
jangan katakan tidak bila tak rasa
jangan katakan ya bila memang tidak ada rasa
berbohong pada diri sendiri lebih menyakitkan dari apa yang di alami
pagi yang cerah...
aku melakukan pekerjaan ku dengan suasana tenang dan suara kicauan burung menyentuh hati ku
meski pekerjaan ku gaji nya tak seberapa namun aku masih bisa menabung untuk keperluan nanti dan membantu orang tua ku
hari demi hari aku menjalani kehidupan dengan baik
tapi terasa hampa apa
sore hari...
pukul 18.00 wib aku pulang dari pekerjaan ku
dan sesampainya di rumah aku beristirahat
pukul 01.00 wib
aku terbangun karena mimpi
ternyata sudah malam sekali ,dan mimpi itu terasa nyata
memimpikan dia yang sama sekali tak ingin aku ingat lagi
perlahan aku membuka ponsel ku
ternyata ada pesan masuk
dari dia rupa nya
"ada waktu gk sebentar aku mau bicara loe kesini ya "chatnya revin
aku menghilau kan ,masih banyak yang harus kulakukan ketimbang memikirkan nya
beberapa hari kemudian...
pesan datang dari nya
"gw mau ngomong penting dan kalau loe gk mau berarti loe yang salah "Chat nya
jelas sekali dia yang selingkuh kenapa gw yang di jelek kan ini privasi gw nama gw tercemar
aku memutuskan untuk menemuinya
aku pun izin libur bekerja
tuk..tuk...tuk..aku mengetuk pintu rumah nya
aku pun bicara dengan nya empat mata
"apa yang ingin di jelaskan sudah jelas semua nya loe selingkuh dan selama ini gw selalu bersabar "kata ku
dia menjelaskan dan mengatakan tak kan mengulang lagi
"gw gk suka di atur mengerti "revin
"gw gk pernah ngatur loe, kalau loe ngerasa gitu ya udah maaf "Kata ku
dia memeluk ku
"aku pulang ya nanti lagi ketemu nya "kata ku
namun dia memeluk ku erat
"katakan kenapa menghindari ku "tanya revin
aku tak bisa menjawab
"gk apa kok aku gk menghindari mu ,nanti lagi ada urusan "kata ku
tapi dia menahan ku dan mencium ku,aku memberontak namun ciuman nya begitu erat
"kau jangan pulang "kata revin
hujan deras tiba tiba
"bagaimana aku pulang "kata ku cemas
aku menunggu hujan reda namun tak kunjung reda malah semakin deras
__ADS_1
aku duduk terdiam
revin tiba tiba malah mematikan lampu
suasana gelap
"apa yang kau lakukan, minggir lah "kata ku
aku mencoba menyalakan lampu nya
dia menarik ku
"hujan ,dingin biar aku hangatkan "revin
memeluk ku erat aku merasa nyaman
dingin dan hujan deras belum berhenti
pelukannya Yang hangat
keesokan paginya...
aku terbangun dari tidurku dan mendapatkan diri ku tidur di samping revin
aku tak ingat apa yang terjadi namun sepertinya revin melakukan sesuatu pada ku
aku pergi dengan terburu-buru
aku harap tak menemukan dirinya lagi
aku menangis dan melupakan hal-hal aneh
"kepala ku terasa pusing sekali "kata ku
dia menelepon ku namun aku tak membalas nya aku menutup telepon nya
"revin apa yang kau lakukan saat itu, lupakan dan aku tak mau bicara dengan mu "kata ku
"kalau begitu aku harus menyelesaikan tugas"
revin mencumbu ku dan tak bisa melepaskan ku
aku malah menahan sakit dan pedih hati ku
aku menangis
mendorong nya
beberapa hari kemudian...
dia mengatakan akan pulang aku tak peduli pada nya , lebih baik begitu
aku mulai menjalankan kehidupan sehari-hari lebih baik meskipun di sini rekan kerja ku risih
aku tetap bersikap baik dan seperti biasa nya
rasa pusing ku datang pasti terlalu banyak pikiran
dia cukup lama belum pulang
setelah kepulangan nya kami bertemu kembali
"aku sayang kamu "sambil memeluk ku
"kenapa kamu sakit "tanya revin cemas
"aku ingin memiliki mu "revin
aku terdiam dan tak berkata apa pun
dia terus menggoda ku aku mendorongnya dan dia terus memegang tangan ku
"revin hentikan ini,hm... "aku merasa dia tak beres
beberapa hari kemudian...
"kenapa sayang "tanya revin
mengusap air mata ku
dia melihat hasil tes aku menyembunyikan nya
namun dia malah ingin melihat nya
"kamu hamil "tanya nya
__ADS_1
"hiks...aku gk mau "aku menangis
"bagus itu artinya kamu milik ku "kata nya
aku tercengang kaget
"kau bilang tak ingin aku hamil "kata ku
"coba kau tes lagi "kata revin
hasil nya syukur lah negatif
tadi itu salah
"bagaimana kalau kita bikin sekarang "ajak revin
"gk mau revin, "kata ku
"aku berjanji kita akan bersama percaya lah "
beberapa hari kemudian...
aku menelepon keluarga nya untuk lebih dekat
namun beberapa bulan kami berpikir mengakhiri semua nya
tak ku sangka kami putuskan untuk tak berhubungan kembali
semua yang telah terjadi biarlah berlalu...
hanya tuhan yang tau seperti apa aku ini
dan betapa bodoh nya aku mempertahankan hubungan yang sama sekali sulit untuk di jalan kan
perlahan aku melewati semua nya dengan rasa yang amat sakit aku terkadang menangis
"Vita loe mau sampai kapan menangis "Dina
teman ku
"gw gk tau tapi sakit hati ini benar teramat sangat sakit "kata ku
aku mencoba untuk bangkit dan tersenyum
menyelesaikan tugas pekerjaan dan membangun semua impian
"Vita loe gk apa apa kan kok pucat sih "tanya Dina
"iya gk apa-apa kok "kata ku
aku dan mama hidup bersama kami berusaha kuat seperti tak terjadi apa-apa
bangkit dari kesulitan dan kesengsaraan
setelah beberapa bulan
aku tak menyadari diri ku ini
ternyata sedang hamil lalu yang bisa kulakukan adalah tenang dan anggap semua tak terjadi
revin Sulit di hubungi dan aku tak tau harus apa aku menangis di kamar dan mendapatkan kabar revin menikah aku hancur dan berusaha untuk kuat
mama marah dan kecewa aku hanya terdiam meminta maaf
aku tak tau apa yang terjadi tak seharusnya
namun aku mencoba mempertahankan anak ini dia tak bersalah ini bukan lah salah nya
setelah beberapa hari kemudian...
seseorang datang melamar ku
tapi aku tak bisa menerima nya karena keadaan ini
namun ia mengatakan
"aku mencintaimu tulus jadi biarkan aku menjadi calon ayah untuk nya sekaligus suami untuk mu sampai akhir hayat "
sungguh terharu rasa nya
namanya Gilang tinggi, kulit sawo matang dan pekerjaan nya pegawai bagi ku dia baik terima aku apapun keadaan nya
kami memutuskan menikah tapi aku merasa tak enak dengan keluarga nya
Gilang menutupi semua nya dia mengatakan kalau anak ini adalah anak nya
__ADS_1
"aku akan bertanggung jawab "Gilang