
Tidak lama kemudian, suara di luar gua menghentikan tangisan ana.
sepertinya serigala besar itu telah kembali.
Menutup mata sebentar, ana mengucap kata keluar dalam hati dan dengan cahaya terang ana sudah ada di gua yang dikenalnya lagi.
Dia dengan antisipasi melihat ke pintu masuk gua tidak lama kemudian muncullah serigala besar itu dengan mangsanya.
Dia berjalan dengan kepala terangkat tinggi seperti sedang berjalan di atas catwalk dengan anggun, tapi saat dia melihat ana, tiba - tiba aura anggunnya menghilang dan digantikan dengan aura imut seperti mengibas ekornya dengan gembira.
Ana tertawa pelan melihat perilaku serigala besar itu yang menurutnya sangat imut dan menggemaskan sekarang.
Setelah menjatuhkan mangsanya di tanah, serigala besar itu menerkam ana dan menjilati wajahnya dengan antusias.
Ana tertawa geli mencoba menghentikan serigala besar yang antusias itu. tapi untuk tenaga ana yang kecil dibandingkan serigala besar? heh lupakan saja.
Setelah puas menjilati ana, serigala besar itu bangkit dan memberi buah yang sedari tadi tergantung di ekor serigala besar yang tidak disadari ana.
Ana mengambil buah dan tersenyum dan mengelus pelan kepala serigala besar itu berkata
" Terimakasih serigala besar " serigala besar menanggapi dengan antusias.
Dia hendak menerkam ana lagi dan dengan gesit ana berlari kesamping. serigala besar itu memiringkan kepalanya bingung seolah bertanya apa yang kamu lakukan?
Ana terkekeh kecil tapi dengan cepat dia menutup mulutnya dan mengalihkan perhatiannya ke buah yang di bawa serigala besar itu untuknya.
Dia memilih buah yang lebih kecil, mengupas Dan memakannya. hum enak! kali ini buah mangga dengan yang ukuran besar. sepertinya hutan ini agak aneh, mengapa buah buah yang selalu di bawa serigala besar itu ukurannya sangat besar apakah ada sesuatu di hutan ini?
Ana menatap serigala yang sedang makan itu, dia perlahan lahan mendekat, serigala besar yang menyadari ana mendekat, mengangkat kepalanya menatap ana dengan pupil ungu mempesona seolah bertanya ada apa?
Ana tersenyum canggung dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ana memilin jarinya dengan gugup dan berkata dengan ragu
" mm itu, serigala besar aku ingin bertanya, apakah kamu tau jalan keluar hutan ini? "
__ADS_1
Setelah memandangnya sebentar, ana melanjutkan
" a_aku ingin pulang tapi aku tidak tau jalannya. itu, apakah dekat sini ada desa, jika ada, bisakah kamu mengantarku sampai desa saja, hanya sampai desa mungkin jika ada aku bisa bertanya disana. mm itu, serigala besar apakah kamu mengerti yang aku katakan? " sebenarnya ana sangat ragu mengatakan ini, bagaimanapun serigala itu adalah binatang. bagaimana bisa dia mengerti kata kata manusia, tapi ana masih ingin tetap mencoba.
Tapi melihat kebingungan serigala besar itu, ana menghela nafas pelan sepertinya dia tidak mengerti. tapi lupakan saja, untuk saat ini dia mungkin hanya bisa disini untuk saat ini, anggap saja dia sedang jalan - jalan.
Setelah memikirkan ini, ana tersenyum dan memandang serigala besar itu lagi, walau tidak ada manusia yang penting ada serigala cantik ini yang menemaninya kan?
Andai saja dia bisa jadi manusia dan berubah jadi pria tampan, ana jadi memikirkan film ganteng ganteng serigala dimana serigala bisa jadi manusia. heh! ana mengibaskan tangannya seraya terkekeh sendiri.
" Awoo " melihat ana masih cekikikan sendiri seperti hanyut dengan dunianya sendiri, serigala besar itu memiringkan kepalanya bingung apakah manusia kecil ini gila? sepertinya besok dia harus membawa manusia kecil ini jalan jalan agar tidak semakin gila.
Dengan itu serigala besar yang salah paham bertekad untuk menormalkan ana kembali dan ana yang tidak menyadari masih cekikan disana dengan sendirinya.
...****************...
Ke keesokan harinya adalah hari baru yang cerah. sinar matahari dengan malu malu menerobos celah gua batu yang membuat gua yang tadinya gelap bersinar terang.
