Setangkai Bunga Dan Sebutir Pasir

Setangkai Bunga Dan Sebutir Pasir
melangkah...


__ADS_3

hari demi hari ku lalui dari waktu ke waktu


perjalanan yang panjang masih di lewati


terkadang hidup tak selalu benar ada salahnya, karena kehidupan tak selamanya berjalan lancar kami yang biasa saja dan tak begitu sempurna itulah makna kehidupan ini


jika kematian datang dengan cepat tak mungkin ada kehidupan kedua


awalnya kami seperti kertas suci dan bersih namun ternoda oleh catatan sejarah


lanjut kehidupan Vita...


"apa seburuk itu aku di mata mu kenapa kamu sekejam ini padaku"tanyaku


revin terdiam melihat ku ia seakan tak bersalah ,ya tuhan lelaki macam apa dia ini


"ya udah kalau mau udahan aja"kata nya


jedder...bagai di sambar petir ia dengan mudah nya mengatakan hal itu pada ku


"tuhan ini gak adil untuk ku ,aku yang baik dan tulus tapi tersakiti kenapa mereka semua jahat hiks..."aku menangis dan menjerit sungguh bagaikan mati tersayat


ya Allah apa salah hamba meski dosa ku besar tapi aku sudah menanggung penderitaan sejak kecil


aku mengurung diri di kamar dan sesaat aku menangis memeluk bantal guling ku


hari pun berlalu...


aku berusaha untuk tetap bertahan hidup dan kuat meski hancur hidup ku


pekerjaan yang melelahkan dan membuat ku kehabisan waktu aku bertekad untuk mengubah keadaan dan segera menutup lembaran lama meski tak mudah yang dik


bruk...aku terjatuh dan sedikit pusing


"Vita kamu kenapa istirahat dulu sana"kata rekan kerja ku


aku terlambat makan sehingga mudah maag


"Vita jangan terlalu banyak pikiran"kata Wina


"iya paham makasih"kata ku


keesokan harinya...


aku bertekad mengubah keadaan meski sulit namun aku berusaha semaksimal mungkin


kegagalan yang terjadi harus lebih berhati-hati dalam urusan


hari ini aku berusaha mencari pekerjaan sudah kesana-kemari tetapi belum juga dapat


aku tetap tak menyerah dan berusaha lebih


sementara itu uang ku menipis


"kuota abis minta sama mama kasian"aku mulai merasa jenuh di rumah


terlebih selalu bertengkar dengan papa ku


waktu yang kujalani setelah mendapat kan pekerjaan semangat membara mulai terbangun


malam harinya...


aku terbangun pukul 00.05 wib seperti biasa selalu terbangun malam

__ADS_1


aku mulai mengerjakan tugas yaitu penulis novel aku mulai menggeruti karya ini bukan sekedar hobi melainkan inspirasi hidup dan obat penenang bagi ku


ku mulai dengan membuat judul dan mulai episode awal siapa sangka sebelumnya aku menyukai penulis sejak usia kecil


saat itu aku menulis di beberapa buku catatan dan berpikir aku tak mampu menerbitkan nya bagaimana ketidak mampu biaya dan waktu


bagi orang tua ku itu mustahil tak kan pernah bisa karena mereka memandang tak punya apapun ya betul aku adalah gadis dari keluarga tak punya sekolah saja biaya ada kekurangan seperti kebutuhan pokok maupun lainnya saat itu mama ku yang bangkrut dari pekerjaan nya karena pabrik yang tidak memproduksi lagi


membuat kami sulit ,papa ku yang sulit mendapatkan pekerjaan


saat itu aku ingin mengubah keadaan dan fokus dengan tujuan ku


tak ku sangka kehilangan pola pikir karena lelaki itu ia seperti mencuci otak ku


"hei Vita kebetulan kamu disini ada yang harus aku sampaikan"kata Wina


kami pun berbincang di suatu tempat nongkrong sambil meminum segelas kopi


"apa perlombaan bagaimana bisa aku tak mampu melakukan nya"jawab ku


"ayolah aku membutuhkan pasangan ku pikir kau cocok tepat dengan ku"kata Wina


"aku ragu jika ku gagal kau akan kecewa pada ku"jawab ku


"apa kau bercanda menang atau kalah itu hal biasa dalam perlombaan namun usaha yang paling penting"kata Wina meyakinkan ku


