Setangkai Bunga Dan Sebutir Pasir

Setangkai Bunga Dan Sebutir Pasir
HAL TAK TERDUGA TERJADI


__ADS_3

jangan katakan tidak bila tak rasa


jangan katakan ya bila memang tidak ada rasa


berbohong pada diri sendiri lebih menyakitkan dari apa yang di alami


pagi yang cerah...


aku melakukan pekerjaan ku dengan suasana tenang dan suara kicauan burung menyentuh hati ku


meski pekerjaan ku gaji nya tak seberapa namun aku masih bisa menabung untuk keperluan nanti dan membantu orang tua ku


hari demi hari aku menjalani kehidupan dengan baik


tapi terasa hampa apa


sore hari...


pukul 18.00 wib aku pulang dari pekerjaan ku


dan sesampainya di rumah aku beristirahat


pukul 01.00 wib


aku terbangun karena mimpi


ternyata sudah malam sekali ,dan mimpi itu terasa nyata


memimpikan dia yang sama sekali tak ingin aku ingat lagi


perlahan aku membuka ponsel ku


ternyata ada pesan masuk


dari dia rupa nya


"ada waktu gk sebentar aku mau bicara loe kesini ya "chatnya revin


aku menghilau kan ,masih banyak yang harus kulakukan ketimbang memikirkan nya


beberapa hari kemudian...


pesan datang dari nya


"gw mau ngomong penting dan kalau loe gk mau berarti loe yang salah "Chat nya


jelas sekali dia yang selingkuh kenapa gw yang di jelek kan ini privasi gw nama gw tercemar


aku memutuskan untuk menemuinya


aku pun izin libur bekerja


tuk..tuk...tuk..aku mengetuk pintu rumah nya


aku pun bicara dengan nya empat mata


"apa yang ingin di jelaskan sudah jelas semua nya loe selingkuh dan selama ini gw selalu bersabar "kata ku


dia menjelaskan dan mengatakan tak kan mengulang lagi


"gw gk suka di atur mengerti "revin


"gw gk pernah ngatur loe, kalau loe ngerasa gitu ya udah maaf "Kata ku


dia memeluk ku


"aku pulang ya nanti lagi ketemu nya "kata ku


namun dia memeluk ku erat


"katakan kenapa menghindari ku "tanya revin


aku tak bisa menjawab


"gk apa kok aku gk menghindari mu ,nanti lagi ada urusan "kata ku


tapi dia menahan ku dan mencium ku,aku memberontak namun ciuman nya begitu erat


"kau jangan pulang "kata revin


hujan deras tiba tiba


"bagaimana aku pulang "kata ku cemas


aku menunggu hujan reda namun tak kunjung reda malah semakin deras

__ADS_1


aku duduk terdiam


revin tiba tiba malah mematikan lampu


suasana gelap


"apa yang kau lakukan, minggir lah "kata ku


aku mencoba menyalakan lampu nya


dia menarik ku


"hujan ,dingin biar aku hangatkan "revin


memeluk ku erat aku merasa nyaman


dingin dan hujan deras belum berhenti


pelukannya Yang hangat


keesokan paginya...


aku terbangun dari tidurku dan mendapatkan diri ku tidur di samping revin


aku tak ingat apa yang terjadi namun sepertinya revin melakukan sesuatu pada ku


aku pergi dengan terburu-buru


aku harap tak menemukan dirinya lagi


aku menangis dan melupakan hal-hal aneh


"kepala ku terasa pusing sekali "kata ku


dia menelepon ku namun aku tak membalas nya aku menutup telepon nya


"revin apa yang kau lakukan saat itu, lupakan dan aku tak mau bicara dengan mu "kata ku


"kalau begitu aku harus menyelesaikan tugas"


revin mencumbu ku dan tak bisa melepaskan ku


aku malah menahan sakit dan pedih hati ku


aku menangis


mendorong nya


beberapa hari kemudian...


dia mengatakan akan pulang aku tak peduli pada nya , lebih baik begitu


aku mulai menjalankan kehidupan sehari-hari lebih baik meskipun di sini rekan kerja ku risih


aku tetap bersikap baik dan seperti biasa nya


rasa pusing ku datang pasti terlalu banyak pikiran


dia cukup lama belum pulang


setelah kepulangan nya kami bertemu kembali


"aku sayang kamu "sambil memeluk ku


"kenapa kamu sakit "tanya revin cemas


"aku ingin memiliki mu "revin


aku terdiam dan tak berkata apa pun


dia terus menggoda ku aku mendorongnya dan dia terus memegang tangan ku


"revin hentikan ini,hm... "aku merasa dia tak beres


beberapa hari kemudian...


"kenapa sayang "tanya revin


mengusap air mata ku


dia melihat hasil tes aku menyembunyikan nya


namun dia malah ingin melihat nya


"kamu hamil "tanya nya

__ADS_1


"hiks...aku gk mau "aku menangis


"bagus itu artinya kamu milik ku "kata nya


aku tercengang kaget


"kau bilang tak ingin aku hamil "kata ku


"coba kau tes lagi "kata revin


hasil nya syukur lah negatif


tadi itu salah


"bagaimana kalau kita bikin sekarang "ajak revin


"gk mau revin, "kata ku


"aku berjanji kita akan bersama percaya lah "


beberapa hari kemudian...


aku menelepon keluarga nya untuk lebih dekat


namun beberapa bulan kami berpikir mengakhiri semua nya


tak ku sangka kami putuskan untuk tak berhubungan kembali


semua yang telah terjadi biarlah berlalu...


hanya tuhan yang tau seperti apa aku ini


dan betapa bodoh nya aku mempertahankan hubungan yang sama sekali sulit untuk di jalan kan


perlahan aku melewati semua nya dengan rasa yang amat sakit aku terkadang menangis


"Vita loe mau sampai kapan menangis "Dina


teman ku


"gw gk tau tapi sakit hati ini benar teramat sangat sakit "kata ku


aku mencoba untuk bangkit dan tersenyum


menyelesaikan tugas pekerjaan dan membangun semua impian


"Vita loe gk apa apa kan kok pucat sih "tanya Dina


"iya gk apa-apa kok "kata ku


aku dan mama hidup bersama kami berusaha kuat seperti tak terjadi apa-apa


bangkit dari kesulitan dan kesengsaraan


setelah beberapa bulan


aku tak menyadari diri ku ini


ternyata sedang hamil lalu yang bisa kulakukan adalah tenang dan anggap semua tak terjadi


revin Sulit di hubungi dan aku tak tau harus apa aku menangis di kamar dan mendapatkan kabar revin menikah aku hancur dan berusaha untuk kuat


mama marah dan kecewa aku hanya terdiam meminta maaf


aku tak tau apa yang terjadi tak seharusnya


namun aku mencoba mempertahankan anak ini dia tak bersalah ini bukan lah salah nya


setelah beberapa hari kemudian...


seseorang datang melamar ku


tapi aku tak bisa menerima nya karena keadaan ini


namun ia mengatakan


"aku mencintaimu tulus jadi biarkan aku menjadi calon ayah untuk nya sekaligus suami untuk mu sampai akhir hayat "


sungguh terharu rasa nya


namanya Gilang tinggi, kulit sawo matang dan pekerjaan nya pegawai bagi ku dia baik terima aku apapun keadaan nya


kami memutuskan menikah tapi aku merasa tak enak dengan keluarga nya


Gilang menutupi semua nya dia mengatakan kalau anak ini adalah anak nya

__ADS_1


"aku akan bertanggung jawab "Gilang


__ADS_2