
Setelah mengantar ana dengan aman, Alarick pergi dengan beberapa pria di suku untuk berburu.
ana memandang punggung alarick yang menjauh. setelah Alarick tidak terlihat lagi, ana dengan enggan menarik pandangannya kembali.
Yina tersenyum kecil melihat betapa enggannya ana melihat Alarick pergi.
" apakah kamu sudah merindukannya sekarang? " yina bertanya bercanda.
" ti_tidak! " ana dengan malu menggelengkan kepalanya panik, wajahnya merah merona.
" ya ampun yina, perutmu sudah sebesar ini " ana dengan cepat mengalihkan pembicaraan, jika tidak yina akan terus meledeknya sekarang.
ana menatap takjub perut yina, jika dipikir pikir bulan ini yina masih hamil 3 bulan setengah kan? mengapa sudah seperti 7 bulan.
" ya, tunggu satu bulan setengah dia akan lahir " yina mengelus lembut perutnya. sebentar lagi buah hatinya dan Jerry akan lahir, dia tidak tau apakah bayi mereka akan mengikuti bentuk binatang Jerry atau dirinya. ngomong ngomong bentuk binatang yina adalah rubah dan Jerry adalah harimau putih.
" secepat itu?!" ana terkejut, menurut nya butuh 9 bulan untuk melahirkan, mengapa disini hanya butuh 5 bulan. apakah kerena mereka berbeda.
" ya, bukankah memang begitu" yina menatap heran wajah ana yang terkejut.
semua manusia binatang akan melahirkan dalam waktu 5 bulan. mengapa ana sepertinya tidak tau. bukankah ini hal yang umum, Bahkan anak kecil juga akan mengetahuinya. yina tidak tau, jika ana bukanlah manusia binatang seperti mereka, dia manusia asli dan tidak punya bentuk binatang.
setelah mendengar perkataan yina, Ana mulai khawatir apa yang akan terjadi padanya. dan bagaimana nanti bentuk anak mereka. apakah akan cacat?
tidak, itu tidak mungkin!
ana menggelengkan kepalanya, mengenyahkan semua bentuk pikiran buruk.
" aku berharap kamu juga akan segera hamil ana, dengan itu anak kita bisa bermain bersama nanti "
" ya, doakan saja yina" ana juga berharap dia bisa hamil segera, memikirkan anaknya dengan alarick tanpa sadar ana tersenyum lembut.
__ADS_1
setelah melihat hampir sore, ana dan yina berkeliling Suku dan melihat lihat. sudah lama mereka tidak berjalan jalan. banyak wanita suku juga yang ikut serta. dan menanyakan perihal ana yang tidak keluar rumah selama setengah bulan, ana yang ditanya wajahnya memerah malu. bagaimana dia harus menjawab ini?
karena kondisi yina yang hamil, tidak nyaman untuk berjalan lama jadi ana memutuskan untuk duduk sebentar di tepi sungai, memandang keindahan alam yang begitu mempesona.
sambil berbincang dan bercanda ria dengan para wanita. ana sangat suka bergaul dengan mereka, mereka semua baik hati dan sederhana, tidak pernah dia mendengar pertengkaran di suku. mereka selalu hidup rukun dan sejahtera. perilaku yang sederhana dan tidak egois membuat ana bahagia bersama mereka.
" ana apakah kamu tau, Jeni akan menikah dengan Henry bulan depan, dan suku akan berbahagia lagi"
" ya, ya. siapa sangka jeni akhirnya luluh dengan Henry "
" ya, aku pernah melihat Henry mengelilingi gunung saat lamarannya diterima "
"apa! mengelilingi gunung! "
" ya, bukankah semua suku sudah tau, jika Henry sudah lama menyukai jeni "
" ya, dia mungkin terlalu bahagia "
tapi sepertinya perjuangan Henry tidak sia - sia. buktinya bulan depan mereka akan menikah.
mengenai jeni dia juga salah satu teman dekat ana, sekarang dia sedang berkunjung di suku lain dengan orang tuanya. jeni wanita cantik yang pendiam, dan agak dingin. beda hal nya dengan Yeni, dia wanita cantik yang menawan dan sangat hangat.
