Setangkai Bunga Dan Sebutir Pasir

Setangkai Bunga Dan Sebutir Pasir
sebuah pilihan


__ADS_3

"katakan dengan jujur "kataku dalam hati


"aku akan pergi"katanya dan kenapa rasanya seperti kehilangan sesuatu


"oh aku tau kok ya udah"kataku


Tuhan kenapa aku kehilangan kasih sayang hidup ku hampa tanpa kehangatan


"iya"singkat nya


"aku ingin mengatakan terakhir kalinya kau kejam" kataku


aku pun pulang dan menahan sedih bukan karena dia pergi tapi karena dia berbohong pada ku dan menyakiti hati kita meski aku tak begitu mencintai nya


setelah beberapa hari kemudian


setelah kepergian nya aku perlahan menutup diri ku dan sangat membenci para lelaki


dan menjalani kehidupan baru dengan baik


tanpa kasih dan sayang


kring kring....bunyi TLP


kulihat ternyata seseorang menelpon dan saat di angkat suara tak ada


"halo siapa ini"kataku


ku tutup TLP dan berbunyi kembali


tak di angkat terus berbunyi


karena kesal ku matikan TLP dan tak ada apapun namun merasa penasaran


hari berikutnya


ada pesan di layar hp ku lihat ternyata seseorang siapa dan tak tau


aku mulai mencari tau dalang di balik itu


ternyata dia Doni apa yang di lakukan nya


aku merasa kesal dan berpikir apa yang dia pikirkan masih berani mengganggu ku


"aku tak peduli tapi aku mau tau kamu kalau itu menyakiti mu lupakan dan takkan ada hal yang menganggu mu"pesan nya begitu


aku tak peduli dan semua yang ia katakan tak berarti apa-apa


2 Minggu kemudian


aku mendatangi sebuah tempat


siapa tau di sana ada lowongan dan akhirnya aku di terima disana


"mama senang"kata mama


tentu memiliki papa senang tapi aku hapal sifat nya itu sering berubah-ubah


3 bulan kemudian aku bekerja sebagai admin


para pekerja lainnya ada yang tak suka pada ku tapi aku berusaha tuk tenang


dan setiap kali berada di dekatnya jantung ku berdegup kencang siapa lagi kalau bukan kak Sanjaya dia yang mengajarkan dan memberi tau padaku namun semakin kesini semakin terlihat jelas watak nya


kak Sanjaya memang manis dan kuliahan pacar nya yang selalu datang terus dan tampak semakin mesra membuat ku terasa iri


di kediaman rumah Vita...


"hei kau j*bl*y kemana saja"kata papa


dia marah karena telat sedikit saja

__ADS_1


"papa tau kan aku capek bekerja seharian dan biarkan aku beristirahat"kataku


"dasar kurang *j*r"papa menarikku


aku menangis di kamar mama datang memeluk ku dan memarahi papa


mereka bertengkar


"hiks..... kenapa papa kejam padaku apa salah ku padahal aku berusaha menjadi terbaik"kataku


keesokan paginya...


"mama papa aku berangkat"pamit ku


dan seperti nya masalah kemarin masih di ungkit papa terlihat car nya


seperti biasa pekerjaan ku membuat ku gagal fokus dan tak tenang


"kamu ini gimana sih yang benar "kak Sanjaya memarahi dan hati ini terasa sakit


sepulang nya...


aku melihat ada papa sedang menunggu ku


benar saja dia menjemput ku


"kenapa papa gk percaya"tanyaku


"pembohong Bangs*t seperti mu mana bisa di percaya"kata papa


sesampainya di rumah aku menyendiri di kamar dan menangis


"ya Tuhan kenapa aku tersiksa seperti ini


di kekang dan di siksa sudah cukup semuanya"aku perlahan mencari cara untuk mengakhiri semua nya


keesokan harinya...


"ya begitulah"kata ku


"hei anak kurang *j*r bi*d*p sini"kata papa


papa marah karena aku membeli pakaian tak bilang dulu pada nya


"papa cuma pakaian kenapa harus semarah ini aku kan bekerja capek sewajarnya saja"


jawab ku


aku tak mengerti kenapa hanya membeli pakaian harus izin terlebih dulu


pakaian ku yang sudah tertinggal jaman ingin sekali berganti sesuai zaman namun aturan papa yang begitu


"kamu boleh pakaian ganti tapi masih ada punya kamu ngapain beli itu juga masih bagus"kata papa


aku gk mengerti jalan pikirannya tapi papa benar benar ketinggalan zaman


bulan berikutnya...


dunia terasa sempit bagi ku karena hampa rasanya sepi dan tak memiliki perasaan kasih dan sayang


aku Vita menjalani hari-hari dengan sulit dan penuh rintangan


5 menit yang lalu


telepon berbunyi dan ada kabar tak menyenangkan


"apa kakek sakit "kataku di balik telepon


rasa cemas mendengar kabar itu dan


keesokan nya aku dan mama papa ku pergi melihat keadaan kakek ternyata keadaan nya

__ADS_1


sudah sangat memburuk


aku sedih melihat nya


Tuhan semoga kau menyembuhkan kakekku


kataku dalam hati


benar saja kakek kehilangan alias pikun dan struk aku merasa sedih melihat keadaan nya


"Kakek harus kuat dan sehat kembali aku sedih"kataku sambil memegang tangan kakek mencium tangannya


beberapa jam kemudian


kakek meninggal kabar duka


aku tak percaya dan sangat sedih


"kakek kenapa secepat itu meninggal kan ku hiks..."menangis tak kuasa


aku berdoa dan berharap keajaiban


aku dan keluarga menyaksikan kakek di mandikan rasanya begitu amat sedih


sungguh aku berharap kakek tenang di sana


kakek meninggal tepat hari baik ini adalah hal yang bagus


kakekku adalah orang bijak ,dan tegas menurut ku


dan papa ku paling takut dengan nya


jika begini aku tak bisa karena kakek meninggal papa mungkin akan lebih berani bertindak


mereka memandikan kakek dan aku hanya terdiam tak bisa berbuat apa-apa tuhan semoga kau menjaga kakek ku Amin...


keesokan paginya


kakek segera di bawa pergi untuk di makam kan setelah selesai di sholat kan


dan berdoa ...


wajah kakek terlihat amat senyum namun aku tau keluarga sangat terpukul kehilangan nya


aku cucu yang begitu dekat jendela ga terpukul ku tenang kan sejenak dan berharap semoga kakek selalu tenang kataku


malam ini keluarga berkumpul dan mendiskusikan tentang wasiat terakhir kakek


dan membicarakan warisan nya


masih ada nenek jadi tidak akan di bagikan terlebih dahulu


aku sih santai aja dan tak paham hal begitu karena hal seperti ini masih berkabung


masa keluarga membicarakan hal ini


nenek menangis seharian dan aku memeluk nya untuk menenangkan perasaan nya


"nenek jangan sedih kakek gk akan bahagia kalau nenek nangis masih ada anak dan cucu semua akan baik baik saja"kataku


aku terus menenangkan nya dan memeluk nya


"ya Allah tolong semoga kami di berikan ketabahan dan nenek terutama amin "kataku


keesokan harinya


kami sibuk menyiapkan untuk tahlilan


dan aku tentunya membantu saudara ku memasak dan hal lainnya


membuat kue dan makanan lainnya

__ADS_1


dengan di bantu para tetangga kami itu sudah cukup bagi kami


__ADS_2