingat nenek nya ana merasa sedih lagi.
Tapi ana masih takut jamur ini beracun, dia memalingkan kepalanya dan melihat serigala besar itu ada disampingnya menatap apa yang ingin dilakukan manusia kecil ini sekarang?
Apakah serigala besar ini tau jamur?
" apakah kamu tau tanaman ini? " mencabut satu, ana memegang jamur dan bertanya pada serigala
besar.
Melihatnya bingung, ana dengan senang hati memperkenalkannya.
" Ini namanya jamur tiram, ini sangat enak saat dimasak dan aku sangat suka jamur tumis tapi ada sebagian jamur yang tidak bisa dimakan alias beracun jadi jangan sembarang untuk memakannya. kebanyakan jamur terlihat mirip tapi jamur beracun sangat mudah dibedakan, jika warna semakin cantik dan cerah artinya itu beracun tapi jika warna seperti ini itu bisa dimakan tapi hanya sebagian ya. apakah kamu mengerti? "
Ana terkekeh kecil melihat wajah bingung serigala besar itu, Dia tau hal ini tidak berguna untuk serigala besar itu tapi mungkin karena dia sangat kesepian dan ingin mengobrol jadilah dia berbicara panjang lebar dengan binatang.
" tapi aku masih ingin bertanya apakah ini beracun? "
Ana tidak tau apakah dia mengerti arti racun atau tidak, dia hanya berharap kali ini serigala besar akan mengerti kata - katanya.
Tapi dia tidak menyangka melihat serigala besar menggelengkan kepalanya mengerti artinya jamur itu tidak beracun dan ini bisa dimakan.
Dengan gembira ana mengambil jamur sambil menyenandungkan lagi kecil.
Dia berhenti sejenak dan mengeluarkan wadah besar dari ruang yang bisa menampung banyak jamur,
melihat jamur yang menggunung dan tidak muat lagi, ana berhenti, sepertinya sudah cukup.
__ADS_1
Ana memasukkan semua jamur kedalam ruang dan menepuk sisa tanah ditangannya. pupil ungu serigala besar itu menyusut saat melihat jamur yang tadinya menggunung tiba - tiba menghilang.
Melihat wajah terkejut serigala besar itu, ana menggaruk hidungnya canggung, dia lupa ada serigala besar disini.
" Itu serigala besar, aku punya kemampuan untuk menyimpan dan mengambil barang dipikiran ku. Seperti ini. " Dengan itu ana mengeluarkan bahan dan memasukkan kembali seolah memperlihatkan kemampuannya kepada serigala besar itu.
" Ini hanya akan menjadi rahasia kita berdua oke, jika tidak, aku akan di bedah dan di teliti jika orang mengetahuinya. apakah kau mengerti?" ana menjelaskan dengan hati - hati berharap serigala besar itu mengerti.
Mendengar penjelasan ana. serigala besar mengangguk dan mengelilingi ana berapa kali, mencari dimana manusia kecil ini menyembunyikan benda putih itu.
Ana tertawa kecil melihat ekspresi kepo serigala besar itu dan dengan senang hati mengeluarkan jamur dihadapannya dan memasukkannya kembali seolah pamer dengan bangga.
Tapi tiba - tiba ekspresi serigala besar itu berubah menjadi waspada melihat ke dalam hutan dengan serius.
" Ada apa? " melihat kewaspadaan serigala besar. ana bertanya dengan hati hati menoleh melihat sekeliling dengan gugup.
Serigala besar mengeram ganas seolah memperingati untuk tidak mendekati wilayahnya sekitarnya. Serigala besar melilitkan ekor besarnya ke pinggang ana dan melemparkannya ke atas pohon dengan tiba - tiba. Ana yang belum siap berteriak dan memeluk pohon ketakutan.
Sebelum ana bertanya mengapa melemparkannya, tiba tiba serigala besar itu berlari dan menerkam binatang besar yang juga berbalik dan melawan serigala besar itu.
Ana tercengang dan ketakutan melihat serigala besar itu dengan ganas menggigit leher binatang malang itu. ya tuhan! apakah ini live action pertarungan monster? kenapa monster? itu karena ukuran binatang itu sangat besar! ini sangat menakutkan!
Serigala VS banteng!
Tentu saja yang menang serigala besar! hanya butuh beberapa menit untuk menaklukkan banteng sebesar itu.
Ana menghela nafas lega. Saat dia mengulurkan tangan untuk turun tiba - tiba suara mendesis di dekat telinganya membuat ana seketika kaku, jantungnya berdetak kencang, dia menahan napas ketakutan.
Dia tau apa yang ada disampingnya sekarang, jika dia dipatuk sekarang, nyawa nya mungkin akan melayang sekarang juga!