Dia menundukkan kepalanya dengan lembut menjilati seluruh wajahnya, ana yang merasa basah diwajahnya membuka matanya dan menoleh melihat serigala besar yang masih menjilati pipi nya.
Melihat ana bangun serigala besar itu bangkit mengibaskan ekornya dan berjalan didepan beberapa langkah. berbalik lagi menghadap ana
" Awooo " serigala besar membuat suara lembut menundukkan badannya seolah mempersilahkan ana untuk naik ke punggung serigala besar.
Ana yang mengerti tidak pikir panjang dan langsung menaiki serigala besar itu memeluk leher serigala agar tidak jatuh dan berpikir kemana serigala besar ini akan membawanya?
apakah serigala besar ini mengajaknya berburu?
" awuuu~" serigala besar itu dengan gembira mengibaskan ekornya dan melolong panjang mengatakan kesiapannya untuk pergi.
Setelah berjalan jauh, ana melihat pohon pohon disini sangat besar seperti hutan purba yang belum pernah di injak manusia, pepohonan yang besar, daun yang rimbun hampir menutupi sinar matahari membuat suasana suram dan mencekam. Perasaan merinding tiba - tiba datang, ana ketakutan dan menenggelamkan kepalanya ke leher serigala besar itu.
Merasakan manusia kecil itu ketakutan, serigala besar itu menepuk punggung ana dengan ekor besarnya untuk menenangkan dan sepertinya berhasil membuat ana tersadar dan menghela nafas bersyukur untung ada serigala besar ini sehingga membuat ana aman.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, ana mendengar suara gemercik air tidak jauh darinya, dia dengan antusias menepuk punggung serigala besar dan mengatakan ingin kesana, serigala besar itu menuruti dengan senang.
Saat sampai disana, ana melihat diseberang sungai adalah jajaran gunung berliku - liku yang sangat megah dan indah. kumpulan kabut yang menutupi sebagian gunung membuat pemandangan itu sangat fantastis.
Menghirup dalam - dalam udara segar, ana menghela nafas seandainya polusi Indonesia masih bisa terjaga seperti ini betapa indahnya itu.
Ana ingat jika dia jatuh dari gunung, jika dia memanjat dan menyusuri gunung apakah dia masih bisa kembali?
Masih ada harapan kecil di hati ana, dia masih ingin melihat bibinya, satu satunya keluarganya yang tersisa.
tapi bagaimana jika tidak bisa?
Ana mengenyahkan pikirannya dan melihat ke serigala besar yang sedang berbaring malas di bawah pohon sambil mengawasinya.
Melihat sungai yang sangat jernih dan berkilau sepertinya ana ingin mandi. tapi pakaian? eh pakaian! tiba - tiba mata ana berbinar cerah, Dia mengingat dia punya ruang dan sepertinya ada pakaian. Ana berkacak pinggang mengangkat kepalanya dan tertawa keras ke langit.
Serigala besar yang dari tadi memperhatikan "_"
Kenapa manusia kecil ini tiba - tiba gila lagi?
apakah tidak sembuh? serigala besar itu menatap kasihan pada ana yang masih tertawa keras disana.
Sepertinya manusia kecil ini tidak tertolong lagi.
Setelah tertawa puas, ana sekarang ingin mengambil pakaiannya di ruang, ana tiba tiba melihat kesamping seperti yang diharapkan serigala besar itu masih menatapnya dengan kasihan. tunggu kasihan! apakah ada yang salah dengan otaknya? mengapa dia bisa melihat ekspresi kasihan di mata serigala besar itu. Dia menggelengkan kepalanya dengan keras, tidak! dia pasti salah lihat!
Dia mengambil pakaian yang menurutnya nyaman dipakai, ana tidak perlu memasuki ruang dan menghilang menakut nakuti serigala besar itu.
Saat malam setelah ana mendapat ruang dia tiba tiba mendapat hasil ini. ya, tidak perlu memasuki ruang untuk mengambil barang cukup pikirkan dan otomatis barang itu akan ada dalam bidang penglihatan nya.
Dia membuka pakaiannya, ana tidak perlu takut ada yang mengintip. Hanya serigala besar yang menurut ana tidak perlu malu toh dia kan binatang tidak mungkin aneh - aneh terhadap ana yang manusia. Jadi ana pergi mandi dengan gembira tanpa peduli dengan serigala besar itu.
Mohon dukungan untuk karya pertamaku ya......☺️
__ADS_1