
"Vita gw mau ngomong nanti sepulang sekolah gw tunggu di luar jangan nolak"
Vita terkaget Aldi mengatakan hal itu
belum menjawab dia sudah pergi begitu saja
aku pun pergi menuju tempat yang tadi ia katakan Aldi menunggu di depan sembari melihat ke arah ku dan seketika ia menarik tangan ku kami berjalan
"hei tunggu pelan pelan jalan nya dan kenapa harus terburu-buru"jawab ku
dia diam tak menjawab dan terus berjalan kami terus berjalan bersama ekspresi wajah nya seperti ingin menerkam ku
akhirnya kami berhenti di tempat apalah aku tak paham ini di mana
"kali ini aku ingin mengatakan dan aku ingin mendengar detak jantung mu jika memang benar tak ada rasa"ia menatap ku
aku pergi tapi ia menarik ku dan mendorong ke tembok sembari menatap ku aku merasa keringat dingin
"apa yang loe maksud jangan aneh gw kan udah bilang kenapa loe gk nyerah"kataku
"gk kan nyerah kalau loe gk suka kenapa ngehindar dari gw"katanya
"biasa saja itu karena gw ngerasa loe risih"
jawab ku
dia menatap ku dan aku merasa sangat takut tanganku terasa dingin dan keringat mulai muncul membasahi ku
aku mendorong nya dan ia menahan ku memeluk ku aku kaget langsung pergi karena kecewa dengan sikap nya
keesokan harinya
lagi lagi Fandi muncul mereka berdua benar-benar mengganggu pikiran ku kenapa orang orang ini tak pergi dari kehidupan ku atau aku katakan langsung
"gimana soal rasa ku apa kamu masih menolak ku"tanya Fandi
"aku sibuk tolong jangan menanyakan soal ini"jawab ku
"apa kamu ada waktu malam aku mau ngajak kamu jalan"dylon menawarkan jalan padaku
"tidak aku sedang tak ingin kemana pun dan malam bukan waktu ku"jawab ku
aku pergi meninggalkan dylon yang tampak kebingungan
waktu telah berlalu dan aku pun merasa mereka seperti nya telah menyerah aku merasa lega dan berpikir segala nya banyak yang harus di ubah dan ini adalah jalan ku yang harus kulakukan sekarang ini
__ADS_1
"eh seperti nya ada keributan kita lihat yuk"
tampaknya ramai seperti ada yang di ribut kan tapi aku tak tau apa yang terjadi
setelah melihat nya ternyata
Fandi ,Aldi dan dylon apa yang mereka lakukan saat ini mereka ribut aku pun mendekati dan mendengarkan pembicaraan mereka ternyata mereka masih bertaruh
"kalau gw menang jangan pernah dekat dengan Vita ngerti loe"kata Fandi sambil mendorong dylon
mereka saling beradu bermain basket semua saling berteriak mendukung masing masing
"gw menang artinya kalian yang usah ganggu dia lagi apa perlu kita mulai lagi dan hasil nya sama gw yang akan menang"jawab dylon
"kita tanyakan pada Vita biar dia yang memilih"jawab Aldi
"apa yang kalian lakukan kenapa kalian kesini"Vita kaget karena tiba-tiba mereka ber tiga seperti menghadangnya
"ah sudahlah aku mau pulang beristirahat"
jawab ku pergi tetapi mereka malah menghalangi ku
"siapa yang terpilih di hati mu katakan yang sebenarnya"tanya mereka dengan tatapan dingin kenapa seperti tertangkap polisi
aku terdiam tak mampu bicara apapun apa yang harus kulakukan
"jika aku mengatakan nya berjanji lah takkan membuat ku terpojok seperti ini"jawab ku
"baik kami berjanji"kata mereka
aku pun menjawab dengan jujur
"aku tak ingin dan tak menyukai siapa pun"
jawab ku mereka terdiam
"kau bohongi kami kau berbicara seperti itu agar kami tak ada yang kecewa"kata Aldi
"apa aku harus bersumpah agar kalian semua percaya"jawab ku
"jujur lah apa pun yang kau sukai kami takkan mengganggu hubungan itu dan takkan membenci mu karena itu takkan bisa di paksa" jawab Fandi
"bener saat ini aku ingin fokus dengan sekolah ku dan belajar "jawab ku
mereka terdiam dan mereka melihat ku apa aku berbohong atau tidak
__ADS_1
"apa yang kau katakan adalah dari lubuk hati"
jawab dylon
"iya tentu"dengan tegas Vita menyatakan
" sekarang aku paham baik'lah jika itu jawaban mu kami akan membiarkan mu pulang"mereka tak menghalangi Vita lagi
ternyata tak ada yang di pilih Vita
ia sebenarnya memiliki rasa pada dylon tapi itu tak mungkin karena ada orang ketiga dan ini sulit seperti yang di perkirakan sebelumnya dan vita memutuskan hal terbaik meski hati nya sedih
cinta tak harus memiliki dan di miliki akan tetapi cinta juga harus di perjuangkan hanya saja menunggu saat yang tepat untuk memperjuangkan nya dan selagi vita masih muda apa yang harus di perjuangkan cinta ini masih cinta monyet belum saat yang tepat
beberapa hari kemudian semua tampak baik baik saja namun aku tak melihat Fandi dan dylon pun tak pernah menemui aku untuk berbicara apa mungkin mereka marah tapi mereka janji akan menerima kenyataan nya
dan Aldi tampak biasa tapi ia terus melihat ku entah apa yang di pikiran nya itu tapi kami baik baik saja tak seperti ada masalah meski kadang saling menghindar tapi kami adalah teman sekelas dan tak bisa bersikap dingin meski kadang aku merasa malu ketika teman teman kami menjodohkan kami terus di belakang dan teman teman terkadang menyampaikan kata-kata tentang ungkapan
ini pasti ulah Aldi dia terlihat diam dan menatap arahku "sumpah dia benar benar mencintai mu suka sekali" kata temen ku ini
"aku tak mengerti sudah lah aku harus menyelesaikan tugas jangan menggangguku"
jawab ku teman di sebelah ku langsung tersenyum arah Aldi seperti isyarat
sepulang sekolah
aku berjalan dan melihat dylon dia bersama temannya dan kami berpapasan dia seperti nya tak melihat diriku atau sengaja
"Vita "seseorang memanggil ku saat berada di luar gerbang ternyata dylon ia menarikku dan membawa ku aku terkejut
"dylon apa yang kau lakukan tiba tiba menarik ku aku kaget"tanyaku
"gk apa aku hanya ingin mengobrol dengan mu tapi di lapangan "ajakan nya
kami mengobrol bersama dan rasanya ada kebahagiaan yang baru saja ku rasakan
dia menghibur ku dan tak masalah dengan kami soal rasa ia bisa terima rasa nya aku tak tega menolak nya
kediaman rumah Vita
aku terus memikirkan senyum nya dan membuat aku tak tenang karena ia sangat manis "seandainya aku bisa normal seperti orang lain"kataku
"mama aku ingin bisa bahagia jika dewasa nanti dan menemukan cinta sesungguhnya"
jawab ku
__ADS_1