Ya tuhan! kenapa kau tidak bisa membuat hidupku tenang sedikit pun. Menenangkan detak jantungnya, ana mendongak seperti robot, berjarak tiga jengkal darinya ada ular hijau sebesar pergelangan tangan tergantung disana.
Mata mereka bertemu di udara, ana menjadi pucat. tahukah kalian binatang apa yang paling ditakuti ana? ya! itu adalah ular dan sekarang berjarak tiga jengkal darinya membuat ana berteriak keras dan lupa memegang pohon dan langsung jatuh lurus kebawah.
Tepat ketika ana mengira dia akan cedera internal sial lainnya, tiba tiba sesuatu yang halus dan lembut melilit pinggangnya dan dengan lembut meletakkan ditempat aman. merasa dia aman ana pingsan dengan nyaman. efek shock dan lemas membuat ana tidak berdaya dan kehilangan kesadaran
Melihat manusia kecil itu pingsan, serigala besar itu mengeram ganas ke atas pohon yang masih ditempati ular hijau itu, ular itu ketakutan dan melarikan diri dengan cepat.
Dia menoleh kembali dan menjilati wajah ana dengan lembut seolah menenangkan.
...****************...
__ADS_1
Keesokan harinya. ketika ana bangun, serigala besar itu tidak ada, tapi ada sosok manusia yang duduk menatapnya disampingnya.
Ana seketika terduduk dan mundur ketakutan.
Siapa dia?
" Kamu, siapa kamu? " wajah ana berubah pucat menatap lelaki tampan di depannya dengan takut.
Lelaki itu berdiri mencoba berjalan kearah ana tapi sebelum melangkah, ana berteriak dan mundur sampai punggungnya menyentuh dinding gua
" tidak jangan mendekat.." laki laki itu berhenti.
Berpikir sejenak, dia berbalik dan mengambil buah
" Apakah kamu lapar? " laki - laki itu mengulurkan tangannya yang berisi buah ke arah ana.
Melihat manusia kecil itu masih ketakutan, laki laki itu memiringkan kepalanya sambil menunjuk dirinya sendiri dan berkata
" ini serigala besar " dengan itu laki - laki itu tiba - tiba berubah menjadi serigala besar yang dikenalnya, ana tercengang dan shock.
Laki - laki itu berubah kembali menjadi manusia dengan tinggi 190 dengan wajah yang sangat tampan. alis pedang, pupil ungu mempesona, hidung mancung bak perosotan, bibir merah tipis, rambut putih panjang, melihat kebawah wajah ana memerah malu karena laki - laki dihadapannya hanya menutupi pinggang dan bagian atas bertelanjang dada, roti sobek 8 pack membuat ana terpaku terpesona. ana hanya bisa melihat wajah ini di komik - komik koleksi ana. ya! ana adalah penggemar cowok kertas garis keras!
Akkhh tampan sekali!!!
Batin ana menjerit keras melihat ciptaan tuhan paling tampan semuka bumi, ingin sekali ana menerkamnya dan mencium dengan keras tapi walaupun tampan dia masih harus waspada.
Menepuk wajah nya dengan keras, ana bertekad jangan sampai tergoda oleh wajah tampan.
" Ana?" tiba tiba serigala besar oh tidak! laki - laki itu memanggil namanya membuyarkan semua lamunan nya.
" Ana makan." memberi buah itu lagi kali ini ana tidak menolak dan menerimanya dengan agak ragu - ragu.
Meyakinkan hatinya berkali kali bahwa serigala besar itu tidak akan menyakitinya.
Dia memandang laki laki itu sebentar, ana mengambil air kemasan diruang untuk berkumur dan mencuci muka, setelah itu, ana memakan buah di tangannya.
Dia berpikir serigala besar itu juga belum makan, ana mengeluarkan empat roti besar dan memberikan tiga pada laki - laki itu. dan memakan sisanya untuk dirinya.
" Makanlah " ana tersenyum kecil melihat ekspresi bingung laki - laki itu yang menurutnya imut dan agak konyol.
Dia memandang ana sebentar, laki - laki itu memakan roti itu dengan ragu. Apakah ini bisa dimakan? jika dia menolak mungkin manusia kecil ini akan menangis lagi kan? dengan tekad, laki - laki itu memakan roti itu dengan cepat.
__ADS_1
" Apakah enak? " ana bertanya penasaran, melihat cara makannya yang sangat cepat seolah olah dia tidak makan beberapa hari. apakah dia sangat lapar?
" Apa kamu ingin lagi? " ketika ana akan mengambil roti lagi, laki - laki itu menghentikannya dan menggelengkan kepalanya menolak. Menurutnya itu tidak enak tapi masih bisa di terima. tidak seenak dagingnya!