
sudah berhari hari entah berapa Minggu mereka saling menghindar satu sama lain
Farhan pergi keluar dan Vita tak pernah datang ke rumah Fadil dengan alasan sibuk tugas pr dan Farhan sekarang mulai mencoba berpikir jika ia tak berusaha untuk apa ia berada di sini hanya akan menyakiti
"Farhan akhir akhir ini kamu selalu pergi ini malam "kata Tante dila
"aku cuma main sama temen , tenang aja mba aku akan pulang "farhan pergi
"sebaiknya jangan di tahan kalau dia ingin seperti itu biarkan hati nya yang memilih"
kata seorang pria bertubuh tinggi suami nya om Gunawan seorang pelaut
keesokan harinya
"Farhan mba mau ngomong sama kamu"
mereka saling mengobrol dan ternyata Tante dila setuju biarkan Farhan memilih kehendak hatinya "jadi Vita aku bisa"senyum di wajahnya "tapi kalau dia suka sama kamu , kalau tidak kamu jangan memaksa ya"
perintah mba nya
"ya aku akan melihat perkembangan nya dan mba bantu aku lihat ya perkembangan nya"
dengan harapan
"Farhan mba memang mengizinkan kamu tapi bukan berarti kamu bisa dengan mudah apalagi dia asal keluarga nya seperti itu"
bisik pelan Tante dila
"jadi kamu gk suka sam anak manis itu"tanya
suami nya"aku suka tapi dia keluarga nya seperti itu dan aku melakukan ini karena aku sayang pada adikku "kata Tante pada suaminya tersebut ia bicara
"Vita jarang kesini kenapa"tanya
__ADS_1
Farhan pada Tante dila ia bingung kenapa Vita selalu menghindar darinya apa yang terjadi pasti berhubungan dengan soal kejadian itu dan Farhan berupaya agar Fadil keponakan nya bisa membujuk vita agar kesini dia sudah sangat merindukan sosok gadis kecil itu dan berharap dia segera datang pikir nya begitu
sore harinya Vita datang karena Fadil terus merengek meminta nya tuk datang dan Vita merasa biasa saja namun ketika Farhan muncul hal biasa terasa canggung dan tentunya mereka jadi diam diaman tak bicara
hari sudah begitu larut dan waktu sangat singkat mereka hanya menyapa biasa dan tak bicara Farhan juga diam di kamar nya karena ia merasa canggung dan Vita seperti nya juga selalu menghindar darinya
"kenapa aku selalu seperti itu ketika dia ada padahal aku ingin melihat nya"bisik pelan Vita
selama ini begitu banyak penderitaan yang dialami nya dan ia berharap ada kebahagiaan menanti di depan nya meski ia tau ia masih di anggap anak kecil tetapi pikiran nya lebih dewasa dan paham betul keadaan yang Terjadi tak peduli sesulit apapun kondisinya ia akan berusaha untuk bangkit dan mengubah keadaan situasi
"apa pindah memang nya kita pindah kemana mama "tanyaku
waktu tinggal beberapa hari lagi aku akan pindah dan tak akan lihat lagi Kaka Farhan bagiku tak masalahkan tapi kenapa rasanya begitu berat seperti tak ingin berpisah dengan orang tercinta (aduh Kenapa pikiran ku begini) vita masih bingung dengan pikiran nya
bahkan ia jarang ke rumah Fadil terlebih ingin menghindari dan juga persiapan akan pindah rumah terlebih ada banyak pr dan Fadil juga merengek ingin bermain dengannya
setelah beberapa hari kemudian Vita dan keluarganya pun rumah saat itu juga kami berpamitan pada Tante dila dan Fadil tidur kalau kami bangun kan dia pasti menangis dan tak tega Kaka Farhan juga tak ada entah kemana tapi bagus juga aku gk perlu repot-repot tapi rasanya benar-benar ingin bertemu untuk terakhir kalinya meski hanya melihat sebentar saja
bodoh untuk apa aku berpikir Seperti itu jelas jelas dia sama sekali tak ada rasa atau ikut campur dengan ku
kami pergi dengan mobil kolbak aku terus melihat ke arah belakang berharap ia muncul dan sekilas aku melihat dia keluar
lagi pula terlambat bagi nya dan tak ada alasan aku tuk bertahan hanya termenung
1minggu yang lalu di rumah Fadil
"benar Vita akan pindah rumah"farhan mendengar pembicaraan Tante dila dan suami nya
"kamu harus ikhlas dan kalian itu berbeda"
kata Tante dila
"ini bukan soal ikhlas atau tidak tapi mba janji kan izinkan aku bebas menentukan pilihan ku sendiri"farhan merasa kecewa
__ADS_1
dan dengan jelas mereka mengatakan
sehingga Farhan mengerti
"benar juga aku terlalu egois,Vita masih panjang harapan jadi tak seharusnya aku menganggu dengan perasaan yang sulit di mengerti " Farhan segera kembali ke kamar nya "syukur lah akhirnya dia mengerti dan takkan berpikir terlalu jauh "kata Tante dila
"akhirnya setelah selesai beres beres bisa leluasa istirahat pindahan itu melelahkan dan sangat tak ingin pindah lagi"jawab Vita sembari tidur di kasurnya terlelap
"Farhan gimana menurut mba setelah kuliah mba mau perkenalkan kamu sama anak teman mba dia cantik orang nya"sembari menunjuk kan foto padanya
tetap saja Farhan terdiam dan tak mengatakan apapun ia pergi menuju kamarnya dan beristirahat sembari memikirkan sedang apa Vita saat ini
"Vita nanti SMP di mana"tanya temanku
"oh tergantung pada nilai-nilai lapor"kata Vita sembari terdiam merenung
"jelas jelas hanya pindah rumah bukan sekolah kenapa masih berpikir tentang kak farhan sih"tanyanya penasaran dan masih ingin tau sebenarnya
sebentar lagi akan diadakan ujian Vita mulai menyiapkan pembelajaran ia mulai sibuk dengan mata pelajaran nya setiap pulang sekolah ia belajar dan mengerjakan tugas nya di tambah lagi mengahadapi situasi papanya yang sangat arogan perlahan ia hadapi dengan tenang dan semangat namun kenyataannya ia harus menerima hukuman bila papa nya marah tak terkontrol bisa di katakan papa Vita termasuk orang yang sulit mengontrol diri
ulangan membuat dirinya sangat lelah di kamarnya sambil belajar pikiran nya Terhenti tentang kak farhan
"sekarang lagi apa ya apa fadil menangis aku juga rindu dengan Kaka Farhan "sambil memutar pensil dengan jemarinya
"mama ,papa gk pulang kebiasaan pasti senang sendiri sama orang itu"tanya vita polos mamanya hanya terdiam tidak menjawab apapun akhir akhir ini papanya seperti mengabaikan dirinya dan seperti menyembunyikan sesuatu
di luar yang sangat tenang dan nyaman
"kau ajarkan anakmu itu bersikap tidak ikut campur dalam urusan dewasa"lagi lagi papa marah dan bertengkar dengan mama
"jelas dia hampir sudah dewasa ,kau harus memiliki nya bersikap tanggung jawab sebagai seorang ayah"mama Vita membantah akhir akhir ini mamanya berani berkata tapi tak bisa berbuat apa-apa
"mau sampai kapan kalian bertengkar aku lelah mendengar nya"Vita menghentikan pertengkaran mereka
__ADS_1