
hari demi hari ku lalui dari waktu ke waktu
perjalanan yang panjang masih di lewati
terkadang hidup tak selalu benar ada salahnya, karena kehidupan tak selamanya berjalan lancar kami yang biasa saja dan tak begitu sempurna itulah makna kehidupan ini
jika kematian datang dengan cepat tak mungkin ada kehidupan kedua
awalnya kami seperti kertas suci dan bersih namun ternoda oleh catatan sejarah
lanjut kehidupan Vita...
"apa seburuk itu aku di mata mu kenapa kamu sekejam ini padaku"tanyaku
revin terdiam melihat ku ia seakan tak bersalah ,ya tuhan lelaki macam apa dia ini
"ya udah kalau mau udahan aja"kata nya
jedder...bagai di sambar petir ia dengan mudah nya mengatakan hal itu pada ku
"tuhan ini gak adil untuk ku ,aku yang baik dan tulus tapi tersakiti kenapa mereka semua jahat hiks..."aku menangis dan menjerit sungguh bagaikan mati tersayat
ya Allah apa salah hamba meski dosa ku besar tapi aku sudah menanggung penderitaan sejak kecil
aku mengurung diri di kamar dan sesaat aku menangis memeluk bantal guling ku
hari pun berlalu...
aku berusaha untuk tetap bertahan hidup dan kuat meski hancur hidup ku
pekerjaan yang melelahkan dan membuat ku kehabisan waktu aku bertekad untuk mengubah keadaan dan segera menutup lembaran lama meski tak mudah yang dik
bruk...aku terjatuh dan sedikit pusing
"Vita kamu kenapa istirahat dulu sana"kata rekan kerja ku
aku terlambat makan sehingga mudah maag
"Vita jangan terlalu banyak pikiran"kata Wina
"iya paham makasih"kata ku
keesokan harinya...
aku bertekad mengubah keadaan meski sulit namun aku berusaha semaksimal mungkin
kegagalan yang terjadi harus lebih berhati-hati dalam urusan
hari ini aku berusaha mencari pekerjaan sudah kesana-kemari tetapi belum juga dapat
aku tetap tak menyerah dan berusaha lebih
sementara itu uang ku menipis
"kuota abis minta sama mama kasian"aku mulai merasa jenuh di rumah
terlebih selalu bertengkar dengan papa ku
waktu yang kujalani setelah mendapat kan pekerjaan semangat membara mulai terbangun
malam harinya...
aku terbangun pukul 00.05 wib seperti biasa selalu terbangun malam
__ADS_1
aku mulai mengerjakan tugas yaitu penulis novel aku mulai menggeruti karya ini bukan sekedar hobi melainkan inspirasi hidup dan obat penenang bagi ku
ku mulai dengan membuat judul dan mulai episode awal siapa sangka sebelumnya aku menyukai penulis sejak usia kecil
saat itu aku menulis di beberapa buku catatan dan berpikir aku tak mampu menerbitkan nya bagaimana ketidak mampu biaya dan waktu
bagi orang tua ku itu mustahil tak kan pernah bisa karena mereka memandang tak punya apapun ya betul aku adalah gadis dari keluarga tak punya sekolah saja biaya ada kekurangan seperti kebutuhan pokok maupun lainnya saat itu mama ku yang bangkrut dari pekerjaan nya karena pabrik yang tidak memproduksi lagi
membuat kami sulit ,papa ku yang sulit mendapatkan pekerjaan
saat itu aku ingin mengubah keadaan dan fokus dengan tujuan ku
tak ku sangka kehilangan pola pikir karena lelaki itu ia seperti mencuci otak ku
"hei Vita kebetulan kamu disini ada yang harus aku sampaikan"kata Wina
kami pun berbincang di suatu tempat nongkrong sambil meminum segelas kopi
"apa perlombaan bagaimana bisa aku tak mampu melakukan nya"jawab ku
"ayolah aku membutuhkan pasangan ku pikir kau cocok tepat dengan ku"kata Wina
"aku ragu jika ku gagal kau akan kecewa pada ku"jawab ku
"apa kau bercanda menang atau kalah itu hal biasa dalam perlombaan namun usaha yang paling penting"kata Wina meyakinkan ku
"hm ... baiklah aku pikir dahulu dan orang tua ku tak mungkin mengizinkan ku"jawab ku
Wina mengangguk
"aku tunggu ya hubungi aku ok"ia terlihat berharap
setelah beberapa hari...
"iya jadi kita harus bagaimana "tanya ku
kami pun berlatih dan aku tak memberi tau pada orang tua ku karena ini keinginan ku meraih semampuku
setelah waktu begitu dekat...
aku dan Wina menunggu untuk tampil ternyata aku dan agak sedikit gugup
namun kami telah berusaha semaksimal
semua juri dan penonton menyaksikan kami
dan aku terasa gemetar
setelah selesai juri menilai kami dan tinggal menunggu hasil akhirnya
"baik lah pemenang kontes peragaan kelompok adalah..."
deg...dag...Dig...Dug...
akhirnya kami masuk peringkat ketiga
tak masalah kami bersyukur Wina tersenyum
"mama dan papa lihat ini kami menang ,"Wina
tersenyum menghampiri papa dan mamanya
mereka tampak bahagia dan orang tua nya juga memeluk Wina terasa hangat
__ADS_1
"oh iya kenal kan ini teman ku yang aku ceritakan itu ini Vita"Wina mengenal kan nya padaku
"salam om ,Tante "aku mengangguk hormat
"kamu anak yang baik terimakasih ya telah membantu Wina "sambil tersenyum
rasa nya ingin sekali seperti mereka terasa hangat dan senyum yang mengembang
aku pun izin untuk pulang
"ya aku izin tidak masuk kerja *membantu Wina tak masalah kasian itu keinginan nya
"aku perlu beristirahat lelah sekali setelah ini*"
berbaring di tempat tidur sepulang ku
"kamu kelihatan capek memang nya dari mana"tanya papa
"yang namanya bekerja pasti lelah papa"
jawab ku
keesokan paginya...
"mama sabar ya aku tau mama capek aku akan berusaha agar kita bisa lebih baik"kataku
aku memeluk mama ku sambil mencium nya
"pagi buk,pak"sapa ku pada bos
"bagaimana apa ada peningkatan jumlah"tanya buk bos
iya aku bekerja di tempat ini sebagai kasir
meski lelah pendapat tak sesuai namun tetap
bersyukur apa yang di berikan oleh Allah
"insyaallah buk lumayan walaupun tak banyak"jawab ku
"iya nanti kalau lebih banyak kamu gaji nya akan ku tingkat kan"kata pak bos
sorenya...
"pesanan ada banyak hari ini nanti akan di kirim setelah itu"perintah ku
"hei aku tak suka dia cari perhatian dengan bos"lelaki mereka adalah pekerja sama seperti ku tampak nya mereka tak menyukai ku
"kita singkirkan saja dia bagaimana"Galuh
"caranya gimana"Zaky
keesokan harinya...
"ada apa ini kenapa kalian seperti ini banyak kiriman tapi kalian malah diam"kata Bu bos
"dia yang bertanggung jawab kenapa gk bilang emang kami tau"Galuh
"itu tidak benar aku sudah mengatakan nya tapi kata mereka nanti setelah hari ini"jawab ku
"kapan jangan mengarang"Zaky
tetap saja sudah ku jelaskan masih tak percaya ,aku tak menyangka mereka sekejam
__ADS_1
aku memutuskan berhenti keluar