Serigala Itu Suamiku

Serigala Itu Suamiku
Episode 7


__ADS_3

Melihat manusia kecil itu selesai makan, laki - laki itu dengan serius menatapnya yang membuat ana gugup dan meremas botol airnya.


" namaku Alarick Elvano " memperkenalkan dirinya, dan tidak mendapat tanggapan untuk sementara waktu, Alarick mendekat dan mengulurkan tangannya memeluk ana posesif dan meletakkannya di pangkuannya, merasa tubuh ana membeku, Alarick menatap ana lembut dan berkata


" maaf ana, apakah aku membuatmu takut? " Alarick menatap ana dengan lemah


" tidak, aku..aku hanya terkejut " balas ana sedikit gagap sambil mengalihkan perhatiannya ke sembarang arah. kemanapun, asal jangan menatap Alarick yang membuat ana gugup. wajah ini terlalu tampan dan sangat menyiksa!


Keduanya sangat dekat, dan ana bisa mendengar suara detak jantungnya yang cepat, membuat wajah ana langsung memerah.


ya tuhan aku sangat gugup!


bayangkan saja, ana yang sudah menjomblo dari lahir sampai umur 20 tahun sekarang ada di pangkuan lelaki yang super ganteng, dan lebih parahnya ini adalah tipe idamannya! tidak, ini idaman semua wanita!


sebenarnya bukan tidak laku, semasa sekolah dan sekarang kuliah banyak yang menyukai ana dan mengejarnya tetapi ana sangat sibuk mengurus pekerjaannya dan tidak ada waktu memikirkan yang lain.


" Namaku Yuana Aurora, panggil saja ana " setelah meredakan kegugupannya, ana memperkenalkan dirinya kembali. Alarick menyandarkan ana di dadanya dan mengelus lembut kepalanya.


" Ana.." panggil alarick lembut.


" mm " ana menjawab dengan gumaman. menikmati elusan lembut Alarick di kepalanya.


setelah sekian lama, ana mencoba untuk melepaskan pelukan Alarick. Alarick menatapnya keras kepala memeluknya lebih erat dan tidak membiarkannya pergi.


" Ael..lepaskan aku, oke " ucapnya pelan


Alarick membeku, menatap ana heran berkata dengan tanya

__ADS_1


" Ael? " tanya Alarick dengan heran


" Mm, singkatan Alarick Elvano. aku panggil Ael, bolehkan? " ana menatap Alarick dengan hati - hati mengamati ekspresi nya. takut, dia akan marah dan tidak setuju saat ana panggil Ael.


" iya " tentu saja Alarick sangat senang dengan panggilan khusus dari ana. walau agak aneh tapi tidak bisa membuatnya berhenti senang. jika saja Alarick jadi serigala besar mungkin ekornya sudah mengibas keras dengan gembira


Sekarang tengah hari. ana hanya memakan buah dan roti, sekarang dia mulai lapar, ana berencana untuk memasak hari ini untuk memuaskan makannya yang dalam beberapa hari ini hanya makan buah yang membuat ana bosan. nah sekarang apa yang harus aku masak? ana berpikir sejenak dan tiba - tiba matanya berbinar cerah. mengapa dia melupakan jamur tiramnya! nah mari masak itu dulu.


ana melangkah ke tepi sungai dan mengeluarkan jamur tiram, mengambil secukupnya dan membersihkannya. ana berencana memasak di tepi sungai. dia sangat lelah bolak balik naik ke gua lagi. terlebih lagi gua tidak punya fentilasi udara dan akan menyebabkan gua penuh dengan asap.


tiba - tiba ada langkah kaki di belakangnya, ana menyadari itu Alarick yang mendekat.


" apa yang kamu lakukan? " Alarick bertanya saat dia sudah di samping ana. bertanya penasaran.


" aku akan memasak " berpikir sejenak menoleh kesamping memandang wajah tampan Alarick yang menyilaukan. ana bergumam dalam hati. jika wajah ini di bawa ke dunianya apa yang akan terjadi?


