Setangkai Bunga Dan Sebutir Pasir

Setangkai Bunga Dan Sebutir Pasir
RUMAH TANGGA KU


__ADS_3

kini setelah beberapa hari akhirnya kami menikah tapi kenapa hati ini terasa sakit


bukan karena pernikahan melainkan orang yang ku nikahi bukan ayah dari calon bayi ku


pernikahan kami lumayan tidak terlalu besar


kerabat dan seluruh keluarga besar datang


setelah ijab kabul kamu duduk di singgasana


rasa nya seperti mimpi pernikahan yang aku dambakan selama ini akhirnya tercapai


"apa yang membuat mu bersedih "tanya Gilang melihat ku


"tidak ada aku bahagia sekali "aku berbohong pada nya


setelah terasa lelah dengan pernikahan kami beristirahat


para tamu pun juga telah pulang


"dengar ya mami tak mau calon cucu mami kenapa Napa "kata ibu mertuaku


dia memperhatikan ku tapi aku sedih


aku berdiam di kamar sambil menangis


krek... suara pintu terbuka


suami ku menghampiri ku


"jangan menangis ,aku akan selalu ada untuk mu "dia memeluk ku dan mencium kening ku


Beberapa hari kemudian


kami bergegas untuk mandiri tinggal di rumah yang telah di siapkan suami ku


"ingat ya kata kan kalau terjadi sesuatu "kata


ibu mertuaku


"iya terimakasih mami "aku memeluk nya


sesampainya kami di rumah kami membereskan semuanya dan beristirahat


"sayang kamu mau kemana "tanya suami ku


"aku mau memasak "kata ku


lalu dia menghentikan ku


"beristirahat lah biar aku yang memasak ,kau tidur saja "dia menyuruh ku


"tidak suami ku aku adalah istri harus melakukan kewajiban ku "kata ku


lalu dia menduduk kan aku sambil menenangkan ku


"kau seorang ibu hamil tak bagus untuk kesehatan bayi mu "dengan lembut nya mengatakan


sungguh suami idaman ku


aku pun beristirahat dan menunggu suami ku


"sayang ayo makan sudah selesai "sambil menuntun ku pelan


"ini makan yang banyak ya,biar sehat kamu sama calon bayi nya "sambil mengambil nasi dan lauk pauk nya


kami makan bersama


dan suami ku mengelap bibir ku dengan tissue


dia mencuci piring dan membersihkan rumah selama kehamilan ku


"maaf kan aku suami ku kau melakukan segala nya untuk ku tapi aku belum bisa melakukan tugas sebagai seorang istri "aku memeluk nya dari belakang dan menangis


"sudah jangan di pikir kan sekarang kau fokus dengan bayi nya ya, percaya pada ku "kata Gilang sambil mengusap air mata ku

__ADS_1


kami hidup bahagia , bahkan ia menghibur ku


"aw.. sakit perut ku "tiba tiba perutku terasa sakit


"kamu tenang ya aku akan membawa mu ke rumah sakit "Gilang menggendong ku


saat di rumah sakit


"bagaimana dok... keadaan nya "tanya Gilang cemas


"tidak masalah , jangan terlalu banyak pikiran dan istirahat cukup "kata dokter


suami ku langsung menuntun ku pulang dan beristirahat


kini kandungan ku memasuki usia 3 bulan


dan fase ini selalu di jaga suami ku


"aku berangkat bekerja ya sayang nanti kalau ada sesuatu kamu telpon aku ya "Gilang sangat memperhatikan ku


"iya kamu gk usah khawatir aku akan baik baik saja "kata ku


"ingat jangan banyak bergerak ya, istirahat ok"


kata suami ku


"ini bekal nya sayang "aku sambil memberikan bekal nya


"iya makasih ya muach.."sambil mencium kening ku


suami ku pergi dia melambaikan tangan nya pada ku


aku bahagia sekali tuhan begitu baik ,


rintangan yang aku jalani kini perlahan berakhir bahagia


pada malam hari nya


untungnya aku sudah menyiapkan makan malam kini aku menunggu suami ku pulang


aku duduk di sofa sambil menunggu kepulangan nya


"sayang kamu tidur di sofa bukan nya di kamar "tanya suami ku


rupanya aku tertidur suami ku membangun kan ku pelan


kami makan bersama


"maaf ya sayang kamu jadi harus menunggu "


tanya suami ku


"gk masalah yang penting kamu baik baik saja "kata ku tersenyum


keesokan harinya


"sayang nanti sepulang kerja kita cek up ya "


kata suami ku


"iya makasih kamu perhatian "kata ku


sepulang nya aku menunggu lagi kali ini dia pulang tidak malam lagi dia langsung mengantarkan ku untuk cek up


sesampainya di rumah sakit


"bagaimana dok? "tanya suami ku cemas


"Alhamdulillah ibunya kondisi stabil dan bayi nya bergerak aktif "kata dokter


"syukur lah terimakasih dok "kata suami ku


dia begitu perhatian terhadap aku dan bayi ku jelas pada hal ini bukan bayi nya


"oh ya sayang ,aku tadi di telpon mama katanya khawatir sama kamu "kata suami ku

__ADS_1


mama ku menelepon nya.


"aku nanti boleh gk ketemu mama ku "tanyaku


"boleh dong,nanti aku antar "suami ku tersenyum


Beberapa hari kemudian...


aku pun dan suami ku mengunjungi mama dan kami menginap di rumah mama


"sayang suami kamu perhatian sekali walaupun biasa saja "kata mama


memang tak pandang fisik meski pun suami ku tampangnya biasa tapi dia perhatian dan bertanggung jawab


beda dengan orang itu , meninggalkan ku dan hanya meninggalkan benih nya saja


ah...aku kenapa memikirkan dia sudah lah aku kan bahagia dengan suami ku sekarang


"mama,ini aku belikan keperluan mama "kata


suami ku sambil membelikan nya pada mamaku


ternyata sepulang kerja nya dia membeli sebuah kebutuhan mama ku


"kamu memang menantu yang perhatian "


kata mama sambil mencium kening suami ku


suami ku tersenyum senang dengan pujian nya


hari berlalu... kami pun pulang ke rumah


"sayang kalau ada sesuatu telpon mama ya "


tanya mama cemas memeluk ku


sesampainya di rumah


aku berdiam diri di kamar menyendiri


"sayang ini minum susu dulu ya "suami ku sambil menyodorkan segelas susu pada ku


aku meminum nya


"istirahat ya , jangan memikirkan hal-hal aneh"


sambil menyelimuti ku


aku pun beristirahat dengan tenang


beberapa Minggu kemudian


suami ku begitu perhatian dan aku sangat bahagia namun akhir akhir ini aku memimpikan sosok pria itu lagi


"apa ini semua karena bayi ini "kata ku


sambil memegang perut ku


"ahhh...aku benci ini kenapa hidup ku seperti ini, kenapa...? "tanya ku menangis menjerit


"ada apa sayang kenapa kamu menjerit "tanya


suami ku khawatir melihat keadaan ku


"aku benci , kenapa hidup ku berantakan aku memimpikan dia , semua ini karena bayi ini "


kata ku sambil menangis


suami ku langsung memeluk ku dan mengusap air mata ku


"ush.. jangan ngomong gitu gk baik "kata suami ku sambil memegang lembut bibir ku


"Dengar ya, jangan salah kan bayi ini,dia gk berdosa kalau kamu terus memikirkan hal yg tidak baik kondisi nya akan membahayakan"


kata suami ku

__ADS_1


"biar kan saja aku tak peduli "kataku


__ADS_2