
kala itu adalah kebahagiaan ku dan tawa canda dengan mu adalah obat ku
"terimakasih suami ku"sambil mencium kening suami ku
"ibu Adek kecil nya cantik ya"sembari menatap Adek bayi
Zafar bahagia memiliki adik perempuan yang manis
hari ini aku izin pada suami ku pergi berbelanja
"sayang pegang ibu ya jangan terlalu jauh "
karena aku kerepotan sembari menggendong bayi ku yang baru berusia 7 bulan
aku memilih kebutuhan pokok karena sudah abis peserdian di rumah
"iya berapa semua nya "kata ku sambil menyodorkan uang
seketika saat aku selesai belanja aku menengok Zafar tidak ada
aku khawatir dan mencari nya sembari menggendong bayi ku
"Zafar di mana kamu nak hiks.." aku menangis
sudah mencari kesana kemari namun tak kunjung ada
"oek..oek ...suara tangisan bayi ku karena aku panik sekali
oh tuhan di mana putra ku ku mohon aku tak ingin kehilangannya cukup terakhir kali
beberapa jam kemudian...
"eh kasian tuh kenapa anak itu nangis liat yuk mas " kata seorang wanita yang merangkul pria nya
mereka menghampiri Zafar
"kenapa kamu nangis di sini"tanya sang wanita yang tampak manis
"aku kehilangan ibu ku hiks..."kata Zafar Ter Isak Isak
akhirnya mereka membantu Zafar mencari ibunya
"di mana terakhir kalinya kamu berpisah "
tanya sang wanita
"di sana " Zafar menunjukkan arah
akhirnya Zafar melihat ibunya yang sedang khawatir menangis
"ibu ,itu ibuu..."Zafar berlari memeluk ibunya
seketika suasana haru
"hiks.. Zafar jangan tinggalkan ibu lagi ya"
kata Vita merengek nangis
namun seketika terdiam bisu
Dengan apa yang di lihat nya ia bertemu seseorang yang amat ia benci dan tak ingin ia lihat kembali
ternyata mantan Vita revin aku terkejut melihat nya
akhirnya aku pulang dan berpikir mungkin dia sudah tak menginginkan ku lagi ternyata dia memang telah menikah
"ibu kenapa menangis "tanya Zafar sambil mengusap air mata ku
__ADS_1
"ibu gk apa kok,kamu gk usah khawatir"kata ku
di malam hari nya...
aku tak berani menceritakan apa yang terjadi pada suami ku karena tak ingin mengungkit masa lalu
namun suami ku curiga aku membunyikan sesuatu dari nya
dan aku tetap berdalih bahwa tak ada apapun
keesokan harinya...
"kamu mau kemana udah rapih "seorang istri bertanya pada suami nya
"gk apa aku pergi sebentar dulu ya sayang"
revin sambil mencium pipi istri nya
tak terasa Zafar sudah masuk paud dan aku mengantar nya
"belajar dan jadi lah anak yang baik ya"kata ku
"baik Bu ,aku sekolah dulu ya" sambil tersenyum
Zafar putra ku wajah nya sekilas mirip dengan revin dan aku merasa sangat sakit meski hati ku melupakanmu tapi melihatmu kembali semakin terluka
aku pun pergi setelah melihat Zafar memasuki kelas nya
namun seketika terkejut
seseorang menarik tangan ku dan ternyata revin
ia menarik ku dan tak berbicara apapun
"lepaskan aku apa yang kau lakukan"kata ku
"aku ingin bicara sebentar" dengan sinis nya
kami pun bicara di tempat yang jauh dari keramaian
aku diam tak bicara apapun
dan seketika dia mulai bicara pada ku
"jujur Lo ngomong apa aja ke keluarga gw"
kata kata nya membuat aku seperti asing di matanya sungguh menyakitkan
"apa maksudnya gw gk paham"tanya ku
"Lo hk usah pura pura gk tau buat apa jelekin gw Lo sendiri gk bisa jaga diri mau aja di tidurin salah Lo terlalu murahan"
sakit njirr... pingin tampar muka nya dan pingin bunuh dia selama ini dia gk sadar kalo gw yang dia paksa dan seenaknya dia gituin
aku menahan sakit dan menahan tangis
"trus sekarang Lo udah punya keluarga gw juga dan gw mau tanya satu hal itu anak gw kan" tanya nya dengan tatapan dingin
aku ketakutan dan pergi berlari
ku Mohon tolong aku hiks...aku gk mau bertemu dengan nya sakit...
"hei tunggu dulu belum selesai "dia memegang tangan ku
aku berlari dan dia sudah tak mengejar ku hanya terdiam
beberapa hari kemudian...
__ADS_1
"kamu kenapa sih sayang ngomong kalo ada sesuatu itu"tanya suami ku
"hiks...gk apa aku hanya takut kamu pergi jangan tinggalkan aku yak"kata ku sambil memeluk suami ku
"aku mencintaimu dan tak kan pernah meninggalkan mu sampai akhir hayat"
pelukan nya yang hangat dan tenang
keesokan harinya...
siang nya aku menjemput putra ku namun
"siapa yang menjemput nya buk"tanya ku pada Bu guru
"tadi itu ada pria datang jemput Zafar katanya kerabat nya dan Zafar juga kenal sama pria itu makanya gk langsung lama mikir"
aku lupa tidak memberi tau Zafar untuk tidak terlalu dekat dengan pria itu karena aku takut akan terbongkar bahwa Zafar memang anak revin selama ini
aku menceritakan pada suami ku awal nya terkejut namun suami ku menenangkan ku sungguh sangat senang memiliki suami yang begitu memahami ku
aku dan Gilang pun mencari Zafar dan pasti yang membawa Zafar adalah revin
di tempat kediaman revin
"sebenernya kalo aku lihat dia itu mirip kamu ya sayang,"kata istri revin sari
"aku ada urusan kamu di rumah dulu ,"kata revin
akhirnya revin dan Zafar pergi ke rumah orang tua nya
"kalo benar , seharusnya kamu dulu bertanggung jawab,dan menikahi nya "kata Kaka revin
"iya apa lagi dia gadis yang baik , perhatian"
ucap sang ibu revin
"dia manis ya mirip sama kamu wajahnya ,hanya saja ini lebih manis dan lucu"kata sang Kaka
"aku mau pulang om,ibu dan ayah khawatir"
kata Zafar merengek
"iya kamu main dulu di sini ya" kata sang ayah revin
namun beberapa menit kemudian...
Zafar menangis merengek ingin pulang
"Hua...hiks..mau sama ibu,ayah"
teriak Zafar
"hei jangan nangis kita keluarga kok"Kaka revin menenangkan Zafar
"ini juga ayah kamu yang sebenarnya"kata Kaka revin
Zafar terdiam
"ayah ku cuma satu ayah Gilang "kata Zafar polos
"tapi ayah revin ayah kandung kamu , jadi jangan takut ya"kata Abang revin
"hiks ... bukan aku mau nya ayah Gilang dia itu ayah ku satu satunya"menangis Ter Isak isak
revin hanya terdiam saat mendengar jawaban putra nya yang tak ingin menganggap dirinya sebagai ayah nya
dan perlahan revin menggendong Zafar mencoba menenangkan
__ADS_1