
Setelah setengah bulan kemudian, hari yang ditunggu tunggu akhirnya datang juga. hari ini adalah hari pernikahan ana dan Alarick.
saat ini ana sedang bersiap siap, ana memakai gaun putih panjang yang dia dapat setelah mengobrak Abrik ruang, gaun ini sangat cocok untuknya. ana juga menyiapkan jas untuk Alarick yang membuatnya semakin tampan seperti CEO mendominasi yang ada dalam drama.
penampilan Alarick membuat ana terpukau. jas hitam, kemeja putih dan celana hitam itu sangat cocok untuknya. dia tidak menyangka hari ini dia akan menikah. ana senang dan sekaligus sedih dihari bahagia untuknya tidak orang tua dan nenek disampingnya.
sebaliknya penampilan ana juga membuat Alarick terpesona, ananya sangat cantik. walau biasa dia juga cantik tapi hari ini cantiknya lebih berkali lipat. sebentar lagi ananya akan jadi miliknya!
melihat sudah waktunya, Alarick menutup mata ana dan membawanya ke suatu tempat. ana yang bingung hanya pasrah dibawa kemanapun. setelah sampai, Alarick menarik tangannya dan memeluk ana dari belakang.
setelah matanya dibebaskan, ana melihat sekeliling tercengang. ana menutup mulutnya terkejut. dia melihat lautan bunga yang sangat banyak. berwarna warni sangat cantik. di udara banyak kelopak berhamburan menambah pemandangan itu begitu indah.
" Ael, Ael apa ini?" ana bertanya gemetar masih terkejut.
" ini hadiah untukmu, taman bunga ini khusus aku tanam untuk ana ku." Alarick masih tersenyum melihat wajah gugup ana yang sangat imut.
" kamu, kamu menanamnya sendiri?!" ana bertanya terkejut, bunga seluas ini dia menanam sendiri. sejauh mata memandang ana tidak tau berapa luas bunga ini.
" ya, apakah kamu menyukai hadiahnya? "
" aku sangat menyukainya! terimakasih Ael " ana memeluk Alarick bahagia.
" Sama sama sayang " Alarick mengecup kening ana dengan sayang. ana terharu ternyata Alarick sibuk beberapa bulan untuk menanam bunga ini. setelah menitipkan nya pada wanita di suku Alarick terkadang akan pergi tiba - tiba, ana berpikir mungkin Alarick akan berburu dengan para pria di suku, ternyata untuk ini. dia sangat bahagia.
setelah menyelesaikan pernikahan yang berkati oleh tetua suku, ana mengajak Alarick lagi untuk melihat tamannya. dia ingin berduaan di sore hari bersama Alarick disana. momen momen romantis mereka berdua setelah menikah membuat ana bahagia. sekarang dia sudah menjadi istri orang. sekarang dia tidak sendiri lagi, ada Alarick yang akan menemaninya di hari hari sampai dia tua.
__ADS_1
Alarick memeluk ana di hamparan bunga, dia sangat bahagia hari ini. akhirnya dia menikah. menikahi wanita yang sangat dicintainya nya, Alarick tidak akan pernah melepas ana nya, bahkan jika dia ingin pergi, Alarick tidak akan melepaskannya. sekarang dia miliknya. hanya milik Alarick seorang. matanya yang dalam menatap ana, ada banyak cinta di matanya.
Alarick menggendong ana ke tengah hamparan bunga, ana terkejut dan langsung memeluk leher Alarick.
" kita mau kemana?" tanya ana penasaran.
" kamu akan tau " setelah sampai, Alarick membaringkan ana di atas kasur yang berada di tengah hamparan bunga.
" kenapa ada kasur disini, tunggu bukankah ini kasur yang hilang " ana menatap heran kasur itu, 2 hari yang lalu kasur yang ana keluarkan dari ruang tiba tiba menghilang, awalnya dia akan meletakkannya dikamar tapi tiba - tiba menghilang, dia menanyakannya pada Alarick tapi alarick hanya tersenyum misterius padanya. yang membuat ana bingung. setelah itu ana tidak memikirkannya lagi dan mengganti dengan yang lain.
dan sekarang mengapa kasur ini ada disini, ana akan berbalik menanyakannya tapi sebelum itu Alarick menekan ana dan menciumnya dengan lembut. ana terkejut dan ingin mendorong Alarick tapi alarick tidak membiarkannya pergi.
