
sudah beberapa hari aku merenung di kamar
bahkan suami ku izin tidak masuk kerja
"pergi lah bekerja , aku bisa mengurus nya "
kata ku
"sayang apapun yang terjadi,aku takkan biarkan kamu terjadi sesuatu, "kata suami ku
dia memeluk ku hangat
kini kandungan ku memasuki usia 7 bulan
suami ku menjaga ku dengan baik sekali
"mami bilang ,akan di adakan syukuran nya di rumah mami apa rumah kita yang "tanya suami ku
"terserah kamu aku malas banget "kata ku
"jangan begitu sayang ini kan berkah ,kita harus mensyukuri "kata suami ku
"kenapa kamu peduli sama anak ini, jelas jelas dia bukan..."
belum selesai bicara suami ku menghentikan dengan telunjuk jari nya
"aku mencintaimu mu , artinya anak ini anak ku "kata suami ku
beberapa hari kemudian
kami menggelar acara syukuran ke 7 bulan
ibu mertuaku memperhatikan ku
aku bahkan tak tega membohongi keluarga suamiku
"semoga cucu kami di berikan kesehatan dan ibunya melahirkan dengan selamat "kata tetua
syukuran akhirnya telah selesai
"semoga cucu mu jadi anak yang pintar dan hebat "doa mereka pada ibu mertuaku
beberapa hari kemudian...
hasil pemeriksaan medis
"Alhamdulillah bayi nya berkembang baik namun dia rentan lemah tapi di atur pola makan sehat semua nya baik baik saja "
kata dokter
selama kehamilan ku aku tak ingin tau jenis kelamin nya
aku berusaha untuk tetap bertahan namun hati ini terasa sangat berat
pernikahan kami telah memasuki 8 bulan sama dengan usia kandungan ku
namun aku belum bisa bahagia karena kehadiran bayi ini mengganggu kehidupan ku
perlahan aku dan suami ku mulai menerima kenyataan dan kami pun menyiapkan segala sesuatunya meski tak semua
"mami heran kenapa kalian tak mau tau jenis kelamin nya,kami sebagai orang tua ingin tau cucu kami ini "kata mertua ku
"biarkan menjadi kejutan nanti kalau sudah waktunya pasti tau kok "kata suamiku
tinggal sebulan lagi aku melahirkan bayi ini
dan suami ku selalu menjaga ku serta tak lupa pola makan sehat
selama pernikahan ku aku dan suami ku belum berhubungan sama sekali dia paham aku sedang hamil
bahkan kewajiban ku sebagai istri nya belum begitu sempurna karena semua dilakukan oleh nya
waktu memasuki 9 bulan akhirnya tiba
"sayang ini sudah memasuki masa melahirkan aku takut kamu tiba-tiba "tanya suami ku
"aku gk apa apa kok,kamu berangkat aja kerja"
__ADS_1
kata ku
suami ku mencium ku dan berpesan kalau terjadi sesuatu segera telpon
sungguh suami idaman sayang nya aku tak bisa memenuhi kebutuhan nya
andai saja ini anak kami
aku membersihkan rumah dan memasak hari sudah hampir magrib
treng...kreng... pecah piring
"aw...sakit perut ku apa waktu nya melahirkan"
aku memutuskan untuk berjalan perlahan tetapi sakit
dan air ketuban keluar sedikit aku mencoba menelpon mama ku
tak ingin mengganggu suami ku yang bekerja aku perlahan bertahan rasa sakit sambil menunggu mama datang
sesampainya di rumah sakit
"sayang bertahan aku di sini" suami ku menggenggam tanganku
"tarik nafas dalam dalam dan keluar kan dan dorong terus "dokter
haa..uh..haa..uuu..aa..
setelah 1 jam akhirnya
owa..owe..ea...suara tangisan bayi
aku pun kehabisan energi dan darah terasa lelah sekejap pingsan
1 jam kemudian...
"ini ya bayi nya nyonya "dokter memberikan nya pada ku
aku menatap bayi ku dan suamiku mengumandangkan adzan di telinga nya
keluarga kami pun hadir
seluruh keluarga berkumpul dan kami memutuskan melakukan pembelian nama
namanya Zafar Hwan Wafa
yang artinya seorang yang setia dan masa depan yang cemerlang
"mata nya kecil kaya ibunya persis "mereka mengamati baik baik
"wah lucu nya ..."mereka terkesima
"siapa dulu dong cucu saya "kata ibu mertuaku
aku terdiam suami ku menenangkan ku
"terimakasih suami ku kau ada untuk ku "
sambil mencium kening nya
kami hidup dalam kedamaian dan ketentraman
Zafar kini mulai belajar merondang dan perlahan berjalan sedikit demi sedikit
aku merasa bahagia dan tak mampu berkata apa pun
Zafar tumbuh dengan baik kami hidup bahagia
dia mulai memanggil kami dengan sebutan ayah dan ibu,rasa nya senang
"ayah pulang"Zafar berlari dan memeluk ayahnya
"sayang kamu pasti lelah ya "tanya ku
sambil menyiapkan kopi untuk nya
__ADS_1
"anak ayah kenapa hm..."tanya suami ku
"aku mau mainan baru ayah "pinta Zafar
"iya nanti ayah belikan ,oh iya sebentar lagi Zafar ulang tahun yang ke 4 "kata suamiku
kami mengadakan pesta sederhana untuk ulang tahun nya Zafar
"selamat ulang tahun dan panjang umur ya "
terima ucapan dari keluarga
"nih Oma punya hadiah buat cucu paling tampan "kata mertua ku
Zafar pun membuka kado nya dan sebuah mobil dengan remote control
Zafar terlihat bahagia
"sayang ayah juga punya hadiah buat Zafar "
suami ku langsung memberikan nya
Zafar terlihat bahagia ternyata hadiah nya berupa robot tentu nya sangat menyukai nya
"sayang apa tidak terlalu berlebih-lebihan "
tanya ku
"tidak sayang sudah sewajarnya "kata suami ku
"sayang ibu juga punya hadiah buat Zafar "
kata ku
"apa ibu ? "tanya Zafar penasaran
"Zafar akan jadi seorang kakak punya teman di rumah "kata ku
mereka semua terkejut dan bahagia
terutama suami ku
hanya ini yang membuat suami ku terasa menjadi ayah sesungguhnya
Zafar juga terlihat senang
"jaga lah cucu ku ya, "kata mami mertua ku
"Zafar sayang ibu dan ayah muach"memeluk
kami dan mencium kening kami
"sayang terimakasih hadiah nya aku akan memiliki dua orang anak "sambil mencium kening ku
kami berharap Zafar tumbuh dengan baik selama kami ada di sisi nya
"ayah..."Zafar berlari menuju ayahnya
kami menggenggam tangan
"kelihatan nya Zafar lebih cocok bersama ayah nya sekarang "kata ku
meski kami tak bersama tapi kami bahagia dengan keluarga kami masing-masing aku tak mau tau kabar Nya sekarang yang terpenting adalah aku Zafar suami ku dan calon bayi kami
kebahagiaan adalah hal yang sulit di dapat kan, terkadang cinta yang begitu besar membawa dampak yang menyakit kan
namun percayalah bahwa cinta yang paling sakit adalah
ketika mencintai dalam diam
namun ia tak mencintai mu
bagai habis manis sepah di buang
dan di balik layar ada seseorang yang begitu mencintai mu dengan tulus tanpa harus menunggu dia mencintai balik
__ADS_1
kebahagiaan yang sebenarnya adalah keluarga dan peran seorang wanita