Serigala Itu Suamiku

Serigala Itu Suamiku
Episode 18


__ADS_3

Sudah beberapa hari setelah kejadian itu. awalnya ketua suku masih khawatir tuan Alarick akan datang dan langsung menghancurkan suku, tapi sampai sekarang tidak ada pergerakan disana. akhirnya ketua suku melepaskan hatinya dan pergi berkunjung menemui mereka. ketua suku membawa bunga peri untuk istri tuan Alarick, dia tidak bodoh. karena tanaman inilah yang membuat semua kacau. para wanita juga setuju, mereka tidak enggan, mereka dengan tulus memberi bunga itu untuk ana. ana menolak, ini adalah hal berharga untuk wanita suku, beraninya dia memintanya.


tapi wanita suku dengan bersikeras agar ana menerima bunga peri dan wanita yang telah ditolong ana juga sangat berterimakasih, jika bukan karena pertolongan ana dia mungkin telah mati sekarang.


wanita itu dengan tulus berharap agar ana menerima bunga peri itu. dan ana tidak bisa berkata apa - apa lagi, dia dengan tak berdaya menerimanya. dia tidak bisa menolak lagi. hadiah pemberian tulus tidak mungkin ana tolak, jika tidak wanita itu mungkin tidak akan nyaman.


sekarang ana dan Alarick sedang berjalan jalan di sekitar suku. ana menoleh dan melihat sekeliling. suku ini telah banyak berubah, rumah - rumah yang dulu ilalang sekarang dengan kokoh berdiri rumah kayu sederhana. pada saat ana selesai membangun rumahnya, penduduk desa dengan penasaran melihat sekeliling rumah dan merasa itu sangat nyaman. mereka merasa ini adalah hal yang menakjubkan, mereka tidak pernah berpikir bahwa rumah akan bisa dibangun dengan kayu, selama ini mereka hanya membuat rumah dari ilalang. jadi dengan ide itu, ana menyarankan agar semua penduduk membangun rumah dari kayu. penduduk desa sangat senang dan berbondong bondong mendirikan rumah mereka sendiri.


dengan rumah ini, mereka tidak akan kehujanan lagi, dan mereka akan lebih hangat.


Melihat pemandangan ini, ana merasa kepuasan di dalam hati, dia memiliki harapan dan rasa pencapaiannya tidak sia sia. suku yang tadinya bobrok sekarang sangat indah. setiap rumah masing masing memiliki bunga di depan rumahnya. ide ini juga mereka ambil dari ana, mereka melihat rumah ana sangat indah dengan taman didepan rumah. semenjak itu para wanita mempunyai kesibukannya masing masing. mereka tidak menyangka hal hal seperti ini ternyata sangat menyenangkan. waktu dulu para wanita hanya tau makan, tidur dan punya anak. dan ini telah menyebabkan ketidak kepuasan ekstrim dalam hati semua wanita. tapi setelah ana muncul semuanya berubah, para wanita sangat senang, para wanita juga sangat berterimakasih pada ana karena telah mengakhiri kehidupan membosankan mereka.


Ana tersenyum bahagia melihat pemandangan yang tidak bosan bosannya dia lihat. melihat senyum istrinya hati Alarick menghangat. dia tau karena kontribusi istrinya lah suku ini berubah. dia tidak menghentikannya, selama istrinya bahagia.


" Ael, aku sudah lama tidak ke taman. ayo pergi kesana. "


" Oke sayang "


Alarick dengan tiba - tiba berubah menjadi serigala besar, ana sangat senang dan bergegas naik dan memeluknya. setelah merasa ana aman, Alarick pergi dengan perlahan.


Jarak dari rumah Ke taman bunga tidak jauh, jika berjalan kaki, butuh 7 menit untuk sampai disana.


tidak butuh waktu lama untuk mereka sampai. ana menghirup udara segar. memandang taman bunga yang sangat indah. seandainya ada ponsel, dia akan berselfie ria antara bunga dan memamerkan berapa indahnya taman Bunganya. sayang sekali tidak ada.


