
" Ini SOP, makanlah, aaaa " mengambil sendok, ana menyuapkan SOP ke mulut Alarick sambil tersenyum. melihat mata berbinar Alarick, ana terkekeh gemas. siapa sih ini? imut banget!!
setelah kenyang, ana duduk disamping dan memperhatikan Alarick yang sedang makan ikan dengan lahap. soal ikan, ana hanya makan setengah nya saja, dan selebihnya masuk ke perut Alarick.
Setelah makan, Alarick membantu ana membereskan dan membersihkan semua peralatan masak setelah itu ana memasukkan semuanya keruang.
melihat hari sudah sore, ana berjalan ke sungai berniat untuk mandi. kali ini ana tidak akan leluasa membuka pakaiannya lagi. mengingat terakhir dia mandi dan masih telanjang di depan serigala besar itu, wajah ana memerah sampa ke telinga. betapa memalukannya itu!!
berbalik menoleh kebelakang, ana memelototi serigala besar itu dengan marah. mendengus kesal, hum! lupakan saja, anggap saja dia serigala idiot.
Alarick " _ "
dimana dia menyinggung manusia kecil ini?
mengapa dia marah lagi?
lupakan saja, dia tidak bisa menyinggung perasaan manusia kecil ini. jika tidak, dia mungkin akan menangis lagi.
Setelah melampiaskan amarah nya, ana berbalik melihat ditepi sungai dibawah pohon yang rimbun. sepertinya familiar. tidak dapat melihat jelas, ana berjalan mendekat melihat dengan jelas. OMG! apakah ini pakis. ana memetik satu dan memastikan dan ternyata itu pakis!
berbalik dan melambai ke arah Alarick.
" Ael kemari lah " Alarick berjalan mendekati ana yang masih senang menemukan penemuan sayur nya. Alarick tidak mengerti mengapa manusia kecil ini begitu senang menemukan daun - daun yang menurutnya tidak berguna itu. jika ana tau apa yang ada dipikiran Alarick, mungkin dia akan mulai memukulinya dengan segenggam pakis. dan berkata
kau bilang ini daun tidak berguna? kau tidak tau saja betapa enaknya pakis tumis itu huh!
__ADS_1
" apakah ini beracun? " ana bertanya dan mengambil segenggam pakis untuk dilihat oleh Alarick dengan jelas.
Alarick menggelengkan kepalanya, yang membuat ana senang. sekarang ana sudah mulai memikirkan masakan apa yang harus dimasaknya besok, apakah tumis pakis?
memetik banyak pakis, ana memasukkannya di ruang agar tetap segar. dan berbalik melanjutkan mandi cantiknya yang tertunda. setelah mengintruksikan dan mengancam Alarick agar tidak mengintip, ana pergi mandi dengan gembira.
Malam tiba ana sudah mengantuk, tapi menurutnya gua ini terlalu gelap dan menakutkan. mengeluarkan bola lampu dan meletakkannya disudut agar terang. setelah melakukan itu ana pergi tidur dengan nyaman.
saat ana sudah mengantuk dan hendak tertidur, Alarick yang sudah berubah menjadi serigala besar menekannya di perutnya dan menjilati wajahnya dengan antusias.
ana yang mendapat serangan lagi tidak berkutik dan membuka matanya seolah terbiasa. rasa kantuk nya sangat berat dan membiarkan serigala besar itu menjilatinya. bergumam pelan ana jatuh tertidur. sementara serigala besar yang melihat ana tertidur menghentikan jilatannya. memasukkan ana dengan lembut ke perutnya menutupinya dengan ekornya dan jatuh tertidur.
