Setangkai Bunga Dan Sebutir Pasir

Setangkai Bunga Dan Sebutir Pasir
rahasia di balik semua...


__ADS_3

apa semua itu tak ada artinya kenapa dan mengapa harus saat yang sulit bukan kah perjalanan masih amat panjang (pikir batin hati Vita ,ia tak paham Tah kenapa ujian demi ujian selama datang menghampiri dan mempersulit keadaan nya,akan tetapi ia harus berusaha untuk lebih sabar dan mulai bisa lebih leluasa tersenyum


keesokan harinya...


"kenapa kamu menangis Vita.."tanya nya wanita berbaju panjang bertubuh kurus


"mba aku merasa sangat sedih , sendiri dan tak tau harus apa hiks...."jawab nya dalam tangis yang terisak-isak


"ya sudah kamu harus kuat dan tahan, pasti segala ujian ada hikmah nya"jawab nya dengan tenang


akhirnya Vita berhenti untuk menangis dan mulai tersenyum tampaknya ia paham


"dengarkan aku tak bisa melakukan nya .."Vita yang sedang berbincang dengan teman teman nya"loe mau sampai kapan gitu ,loe harus ikuti kata hati loe vit.."dengan tegas kata wanita berambut pendek itu adalah teman nya


"gue tau tapi loe kira gw bisa kaya loe gw terlalu di pantau ,ini sulit buat gw sendiri"jawab nya dengan tenang sambil menarik napas dalam-dalam


tampaknya mereka sedang berbincang mengenai tentang cara Vita untuk lebih konsisten dalam ambil tindakan terbaik


yah begitulah


pukul 21.00 wib di kediaman kamar Vita


"ha... melelahkan dan amat sangat membosankan tidak ada kegiatan selain bekerja dan istirahat ,tak liburan atau kencan menyedihkan ini"ia mengeluh tak tau harus apa dan bagaimana nyatanya sulit


keesokan harinya...


"bagaimana pun kedepannya aku harus lebih bersemangat...Yap"sambil mengepalkan tangannya Vita mulai melakukan aktivitas kerja nya


"Vita kenapa kamu seperti itu atau ada yang di sembunyikan, cepat papa ingin lihat"tanya papanya penasaran melihat Vita sedang menyimpan sesuatu yang mencurigakan.


"tidak ada aku hanya menyimpan buku ,tak merahasiakan apapun pah" ia merasa cemas dan harap tenang


"anak itu pasti menyembunyikan sesuatu aku harus menggeledah nya hm.. "papa nya berpikir akan mencoba mencari tau apa yang di sembunyikan oleh putrinya

__ADS_1


keesokan harinya...


"loh kenapa gk ada apa jangan-jangan papa yang mengambil nya keterlaluan..."ia sangat kaget ketika mencari sesuatu yang ia simpan hilang,Vita berusaha mencari nya tetapi tak membuahkan hasilnya.


"ini yang kau cari bukan!"sambil memegang sebuah benda di tangan nya itu


ternyata benar papa nya yang telah mengambil barang miliknya


"papa tau itu sangat tidak sopan lain kali bicara lebih dulu jangan begitu"ia sangat kesal dan ia tak mengerti kenapa papa nya selalu mengambil barang yang bukan haknya, meski itu milik putri nya sendiri,tanpa izin pun


tetapi menyerah jika seandainya papa nya memarahi nya


"ini buku apa kamu tak pantas membaca buku tak penting memang nya kau itu tak ada kegiatan apa dengan itu bisa menghasilkan uang sama sekali tidak!"jawaban papa nya sangat menyakiti hati nya dan kenapa tak pernah menghargai keputusan putri nya sendiri.


