
Melihat hari sudah sore, ana mengusap keringatnya melihat ke pintu masuk gua. mengapa Alarick belum kembali?
ana kelelahan dan berniat istirahat sejenak, dia keluar dan duduk di pintu masuk gua menopang wajahnya dengan kedua tangan, ana menatap kosong kearah hutan. mungkin dia sudah mulai merindukan serigala besar itu.
ketika ana akan menolehkan pandangannya, tiba - tiba terdengar suara gemerisik seperti kayu patah tidak jauh darinya, ana langsung waspada.
mendongak kepalanya, pupil ana menyusut, berteriak menjauh saat binatang elang raksasa menerkam lurus ke arah nya. tanpa pikir panjang ana berlari kemanapun dia bisa, berusaha agar tidak tertangkap elang raksasa itu. ana tidak bisa membayangkan jika dia ditangkap dengan paruh tajam itu, tubuhnya mungkin akan robek berkeping keping.
"Alarick! tolong! " ana berlari cepat dan berteriak keras berharap Alarick akan cepat datang menyelamatkannya.
" tolong! " ana terus berteriak berharap tiba tiba pahlawan muncul menyelamatkannya.
" akkhh " tiba - tiba ana jatuh tersungkur, kakinya berdarah dan sangat sakit. ana akan bangkit dan berlari lagi tapi, elang itu sudah di hadapannya.
Ana terisak mundur ketakutan.
saat ana berpikir dia mungkin akan mati kali ini, dia menangis semakin keras. menutup matanya dan gemetar. eh kok tidak sakit? ana membuka matanya pelan melihat serigala besar itu menerkam ganas elang raksasa itu.
beraninya burung jelek ini membuat manusia kecil nya menangis!
tidak tau kah dia hal yang paling serigala besar itu takuti ialah melihat manusia kecil ini menangis.
dia sangat jelek saat menangis!
memikirkan ketakutan manusia kecilnya, serigala besar itu semakin ganas mengoyak binatang elang raksasa itu. dan tidak berapa lama elang itu perlahan lahan mati. kedua sayapnya terpotong, kakinya terkoyak lebar dan leher yang putus.
melihat binatang elang raksasa itu mati, serigala besar dengan cepat berubah menjadi manusia, dengan pelan mendekati ana yang masih gemetar ketakutan.
__ADS_1
" Ana " Alarick berjongkok hendak memeluk menenangkan manusia kecilnya.
sebelum Alarick menyentuh ana, ana mengangkat kepalanya menatap Alarick dan tiba - tiba menerkam memeluk erat dan menangis keras, mengeluarkan semua keluh kesahnya berapa takutnya dia saat itu. memikirkannya lagi, tangisan ana semakin kuat.
" maaf ana, aku seharusnya tidak meninggalkanmu di gua sendirian " Alarick terus meminta maaf dan memeluk ana erat sambil menciumi kepalanya dengan sayang. Alarick sangat merasa bersalah, jika dia tidak meninggalkan ana sendiri di gua, kejadian seperti ini tidak akan terjadi.
saat itu Alarick sedang berjalan pulang dan saat akan mendekati gua tiba-tiba Alarick mendengar teriakan keras ana dan tanpa pikir panjang Alarick berlari ke arah teriakan ana.
Alarick tidak pernah berpikir ada binatang yang berani masuk ke wilayahnya dan dengan itu Alarick tidak pernah khawatir meninggalkan ana sendirian di guanya. selama ini semua binatang takut dan tunduk padanya. setelah kejadian ini menyadarkan Alarick bahwa mungkin dia sudah terlalu lama menghilang. karena itu mereka dengan berani masuk ke wilayahnya. sudah saatnya dia keluar dan memperingati binatang-binatang di luar sana. dan jika mereka masih berani, Alarick tidak keberatan membunuh mereka semua.
setelah tangisan ana berhenti, Alarick mengangkat dan membawanya pulang.
