Setangkai Bunga Dan Sebutir Pasir

Setangkai Bunga Dan Sebutir Pasir
PENANTIAN INI


__ADS_3

sudah beberapa hari aku merenung di kamar


bahkan suami ku izin tidak masuk kerja


"pergi lah bekerja , aku bisa mengurus nya "


kata ku


"sayang apapun yang terjadi,aku takkan biarkan kamu terjadi sesuatu, "kata suami ku


dia memeluk ku hangat


kini kandungan ku memasuki usia 7 bulan


suami ku menjaga ku dengan baik sekali


"mami bilang ,akan di adakan syukuran nya di rumah mami apa rumah kita yang "tanya suami ku


"terserah kamu aku malas banget "kata ku


"jangan begitu sayang ini kan berkah ,kita harus mensyukuri "kata suami ku


"kenapa kamu peduli sama anak ini, jelas jelas dia bukan..."


belum selesai bicara suami ku menghentikan dengan telunjuk jari nya


"aku mencintaimu mu , artinya anak ini anak ku "kata suami ku


beberapa hari kemudian


kami menggelar acara syukuran ke 7 bulan


ibu mertuaku memperhatikan ku


aku bahkan tak tega membohongi keluarga suamiku


"semoga cucu kami di berikan kesehatan dan ibunya melahirkan dengan selamat "kata tetua


syukuran akhirnya telah selesai


"semoga cucu mu jadi anak yang pintar dan hebat "doa mereka pada ibu mertuaku


beberapa hari kemudian...


hasil pemeriksaan medis


"Alhamdulillah bayi nya berkembang baik namun dia rentan lemah tapi di atur pola makan sehat semua nya baik baik saja "


kata dokter


selama kehamilan ku aku tak ingin tau jenis kelamin nya


aku berusaha untuk tetap bertahan namun hati ini terasa sangat berat


pernikahan kami telah memasuki 8 bulan sama dengan usia kandungan ku


namun aku belum bisa bahagia karena kehadiran bayi ini mengganggu kehidupan ku


perlahan aku dan suami ku mulai menerima kenyataan dan kami pun menyiapkan segala sesuatunya meski tak semua


"mami heran kenapa kalian tak mau tau jenis kelamin nya,kami sebagai orang tua ingin tau cucu kami ini "kata mertua ku


"biarkan menjadi kejutan nanti kalau sudah waktunya pasti tau kok "kata suamiku


tinggal sebulan lagi aku melahirkan bayi ini


dan suami ku selalu menjaga ku serta tak lupa pola makan sehat


selama pernikahan ku aku dan suami ku belum berhubungan sama sekali dia paham aku sedang hamil


bahkan kewajiban ku sebagai istri nya belum begitu sempurna karena semua dilakukan oleh nya


waktu memasuki 9 bulan akhirnya tiba


"sayang ini sudah memasuki masa melahirkan aku takut kamu tiba-tiba "tanya suami ku


"aku gk apa apa kok,kamu berangkat aja kerja"

__ADS_1


kata ku


suami ku mencium ku dan berpesan kalau terjadi sesuatu segera telpon


sungguh suami idaman sayang nya aku tak bisa memenuhi kebutuhan nya


andai saja ini anak kami


aku membersihkan rumah dan memasak hari sudah hampir magrib


treng...kreng... pecah piring


"aw...sakit perut ku apa waktu nya melahirkan"


aku memutuskan untuk berjalan perlahan tetapi sakit


dan air ketuban keluar sedikit aku mencoba menelpon mama ku


tak ingin mengganggu suami ku yang bekerja aku perlahan bertahan rasa sakit sambil menunggu mama datang


sesampainya di rumah sakit


"sayang bertahan aku di sini" suami ku menggenggam tanganku


"tarik nafas dalam dalam dan keluar kan dan dorong terus "dokter


haa..uh..haa..uuu..aa..


setelah 1 jam akhirnya


owa..owe..ea...suara tangisan bayi


aku pun kehabisan energi dan darah terasa lelah sekejap pingsan


1 jam kemudian...