"pah...sejak kecil aku suka menulis dan membaca,apa salahnya aku membaca novel ini ,aku sudah dewasa bukan lagi anak kecil dan siapa tau saja aku akan menjadi orang yang sukses apa salahnya aku mencoba dengan hobi ku"jawab nya dengan tenang dan meyakinkan papa nya itu agar tau prestasi nya.


selama ini ia selalu menunjukkan hasil kerja keras nya dan menunjukkan prestasi nya tetapi ia selalu tak di anggap dan memujinya bila ada kemauan atau perasaan nya sedang bahagia.


sebenarnya seperti apapun kondisinya ayah harus lah jadi panutan bagi keluarga nya karena seorang pemimpin dalam keluarga baik susah maupun senang


malam harinya pukul 00.00 wib


Vita terbangun di malam hari dan memohon doa setelah ia menyelesaikan sholat tahajud


"ya Allah lindungilah keluarga hamba dari segala permasalahannya dan ampunilah papaku dan jadikan aku sebagai orang yang sukses kelak bisa membawa orang tua ku ke tanah suci amin..."dalam doanya ia panjatkan syukur nya amin


keesokan paginya...


"aku sangat lelah tapi aku akan berjuang semaksimal mungkin semangat ganbatte..."Vita berlari penuh dengan semangat membaranya


siang pukul 13.00 wib di tempat pekerjaan Vita


"aku jadi tak berselera makan hanya karena memikirkan keluarga ku , menentang bukanlah hal yang mudah"pikir nya begitu ia tau seperti apa kondisi keluarga nya saat ini, meski begitu ia sangat mencintai keluarga nya meski ia harus mengorbankan perasaan bahagia nya

__ADS_1


mungkin menurut orang lain orang tua selalu melakukan yang terbaik untuk masa depan anak anak nya tapi jika ada orang tua yang terlalu mencampuri urusan anaknya apalagi sudah dewasa apa itu sangat pantas padahal anak tersebut telah memberikan yang terbaik untuk kedua orang tuanya dan bahkan rela harus kehilangan rasa bahagia nya .


apalagi ia harus menanggung beban,


bekerja belum lagi hasil usahanya dan larangan jatuh cinta bagaimana pendapat kalian masing masing perihal tersebut


petang pukul 19.00 wib...


"jam berapa ini pulang jam segini apa kamu menyimpang ke tempat lain"tanya papa Vita


menurut papanya ini terlalu malam, memang nya perusahaan papa nya sehingga bisa mengatur sesuka nya (pikir Vita begitu)


"aku lelah jangan mengajak berdebat , pekerjaan tadi sangat banyak tentunya aku pulang jam segini ,ini kan memang jadwal nya papa"jawab Vita dengan lemas


setelah mandi ia langsung makan malam yang telah di siapkan untuk nya dan beristirahat sesudahnya


keesokan harinya...


"jangan sampai masalah lagi sekarang , pekerjaan ini membuat ku lelah pikiran"dalam perjalanan ia mengeluh lemas


"keuntungan pemasukan keuangan hari ini cukup lumayan tapi kalian lebih konsisten lagi dalam pekerjaan , mengerti..!"perintah kak Sanjaya pada anak buahnya


kak Sanjaya bersama pacarnya tampak terlihat bahagia dan mesra tak kenapa rasanya terasa iri dan sedih, mungkin karena jomblo (pikir Vita begitu sambil melihat kedua pasangan itu)


mengapa keadaan ini menyulitkan dirinya ia hanya mampu berkata andai aku bisa menerangi dunia tapi sepertinya ia butuh penerangan


"tidak aku tidak ingin ingin sendiri ku mohon jangan biarkan aku sendirian , arrrght..."


ternyata ia bermimpi buruk bahwa ia akan sendirian dan menangis sepanjang masa


"ku mohon bebaskan aku dari beban ini aku tak mampu menampung sendiri "dalam doanya sepanjang hari


"papa cukup jangan menyiksa ku ini membuat ku menderita kenapa aku ini hiks..."papa Vita mendorong Vita dan menggesek telinga nya sehingga memerah

__ADS_1


papanya marah karena melihat Vita tak sengaja berbicara dengan pria


__ADS_2