Serigala Itu Suamiku

Serigala Itu Suamiku
Episode 15


__ADS_3

setelah selesai mandi dan berpakaian, Alarick membawa ana ke dapur untuk makan. sebelumnya ana hanya perlu 20 menit untuk mandi tapi karena Alarick, dia perlu satu jam untuk mandi. ana sangat menyesal telah membiarkan Alarick mesum itu memandikannya. dia tidak hanya memandikannya tapi melecehkannya dan menciumnya dimana mana, kalau saja ana tidak mengeluh lapar mungkin saja dia belum keluar kamar mandi sekarang.


ana menatap Alarick dengan marah, dia menggertakkan giginya ingin sekali dia menghajar Alarick sekarang juga, lihat saja wajahnya itu, sangat polos seakan akan dia tidak pernah melakukannya.


tangan ana sangat gatal sekarang, sangat ingin memukul orang dihadapannya. kenapa dia baru tau kalau Alarick sangat mesum, jika saja dia mengetahui sebelumnya, dia tidak akan menikahinya! huh!


Alarick cengar cengir tidak jelas menatap ana yang marah padanya, dia tau ana marah. tapi dia tidak bisa menahannya, melihat tubuh istri tercinta didepannya Alarick mana tahan. dia bahkan ingin membuat babak baru lagi seperti di taman tapi mengingat istrinya sedang tidak bisa, dia berusaha menahannya, jangan sampai karena nafsunya dia menyakiti istri tercintanya.


setelah makan, ana ingin jalan jalan melihat bunganya, kaki dan pinggangnya tidak terlalu sakit lagi dan dia ingin melihat bunganya sekarang.


duduk di teras rumah dan melihat bunga membuat suasana hatinya membaik.


di tepi sungai yang jernih, sekumpulan wanita suku terlihat sedang mencuci dan ada juga yang sedang mandi.


" yina, apa kau pernah melihat ana? sudah setengah bulan semenjak mereka menikah aku melihatnya?"


" ya, saat aku lewat pintu mereka selalu tertutup? apakah mereka pergi?"


" seperti tidak, aku pernah melihat tuan Alarick membawa kayu bakar dari gunung, mereka sepertinya masih disana"


" tapi apa yang mereka lakukan selama itu?"


banyak gadis - gadis suku bertanya tanya mengapa mereka belum terlihat semenjak menikah. karena mereka belum menikah mereka tidak tau masalah ini.


yina hanya tersenyum, sebagai wanita yang sudah menikah lebih dulu dari ana, dia tau apa yang terjadi tapi dia tidak ingin menjelaskan kepada gadis - gadis ini. biar saja mereka merasakan nanti.


yina menikah beberapa bulan lalu dengan seorang pemuda bernama Jerry. Jerry merupakan teman dekat yina dari kecil, yina tau Jerry telah menyukainya sejak lama. dan akhirnya beberapa lalu Jerry dengan berani melamar yina yang akhirnya yina terima.


jerry sangat baik dan perhatian padanya, dia juga orang jujur dan bertanggung jawab karena itu tanpa pikir panjang dia menerimanya.


dan sekarang dia tengah mengandung tiga bulan. buah cinta mereka, yina dan Jerry sangat bahagia. mereka tidak percaya setelah menikah yina langsung hamil yang membuat mereka merasa bahagia.

__ADS_1


memikirkan ini, yina mengelus pelan perutnya, dia berharap ana juga akan segera hamil.


ana yang dirindukan saat ini sedang mengerut kesal dan menatap marah pada lelaki dihadapannya. apakah kalian tau apa yang mereka lakukan selama setengah bulan?


ya, mereka berbulan madu.


sampai setengah bulan.


selama setengah bulan, ana hanya bisa ditempat tidur, kenapa bisa? pelakunya sekarang ada didepannya. laki laki yang sudah menjadi suaminya ini pelakunya!


huh!


memikirkannya sebentar wajah ana merah merona, seluruh tempat di dalam rumah ini penuh dengan kenangan cinta mereka, mulai dari tempat tidur, sofa , kamar mandi dan bahkan dapur.