ana bersandar di dada Alarick dan mendengarkan detak jantung nya yang berdebar kuat, menarik nafas dalam-dalam, ketakutan ana berangsur-angsur mereda. berada di pelukan yang nyaman dan hangat, ana menutup matanya dan perlahan tertidur.
merasa orang di pelukannya tidak bergerak, Alarick menundukkan kepalanya melihat wajah imut ana yang tertidur.
saat pertama kali melihat ana, Alarick berpikir bahwa Ana masih anak-anak, Alarick pernah melihat wanita di suku lain, mereka semua berkisar 178 cm dan tidak ada yang se mungil ana. jikapun ada mungkin masih anak - anak. dengan tubuh se kecil itu tidak salah Alarick berpikir begitu. tinggi ana hanya 165 cm begitu mungil dihadapan Alarick yang tinggi 198 cm.
sesampainya di gua, Alarick meletakkan ana di tempat tidur batu. melihat kaki ana terluka, Alarick merasa bersalah lagi. memikirkannya sebentar sepertinya ada tumbuhan yang mengobati luka di dekat gua. Alarick dengan cepat berubah menjadi serigala besar dan berlari keluar.
setelah mendapatkan obat, Alarick membersihkan kaki ana yang penuh darah, memeras tumbuhan obat dan mengoleskan nya ke kaki ana yang terluka. setelah siap Alarick membalutnya dengan hati - hati.
kali ini karena ana terluka, Alarick dengan posesif tidak memperbolehkannya kemana-mana. setiap dia akan bergerak dari tempat tidur batu, Alarick akan menatapnya sebentar. jika Ana akan turun, Alarick akan mendekatinya dan menekannya kembali ke tempat tidur, jika masih bersikeras keluar. Alarick akan berubah menjadi serigala besar dan menekannya dan menjilatinya sampai dia tertidur lagi. begitu terus sampai beberapa hari. Ana sangat jengah, dia ingin keluar, terutama dia ingin mandi. oh ayolah, cuma kakinya yang terluka kenapa tidak boleh mandi?
dia sudah menahannya berhari-hari sekarang dia sudah tidak tahan lagi. dia merasa sangat kotor, dia harus mandi sekarang juga!
gempa bumi, gunung meletus, tsunami dan apapun itu tidak bisa menghentikan mandi cantiknya!
__ADS_1
sepuluh menit kemudian ~
ana terbungkus berbaring menatap kosong langit - langit gua. siapa aku? dimana aku?
kembali ke sepuluh menit sebelumnya, ana masih bersikeras pergi dan berteriak ke serigala besar bahwa dia ingin mandi, dan tidak memperdulikan serigala besar yang menatapnya serius.
berubah menjadi manusia, Alarick menekan ana kembali ke tempat tidur, melepas semua bajunya ana tanpa terkecuali, berubah kembali menjadi serigala besar dan mulai menjilati seluruh tubuh ana dengan serius.
" apa yang kamu lakukan! " ana meronta dan berteriak keras menutupi seluruh tubuh nya dengan tangan, tidak berharap serigala besar ini akan melakukan ini.
" apakah kamu tidak ingin mandi? aku sedang memandikan mu." serigala besar berkata serius dan terus menjilati ana yang masih meronta - ronta.
mendengar jawaban serius serigala besar itu Ana tercengang.
ini mandi?
mandi macam apa ini!
tidak lama kemudian serigala besar selesai memandikan tidak! menjilati seluruh tubuhnya. dia berubah kembali menjadi manusia dan membalut ana dengan puas.
kembali ke sepuluh menit kemudian inilah yang terjadi.
ana masih menatap kosong dan terus meragukan kehidupan. tersadar kembali, ana duduk dan melilitkan selimut di tubuhnya, menatap serigala mesum itu dengan marah.
pipinya membengkak merah karena marah, ingin menunjuk dan mengutuk serigala besar yang tidak tahu malu itu dengan ganas.
Mohon dukungan untuk karya pertamaku ya......☺️
__ADS_1