Setangkai Bunga Dan Sebutir Pasir

Setangkai Bunga Dan Sebutir Pasir
siapa dia


__ADS_3

"Bu tadi aku lihat anak kecil menangis ketakutan kenapa ya"tanya anak lelaki pada ibunya "mungkin dia sedang di merasa tak enak badan sudah jangan di pikiran"jawab sang ibu


hari ini Minggu aku berjalan ke luar melihat anak kecil berlarian Tampak gembira dan mereka bermain petak umpet atau bermain tali aku berjalan seketika ingin menghampiri papa ku menarik diriku dan berkata


"main lah di dalam di sana bukan tempat mu"


aku mengangguk ia polos


menghabiskan waktu dengan mainan yang ada di rumah dan berkata aku bosan pikir ku begitu "hei adek imut siapa namamu boleh tau" seorang wanita asing aku tak mengenal nya tapi ia tampak melihat ke arah ku


aku pergi meninggalkan nya tak pikir panjang kata papaku


"janganlah berbicara dengan orang asing , berbahaya dan jangan menjawab pula"


pergi berjalan memakai kaos polos bersama dengan mama menuntun jalan ku


"mama ini di mana"tanya Vita ke luarcil


"ini rumah teman mama ayo mereka menunggu "jawab Mama


tap pikir panjang kami masuk ke rumah teman mama terlihat bagus dan rapi


"sini jangan sungkan "wanita bertubuh besar mengiyakan dan ada anak kecil juga di sana


kami akrab dan bermain bersama


sepulang nya kami berjanji akan bermain lagi esok nanti


saat di rumah Vita membicarakan hal yang menarik


"mama ,papa kapan ya kita memiliki rumah seperti itu dan aku dengar mereka memiliki bisnis aku pingin seperti itu"tanya polos Vita yang masih kecil


"kalau begitu tunggu kau dewasa dan bekerja jadilah seperti itu"jawab sang papa


"kenapa harus aku dewasa memang nya kita tak bisa seperti itu ،mama kan bekerja di pabrik "ia tak paham


"pengeluaran banyak dan kamu tak kan paham"Kata sang mama


"hm kalau begitu aku harus tumbuh dewasa agar bisa melakukan apapun dan jadi pengusaha "pikir Vita begitu


keesokan harinya

__ADS_1


"mama kok ramai sekali ada apa ya"tanya ku


kami langsung masuk dan ternyata banyak orang di sini aku merasa heran dan tak mengerti apa yang terjadi tapi mereka seperti sedang melakukan pemilihan barang


"eh coba kamu pakai baju ini pasti terlihat ok"


tanya teman mama ku


ia memakai baju yang dipilih kan teman mama dan ada seorang pria bertubuh tinggi ,tampan melihat ke arah ku aku tampak malu hehhehe


setelah memakai beberapa baju


pria itu berkata "kamu cantik Ade"jawab nya


☺️aku sangat malu dan tak bisa berkata apa-apa hehehehe tapi pria ternyata adalah adik teman mamaku nama nya Farhan masih sekolah SMA kelas 1 sementara aku masih kelas 4 wah beda jauh aku gk bisa kejar dong


kita bermain bersama aku dan anak teman mama ku masih kecil ya sekitar usia 6 tahunn lah hahahha rasanya seperti memiliki adik


kak farhan melihat ke arahku dan tatapan yang manis sungguh jantung ku berdegup entah apa yang terjadi


hari berganti terus berlalu aku semakin terus melirik ke arah nya aku tak mengerti tapi rasanya jantungku berdebar hahhah


kak farhan dan aku mengobrol dan saling tersenyum bahagia rasanya tampak seperti Kaka beradik ,tapi aku ada rasa meski masih kecil tapi apa dia ada rasa padaku tanyaku penasaran sambil melihat ke arah nya


semakin melirik ke arah nya aku semakin menahan perasaan yang tak terduga


"kenapa kamu apa ada sesuatu atau kamu sakit"tanya nya padaku


aku terkaget ketika ia melihat ke arah ku


"gk kok kak aku hanya sedang membayangkan dewasa nanti seperti apa"jawab ku begitu


"kamu cantik , pintar dan pasti banyak yang merebut kan mu"dengan melihat ke arah depan "hehehe Kaka bisa aja ,aku gk yakin"


Vita tersenyum malu-malu


"ingat ya kamu ketika dewasa jangan mengecewakan orang tua dan percaya kebahagiaan itu ada"jawab nya dengan tenang " apa benar kak, kuharap begitu dan selalu merasa amat tenang tanpa rasa cemas sedikit pun tapi aku takutkan cita citaku takkan sejauh itu,"tanya ku cemas


"kamu pasti bisa dek semangat percaya Kaka"


sambil memegang pundak ku

__ADS_1


aku tersenyum malu dan menundukkan kepala ku dan tersenyum kembali jangan mencoba pesimis terus bangkit dan maju


hari mulai berlalu tak terasa aku selalu bermain ke rumah nya dan tertawa bersama


"cie Kaka jangan jangan jadian ya ayo


dong kata mang Farhan,suka"anak yang bermain dengan ku dengan polosnya urung


qyzmengatakan hal itu"issth... berisik apa yang kamu katakan ih "aku tampak kaget dan tercengang


aku bermain ke luar bersama teman teman kecil ku dari tampak terlihat kak farhan melihat ke arah ku seperti mengamati


aku tak paham apa yang terjadi


seandainya aku memiliki segalanya tak kan merasa menghindari hal seperti ini


"Farhan kamu jaga Fadil bentar ya aku keluar ada urusan"kata Tante dila teman mama Vita


dan anak kecil yang bermain dengannya namanya Fadil keponakan kak farhan


sore harinya


"Fadil kamu ada di rumah gk Kaka datang nih"


tanyaku aku langsung masuk karena rumah terbuka dan menghampiri Fadil ternyata ada tapi dia bersama kak farhan


"sini masuk kak lagi pula tak ada siapapun di sini mama keluar dan aku sama paman Farhan"jawab nya polos


cemas tapi aku merasa deg. ...degan entah ada apa ya mungkin


aku bermain bersama dan sejenak istirahat lelah ,"ini kamu minum dulu "sambil memberikan air dingin pada Vita


tangan kami tak sengaja saling memegang gelas aku lantas panik dan segera minum air itu ia melihat sambil tersenyum padaku


tampaknya ia seperti memikirkan sesuatu


tapi apa ya , seketika ada hal aneh yang kupikirkan pula, sudah lah mana mungkin Kaka Farhan menyukai ku jawab ku begitu


"makasih kak"sambil menaruh gelas


"iya sama-sama jangan sungkan di sini ,udah ya Fadil kasian kakanya capek istirahat dulu"jawab nya sambil memegang Dede Fadil

__ADS_1


sudah 2 jam aku bermain seketika aku hampir pamit pulang,Fadil menahan tangan ku dan berkata "kak jangan pulang nginap saja di sini,ya paman"tanya Fadil polos


"tentu gk apa,"kak farhan langsung mengiyakan keinginan fadil , seketika aku tercengang dan menjawab "gk dek,Kaka harus pulang mama nunggu Kaka"jawab ku begitu Lalu Tante dila datang dan Fadil langsung menanyakan keinginan nya untuk aku menginap ,haduh gawat ini aku segera pamit pulang


__ADS_2