menatap sofa yang sekarang acak acakan wajah ana semakin memerah. dia hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri.


setengah bulan sebelumnya, ana mengobrak Abrik ruang dan ingin menemukan gunting kukunya yang hilang. dia tidak sengaja menemukan buku yang membuatnya penasaran, jadi tanpa pikir panjang ana ingin melihat apa isi buku bersampul ini.


dan isi buku itu membuat ana spontan membanting buku dengan malu, berbagai adegan ranjang dan tempat membuatnya shock.


kalau saja dia tau dia akan berakhir seperti ini! dia akan langsung membakar buku itu dengan ganas!


tapi nasi sudah menjadi bubur, ana menghela nafas pelan, lupakan saja toh dia juga menyukainya.


" Ael, aku ingin makan SOP hari ini " setelah mengatakan itu ana pergi bergegas ke kamar mandi, dia bertekad hari ini dia akan jalan jalan. tinggalkan saja suaminya yang mesum itu.


" Oke sayang " setelah melihat istrinya pergi, Alarick dengan cepat mengolah bahan masakan untuk membuat SOP kesukaan istri tercinta.


setelah selesai makan, ana bangkit dan duduk di teras. akhirnya dia menghirup udara segar lagi.


" sayang, apakah kamu ingin jalan jalan? "

__ADS_1


" aku ingin ketemu yina sekalian jalan jalan, kamu gak boleh ikut! "


Alarick menunduk sedih, dia hanya ingin menempel pada istrinya. tapi mengingat setengah bulan ini, istri nya pasti bosan. jadi Alarick melepaskannya.


" baiklah, tapi sayang. kamu hanya boleh berjalan di suku jangan pergi keluar apalagi kedalam hutan jika_" Alarick terus mengoceh dan memberi ceramah untuk sementara waktu. ana dengan sabar mendengar ocehan suaminya.


sekarang ana baru sadar, jika suaminya ini sangat cerewet melebihi emak emak rempong tetangganya dikampung. setiap melihat orang yang lewat, mereka akan rempong membicarakan dari A sampai Z kelakuan buruk orang itu. bahkan celana bolong anak kecil sekalipun tidak akan luput dari mulut rempong para emak emak itu.


" ya, ya, aku mengerti " ana mengangguk anggukan kepalanya. jika dia membantah Alarick mungkin tidak akan membiarkannya pergi. melihatnya mematuhi ucapannya, Alarick melepaskannya.


" aku akan mengantarmu kesana "


" tidak perlu, aku akan pergi sendiri " ana dengan cepat menolak.


" sayang apa kamu bosan denganku? " Alarick bertanya dengan sedih, dia menatap ana seolah dia adalah akan ditinggalkan.


" apa yang kamu bicarakan? aku tidak bosan denganmu, tidak akan pernah. aku hanya bisa pergi sendiri." ana dengan cepat menggelengkan kepalanya membantah keras. membuang muka saat melihat wajah imut suaminya. kan dia jadi tidak bisa menolak.


mendengar jawaban ana, wajah Alarick langsung berseri seri.


" kalau begitu aku akan mengantarmu, sekalian aku akan berburu dengan pria di suku " mendengar ucapan Alarick, ana hanya menganggukkan kepalanya pasrah.


" tunggu aku sebentar " setelah mengucapkan itu Alarick bergegas masuk.


tidak beberapa lama alarick kembali dengan tas kulit binatang yang agak menggembung.


" ini roti daging dan makanan ringan, makanlah saat kamu lapar, ini minuman kesukaanmu, ini_ " babak baru ocehan dimulai lagi. tapi ana sangat terharu melihat betapa perhatiannya suaminya padanya.


tanpa menahannya, ana memeluk Alarick.


" terimakasih suamiku " ana berkata pelan. tapi dengan pendengaran super Alarick dia bisa mendengarkannya.

__ADS_1


Alarick tersenyum lembut dan membalas pelukan ana.


" untuk istriku, apapun akan ku lakukan "


__ADS_2