Ana melangkah mendekat dan memetik beberapa bunga untuk di bawa pulang. dia bisa meletakkan nya dikamar untuk hiasan.


bunga - bunga ini juga cocok untuk pewangi ruangan, setelah memikirkannya, ana memetik lebih banyak dan menaruhnya diruang.


Alarick tidak bicara, dia menatap dan mengamati istrinya di samping dengan hangat.


seolah merasakan tatapannya, ana menoleh berkata

__ADS_1


" apakah hari ini kamu tidak berburu? "


Alarick menggelengkan kepalanya dan berkata


" tidak, aku akan menemanimu"


Mata ana tiba - tiba berbinar


" kalau begitu, bagaimana kalau kita jalan jalan ke hutan?"


" oke sayang "


Memasuki hutan yang asing, ana tidak merasa takut lagi, ana menyukainya terutama saat melihat pemandangan alam didepannya, seperti berada di negri dongeng.


berjalan semakin jauh, ana tiba di bawah tebing yang tinggi dengan perlahan Alarick membawa ana masuk kedalam gua, awalnya ana tidak mengatakan apa - apa tapi sekarang dia bingung.


" Ael, Kemana kita akan pergi?"


" Kamu akan tau saat sudah sampai disana "


tidak lama kemudian, ana melihat sekeliling dan melihat gua ini sangat besar dengan banyak lorong lorong yang ana tidak tau itu menuju kemana.


Di Atas gua, ada celah seperti lubang besar yang membuat cahaya matahari menerobos masuk yang membuat gua tidak gelap.


Alarick terus berjalan, tanpa melihat sekeliling, dia memilih lorong paling ujung sebelah kanan dan terus berjalan maju. tidak lama kemudian ana melihat pemandangan yang membuatnya dia tercengang.


tidak jauh disana ada kolam yang sangat jernih, di dinding gua banyak bunga peri tumbuh disana. ana melangkah mendekat memandang sekeliling, ya tuhan apakah ini berlian?


ana sangat shock melihat sekumpulan batu berlian yang ada di sekitar dinding gua. ada banyak berwarna warni. ana tidak tau berapa harga batu berlian ini jika dijual, mungkin dia akan kaya mendadak.


Alarick mendekat dan memeluk ana dari belakang dan menatap wajah imut ana yang masih tercengang, dia terkekeh gemas.

__ADS_1


" apa kamu suka? "


tersadar kembali, ana menoleh dan berkata dengan terbata bata.


" Ael, ap_apa ini?"


" melihatmu begitu menyukai bunga peri, aku tiba - tiba teringat ada bunga ini disini, jadi istriku, apa kamu menyukainya?"


" aku menyukainya, tapi batu berlian ini_?


Alarick memiringkan kepalanya bingung


" batu berlian?"


Melihatnya bingung, ana mengambil satu dan menunjukkannya pada Alarick.


" ya ini batu berlian, apa kamu tidak mengetahuinya?"


" apa itu batu berlian? apakah ini berguna? bukankah itu hanya batu biasa?" Alarick masih bingung dan menatap serius batu itu, ingin melihat dimana nya ini berguna.


ana ingin menangis saja mendengar perkataan Alarick. tapi setelah memikirkannya, ana juga sadar. disini batu ini mungkin tidak berguna tapi di dunianya ini adalah barang mewah yang sangat mahal.


" aku juga belum yakin, tapi bentuknya sangat cantik. aku menyukainya. terimakasih suamiku! kamu memang yang terbaik! " ana memeluk Alarick dengan gembira.


mendengar ucapan istrinya, Alarick sangat bahagia. dia hampir mengeluarkan ekornya dan mengibas keras.


" sama sama sayang "


karena ana belum yakin apakah ini berlian atau batu biasa. bentuknya yang cantik membuat ana ingin memungutnya dan menyimpannya di ruang.


Ana pertama Tama mengeluarkan pisaunya dan menggali batu dengan penuh semangat.

__ADS_1


melihat istrinya yang sibuk, Alarick ikut membantu.


Lupakan saja, karena istri nya menyukainya, ambil saja semua untuk mainan istri nya.


__ADS_2