
siang pukul 12.00 wib
Vita berjalan di luar menuju temannya ia ingin pergi untuk menenangkan dirinya yang hari ini amat teraniaya oleh papa nya
dan dengan menenangkan dirinya ia bisa lebih jernih dalam pikirannya
"loe mending tinggal di rumah gw gimana"
ia adalah teman ku sangat baik namanya Wina ia paham kondisi ku seperti apa
"makasih win tapi aku gk mau ngerepotin siapa pun apalagi melibatkan orang lain "
jawab ku
"ya ampun Vita kalau ada yang kesusahan harus di bantu dan loe gk perlu berpikir melibatkan siapa pun kita kan teman"katanya
"makasih Wina tapi ini udah sore seperti nya aku harus pulang sebelum papa makin khawatir dan melibatkan orang lain"jawab ku
"hati hati ya tapi kamu tar di siksa di lagi"
jawab nya
aku pun pergi dari rumah nya karena waktu sudah sore dan pasti nya papa juga melacak diriku sampai kapan pun aku takkan bisa kabur dari nya meski sudah ber ulang kalinya
sesampainya di rumah bener saja dia terlihat marah dan Vita sangat takut tapi ia berusaha kuat dan mengatakan sejujurnya
"papa aku sayang papa dan bisa kah untuk tidak terus menyiksa ku"kataku
tapi terus papa menyalakan diriku seolah ia benar dan aku menerus yang salah
keesokan harinya
"papa aku berangkat sekolah dulu ya"
papa terdiam "kalau pulang telat atau kerja kelompok papa gk akan boleh kan kamu bersekolah"hukuman untuk ku
sesampainya di sekolah aku tampak murung dan teman teman ku mengetahui kalau aku pasti kena hukuman lagi
"Tuhan kenapa kau hukum diri kita seperti ini"
jawab ku
"apa aku tak mampu menemukan kebahagiaan ku"jawab ku
menghabiskan waktu di perpustakaan adalah ketenangan dalam diriku
"kenapa sih selalu keras terus apa gk bisa lembut apalagi perempuan"tanya mama
"anak itu kalau gk di didik benar memang nya bisa sukses"kata papa
sepulang sekolah seperti biasa aku berjualan dulu karena keuangan kurang apalagi dengan pekerjaan mama yang sekarang pindah profesi sehingga aku ikut turun tangan
berjualan melelahkan apalagi cuaca yang panas tetapi demi keluarga ku aku lakukan
sepulang nya sorenya
"kamu makan gih"kata papa
"iya pak aku mandi dulu sebelum makan"
__ADS_1
jawab ku terkadang papa baik terkadang keras entah apa yang di dalam pikiran nya
aku pun makan dan setelah itu uang hasil penjualan di serahkan pada pemilik nya dan aku mendapat sebagian saja
"ini ya makasih kamu rajin sekali sekolah sambil berjualan apa gk capek"tanya ibu pemilik itu "tidak asal bisa membantu makasih ya bu aku permisi"jawab ku
hari berlalu dan aku merasa semua yang terjadi telah berubah meskipun aku belum menemukan hal penting
"akan ada drama dan untuk memerankan putri dan pangeran dan untuk memerankan nya kalian yang menentukan nya"jawab guru
setelah kami selesai dalam pemilihan akhirnya aku memerankan putri namun pangeran nya adalah Aldi ini benar benar mengejutkan tentu nya drama yang romantis
kami berlatih bersama dan dia tampak melihat ke arah ku
saat latihan rasanya canggung berdialog dengan nya
membaca naskah,menghapal dan mendeskripsikan peran seperti apa
kami memulai nya dan dia tampak tersenyum melihat ku hati ku merasa berdegup
"apakah aku bisa memiliki mu meski harus cara lain"tanya Aldi
aku melihat dia dan aku membaca naskah teks tetapi tidak ada dialog seperti itu
kenapa dia mengatakan hal itu
"aku tak mengerti kau bicara apa ini tak ada di dialog"jawab ku
"ini pelatihan drama kalau pun tak ada itu arti kan sendiri oleh mu"jawab nya
aku semakin tak paham kenapa dia membuat ku teka-teki aku mulai menjaga jarak dari nya berpindah untuk berlatih tanpa nya
"sana latihan dengan dekat waktu tak banyak"
teman ku mendorong ku untuk ke arah Aldi
aku semakin berdebar di dekatnya
aku merasa takut
"kita fokus lebih cepat lebih baik"jawab ku
dia melirik arah ku
"hei kita ingin melihat cara berlatih kalian"
mereka meminta kami menunjukkan cara berdialog Aldi menyetujui dan aku iyakan saja
"Putri kau kan menjadi milik ku , menjaga dan membebaskan mu dari sini"jawab nya
rasanya kata kata ini seperti menyentuh hati ku dan merasa ingin menangis
"kau pangeran kah terimakasih aku menghormati mu pangeran"jawab ku
mereka saling berteriak dan ada yang berdehem aku merasa malu aku pun segera pulang karena tak ingin papa marah lagi
"kenapa ya rasanya hatiku seperti ini"sambil memegang dada
"ya Allah kuatkan lah hati ini ,dan jangan biarkan siapa pun masuk ke dalam hati ku"
__ADS_1
doaku panjatkan pada Allah
sesampainya di rumah ku
"aku ingin normal seperti mereka kenapa papa gk pernah peduli pada ku"sambil menangis aku tak kuasa menahan air mata
"papa boleh gk aku memegang hp"tanya ku
"tentu kamu kan sudah pegang"tanya papa
"papa hp android seperti papa dan teman teman ku"tanya ku
papa terdiam
"kamu boleh pegang tapi belum waktunya**"
jawab papa
aku bersedih di kamar
keesokan harinya
aku pergi ke rumah sahabat ku namanya Rita
"udah jangan sedih lagi"tanya nya
aku melihat dia memiliki saudara Kaka dan adik serta papa yang baik dan punya hp dan laptop rasanya aku ingin seperti itu
kami bersama sudah lama dan saling membantu satu sama lain
keesokan paginya
"eh kemarin gw ganti hp lagi sengaja gw banting biar dapet baru"kata teman ku mereka kebanyakan orang kaya kadang baik
kadang ngeselin mungkin faktor cuaca aneh
"eh masih ya loe di atur"kata mereka
aku terdiam
sore harinya sepulang sekolah aku menuju mama ku dan disana aku tertawa bermain bersama anak kecil yang lucu
aku merasa kesepian sungguh jika memiliki adik pasti bahagia
saat bermain aku melihat seseorang lelaki berkulit putih dan memakai motor seperti ninja x ia seperti nya karyawan tapi aku rasa dia penghuni kontrakan baru
"mama kenapa senyum begitu"tanyaku
melihat ekspresi wajah mama seperti itu membuat aku terasa cemas
"anak itu ganteng mama suka liat dia"kata mama "lalu apa hubungannya "jawab ku
"kamu gk mau dekat sama dia siapa tau dia baik"kata mama
"tak mau ah aku gk suka lagi an kan masih sekolah dulu"jawab ku
"kemarin dia nanyain kamu mau ngobrol"
jawab mama
__ADS_1