"hm ... baiklah aku pikir dahulu dan orang tua ku tak mungkin mengizinkan ku"jawab ku


Wina mengangguk


"aku tunggu ya hubungi aku ok"ia terlihat berharap


setelah beberapa hari...


"iya jadi kita harus bagaimana "tanya ku


kami pun berlatih dan aku tak memberi tau pada orang tua ku karena ini keinginan ku meraih semampuku


setelah waktu begitu dekat...


aku dan Wina menunggu untuk tampil ternyata aku dan agak sedikit gugup


namun kami telah berusaha semaksimal


semua juri dan penonton menyaksikan kami


dan aku terasa gemetar


setelah selesai juri menilai kami dan tinggal menunggu hasil akhirnya


"baik lah pemenang kontes peragaan kelompok adalah..."


deg...dag...Dig...Dug...


akhirnya kami masuk peringkat ketiga


tak masalah kami bersyukur Wina tersenyum


"mama dan papa lihat ini kami menang ,"Wina


tersenyum menghampiri papa dan mamanya


mereka tampak bahagia dan orang tua nya juga memeluk Wina terasa hangat

__ADS_1


"oh iya kenal kan ini teman ku yang aku ceritakan itu ini Vita"Wina mengenal kan nya padaku


"salam om ,Tante "aku mengangguk hormat


"kamu anak yang baik terimakasih ya telah membantu Wina "sambil tersenyum


rasa nya ingin sekali seperti mereka terasa hangat dan senyum yang mengembang


aku pun izin untuk pulang


"ya aku izin tidak masuk kerja *membantu Wina tak masalah kasian itu keinginan nya


"aku perlu beristirahat lelah sekali setelah ini*"


berbaring di tempat tidur sepulang ku


"kamu kelihatan capek memang nya dari mana"tanya papa


"yang namanya bekerja pasti lelah papa"


jawab ku


keesokan paginya...


"mama sabar ya aku tau mama capek aku akan berusaha agar kita bisa lebih baik"kataku


aku memeluk mama ku sambil mencium nya


"pagi buk,pak"sapa ku pada bos


"bagaimana apa ada peningkatan jumlah"tanya buk bos


iya aku bekerja di tempat ini sebagai kasir


meski lelah pendapat tak sesuai namun tetap


bersyukur apa yang di berikan oleh Allah


"insyaallah buk lumayan walaupun tak banyak"jawab ku


"iya nanti kalau lebih banyak kamu gaji nya akan ku tingkat kan"kata pak bos


sorenya...


"pesanan ada banyak hari ini nanti akan di kirim setelah itu"perintah ku


"hei aku tak suka dia cari perhatian dengan bos"lelaki mereka adalah pekerja sama seperti ku tampak nya mereka tak menyukai ku


"kita singkirkan saja dia bagaimana"Galuh


"caranya gimana"Zaky


keesokan harinya...


"ada apa ini kenapa kalian seperti ini banyak kiriman tapi kalian malah diam"kata Bu bos


"dia yang bertanggung jawab kenapa gk bilang emang kami tau"Galuh


"itu tidak benar aku sudah mengatakan nya tapi kata mereka nanti setelah hari ini"jawab ku


"kapan jangan mengarang"Zaky


tetap saja sudah ku jelaskan masih tak percaya ,aku tak menyangka mereka sekejam

__ADS_1


aku memutuskan berhenti keluar


__ADS_2