...****************...
keesokan harinya saat ana terbangun, diluar sedang hujan deras, langit agak gelap karena mendung. ana mengeluarkan arloji dan melihat jam berapa sekarang? ternyata sudah jam delapan pagi. menatap kosong hujan, ana menyusut dan meringkuk ke perut serigala yang masih tidur dan memejamkan matanya dan terus tidur, tidak berapa lama dia terlelap.
melangkah keluar gua, ana menghirup dalam - dalam udara segar. hum, aroma hujan memang yang terbaik!
tapi, dimana alarick?
apakah dia berburu lagi?
tidak banyak berpikir. ana berjalan menuju sungai, mengeluarkan peralatan mandinya dan mulai mandi dengan senang sambil menyenandungkan lagi dangdut Zaskia gotik yang berjudul ' bang Jono '
setelah berganti pakaian, ana berjalan kembali ke gua, melihat sekilas ada sesuatu di ranjang batu. melangkah mendekat, ternyata ikan panggang dan beberapa buah!
__ADS_1
sepertinya ini ditinggalkan serigala besar itu.
walau agak gosong dan tidak enak, ana tetap memaksa menelannya. ini kerja keras serigala imut! jadi tidak boleh di sia - siakan!
Jauh di seberang gunung, ada kelompok manusia dan binatang berjalan disekitar hutan. binatang itu membawa beberapa mangsa di punggungnya sedangkan manusia berjalan di belakang sambil memegang tombak dan beberapa buah.
" ayah mengapa kita tidak berburu disana? sepertinya kita tidak pernah kesana? " seorang anak remaja bertanya kepada pria paruh baya kekar di depannya sambil menunjuk ke gunung yang tidak jauh dari sana.
" apa kamu bodoh, itu adalah wilayah tuan Alarick. siapa yang berani menyinggung perasaannya. " sebelum pria paruh baya itu menjawab sesosok binatang yang membawa mangsa itulah yang menjawabnya.
" aku tidak berbicara denganmu! " dengan marah dia menendang pantat macan tutul itu dengan keras. ya, macan tutul itulah yang menjawab pertanyaan remaja itu.
membanting mangsa ketanah, macan tutul itu dengan cepat berubah menjadi manusia dan menerkam remaja itu dan mulai bertarung tiga ratus ronde.
pria paruh baya yang jengah melihat dua idiot yang selalu bertarung di setiap kesempatan menendang mereka satu persatu.
"jika kalian masih terus membuat masalah, tunggulah, aku akan melemparkan kalian berdua ke hutan mati" pria paruh baya itu mengancam dengan suara rendah. seketika dua orang yang tadi masih ganas langsung menyusut seperti burung puyuh ketakutan.
berbicara tentang hutan mati, itu adalah tempat yang sangat menakutkan. seperti namanya, hutan itu tidak bernyawa, pohon-pohon di sana semua kering dan dan mati di manapun mata memandang tidak akan ada daun hijau di sana. semuanya hanyalah ranting-ranting pohon yang kering mati dan setiap binatang yang melintas di sana tiba-tiba akan menghilang dan yang lebih parahnya akan mati. leluhur mereka mengatakan ada iblis menakutkan yang tinggal di sana.
walau mereka tidak pernah melihat iblis itu, mereka masih percaya perkataan leluhur mereka.
setelah selesai makan yang sangat menyiksa jiwa dan raga. ana sangat curiga serigala besar ini sengaja melakukannya, apakah mungkin dia menaruh dendam padanya dan sekarang ada kesempatan untuk membalasnya. entah bumbu apa yang ditambah Alarick membuat ikan itu sangat tidak enak. sangat asin, pait segala macam rasa yang tidak bisa dijelaskan lagi. dimasa depan tolong ingatkan dia untuk menjauhkan serigala besar itu dari segala masak memasak untuk menjauhkannya dari masalah.
menghentikan pikirannya. ana melihat sekeliling gua, sepertinya dia perlu membersihkan gua ini sedikit lagi agar terlihat enak dipandang. dan besok dia akan ikut pergi berburu dengan Alarick dan melihat adakah bunga yang enak dipandang untuk menghias gua ini agar tidak terlalu suram.
__ADS_1
karena ini juga rumah sementara ana, dia akan berusaha membuat tempat ini nyaman dan hangat untuk ditinggali. bukankah rasa nyaman adalah yang paling penting?