" hei, apakah itu bunga peri? " seorang wanita muda dengan terkejut tiba - tiba menunjuk bunga di tepi sungai. bunga ini berwarna putih keemasan dengan banyak kelopak seperti mawar tapi batang bunga ini merambat seperti daun ubi jalar.
" astaga, itu bunga peri!" para wanita sangat bersemangat menatap bunga peri itu dengan senang. bunga peri ini sangat langka, dia hanya tumbuh di dekat sungai.
" bunga peri? apa itu bunga peri?" ana bertanya penasaran dan menatap yina.
" bunga peri, bunga yang sangat di cari oleh para wanita, bunga ini berkhasiat untuk kecantikan. karena sangat langka, bunga ini hampir tidak pernah terlihat. konon katanya bunga ini juga membuat wajah awet muda, apakah kamu pernah melihat istri ketua suku, bukankah wajahnya sangat cantik dan muda. katanya dia memakai ini. karena itu sangat mengejutkan melihat bunga peri disini " yina menjelaskan dengan sabar.
ana mantap aneh bunga putih itu. jika bunga ini seperti yang dikatakan ana, betapa bagusnya itu.
__ADS_1
tiba - tiba seorang wanita berlari dan memanjat di atas batu dan hendak mengambil bunga, tapi kecelakaan datang di tengah jalan. wanita itu terpeleset dan langsung jatuh ke sungai. kebetulan bunga ini tumbuh di dekat tebing atas sungai yang sangat dalam.
para wanita yang belum sempat bereaksi akhirnya tersadar dan berteriak.
" akkhh, cepat tolong dia!!"
" tidak, aku tidak bisa berenang! "
" ya dewa, Dia akan tenggelam!!"
" seseorang selamatkan dia!"
para wanita panik dan berhamburan ingin menolong tapi tidak bisa berenang membuat mereka sangat panik dan lupa melakukan apa - apa. seorang wanita dengan panik berlari ke dalam suku dan ingin memanggil seseorang yang bisa membantu. tapi ana berpikir itu tidak berguna, kemungkinan wanita itu akan mati saat mereka sampai disini. jarak suku dengan sungai ini agak jauh. dan butuh beberapa waktu untuk sampai disini.
tanpa pikir panjang ana melepaskan tasnya dan berlari dan melompat ke sungai.
" Ana tidak!!" yina berteriak berteriak keras berusaha menggapai ana, tapi dengan cepat seorang wanita memeluknya.
" astaga yina, ingat kamu sedang hamil!" wanita itu berkata ketakutan, untung saja dia menangkap dengan cepat jika tidak mungkin akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
" tapi ana, tolong cepat bantu dia!!" yina sudah menangis, berusaha melepaskan pelukan wanita itu tapi tidak bisa.
ana terus berenang menggapai wanita itu, setelah memeluk wanita itu, ana berusaha keras berenang kembali ke tepi sungai.
setelah kerja keras yang melelahkan, akhirnya wanita itu terselamatkan. sebelum ana berdiri, tiba tiba seseorang memeluknya menangis.
" ana aku sangat takut! mengapa kamu sangat bodoh. bagaimana jika kamu terluka. " yina terus terisak, dia sangat takut saat melihat ana terjun ke sungai. walaupun dia baru kenal dengan ana beberapa bulan ini, dia sudah menganggap ana keluarganya sendiri. bergaul siang dan malam membuat hubungan mereka sangat dekat. yina sudah menganggap ana sebagai adiknya sendiri.
melihat betapa khawatirnya yina, ana tersenyum lembut. dia dengan lembut menghapus air mata yina.
" berhenti menangis, lihat, aku tidak apa - apa kan? "
__ADS_1