
kini setelah beberapa hari akhirnya kami menikah tapi kenapa hati ini terasa sakit
bukan karena pernikahan melainkan orang yang ku nikahi bukan ayah dari calon bayi ku
pernikahan kami lumayan tidak terlalu besar
kerabat dan seluruh keluarga besar datang
setelah ijab kabul kamu duduk di singgasana
rasa nya seperti mimpi pernikahan yang aku dambakan selama ini akhirnya tercapai
"apa yang membuat mu bersedih "tanya Gilang melihat ku
"tidak ada aku bahagia sekali "aku berbohong pada nya
setelah terasa lelah dengan pernikahan kami beristirahat
para tamu pun juga telah pulang
"dengar ya mami tak mau calon cucu mami kenapa Napa "kata ibu mertuaku
dia memperhatikan ku tapi aku sedih
aku berdiam di kamar sambil menangis
krek... suara pintu terbuka
suami ku menghampiri ku
"jangan menangis ,aku akan selalu ada untuk mu "dia memeluk ku dan mencium kening ku
Beberapa hari kemudian
kami bergegas untuk mandiri tinggal di rumah yang telah di siapkan suami ku
"ingat ya kata kan kalau terjadi sesuatu "kata
ibu mertuaku
"iya terimakasih mami "aku memeluk nya
sesampainya kami di rumah kami membereskan semuanya dan beristirahat
"sayang kamu mau kemana "tanya suami ku
"aku mau memasak "kata ku
lalu dia menghentikan ku
"beristirahat lah biar aku yang memasak ,kau tidur saja "dia menyuruh ku
"tidak suami ku aku adalah istri harus melakukan kewajiban ku "kata ku
lalu dia menduduk kan aku sambil menenangkan ku
"kau seorang ibu hamil tak bagus untuk kesehatan bayi mu "dengan lembut nya mengatakan
sungguh suami idaman ku
aku pun beristirahat dan menunggu suami ku
"sayang ayo makan sudah selesai "sambil menuntun ku pelan
"ini makan yang banyak ya,biar sehat kamu sama calon bayi nya "sambil mengambil nasi dan lauk pauk nya
kami makan bersama
dan suami ku mengelap bibir ku dengan tissue
dia mencuci piring dan membersihkan rumah selama kehamilan ku
"maaf kan aku suami ku kau melakukan segala nya untuk ku tapi aku belum bisa melakukan tugas sebagai seorang istri "aku memeluk nya dari belakang dan menangis
"sudah jangan di pikir kan sekarang kau fokus dengan bayi nya ya, percaya pada ku "kata Gilang sambil mengusap air mata ku
__ADS_1
kami hidup bahagia , bahkan ia menghibur ku
"aw.. sakit perut ku "tiba tiba perutku terasa sakit
"kamu tenang ya aku akan membawa mu ke rumah sakit "Gilang menggendong ku
saat di rumah sakit
"bagaimana dok... keadaan nya "tanya Gilang cemas
"tidak masalah , jangan terlalu banyak pikiran dan istirahat cukup "kata dokter
suami ku langsung menuntun ku pulang dan beristirahat
kini kandungan ku memasuki usia 3 bulan
dan fase ini selalu di jaga suami ku
"aku berangkat bekerja ya sayang nanti kalau ada sesuatu kamu telpon aku ya "Gilang sangat memperhatikan ku
"iya kamu gk usah khawatir aku akan baik baik saja "kata ku
"ingat jangan banyak bergerak ya, istirahat ok"
kata suami ku
"ini bekal nya sayang "aku sambil memberikan bekal nya
"iya makasih ya muach.."sambil mencium kening ku
suami ku pergi dia melambaikan tangan nya pada ku
aku bahagia sekali tuhan begitu baik ,
rintangan yang aku jalani kini perlahan berakhir bahagia
pada malam hari nya
untungnya aku sudah menyiapkan makan malam kini aku menunggu suami ku pulang
aku duduk di sofa sambil menunggu kepulangan nya
"sayang kamu tidur di sofa bukan nya di kamar "tanya suami ku
rupanya aku tertidur suami ku membangun kan ku pelan
kami makan bersama
"maaf ya sayang kamu jadi harus menunggu "
tanya suami ku
"gk masalah yang penting kamu baik baik saja "kata ku tersenyum
keesokan harinya
"sayang nanti sepulang kerja kita cek up ya "
kata suami ku
"iya makasih kamu perhatian "kata ku
sepulang nya aku menunggu lagi kali ini dia pulang tidak malam lagi dia langsung mengantarkan ku untuk cek up
sesampainya di rumah sakit
"bagaimana dok? "tanya suami ku cemas
"Alhamdulillah ibunya kondisi stabil dan bayi nya bergerak aktif "kata dokter
"syukur lah terimakasih dok "kata suami ku
dia begitu perhatian terhadap aku dan bayi ku jelas pada hal ini bukan bayi nya
"oh ya sayang ,aku tadi di telpon mama katanya khawatir sama kamu "kata suami ku
__ADS_1
mama ku menelepon nya.
"aku nanti boleh gk ketemu mama ku "tanyaku
"boleh dong,nanti aku antar "suami ku tersenyum
Beberapa hari kemudian...
aku pun dan suami ku mengunjungi mama dan kami menginap di rumah mama
"sayang suami kamu perhatian sekali walaupun biasa saja "kata mama
memang tak pandang fisik meski pun suami ku tampangnya biasa tapi dia perhatian dan bertanggung jawab
beda dengan orang itu , meninggalkan ku dan hanya meninggalkan benih nya saja
ah...aku kenapa memikirkan dia sudah lah aku kan bahagia dengan suami ku sekarang
"mama,ini aku belikan keperluan mama "kata
suami ku sambil membelikan nya pada mamaku
ternyata sepulang kerja nya dia membeli sebuah kebutuhan mama ku
"kamu memang menantu yang perhatian "
kata mama sambil mencium kening suami ku
suami ku tersenyum senang dengan pujian nya
hari berlalu... kami pun pulang ke rumah
"sayang kalau ada sesuatu telpon mama ya "
tanya mama cemas memeluk ku
sesampainya di rumah
aku berdiam diri di kamar menyendiri
"sayang ini minum susu dulu ya "suami ku sambil menyodorkan segelas susu pada ku
aku meminum nya
"istirahat ya , jangan memikirkan hal-hal aneh"
sambil menyelimuti ku
aku pun beristirahat dengan tenang
beberapa Minggu kemudian
suami ku begitu perhatian dan aku sangat bahagia namun akhir akhir ini aku memimpikan sosok pria itu lagi
"apa ini semua karena bayi ini "kata ku
sambil memegang perut ku
"ahhh...aku benci ini kenapa hidup ku seperti ini, kenapa...? "tanya ku menangis menjerit
"ada apa sayang kenapa kamu menjerit "tanya
suami ku khawatir melihat keadaan ku
"aku benci , kenapa hidup ku berantakan aku memimpikan dia , semua ini karena bayi ini "
kata ku sambil menangis
suami ku langsung memeluk ku dan mengusap air mata ku
"ush.. jangan ngomong gitu gk baik "kata suami ku sambil memegang lembut bibir ku
"Dengar ya, jangan salah kan bayi ini,dia gk berdosa kalau kamu terus memikirkan hal yg tidak baik kondisi nya akan membahayakan"
kata suami ku
__ADS_1
"biar kan saja aku tak peduli "kataku