
apa dan bagaimana kehidupan itu bisa berjalan dengan baik
terkadang kita tidak pernah tahu namun setiap kehidupan pasti seperti metamorfosis
dan ada fase proses nya
seharian aku lelah karena pekerjaan dan terasa kebanting
saat berada di rumah pun ...
"Vita kamu itu mau jadi apa masa depan mu itu gk kan jelas kalau gk nurutin semua perkataan papa"kata papa
apa selama ini aku di anggap apa sampai ia menuding ku
"selama ini aku selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk papa dan kenapa tidak pernah di hargai"Kata ku
seandainya ada yang di posisi ku apa kalian sanggup melakukan nya
sejak kecil aku sudah sangat menderita
papa yang selalu mengatur kehidupan kami
saat itu...
"papa aku izin akan bekerja kelompok nanti pulang agak terlambat"Kata ku
"hei apa papa bilang gk di izinkan sepulang sekolah kamu pulang jangan kemana mana"
kata papa
"apa tapi aku dimarahi guru ini tugas pah, bagaimana mungkin aku tak ikut lagi setiap ada tugas kelompok cuma sebentar dan di rumah teman kok"Kata ku
"kalau papa bilang pulang ya pulang jangan bandel"kata papa
dan seterusnya...
hingga teman ku marah padaku
"udah lah kamu itu harus lawan sekali ini kan tugas masa papa kamu tega"kata teman ku
aku pun saat ada tugas kelompok lagi aku kali ini memutuskan untuk ikut mereka
aku bahagia karena bisa tersenyum
selama ini aku selalu murung dan terkurung di rumah
sepulang nya
"dari mana kurang ajar"kata papa
"hari ini aku kerja kelompok soalnya aku selalu gk pernah ikut kena marah guru"Kata ku
"******* kau berani melawan kurang ajar"
kata papa
papa mengambil kan air dan menyiram nya pada tubuh ku
seluruh pakaian seragam ku basah
di tambah buku ku di sobek
"pa itu buku tugas papa tega Hua..."
aku menangis saat itu
padahal aku saat itu sudah SMP masih saja di perlakukan layaknya anak kecil
semua barang berharga ku rusak
dan saat aku menangis papa malah menjewer telinga ku
__ADS_1
telinga ku merah di gosok gosok sakit sekali rasanya...
ya Allah rasanya ingin mati saja
dan waktu berlalu...
saat itu ia aku tersiksa
"papa aku pinjam uang dulu ke teman ya"kataku
aku pun pergi dan agak lama sepulang nya
"hei kurang ajar ,kau jabl*y ya"kata papa
padahal aku capek mencari uang
papa gk tau aku sudah berusaha masih saja salah lagi lagi di Siksa
"ya Allah lindungilah aku dan kenapa kau tak mengambil nyawa ku "jawab ku
aku sendiri di rumah saat itu papa pergi bersama wanita itu mengantarkan ke dokter
aku benci mengatakan nya wanita itu adalah ibu tiri yang menyiksa ku juga bahkan ia menghasut papa agar semakin benci pada ku
dan kini aku mengasuh anak nya
"hei kau itu tak pernah tau aku tersiksa kurang baik apa nya aku merawat mu seperti adikku sendiri"kataku menatap anak itu
ya perjalanan hidup ku tak pernah mujur
selalu datang pertengkaran dan siksaan
"anak mu itu bawa susah saja ,udah menumpang pergi dari sini"ibu tiri
padahal aku merawat anaknya dan di tambah mama bantu memberikan uang untuk kebutuhan
saat itu mama bekerja sebagai asisten rumah tangga makanya tidak tinggal bersama kami
kenapa aku bisa setegar ini karena aku yakin Tuhan punya rencana indah untuk ku
tak apa lah hanya tuhan yang tau
waktu berlalu...
hingga wanita itu pergi meninggalkan kami dengan membawa anaknya di jemput oleh keluarga nya
dia sendiri tak tahan dengan sikap papaku
apalagi aku dan mama yang bertahan selama
bertahun tahun lamanya
dan kini aku telah bekerja sehingga mampu mencari uang sendiri
namun tetap saja tak bisa bebas membeli apapun masih seperti dulu
Tuhan kenapa aku selalu tak mujur...
sekarang aku sedikit tenang yang satu sudah pergi jadi beban ku berkurang
namun ada satu hal yaitu papa
ia berjanji selama aku bekerja tak kan mengatur segala kebutuhan ku
nyatanya tak seperti yang ia katakan
bagaikan tong kosong nyaring bunyinya...
bicara tak seperti tindakan nya
sungguh ia membodohi ku
__ADS_1
nampaknya aku sangat bersabar menghadapi nya dan faktanya ia memang takkan pernah berubah sedikit pun...
"papa aku gajian boleh beli handphone"kataku
"ya boleh"kata papa
aku senang karena selama ini aku tidak pernah memegang hp
pernah pegang tapi papa yang mengambil alih
aku pun membeli handphone android yang biasa
"sini papa pegang"kata papa
ya elah ini sama aja bohong
beli hp tapi papa pegang
aku bawa tapi gk boleh chat Tan gk boleh internetan lah nasib gini amat
"papa kenapa aku gk boleh chat Tan kan aku punya teman"Kata ku
"berbahaya kalau mau chat biar papa aja yang chat"kata papa
dasar papa makin rese
"kenapa internet juga gk boleh papa juga internet Tan dan bahkan bolos pulsa , kuota"
jawab ku
"jangan samakan papa dengan mu,kau kan belum waktunya"Kata nya
"kan aku udah besar papa masa masih di atur"kataku
"sudah jangan membantah kalau gk jual lagi handphone mu"jawab papa
kenapa aku selalu begini andai saja tuhan mengambil nyawa ku
"papa kan semua remaja seperti itu"jawab ku
"kamu kalau mau kerja jangan ngurus hp atau chat apalagi cowok ketahuan tar papa hajar kamu sama cowok nya"kata papa
bagaimana ini aku tersiksa sekali ya Tuhan...
aku melihat mereka rasa nya iri orang tua yang menyayangi anak nya bahkan apapun untuk sang anak tidak seperti ku yang memang tidak ada kasih
wajar saja aku membutuhkan perhatian khusus
jika kalian berada dalam posisi ini bagaimana apa masih kuat atau akhiri
aku Vita sedang berusaha mencari keadilan dan tak ingin ber urusan dengan hal yang menghambat masa depan ku
tapi cinta selalu datang di saat seperti ini
meski sudah berkali kali menghindar dari cinta tapi tetap saja tak mampu mengelak nya
aku sudah bekerja tak masalahkan kalau bercinta asal ingat kewajiban pada orang tua
dan sekarang lagi lagi menemukan pria batu
aduh ...
tapi aku tetap bersabar hadapi kenyataan nya
Tah mengapa aku semakin dalam mencintai nya
tapi semakin kita menjalankan semakin sulit rintangan
namun aku tetap berusaha untuk tetap bertahan dengan keadaan nya
dan di barengi tawa dan canda
__ADS_1