
ketika mereka kembali ke gua, hari sudah malam.
ana tidak bisa menahan kantuk dan tertidur saat di tengah perjalanan pulang. Alarick dengan cepat memeluk nya. dan berjalan perlahan dengan ana dipelukannya.
tidak terasa sudah beberapa bulan ana terperangkap di hutan. selama itu juga hubungan ana dan Alarick semakin dekat dari hari ke hari. ana tersadar bahwa dia jatuh cinta pada serigala besar itu. kabar baiknya Alarick juga menyukainya. sekarang Alarick sangat lengket dengannya.
ana menyadari hubungan ini mungkin tidak benar, tapi rasa sukanya pada Alarick semakin hari semakin membesar. dia tidak bisa mengendalikan hatinya.
siapa yang tidak akan menyukai orang sebaik Alarick, dia sangat perhatian dan sangat lembut padanya. hati yang tadinya keras perlahan luluh dan menerima nya dengan baik.
hubungan ana dengan suku juga semakin dekat, terkadang dia akan bermain di sana. semakin lama, suku juga terbiasa dengan Alarick dan tidak terlalu takut lagi.
karena ana sangat suka tinggal di suku, Alarick menyarankan membuat tempat tinggal disana, ana sangat senang, ana juga berpikir untuk tinggal disana tapi ana takut Alarick tidak akan nyaman. jadi dia dengan cepat mengenyahkannya pikirannya.
ana tidak ingin membangun rumah dari ilalang, dia ingin rumah kayu sederhana impiannya. sekarang dia ingin mewujudkannya.
ana mengeluarkan buku dan pensil, dan mulai melukis sketsa rumah sederhananya. ana memiliki hobi melukis, membaca dan menari. bakatnya diturunkan dari ibunya yang juga seorang pelukis terkenal.
ibunya adalah orang yang lembut, jika ana berbuat salah, ibu tidak akan memarahinya tapi dengan lembut menepuk kepalanya dan dengan lembut memberitahunya.
ayahnya adalah orang yang dingin dan tegas. tapi baginya, ayah adalah orang yang penyayang. ayah akan memeluknya semalaman saat dia sakit, mengajak nya bersepeda saat dia sedih. dan selalu mengutamakan nya dari pada segalanya.
mengingat orang tuanya, tanpa sadar air matanya jatuh. ana memeluk lututnya dan menangis. ana rindu mama, ana rindu papa, ana rindu nenek.
mendengar tangisan ana, Alarick dengan cepat berlari keluar.
Alarick dengan lembut memeluk ana dan mengusap pelan rambutnya. Alarick diam, dan membiarkan ana bersandar dan menangis menumpahkan semua keluh kesahnya. Alarick sadar, ana seperti ini hanya saat dia memikirkan orang tuanya.
beberapa bulan ini, ana juga terkadang menangis tiba - tiba. setiap ana menangis hati Alarick akan sakit. dia tidak bisa berbuat apa - apa untuk ana, dia merasa tidak berguna, saat seperti inilah dia merasa sangat tidak berdaya.
melihat ana tertidur, Alarick dengan sedih menatap mata nya yang sembab. Alarick mencium kelopak matanya dengan sayang. dia berharap ananya akan selalu bahagia. tidak akan menangis lagi.
__ADS_1
...****************...
hari ini ana sangat bahagia, rumah impiannya akhirnya terwujud. dengan bantuan Alarick dan para pria di suku, hanya butuh 2 hari untuk membangun rumah impiannya.
rumah ini berbentuk panggung, memiliki teras lumayan besar, ruang tamu, dapur dan dua kamar.
ana berencana menanam banyak bunga didepan halamannya. ana selalu bermimpi menikmati hari di teras rumah impiannya dengan sejuta bunga.
betapa menyenangkannya itu.
untuk memberi ucapan terimakasih, Alarick telah banyak berburu mangsa untuk suku dan merayakannya bersama. malam ini suku sangat semarak dan ceria, semuanya bersenang - senang.
cahaya bulan hari ini sangat terang, memantulkan bayangan samar pasangan muda yang sedang berpelukan. ana bersandar di dada Alarick dengan bahagia.
