Setangkai Bunga Dan Sebutir Pasir

Setangkai Bunga Dan Sebutir Pasir
PERNYATAAN NYA,,,


__ADS_3

tiap detik aku tak bisa tertidur terus memikirkan putra ku,di mana dan sedang apa saat ini


pikir Vita pun begitu...


rasa gelisah itu wajar apa lagi seorang ibu,


yang begitu mengkhawatirkan sang anak


keesokan harinya...


Vita berencana pergi ke rumah revin menemui putra nya


saat sesampainya di sana ia melihat putranya sedang di gendong oleh revin


"Zafar putra ku , tunggu jangan bawa dia"kataku


mencegat revin pergi ,aku pun memeluk Zafar


"ibu... hiks...aku sangat merindukan ibu"


Zafar memeluk Vita


revin menarik tangan Vita pergi dari sana


"aku ingin membawa putra ku"kata vita


"aku tidak akan biarkan kau membawa nya"


kata revin


"apa hak mu,aku adalah ibu nya"kata ku


"dia anakku dan aku ingin membawa nya jalan jalan jangan rusak rencana yang sudah di persiapkan"kata revin


"terserah,aku mau bawa Zafar dengan ku"


Vita pergi membawa putra nya


namun Kaka revin mencegah ku dan


"biar kan ayah menemani mu ya kita jalan"


kata revin


"gk bisa, Zafar harus pulang"kata ku


"jangan begitu , biarkan dia bersama ayah nya"kata kaka revin


aku terdiam dan menatap putra ku


"ibu jangan khawatir nanti setelah jalan dengan om es ,aku pulang sama ibu"kata Zafar sambil tersenyum manis


aku menunggu di rumah hingga sore pun


"seperti nya mereka sedang bersenang-senang ,"kata sang ibu revin


"ini sudah hampir malam,"kata ku


aku sambil melihat ponsel ku dan mencoba menelpon revin tapi tak aktif


"sudah tidak perlu khawatir, Zafar akan bahagia bersama ayah nya, apalagi dia belum bersama Ayah kandung nya selama ini"kata Kaka revin


2jam kemudian


"Zafar,,,itu putra ku pulang"


aku segera beranjak menemuinya


dan putra ku tertidur lelap di gendongan revin


"Vita ,ini sudah malam, sebaiknya biarkan Zafar tidur di sini lagi"kata mama revin


"iya gk baik nanti saja pulang nya "kata Kaka revin


Vita hanya terdiam


"dan ini sudah malam ,kamu juga sebaiknya tidur di sini" ajak sang papa revin


Vita terpaksa karena ia tak bisa pulang tidak ada kendaraan malam hari


aku tidur di kamar revin Dengan putra ku


lalu aku terbangun di malam hari karena tak bisa tertidur,aku memberi kabar pada suami ku namun handphone nya tak aktif

__ADS_1


"sedang apa kau di sini"tanya revin


aku terkaget melihat revin di dekat ku


"kau sendiri kenapa ada di sini"tanyaku


dia melihat ku ,Vita pun beranjak pergi dari sana


"menyebalkan sekali kenapa dia ada sini, mengganggu ku"Vita yang sekarang ada di kamar mengoceh karena kesal


ia pun berbaring di tempat tidur nya sembari memeluk putranya


"Zafar,ibu menyayangi mu dan bahagia kau terlahir ke dunia ini"ucap Vita sembari menitikkan air mata


"namun maaf kan ibu tak mau memberikan yang terbaik untuk mu"


di malam hari nya


krett...suara pintu terbuka


revin menghampiri putra nya sembari melihat


Vita yang tampak manis


"ternyata kamu manis juga,aku ingin keluarga kita bersatu"kata revin


"hm.."Vita mengigau


keesokan harinya...


Vita meraba tempat tidur nya dan ia kaget Zafar tak ada di. samping nya


"Zafar di mana dia"tanya Vita


"Vita tenang, Zafar sedang bersama ayah nya"


kata sang ibu revin


"tapi aku tetap merasa khawatir zafar akan di bawa pergi dari ku"pikir ku begitu


"om,aku mau pulang aja sama ibu "ucap Zafar


"iya nanti papa antar kamu ya"kata revin


"Zafar kita pulang"tanyaku


"iya ibu,aku kangen sama ayah dan dede bayi"


aku bergegas membereskan lalu mengendong anak ku Zafar



Vita


tinggi badan :154


BB:48


umur :25


karena suatu kesalahan yang telah di perbuat oleh ia dan kekasih nya harus lahir putra nya


di balik itu semua ada seseorang yang begitu mencintai nya menerima keadaan nya



revin


Tinggi badan:168


BB:54


umur :30


awalnya ia tak mencintai Vita dan hanya sekedar mainannya namun seiring berjalannya waktu perlahan karena perbuatannya itu telah menanam kan benih yang tak ia tau sampai akhirnya ia berniat merebut hak nya



Gilang


Tinggi badan:167


BB:52

__ADS_1


umur:28


awalnya ia memang mencintai Vita , seketika kecewa dengan kenyataan kehamilan Vita,namun cinta yang tulus keyakinan nya untuk menikahinya meskipun sakit rasanya



Zafar


umur :6 tahun


anak dari Vita dengan revin


sejak lahir ia hanya tau ayah nya Gilang dan tak tau bahwa revin ayah kandung nya


semenjak pertemuan nya dengan revin pikirnya revin adalah orang jahat yang mengganggu ibunya



Syanha


umur:9 bulan


anak kedua Vita namun dengan Gilang


sangat di sayang oleh sang kakak


setelah sesampainya nya di rumah


Zafar beristirahat karena kelelahan ,Vita hanya memperhatikan dan mengusap rambut putranya


"biar kan dia beristirahat,kita jangan mengganggu nya"kata Gilang sembari memegang bahu istrinya


suasana di kamar , mereka sedang mengobrol dan terlihat ekspresi Gilang yang amat kesal


"maaf kan aku lang ,aku tau kamu marah tapi kita gk ngapa-ngapain kok kalo kamu gk percaya tanya Zafar atau keluarga revin"kata ku


"ia aku percaya kamu,ya udah ya aku mau kerja dulu,"pergi dengan wajah masam


"sayang anak papa, jangan nakal ya"


sembari mencium putri kecilnya


beberapa Minggu kemudian...


"belajar yang patuh ya , dengarkan apa kata guru"Vita yang mengantar putranya menuju sekolah


"aku sayang ibu muach..."sambil mencium pipi ibunya


ia pun bergegas menuju supermarket


"aku akan memasak makanan enak untuk Gilang , kesukaan nya pasti dia senang"


ia pun memilih dan seketika tangannya bersentuhan dengan tangan revin


ia segera beranjak dari sana


namun revin mengikuti nya dari belakang


dan Vita segera bergegas pulang ke rumah nya setelah selesai semua nya


"untung lah dia sudah pergi ,kalo tidak mungkin aku akan dalam bahaya"ucap Vita Ter engah karena lelah berlari


"mam ma..."suara asal dari putri kecil ku syanha


"sungguh nak kau memanggilku mama meski belum begitu jelas"kataku terharu


aku memeluk putri ku


hari telah Sore menjemput Zafar sudah , menyiapkan makanan sudah dan lainnya selesai


pukul 22.00 wib hari sudah larut malam


hingga aku menunggu nya sampai tertidur...di sofa


sementara itu di tempat Gilang bekerja


"ini sudah malam pasti istri ku menunggu ku"


pikir Gilang cemas


"pak Gilang, kebetulan ada di sini"


panggilan seorang gadis memakai rok selutut dan tampak manis

__ADS_1


__ADS_2