
"katakan dengan jujur "kataku dalam hati
"aku akan pergi"katanya dan kenapa rasanya seperti kehilangan sesuatu
"oh aku tau kok ya udah"kataku
Tuhan kenapa aku kehilangan kasih sayang hidup ku hampa tanpa kehangatan
"iya"singkat nya
"aku ingin mengatakan terakhir kalinya kau kejam" kataku
aku pun pulang dan menahan sedih bukan karena dia pergi tapi karena dia berbohong pada ku dan menyakiti hati kita meski aku tak begitu mencintai nya
setelah beberapa hari kemudian
setelah kepergian nya aku perlahan menutup diri ku dan sangat membenci para lelaki
dan menjalani kehidupan baru dengan baik
tanpa kasih dan sayang
kring kring....bunyi TLP
kulihat ternyata seseorang menelpon dan saat di angkat suara tak ada
"halo siapa ini"kataku
ku tutup TLP dan berbunyi kembali
tak di angkat terus berbunyi
karena kesal ku matikan TLP dan tak ada apapun namun merasa penasaran
hari berikutnya
ada pesan di layar hp ku lihat ternyata seseorang siapa dan tak tau
aku mulai mencari tau dalang di balik itu
ternyata dia Doni apa yang di lakukan nya
aku merasa kesal dan berpikir apa yang dia pikirkan masih berani mengganggu ku
"aku tak peduli tapi aku mau tau kamu kalau itu menyakiti mu lupakan dan takkan ada hal yang menganggu mu"pesan nya begitu
aku tak peduli dan semua yang ia katakan tak berarti apa-apa
2 Minggu kemudian
aku mendatangi sebuah tempat
siapa tau di sana ada lowongan dan akhirnya aku di terima disana
"mama senang"kata mama
tentu memiliki papa senang tapi aku hapal sifat nya itu sering berubah-ubah
3 bulan kemudian aku bekerja sebagai admin
para pekerja lainnya ada yang tak suka pada ku tapi aku berusaha tuk tenang
dan setiap kali berada di dekatnya jantung ku berdegup kencang siapa lagi kalau bukan kak Sanjaya dia yang mengajarkan dan memberi tau padaku namun semakin kesini semakin terlihat jelas watak nya
kak Sanjaya memang manis dan kuliahan pacar nya yang selalu datang terus dan tampak semakin mesra membuat ku terasa iri
di kediaman rumah Vita...
"hei kau j*bl*y kemana saja"kata papa
dia marah karena telat sedikit saja
__ADS_1
"papa tau kan aku capek bekerja seharian dan biarkan aku beristirahat"kataku
"dasar kurang *j*r"papa menarikku
aku menangis di kamar mama datang memeluk ku dan memarahi papa
mereka bertengkar
"hiks..... kenapa papa kejam padaku apa salah ku padahal aku berusaha menjadi terbaik"kataku
keesokan paginya...
"mama papa aku berangkat"pamit ku
dan seperti nya masalah kemarin masih di ungkit papa terlihat car nya
seperti biasa pekerjaan ku membuat ku gagal fokus dan tak tenang
"kamu ini gimana sih yang benar "kak Sanjaya memarahi dan hati ini terasa sakit
sepulang nya...
aku melihat ada papa sedang menunggu ku
benar saja dia menjemput ku
"kenapa papa gk percaya"tanyaku
"pembohong Bangs*t seperti mu mana bisa di percaya"kata papa
sesampainya di rumah aku menyendiri di kamar dan menangis
"ya Tuhan kenapa aku tersiksa seperti ini
di kekang dan di siksa sudah cukup semuanya"aku perlahan mencari cara untuk mengakhiri semua nya
keesokan harinya...
"ya begitulah"kata ku
"hei anak kurang *j*r bi*d*p sini"kata papa
papa marah karena aku membeli pakaian tak bilang dulu pada nya
"papa cuma pakaian kenapa harus semarah ini aku kan bekerja capek sewajarnya saja"
jawab ku
aku tak mengerti kenapa hanya membeli pakaian harus izin terlebih dulu
pakaian ku yang sudah tertinggal jaman ingin sekali berganti sesuai zaman namun aturan papa yang begitu
"kamu boleh pakaian ganti tapi masih ada punya kamu ngapain beli itu juga masih bagus"kata papa
aku gk mengerti jalan pikirannya tapi papa benar benar ketinggalan zaman
bulan berikutnya...
dunia terasa sempit bagi ku karena hampa rasanya sepi dan tak memiliki perasaan kasih dan sayang
aku Vita menjalani hari-hari dengan sulit dan penuh rintangan
5 menit yang lalu
telepon berbunyi dan ada kabar tak menyenangkan
"apa kakek sakit "kataku di balik telepon
rasa cemas mendengar kabar itu dan
keesokan nya aku dan mama papa ku pergi melihat keadaan kakek ternyata keadaan nya
__ADS_1
sudah sangat memburuk
aku sedih melihat nya
Tuhan semoga kau menyembuhkan kakekku
kataku dalam hati
benar saja kakek kehilangan alias pikun dan struk aku merasa sedih melihat keadaan nya
"Kakek harus kuat dan sehat kembali aku sedih"kataku sambil memegang tangan kakek mencium tangannya
beberapa jam kemudian
kakek meninggal kabar duka
aku tak percaya dan sangat sedih
"kakek kenapa secepat itu meninggal kan ku hiks..."menangis tak kuasa
aku berdoa dan berharap keajaiban
aku dan keluarga menyaksikan kakek di mandikan rasanya begitu amat sedih
sungguh aku berharap kakek tenang di sana
kakek meninggal tepat hari baik ini adalah hal yang bagus
kakekku adalah orang bijak ,dan tegas menurut ku
dan papa ku paling takut dengan nya
jika begini aku tak bisa karena kakek meninggal papa mungkin akan lebih berani bertindak
mereka memandikan kakek dan aku hanya terdiam tak bisa berbuat apa-apa tuhan semoga kau menjaga kakek ku Amin...
keesokan paginya
kakek segera di bawa pergi untuk di makam kan setelah selesai di sholat kan
dan berdoa ...
wajah kakek terlihat amat senyum namun aku tau keluarga sangat terpukul kehilangan nya
aku cucu yang begitu dekat jendela ga terpukul ku tenang kan sejenak dan berharap semoga kakek selalu tenang kataku
malam ini keluarga berkumpul dan mendiskusikan tentang wasiat terakhir kakek
dan membicarakan warisan nya
masih ada nenek jadi tidak akan di bagikan terlebih dahulu
aku sih santai aja dan tak paham hal begitu karena hal seperti ini masih berkabung
masa keluarga membicarakan hal ini
nenek menangis seharian dan aku memeluk nya untuk menenangkan perasaan nya
"nenek jangan sedih kakek gk akan bahagia kalau nenek nangis masih ada anak dan cucu semua akan baik baik saja"kataku
aku terus menenangkan nya dan memeluk nya
"ya Allah tolong semoga kami di berikan ketabahan dan nenek terutama amin "kataku
keesokan harinya
kami sibuk menyiapkan untuk tahlilan
dan aku tentunya membantu saudara ku memasak dan hal lainnya
membuat kue dan makanan lainnya
__ADS_1
dengan di bantu para tetangga kami itu sudah cukup bagi kami