"ini ya bayi nya nyonya "dokter memberikan nya pada ku


aku menatap bayi ku dan suamiku mengumandangkan adzan di telinga nya


keluarga kami pun hadir


seluruh keluarga berkumpul dan kami memutuskan melakukan pembelian nama



namanya Zafar Hwan Wafa


yang artinya seorang yang setia dan masa depan yang cemerlang


"mata nya kecil kaya ibunya persis "mereka mengamati baik baik


"wah lucu nya ..."mereka terkesima


"siapa dulu dong cucu saya "kata ibu mertuaku


aku terdiam suami ku menenangkan ku


"terimakasih suami ku kau ada untuk ku "


sambil mencium kening nya


kami hidup dalam kedamaian dan ketentraman


Zafar kini mulai belajar merondang dan perlahan berjalan sedikit demi sedikit


aku merasa bahagia dan tak mampu berkata apa pun


Zafar tumbuh dengan baik kami hidup bahagia


dia mulai memanggil kami dengan sebutan ayah dan ibu,rasa nya senang


"ayah pulang"Zafar berlari dan memeluk ayahnya


"sayang kamu pasti lelah ya "tanya ku


sambil menyiapkan kopi untuk nya

__ADS_1


"anak ayah kenapa hm..."tanya suami ku


"aku mau mainan baru ayah "pinta Zafar


"iya nanti ayah belikan ,oh iya sebentar lagi Zafar ulang tahun yang ke 4 "kata suamiku


kami mengadakan pesta sederhana untuk ulang tahun nya Zafar


"selamat ulang tahun dan panjang umur ya "


terima ucapan dari keluarga


"nih Oma punya hadiah buat cucu paling tampan "kata mertua ku


Zafar pun membuka kado nya dan sebuah mobil dengan remote control


Zafar terlihat bahagia


"sayang ayah juga punya hadiah buat Zafar "


suami ku langsung memberikan nya


Zafar terlihat bahagia ternyata hadiah nya berupa robot tentu nya sangat menyukai nya


"sayang apa tidak terlalu berlebih-lebihan "


tanya ku


"tidak sayang sudah sewajarnya "kata suami ku


"sayang ibu juga punya hadiah buat Zafar "


kata ku


"apa ibu ? "tanya Zafar penasaran


"Zafar akan jadi seorang kakak punya teman di rumah "kata ku


mereka semua terkejut dan bahagia


terutama suami ku


hanya ini yang membuat suami ku terasa menjadi ayah sesungguhnya


Zafar juga terlihat senang


"jaga lah cucu ku ya, "kata mami mertua ku


"Zafar sayang ibu dan ayah muach"memeluk


kami dan mencium kening kami


"sayang terimakasih hadiah nya aku akan memiliki dua orang anak "sambil mencium kening ku


kami berharap Zafar tumbuh dengan baik selama kami ada di sisi nya


"ayah..."Zafar berlari menuju ayahnya


kami menggenggam tangan


"kelihatan nya Zafar lebih cocok bersama ayah nya sekarang "kata ku


meski kami tak bersama tapi kami bahagia dengan keluarga kami masing-masing aku tak mau tau kabar Nya sekarang yang terpenting adalah aku Zafar suami ku dan calon bayi kami



kebahagiaan adalah hal yang sulit di dapat kan, terkadang cinta yang begitu besar membawa dampak yang menyakit kan


namun percayalah bahwa cinta yang paling sakit adalah


ketika mencintai dalam diam


namun ia tak mencintai mu


bagai habis manis sepah di buang


dan di balik layar ada seseorang yang begitu mencintai mu dengan tulus tanpa harus menunggu dia mencintai balik

__ADS_1


kebahagiaan yang sebenarnya adalah keluarga dan peran seorang wanita


__ADS_2