" Ael apakah kamu bisa menangkap ikan? " ana berpikir dengan kemampuan paripurna Alarick tidak mungkin dia tidak bisa menangkap ikan besar itu.


" tidak, hari ini aku hanya ingin makan ikan. tangkap saja beberapa ikannya oke. " ucap ana pelan.


" oke, tunggu sebentar " mengelus kepala ana pelan, Alarick dengan tegas melangkah ke sungai dan menangkap beberapa ikan dengan cepat.


Ana juga dengan cepat mengeluarkan bahan - bahan dari ruang yang diperlukannya untuk memasak. ada panci, berbagai bumbu SOP dan bumbu untuk ikan bakar. ana berniat membuat SOP jamur dengan daging yang ada di ruang nya.


ana melangkah ke tepi hutan dekat sungai untuk mengambil ranting kering yang berserakan di tanah.


setelah cukup, ana kembali dan membuat api.

__ADS_1


" ana apakah ini cukup? " Alarick kembali dengan banyak ikan, ana tercengang melihat kumpulan ikan menggunung di tanah tidak menyangka hanya beberapa menit Alarick mampu mengumpulkan ikan sebanyak ini.


luar biasa!


" cukup, cukup " ana menjawab terbata bata. menormalkan ekspresinya. menyisihkan sebagian kecil ikan, ana dengan tegas memasukkan semuanya ke dalam ruang. jika dibiarkan ikannya akan membusuk dan sia - sia.


Ana akan mengambil ikan dan ingin membersihkannya tapi di hentikan Alarick. mengambil ikan dari ana Alarick berkata dia akan membersihkannya. ana membiarkannya dan mengajari beberapa yang mungkin Alarick tidak tau.


memotong daging dengan irisan tebal, ana memasukkan semuanya ke dalam panci dan merebusnya.


untuk membuat SOP yang enak perlu merebus daging agak lama, selama daging direbus ana mengolah bumbu yang akan dijadikan SOP, mengambil jahe, bawang putih lebih banyak, bawang merah, merica dan menumbuknya hingga halus. mengambil wajan dan minyak, ana menggoreng semua bumbu yang ditumbuk sekaligus bumbu kering yang ada.


setelah harum masukkan kedalam daging yang direbus tadi, sekarang tepi sungai penuh dengan aroma SOP yang lezat menggugah selera dan hampir ngiler, akhirnya dia bisa makan dengan normal lagi!


menunggu daging empuk, ana menumbuk semua bumbu untuk ikan panggang. bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, garam dan penyedap lainnya. tumbuk semua hingga halus masukan minyak sedikit. karena Alarick juga sudah selesai membersihkan ikan, ana mengoleskan semua bumbu ke ikan dan menusuknya dengan kayu dan tinggal panggang


setelah daging empuk, ana memasukkan jamur dan irisan daun bawang kedalam panci, beri garam dan penyedap lainnya mengaduk sebentar tunggu dua menit dan SOP telah jadi!


ya tuhan akhirnya aku makan makanan manusia lagi!


mengeluarkan mangkok dan sendok, ana mengisi kedua mangkuk dengan SOP dan memberikan yang paling banyak untuk Alarick. ana Alarick memiliki nafsu makannya sangat besar.


Ana dengan makan dengan senang dan hampir menangis. ana tiba - tiba merasa sedih, kapan dia bisa kembali ke kehidupan normalnya? dia merindukan saat saat disana, berbaur dan bercanda tawa.


keadaan ini berlangsung beberapa menit, sampai suara denting sendok membuyarkan lamunan ana.


menoleh ke samping menatap Alarick yang masih menatap SOP bingung. ana tersenyum berpikir setidaknya masih ada yang menemaninya kan? menghela nafas pelan ana bertanya

__ADS_1


" apakah tidak enak? " Alarick mengangkat kepalanya menatap ana dan SOP bolak balik seakan akan apa yang harus aku lakukan dengan ini?


ana terkekeh pelan melihat ekspresi imut nan menggemaskan Alarick. sungguh! wajah bingung Alarick adalah yang ter imut!


__ADS_2