
hujan dengan di sertai petir hembusan angin malam yang dingin tik..tik...
tap..tap... langkah kaki melangkah terus
seorang gadis dengan pakaian basah dan sangat kedinginan
hari sudah malam Tah kemana ia harus pergi
di sini amatlah dingin dan banyak genangan air ,kotor ,dan sangat tak nyaman
Vita terus berjalan tak peduli dengan keadaan nya baginya ini sudah sering terjadi Tah kapan berakhirnya semua masalah tapi jelas jelas terlihat ia adalah korban dari sikap orang tuanya.
sementara itu di tempat lain , tempat kediaman revin
"revin loe yakin gk akan tertarik ,gw rasa loe harus pertimbangkan ya mumpung gw kasih waktu nih"tanya sahabat nya itu Andri sambil memainkan handphone nya dengan asyik.
"ok tapi gw tau itu perlu proses,jangan sampai gw yang ngejar sementara itu dia gk respon,ini cuma buat permainan ya jangan loe pikir gw beneran suka sama tuh cewek"jawab nya revin dengan sedikit gugup dan tampak memerah wajah nya☺️
ini semakin larut dan tak tau kemana Vita harus pergi
"gw punya teman tapi gw gk mau bikin repot, apalagi ganggu istirahat nya"ia terus berjalan hingga suatu ketika
tap. tap. ..suara langkah kaki terdengar dekat amat sangat
"mama itu mama,aku gk mau pulang tapi nya, kasian mama sedih pasti khawatir"ia pun pergi ke arah mamanya
tentu saja mamanya menangis terharu
"anak mama jangan pergi meninggalkan mama,mama gk mau kehilangan kamu hiks....."mereka saling berpelukan
kini Vita kembali ke rumah nya dengan perasaan takut,dan tak percaya bahwa ayahnya juga khawatir tapi tetap saja sikapnya tak berubah masih sama
"jangan bersikap bodoh memang nya kau punya apa,di luar sana mau tinggal di mana tetap saja kabur pun kembali ke rumah"dengan ekspresi wajah yang amat menakutkan 😡 itulah nyatanya peduli tapi cara nya salah , terlalu meremehkan anaknya sendiri,dia pikir selama ini siapa yang banyak berkorban kalau bukan putri nya ,Vita
__ADS_1
keesokan harinya pagi pukul 07.00 wib hari amat panjang dan tak terasa sudah sangat cepat
semenjak kejadian itu Vita berpikir untuk mencari cara agar ia mampu bertahan dengan hasil usaha dan itu perlu pembuktian bahwa ia akan mendapatkan usaha nya sendiri, selama ini ia selalu melakukan nya dengan sendiri tanpa terkecuali
"hiks ...gw gk tau sekarang pilih apapun tetap seperti ini, kenyataan nya ini"Vita menangis tersedu-sedu, membasahi pipi nya
disampingnya ada teman curhat dia tampak seperti ibu karena amat sangat nyaman.
"ya kamu nurut aja untuk kedepannya kamu kan kuat ,mba doakan kamu bisa semangat aja ya,udah jangan nangis lagi ok"inilah perempuan sekitar usia 34 tahun , orang terdekat nya dan ibu bagi nya,Vita merasa sangat nyaman dan ingin mencurahkan perasaan nya pada sosok perempuan ini.
"anakku itu bukan cuma kamu,kau pikir kehilangan mu akan membuat saya menangisi mu, pergi lah"deg.. gereger bagai tersambar petir kata kata yang sangat menyakiti hati Vita
ia pun menangis tersedu-sedu...
Vita menyadari ayahnya tak pernah menyayangi nya ia tahu ayahnya hanya menginginkan kebutuhan barang dan uang paling penting.
seperti inikah ia bertahan dengan sekuat ,dan sesabar mungkin Vita berpikir jalan apa yang harus ia lalui
2 Minggu kemudian...
"nak papa harap kau tak pernah berhubungan dengan lelaki manapun karena tugas mu terhadap orang tua masih banyak ,kau mengerti"ayah Vita bicara dengan putri nya ,Vita hanya menunduk dan menuruti perintah ayahnya,tapi dalam hati nya ia menangis, kenapa ayahnya begitu sangat tega,ia tau ini kebaikan untuk nya tapi bagi nya ayahnya tak pernah mengakui kehebatan nya apalagi sayang seperti ayah pada putrinya sesungguhnya.
malam pukul 08.00 wib
"jam berapa ini kenapa kau pulang malam, pasti main kan "tanya ayahnya pada Vita
"maaf papa aku tadi abis ada acara di perusahaan,mau TLP hpnya mati"Vita menjawab dengan menundukkan kepalanya terasa akan di sambar petir
"alah alasan , kurang ajar bilang saja kau main, dasar anak b**g*at"dengan tatapan melotot mata hampir keluar semua.
"besok kau tidak boleh kerja ,awas kau ku kurung di rumah, jangan membantah"ayah nya menunjuk isyarat untuk diam tanpa sepatah katapun Vita menuju ke kamarnya dan tidur.
"nak jangan di pakai perasaan ya mungkin papahmu cape, makan dulu gih"ibunya mengelus kepala Vita dan memeluk nya sambil menangis
__ADS_1
"mama jangan nangis aku gk apa apa kok,kan aku kuat semangat mah."Vita menghapus air mata mamanya dan tersenyum,ia berusaha kuat untuk mamanya yang paling di sayang
sebelumnya...
Vita memang tak berbohong
pukul 18.00wib ia segera membereskan pekerjaan dan tak ingin terlambat untuk pulang.
Namun seketika "Vita kamu jangan dulu pulang ada acara ,bisa kamu hadir vita."tanya bos nya pada Vita
"iya baik Bu,saya segera ke sana, sebentar mau ijin orang tua dulu."Vita segera menelepon tetapi handphone nya mati
apa yang harus kulakukan pikir nya dalam batin hati nya tapi ia tak bisa menolak bos nya ,ia mencoba tenang dan akan ia jelaskan pada papa nya itu nanti.
"akhirnya aku pulang dan aku berencana kasih kejutan besok sama papa , pasti suka"sambil melihat isi tabungannya karena ingin membeli sesuatu untuk ayah nya yang tersayang
sebaliknya ia malah di anggap berbohong padahal ia telah menjelaskan yang sebenarnya mungkin tak sesuai diharapkan
bagi nya papahnya adalah yang terbaik,meski di mata papanya ia tak berarti
pagi hari yang cerah di , suasana hening menyelimuti perjalanan menuju tempat kerja Vita.
"apa kau itu tak becus begitu saja cepat selesai kan pekerjaan mu."bentak kak Sanjaya pada Vita deg...deg hati ini terasa sakit amat sangat
"kenapa kak Sanjaya memarahi ku rasa nya beda dengan yang waktu itu"jelas vita kecewa hatinya tersayat rasanya ingin hilang Tah kemana
"ibu , ayah ayo main lagi hore..."suara anak kecil ia berlari dan ceria bersama orang tua nya mereka tampak bahagia dan tersenyum
di seberang sana mereka keluarga tentram.
Vita sedih dan merasa iri , rasanya ingin sekali seperti itu seandainya aku bisa seperti itu bersama mama dan papa batin vita sambil menangis hiks...hiks...
"aku pulang mah ,pah"Vita terus memanggil orang tua nya tapi ia hanya mendengar
__ADS_1
"pantes saja kau seperti itu anakmu kurang ngajar tak tau diri"