" Ael nanti ada yang melihat " ana menutup mulut Alarick dan melihat sekeliling dengan panik. dia takut ada yang melihat.
" tidak akan ada yang melihat, mereka sudah aku larang datang ke sini " melihat wajah panik ana, Alarick dengan lembut menjelaskan.
" sstt, jangan khawatir " setelah itu Alarick mencium ana lagi, ana awalnya masih khawatir tapi mendengar penjelasan Alarick dia melepaskan nya.
Alarick mencium ana sampai kehabisan nafas, Alarick melepaskannya, setelah ana agak tenang dia melanjutkannya dan semakin lama ciuman nya semakin panas.
Semilir angin membuat bunga bunga bergoyang lembut, menerbangkan kelopak bunga yang indah. bulan yang bersinar terang memantulkan tubuh dua orang yang bersatu dan memadu cinta. malam itu adalah malam yang panjang untuk mereka berdua.
saat ini jam tiga subuh, setelah malam pertama di hamparan bunga, Alarick memeluk ana yang tertidur dan kembali ke rumah mereka.
sampai sekarang dia tidak bisa tidur. rambut putih panjangnya tergerai, dan bagian atas yang bertelanjang dada ada banyak cakaran di punggungnya yang merupakan mahakarya buatan istri tercintanya. dia berbaring miring dengan satu tangan bertumpu di dadanya. menatap lembut wanita yang sekarang sudah menjadi istrinya yang sedang tidur nyenyak disebelahnya.
__ADS_1
alarick tidak akan pernah bosan menatap wajah ini, wajah yang selalu begitu dirindukannya. setiap saat dan setiap waktu.
Alarick mendekat mengecup lembut keningnya dan berbaring menarik ana ke dalam pelukannya dan akhirnya tertidur.
keesokan harinya, ana terbangun karena lapar, meraba bawah bantal dia ingin melihat jam berapa sekarang. ternyata ini sudah jam 01 siang.
ana ingin duduk, tapi sebelum duduk dia meringis memegang pinggangnya. akhirnya dia ingat pertempuran mereka di taman. dengan wajah memerah ana membenamkan kembali wajahnya.
" kamu sudah bangun " Alarick mendekat dan memeluk ana.
" Ael turunkan aku " ana memberontak ingin turun, dia masih malu dengan semalam.
" tidak, katanya saat pertama kali akan sakit untuk berjalan, aku akan memelukmu " Alarick menolak melepaskan ana.
" apa? kamu tau dari mana soal ini?" ana bertanya dengan curiga, mengapa Alarick tau hal - hal tentang ini.
" aku pernah bertanya pada nenek tua di suku " Alarick dengan wajah polos menjelaskannya
" apa!! " ana berteriak kaget, menutup wajahnya malu, ya tuhan bolehkan membunuh suami setelah sehari menikah. betapa memalukannya ini! dan mengapa juga dia menanyakan hal hubungan suami istri pada orang! tidak taukah dia ini adalah privasi!
"Kenapa kamu menanyakan hal ini? " ana masih bertanya padahal tangannya sudah gatal ingin menghajar Alarick sekarang juga.
" aku hanya tidak ingin kamu terluka, apakah aku salah? " Alarick menatap ana dengan sedih, mengapa ananya sepertinya amarah.
" lupakan saja " ana menghela nafas melihat wajah imut ini, dia tidak akan bisa marah jika wajah imut ini muncul.
__ADS_1
Alarick tersenyum bahagia, senjatanya memang yang paling ampuh.
" apakah kamu lapar? aku sudah masak SOP kesukaanmu " Alarick dengan riang ingin membawa ana ke dapur tapi ana menghentikannya. dia ingin mandi dulu sebelum makan. dengan itu Alarick berbalik membawa ana ke kemar mandi.