
" Ana, bangunlah " Saat masih menyelami alam mimpi, tiba - tiba ana mendengar suara familiar seseorang yang memanggilnya.
Ana membuka mata nya dan menoleh kesamping ke arah suara yang memanggilnya, seketika mata nya memanas saat melihat seorang wanita yang sudah lama dirindukannya, orang yang sejak kematian orang tuan nya pergi menghilang. Sejak saat itu, ana selalu berpikir apa dia begitu membencinya?
" Bibi..." Panggil ana pelan. Dia berusaha membuka matanya dan melihat dengan jelas apakah bibi yang disamping adalah orang nyata sekarang.
bagaimana bisa dia ada disini? dan bagaimana bisa bibi ada di hadapannya? bukannya dia tidak mau melihatnya?
" Ana dengar kan bibi, bibi tidak bisa lama. Bibi datang hanya untuk memberitahumu hal yang sangat penting. Sayangku ana, jangan terus bersedih hiduplah dengan bahagia disana, dendammu sudah terbayar, mereka sudah menderita. Mereka semua yang menyakitimu dan dan keluarga kita sudah membusuk dipenjara, dan sayang, bibi tidak membencimu. maaf bibi tidak ada saat kamu membutuhkan, maaf sayang " bibi berkata dengan penuh penyesalan, mata nya memerah menahan tangis, dia juga tidak menyangka hal seperti ini akan terjadi pada kakaknya.
Awalnya dia sedang ada urusan di luar negri dan ponselnya tiba tiba menghilang dan tidak bisa di hubungi saat itu. tapi dia tidak menyangka hal sebesar ini akan terjadi saat dia sedang pergi.
Setelah mengetahui kejadian itu, Dia sangat terpuruk. Dia juga memikirkan keponakan kecilnya dan ingin cepat pulang kembali ke indonesia.
Tapi nasib buruk seakan menanti, dia tiba tiba jatuh sakit dan diagnosa keracunan dan selama bertahun tahun dia hanya bisa berbaring di ranjang rumah sakit dan tidak bisa bergerak.
Karena kejadian ini, bibi sangat curiga bahwa seseorang ingin mencelakainya, Dan setelah dilakukan pencarian, ternyata pelakunya adalah asisten ke duanya sendiri yang belum lama ini dia rekrut.
Dengan melakukan interogasi, akhirnya terungkap bahwa ini adalah rencana adik iparnya sendiri yang ingin membunuhnya. Dan ternyata yang membunuh kakaknya dan kakak iparnya adalah adik iparnya sendiri. Setelah mengetahui ini, dia sangat shock seakan tidak percaya bahwa orang yang dia percayai yang membunuh saudara nya sendiri.
Sejak itu kesehatannya semakin menurun, dia sangat membenci dirinya sendiri mengapa dia tidak disana saat itu, tapi setelah mengingat keponakan yang masih muda yang juga menderita, dia berusaha keras mengundang dokter manapun untuk menyembuhkannya, agar dapat segera kembali dan mengurus keponakannya.
Setelah perjuangan selama bertahun tahun, akhirnya dia sembuh dan saat itu juga dia berangkat ke Indonesia dan membongkar semua kebusukan adik iparnya itu. Dia ingin mereka semua membusuk selamanya di penjara.
Ana menangis dan memeluk bibinya, tidak tahan dengan semua, bibi juga ikut menangis. setelah berapa lama ana meredakan semua keluh kesahnya.
Melepas pelukan, ana memandang bibi yang yang disambut senyum lembut bibi yang selalu ana rindukan selama ini, mengusap pelan rambut ana dengan sayang.
" bibi apa perkataan mu benar? apa itu benar?" ana bertanya tergesa gesa tersedak menahan tangis. walau ana berharap mereka mati tapi ana berharap mereka akan segera mati membusuk di penjara.
__ADS_1
" Itu benar sayang. Sekarang berbahagialah, jangan memikirkannya lagi, Semua sudah berakhir. "
Bibi memeluk ana dan berkata
" Ana bibi tau kamu sudah tidak di sini lagi, bibi berharap dimana pun kamu berada, kamu selalu baik baik saja. bahagia lah disana, simpan baik baik gelang ini, ini akan berguna bagimu disana. Bibi menyayangimu " setelah mengecup pelipis ana dengan sayang bibi berbalik dan melangkah pergi.
Ana yang melihatnya seketika bangkit dan mengejarnya.
" Bibi!"
" Tunggu Ana!"
" Jangan tinggalin ana! "
" Bibi! "
" Bibi Jangan pergi, Bibi... " tapi sekeras apapun ana memanggil tetap tidak bisa membuat bibi menoleh seakan akan dia tidak mendengarnya dan secepat apapun ana berlari tetap tidak bisa mengejar bibinya, lama kelamaan bayangan nya menghilang bersama hembusan angin.
" Bibi! " Ana seketika terduduk dan terengah engah melihat sekeliling ternyata dia masih didalam gua, apa dia bermimpi?ana menyentuh wajahnya yang basah dan ternyata dia menangis. Dia melihat ke bawah pergelangan tangannya, ini adalah gelang yang diberikan bibinya. ini artinya bukan mimpi? ana Menutup wajahnya dengan tangan menangis bersyukur, semuanya kenyataan. Ini artinya mereka sudah masuk penjara kan?