" Ael, hari ini aku sangat bahagia. "
Alarick mengelus pipi ana dan tersenyum. senang rasanya melihat wajah ceria ini lagi.
" untukmu, semua akan kulakukan " Alarick menjawab dengan lembut, dan menatap ana dengan dalam. ana dan Alarick saling memandang, tatapan mereka begitu dalam dan penuh cinta. perlahan ana mendekat dan mencium bibir Alarick.
Alarick membeku dan melebarkan matanya terkejut. namun tidak lama kemudian, Alarick membalas dengan lembut.
saat udara semakin memanas, Alarick membawa ana ke kamar dan menindihnya. melanjutkan ciuman yang semakin memanas.
saat udara dingin menyentuh kaki ana, ana langsung tersadar dan mendorong Alarick menjauh. wajahnya merah merona, bibirnya agak bengkak.
" ana maaf, aku kelepasan...." saat Alarick akan melanjutkan dengan cepat ana memotongnya dan memeluknya.
" bodoh, untuk apa kamu minta maaf." ana bersandar di dadanya dan menenangkan jantungnya yang masih berdebar keras. Alarick membenamkan wajahnya di bahu ana dan memeluknya erat.
Alarick menarik napas dalam dalam, hampir saja dia kelepasan.
__ADS_1
" ana mari kita menikah "
" me..menikah?" ana terkejut sekaligus terharu tidak menyangka Alarick akan melamarnya sekarang.
bagi ana hubungan mereka masih seumur jagung sekarang dan belum berniat menikah.
tapi menikah dengan Alarick?
membayangkannya saja dia sudah bahagia. dengan tidak ada harapan bisa kembali, menikah adalah yang terbaik. lagipula dia juga sangat mencintai Alarick.
ngomong - ngomong soal menikah, ana dulu berharap bertemu suami seperti ayahnya, yang tegas dan dingin diluar tapi sangat penyayang pada keluarga.
dan saat ini dia sudah menemukannya. apakah dia siap menikah sekarang?
" baiklah" cicit ana menunduk malu malu wajahnya merah merona.
" kamu, kamu mau? " Alarick masih belum percaya, Dia ingin mendengar lebih jelas. dia telah memikirkan ini sebelumnya. dia ingin bersama ana selamanya. dia tau dia mencintai ana bahkan sangat mencintainya. dia ingin ana jadi miliknya, dia egois dan mendominasi. dengan menikah dia akan mengikatnya seutuhnya, dan ana hanya milik Alarick, hanya miliknya seorang..
dia sangat marah saat ada laki laki yang menatapnya memuja, dia ingin membunuhnya dan menghancurkannya tapi dia menahannya. dia takut ana akan pergi darinya, menatapnya ketakutan saat seperti saat pertama kali mereka bertemu. dia tidak ingin itu terjadi.
tapi pikiran pikiran kotor ini tidak bisa dihilangkan, semakin hari dia bersama ana. dia semakin impulsif dan ingin memiliki ana seutuhnya. dia tidak ingin ana bercanda tawa dengan pria lain.
jika ana menyadari pikiran mendominasi Alarick, dia akan lari ketakutan. tapi alarick sangat dalam menyimpan isi hatinya. bahkan ana tidak menyadarinya
" ya, aku mau " ana mengucapkannya lagi dengan agak keras dan malu malu, wajahnya sangat merah.
" terimakasih sayang " Alarick sangat bahagia, dia membawa ana berputar putar di udara. melihat wajah bahagianya, ana juga ikut tertawa.
untuk waktu berikutnya, selama waktu itu Alarick sangat sibuk untuk mempersiapkan pernikahannya. seluruh suku juga mendapat kabar dan turut bahagia. ketua suku ikut serta membantu persiapan pernikahan mereka.
ana tidak melakukan apa apa, dia berada di rumah dan sibuk mendekorasi rumah barunya. seperti menanam bunga Bunga yang khusus Alarick ambil untuknya. Alarick tau ana sangat menyukai bunga. jadi dia dengan senang membawa banyak bunga untuk ananya.
__ADS_1