Setangkai Bunga Dan Sebutir Pasir

Setangkai Bunga Dan Sebutir Pasir
dia yang sebenarnya


__ADS_3

Vita telah mengenal pria itu namanya Doni


kelihatan nya diam tapi tau asli nya sulit


kami mulai dekat dan makin dekat


awalnya kami sebagai kakak beradik saja namun dia menatap ku dan penuh rasa aneh


"kakak memang tinggal sendirian"tanyaku penasaran


"gk sendirian lebih baik"katanya


kami sangat senang dan ia tersenyum padaku


dia menyukai bermain gitar aku memintanya untuk memainkan sebuah lagu yang bagus tapi dia tampak malu hehhehe


"kamu sudah punya pacar"tanyanya


aku kaget dengan pertanyaan nya


"kenapa kak"tanyaku


"ya gk apa sih cuma kalau punya gk enak"


jawab nya


"belum kak kan aku fokus belajar tadi nya"


kata ku


"oh kalau kamu gk keberatan mau gk sama Kaka ya gk maksa"kata Doni


aku kaget lagi dan menghela nafas pelan dan


berpikir ulang


"nanti gimana nanti kak aku gk bisa jawab"


jawab ku


"baiklah gk apa tapi kamu nanti besok kesini lagi ya"jawab nya


aku pergi dan mengatakan hal tadi pada mama tapi kupikir mama memang setuju tapi aku gk bisa kan gk ada rasa padanya apa yang harus di jalankan


"udh siapa tau dia cowok baik,terus bisa kasih kamu jajan "kata mama


"apa hubungannya jajan sama dia orang aku gk suka"kataku


"Vita dia kan lumayan kelihatan nya diam gitu"


kata mama


"tujuan mama dekati aku sama dia buat apa"


jawab ku


"tentu buat bikin kamu happy di tambah teman mama bilang kamu gk laku"kata mama


"kan mama bilang aku jangan pacaran sebelum sekolah sekarang bilang aku gitu"


aku kesel dengan sikap mama seperti itu seakan aku ini apa yang harus bermain peran


"gimana jawaban nya"tanya Doni padaku


"ya jalani saja coba"jawab ku


"iya gk apa kok"kata Doni


kami berpegangan tangan dan tersenyum


hari berikutnya


chat jarang karena aku tak ada hpnya

__ADS_1


paling menyamper nya kami ngobrol dan asyik bermain gitar


dia menarik tanganku ke pelukannya


aku terkejut dan segera bangun dia tersenyum aku malu


aku berjaga jarak dengannya dia mendekati ku lagi dan menarik tangan ku lagi


aku mencubit kaki nya


"jangan menarik ku,aku gk kan segan tuk mencabut bulu kaki mu"ancam ku


tentu saja risih dengan sikap nya menarik ku dipeluk sih gk apa tapi aku gk kan biar kan dia berbuat aneh akubkan masih sekolah


lagi pula aku tidak ada rasa cinta aneh sekali


"kamu galak ya ,sini jangan jauh-jauh"katanya


dia menatap ku dan mendekati bibir nya pada ku ,aku mendorongnya


"maaf tapi lain kali saja lah aku pulang ya"


kata ku pergi


dia melihat ku pergi


saat di kamar ku


aku takkan biarkan sembarangan mengambil kesempatan tanpa izin ku(pikir ku begitu)


hari bersama kulakukan bosen tak jalan tentunya sangat bosen


aku memintanya untuk mengantarkan ku ke suatu tempat ia setuju dan aku menunggu di luar rumah


mama melihat ku dan tersenyum ini keinginan mama bukan aku


saat berada di motor kami berbicara sebentar


"kamu pegang yang kencang tar jatuh"kata


ku perhatikan dia sangat pelit tak memberikan aku apa pun dan selain itu dia tak pernah mengajak ku jalan


pacar apa ini yang ada sial tau....


"kenapa Kaka tak bisa diam aku pulang ah"


jawab ku risih dia memeluk ku tapi terasa tak nyaman saat aku mau pergi karena kesal dia menarikku dan mendorong ku


"Kaka lepas kan aku , kakak ini jangan aneh aneh"kataku kesal


"aku gk minta yang aneh cuma sebentar saja kamu jangan menghindari ku"katanya


Doni tak melepaskan ku


ia ingin mencium ku tapi akhirnya menolak


"gk Kaka aku gk bisa lepaskan aku"kataku


tapi dia malah memaksa ku untuk berciuman


aku dorong dia dan ia memegang tangan ku


ternyata tenaga nya besar sungguh membuat ku kehabisan energi


aku pun pergi meninggalkan nya dengan ekspresi kesal


"kenapa dia memaksaku untuk berciuman aku kan gak mau hiks...."tangis ku tak tertahankan


"ya Tuhan semoga kau melindungi ku"doaku


hari berlalu dan aku selalu menghindar dari nya karena sikap nya yang membuat aku merasa takut apalagi waktu itu aku melihat ada pakaian wanita seperti nya itu punya pacar nya dan aku merasa dia berbohong pada ku


aku memutuskan untuk menyamper nya

__ADS_1


"aku ganggu gk"kataku


"gk kamu kemana aja kok gk kesini"katanya


"Kaka punya pacar kan"tanyaku


"iya kamu pacar nya"jawab nya


"bukan selain aku"tanyaku


dia terdiam dan menarik ku ke pelukannya


"cuma kamu kok gk yang lain"jawab nya


sambil memeluk ku


"terus itu pakaian siapa"tanyaku


sambil menunjuk ke arah pakaian


"oh itu punya adik ku kemarin kesini nginap"


kata Doni


"oh ya udah aku harus pulang dulu ya"pamit


ku dia menarikku dan


"sebentar sebelum pulang aku masih kangen"


katanya


dia mendorong ke arah tembok dan memeluk ku mencium ku tapi aku merasa tak nyaman


tak ada rasa cinta apapun yang kurasakan


"sudah ya aku pulang"kata ku


dia tersenyum melihat ku


bahkan dia tak romantis mengajak jalan-jalan tak pernah dan memberikan sesuatu pun juga tak pernah dan usia kita yang jauh beda 6 tahun aku yang belum lulus sekolah masih di bawah umur tak berani jauh untuk serius


waktu berlalu aku jarang menemui nya dan Hanya mendengar kabar dari mama saja


aku memutuskan ke sana dan lagi lagi pakaian wanita


"Kaka sebenarnya dia cewek Kaka kan"kataku


"bukan dia adikku"katanya


"terserah kalau dia pacar Kaka jangan ganggu aku dan aku gk mau masalah"kataku


dia memeluk ku erat


"percaya dia adik ku"kata nya


"masa adik di sini terus aku boleh kenalan gk"


jawab ku


dia terlihat diam dan amat sangat diam suasana sangat hening


"iya tar kalau kesini kamu kan gk ada "katanya


"terus kan bisa Kaka lewat TLP"jawab ku


"gimana mau kasih kabar kamu gk pegang hp terus sibuk sekolah"kata nya


memang ini salah ku tak pegang hp aku membuat ia merasa hubungan ini tak nyaman tapi semua karena orang tua (papa)


tapi jujur aku kecewa karena dia pelit dan tak pernah memberikan aku sesuatu


aku merasa bosan dengan nya perlahan aku menghindar dari nya dan konflik terjadi

__ADS_1


"jangan SMS aku sibuk"untungnya masih bisa


SMS biasa


__ADS_2