Setangkai Bunga Dan Sebutir Pasir

Setangkai Bunga Dan Sebutir Pasir
keteguhan


__ADS_3

apa dan bagaimana kehidupan itu bisa berjalan dengan baik


terkadang kita tidak pernah tahu namun setiap kehidupan pasti seperti metamorfosis


dan ada fase proses nya


seharian aku lelah karena pekerjaan dan terasa kebanting


saat berada di rumah pun ...


"Vita kamu itu mau jadi apa masa depan mu itu gk kan jelas kalau gk nurutin semua perkataan papa"kata papa


apa selama ini aku di anggap apa sampai ia menuding ku


"selama ini aku selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk papa dan kenapa tidak pernah di hargai"Kata ku


seandainya ada yang di posisi ku apa kalian sanggup melakukan nya


sejak kecil aku sudah sangat menderita


papa yang selalu mengatur kehidupan kami


saat itu...


"papa aku izin akan bekerja kelompok nanti pulang agak terlambat"Kata ku


"hei apa papa bilang gk di izinkan sepulang sekolah kamu pulang jangan kemana mana"


kata papa


"apa tapi aku dimarahi guru ini tugas pah, bagaimana mungkin aku tak ikut lagi setiap ada tugas kelompok cuma sebentar dan di rumah teman kok"Kata ku


"kalau papa bilang pulang ya pulang jangan bandel"kata papa


dan seterusnya...


hingga teman ku marah padaku


"udah lah kamu itu harus lawan sekali ini kan tugas masa papa kamu tega"kata teman ku


aku pun saat ada tugas kelompok lagi aku kali ini memutuskan untuk ikut mereka


aku bahagia karena bisa tersenyum


selama ini aku selalu murung dan terkurung di rumah


sepulang nya


"dari mana kurang ajar"kata papa


"hari ini aku kerja kelompok soalnya aku selalu gk pernah ikut kena marah guru"Kata ku


"******* kau berani melawan kurang ajar"


kata papa


papa mengambil kan air dan menyiram nya pada tubuh ku


seluruh pakaian seragam ku basah


di tambah buku ku di sobek


"pa itu buku tugas papa tega Hua..."


aku menangis saat itu


padahal aku saat itu sudah SMP masih saja di perlakukan layaknya anak kecil


semua barang berharga ku rusak


dan saat aku menangis papa malah menjewer telinga ku

__ADS_1


telinga ku merah di gosok gosok sakit sekali rasanya...


ya Allah rasanya ingin mati saja


dan waktu berlalu...


saat itu ia aku tersiksa


"papa aku pinjam uang dulu ke teman ya"kataku


aku pun pergi dan agak lama sepulang nya


"hei kurang ajar ,kau jabl*y ya"kata papa


padahal aku capek mencari uang


papa gk tau aku sudah berusaha masih saja salah lagi lagi di Siksa


"ya Allah lindungilah aku dan kenapa kau tak mengambil nyawa ku "jawab ku


aku sendiri di rumah saat itu papa pergi bersama wanita itu mengantarkan ke dokter


aku benci mengatakan nya wanita itu adalah ibu tiri yang menyiksa ku juga bahkan ia menghasut papa agar semakin benci pada ku


dan kini aku mengasuh anak nya


"hei kau itu tak pernah tau aku tersiksa kurang baik apa nya aku merawat mu seperti adikku sendiri"kataku menatap anak itu


ya perjalanan hidup ku tak pernah mujur


selalu datang pertengkaran dan siksaan


"anak mu itu bawa susah saja ,udah menumpang pergi dari sini"ibu tiri


padahal aku merawat anaknya dan di tambah mama bantu memberikan uang untuk kebutuhan


saat itu mama bekerja sebagai asisten rumah tangga makanya tidak tinggal bersama kami


kenapa aku bisa setegar ini karena aku yakin Tuhan punya rencana indah untuk ku


tak apa lah hanya tuhan yang tau


waktu berlalu...


hingga wanita itu pergi meninggalkan kami dengan membawa anaknya di jemput oleh keluarga nya


dia sendiri tak tahan dengan sikap papaku


apalagi aku dan mama yang bertahan selama


bertahun tahun lamanya


dan kini aku telah bekerja sehingga mampu mencari uang sendiri


namun tetap saja tak bisa bebas membeli apapun masih seperti dulu


Tuhan kenapa aku selalu tak mujur...


sekarang aku sedikit tenang yang satu sudah pergi jadi beban ku berkurang


namun ada satu hal yaitu papa


ia berjanji selama aku bekerja tak kan mengatur segala kebutuhan ku


nyatanya tak seperti yang ia katakan


bagaikan tong kosong nyaring bunyinya...


bicara tak seperti tindakan nya


sungguh ia membodohi ku

__ADS_1


nampaknya aku sangat bersabar menghadapi nya dan faktanya ia memang takkan pernah berubah sedikit pun...


"papa aku gajian boleh beli handphone"kataku


"ya boleh"kata papa


aku senang karena selama ini aku tidak pernah memegang hp


pernah pegang tapi papa yang mengambil alih


aku pun membeli handphone android yang biasa


"sini papa pegang"kata papa


ya elah ini sama aja bohong


beli hp tapi papa pegang


aku bawa tapi gk boleh chat Tan gk boleh internetan lah nasib gini amat


"papa kenapa aku gk boleh chat Tan kan aku punya teman"Kata ku


"berbahaya kalau mau chat biar papa aja yang chat"kata papa


dasar papa makin rese


"kenapa internet juga gk boleh papa juga internet Tan dan bahkan bolos pulsa , kuota"


jawab ku


"jangan samakan papa dengan mu,kau kan belum waktunya"Kata nya


"kan aku udah besar papa masa masih di atur"kataku


"sudah jangan membantah kalau gk jual lagi handphone mu"jawab papa


kenapa aku selalu begini andai saja tuhan mengambil nyawa ku


"papa kan semua remaja seperti itu"jawab ku


"kamu kalau mau kerja jangan ngurus hp atau chat apalagi cowok ketahuan tar papa hajar kamu sama cowok nya"kata papa


bagaimana ini aku tersiksa sekali ya Tuhan...


aku melihat mereka rasa nya iri orang tua yang menyayangi anak nya bahkan apapun untuk sang anak tidak seperti ku yang memang tidak ada kasih


wajar saja aku membutuhkan perhatian khusus


jika kalian berada dalam posisi ini bagaimana apa masih kuat atau akhiri


aku Vita sedang berusaha mencari keadilan dan tak ingin ber urusan dengan hal yang menghambat masa depan ku


tapi cinta selalu datang di saat seperti ini


meski sudah berkali kali menghindar dari cinta tapi tetap saja tak mampu mengelak nya


aku sudah bekerja tak masalahkan kalau bercinta asal ingat kewajiban pada orang tua


dan sekarang lagi lagi menemukan pria batu


aduh ...


tapi aku tetap bersabar hadapi kenyataan nya


Tah mengapa aku semakin dalam mencintai nya


tapi semakin kita menjalankan semakin sulit rintangan


namun aku tetap berusaha untuk tetap bertahan dengan keadaan nya


dan di barengi tawa dan canda

__ADS_1


__ADS_2