Terimakasih bibi..
Terimakasih telah datang menemui ana dan membantu ana. Dia menenangkan emosinya dan melihat sekeliling. dimana serigala besar itu? apakah dia keluar lagi?
Ana bangkit dari ranjang batu melangkah keluar gua, berpikir sejenak dimana kah dia harus mencari air? untungnya pakaiannya tidak kotor tapi ana selalu merasa ada yang kurang jika tidak mencuci muka dan gosok gigi.
Dia melihat ke depan gua, ana baru menyadari kalau gua ini setidaknya lima meter ketinggian dari tanah. untungnya ada celah - celah kecil yang bisa dijadikan pijakan untuk menuruni gua.
Melihat ke sekitar gua, ana melihat ada air terjun kecil yang berkilau membentuk sungai kecil tidak jauh dari pintu masuk gua, tidak pikir panjang ana langsung berjalan menuju sungai.
__ADS_1
Setelah akhirnya Mendekati air, ana melihat air ini sangat jernih dan banyak ikan besar disana. Ana berjongkok berkumur sebentar lalu meminum banyak air dengan tarikan nafas. setelah akhirnya puas, ana melepas sepatu boots nya dan memasukkan kakinya kedalam air, lalu membersih wajah dan tubuhnya.
Ana ingin sekali melompat dan berendam kedalam sungai. tapi lupakan saja untuk saat ini lebih penting mencari jalan keluar dari hutan dan yang terpenting aku harus mencari makan dulu.
Dan sepertinya dia melihat ikan besar yang berlalu lalang didepan nya. Dia ingin sekali ia menerkamnya dan memasaknya sekarang juga. tapi dimana ia harus mencari api?
haduh, lupakan saja kapan kapan baru makan ikan dan sepertinya masih banyak buah tersisa yang ana simpan di gua. Dia hanya akan makan itu untuk saat ini dan sepertinya serigala besar itu belum kembali, apakah dia pergi terlalu jauh?
Walau masih merasa takut tapi ana tidak bisa berbuat apa apa lagi, di hutan yang tidak dikenal ini, tidak mungkin dia pergi dan setelah berpikir panjang hanya serigala besar itulah yang menyelamatkannya.
Ana awalnya berpikir itu mustahil tapi kenyataan yang memberitahunya kenapa dia bisa ada dalam gua. kalau bukan serigala siapa lagi, diperhatikan lagi tidak ada tanda tanda manusia yang hidup disini. Jadi untuk saat ini berada disamping serigala besar itu adalah yang terbaik dan perilaku serigala itu sepertinya tidak berniat memakannya malah mencari makanan untuk nya. Setelah menyelesaikan masalah kebersihan, ana kembali ke gua dan mencari buah untuk dimakan.
Saat makan ana menatap gelang yang diberikan bibi dipergelangan tangannya. bibi bilang ini akan berguna, lalu apa gunanya ini?
Ana sangat penasaran dan memutar - muter gelang itu sebentar, ana melihat ini adalah gelang batu akik berwarna merah di atas gelang itu terukir gambar yang berbentuk sayap sebelah? ya cuma sebelah sayap yang terukir disana. ana bingung dimana ini berguna? apakah bibi membuat lelucon? ana menggelengkan kepalanya dengan keras mana mungkin!
Melihat gelang ini lagi, ana tiba-tiba teringat dengan cerita-cerita novel yang Ana baca, ini cerita tentang ruang yang ada pada gelang atau batu giok. ana terkekeh pelan mungkin imajinasinya sudah di luar nalar. tapi, tidak ada salahnya mencoba ya kan?
Ana memegang pisau dan tidak ragu ragu mengiris tangannya dan menjatuhkan darah di atas gelas. Dia meringis sebentar dan melihat gelang itu menyerap semua darah nya, ana tercengang apakah ini beneran?! tiba tiba cahaya terang menyelimuti ana spontan ana menutup matanya karena cahaya yang sangat menyilaukan.
Dia membuka matanya lagi dan melihat ini adalah ruangan seperti Aula besar dan didalamnya banyak sekali barang, apa? barang!
Ana berlari membongkar kotak yang paling dekat dengannya melihat kedalam itu adalah mie instan, melihat kotak yang lain didalamnya adalah aneka makanan yang paling ana butuhkan.
Ya tuhan ana ingin menangis sekarang, ternyata cerita novel itu tidak palsu dan benar ada ruang.
Ana memejamkan matanya dan berucap banyak terimakasih kepada bibinya. melihat tumpukan kotak ini lagi, ini sangat banyak! ada selimut, aneka makanan, kebutuhan sehari hari dan masih banyak hal lainnya.
Dengan bahan ini, ana tidak akan khawatir kelaparan di hutan dan mungkin lebih percaya diri.
__ADS_1
Tapi apa bibi tau dia dimana sekarang? kenapa bibi tidak bilang dia akan menjemputnya? apa aku tidak bisa keluar dari hutan ini? memikirkannya ini, ana ingin menangis lagi.
Mohon dukungan untuk karya pertamaku ya......☺️