Sherlyta

Sherlyta
Chapter 25


__ADS_3

Perlahan Samuel membawa Sherlyta masuk ke dalam kamar dan menutup pintunya, tidak lupa Samuel menguncinya juga. Masih dalam keadaan berciuman Samuel membalikan tubuh Sherlyta yang berada dalam pelukannya hingga perempuan itu bersandar pada pintu kamar. Kedua lengan Sherlyta melingkar di leher Samuel dan lengan laki-laki tampan itu melingkar di pinggang ramping perempuan tercintanya. Lidah Samuel kini beralih menjilati cuping telinga Sherlyta, membuat perempuan itu mendesah untuk yang pertama kalinya semenjak berciuman di dalam kamar ini beberapa menit yang lalu.


“Honey, bukain kancing kemeja aku.” Bisikan itu terdengar sensual di telinga Sherlyta membuat ia menurunkan tangannya dari leher Samuel dan beralih membuka satu per satu kancing kemeja hitam yang dikenakan Samuel sedikit kesusahan. Jilatan itu terus berlanjut hingga leher bagian belakang Sherlyta membuat perempuan itu kembali mendesah.


Sherlyta berhasil membuka seluruh kancing kemeja Samuel, membuat dada bidang dan perut berotot itu terpampang jelas. Entah keberanian dari mana Sherlyta dengan pelan menyentuh perut kotak-kotak milik Samuel, mengelusnya lembut hingga ke atas dada laki-laki itu, membuat Samuel mengerang nikmat.


Sherlyta terus mengelus dengan lembut badan bagian depan Samuel tak beraturan. Melepaskan kemeja Samuel melalui tangannya membuat Samuel sejenak melepaskan pelukan pada pinggang Sherlyta agar memudahkan kain itu untuk tanggal.


Samuel kembali ******* bibir tipis Sherlyta, menyecap dan menggigit pelan bibir manis itu. Keduanya berciuman sambil berjalan menuju ranjang membiarkan kemeja hitam Samuel tergeletak di lantai begitu saja.


Dengan perlahan Samuel membaringkan tubuh ramping kekasihnya di atas ranjang king size milik Sherlyta yang terbungkus seprai polos berwarna ungu muda itu masih saling berpangutan, bermain-main dengan lidah dan bibirnya.


Kini Samuel berada diatas tubuh Sherlyta, menjadikan tangannya sebagai penyangga agar tidak menindih tubuh ramping itu. Samuel melepaskan ciumannya di bibir Sherlyta dan beralih mencium leher jenjangnya, jilatan-jilatan itu membuat Sherlyta terbuai dan kembali meloloskan desahannya.


Tangan kiri Samuel mulai menurunkan tali spageti dres tidur milik Sherlyta dan meloloskannya melewati lengan mulus perempuan cantik itu dengan mudah. Mata Sherlyta semakin terlihat sayu akibat gairah, dan itu semakin membangkitkan gairah Samuel.

__ADS_1


Ciuman itu terus turun hingga ke belahan payudara Sherlyta yang seakan menantang, tubuhnya sedikit ia turunkan agar kepalanya tepat berada di bagian benda bulat yang kenyal itu dan setelah posisinya pas, perlahan, Samuel menarik turun dres tidur yang di kenakan Sherlyta hingga batas perut, menampilkan dua gundukan kenyal itu, meski pun masih tertutup bra hitam yang dikenakan kekasihnya. Tubuh Sherlyta melengkung saat Samuel menyurukan mulutnya pada belahan payudara Sherlyta, dan kesempatan itu Samuel gukanan untuk membuka kaitan bra dan melemparkan benda itu sembarang.


Payudara bulat itu kini tidak terbungkus apapun membuat Samuel dapat melihatnya dengan jelas. Putting kecoklatan yang sudah mengeras menjadi santapan Samuel saat ini. Rakus tapi terasa lembut pada kulit Sherlyta, Samuel mengelum benda kenyal itu dengan hati-hati seolah tidak ingin sampai rusak dan pecah. Hisapan Samuel semakin dalam, sampai-sampai Sherlyta menjerit dibuatnya.


Sherlyta kembali melengkungkan tubuhnya kedua tangan perempuan itu meremas-remas rambut Samuel hingga membuat kepala laki-laki tampan itu semakin tenggelam dalam payudara Sherlyta yang cukup besar dan sangat kenyal. Wangi tubuh Sherlyta yang manis bercampur dengan wangi tubuh Samuel yang beraroma maskulin, membuat keduanya menjadi perpaduan yang pas dan membangkitkan gairah.


Tangan kiri Samuel mulai mengelus-elus paha lembut Sherlyta, dres tidur pendek Sherlyta sudah tersingkap sedari tadi hingga memperlihatkan celana dalam berenda warna hitam yang dikenakan perempuan itu. Elusan itu semakin membuat desahan Sherlyta kuat dan berirama.


Tangan kiri Samuel masih mengelus lembut paha bagian dalam Sherlyta, sedangkan tangan kanannya bermain-main dengan kedua payudara Sherlyta dimana kedua bagian itu adalah titik sensitif Sherlyta, membuat perempuan cantik itu terus mengerang dan gelenyar aneh dalam tubuhnya memaksa untuk keluar.


Samuel tersenyum puas saat kekasihnya itu mendapatkan pelepasan pertamanya. Wajah bergairah saat pelepasannya itu tak sedikit pun Samuel abaikan, justru ia semakin senang menatap wajah cantik yang kini sudah di banjiri keringat itu, terlihat seksi dan menggoda apalagi dengan rambut panjang hitamnya yang kini terhilah acak-acakan. Betapa seksinya Sherlyta saat ini. Samuel melepaskan celana bahan yang dikenakannya dan melemparnya sembarang, hingga hanya celana dalam yang tersisa.


Samuel kembali menaiki tubuh terlentang Sherlyta menurunkan dres tidur yang tadi baru iya turunkan setengah itu kini ia lepaskan seluruhnya meninggalkan celana dalam berenda berwarna hitam. Perut rata yang mulus, juga kaki jenjang putih menambah gairah Samuel, laki-laki yang kini sudah menanggalkan semua pakaiannya itu menindih tubuh polos Sherlyta hingga kulit panas itu saling bersentuhan. Benda keras milik Samuel tepat berada di tengah-tengah paha Sherlyta membuat intinya berkedut.


Lengan kokoh dan berotot itu di jadikan penyangga agar tidak terlalu menindih tubuh ramping Sherlyta. Bibirnya kembali ******* bibir tipis yang menjadi candunya dengan rakus dan memburu sampai Sherlyta sulit untuk mengimbangi. Kedua lengan Sherlyta mengelus-elus punggung Samuel dengan lembut lalu maju hingga lengan mungil itu berada di leher bagian belakang Samuel, mengelusnya dengan sensual membuat laki-laki itu mengerang keras.

__ADS_1


Sherlyta tahu itu adalah titik terlemah laki-laki yang kini berada di atasnya bisa ia rasakan di bawah sana benda keras itu berkedut semakin membuat Sherlyta memperdalam ciumannya masih sambil mengelus leher dan punggung laki-laki itu.


Desahan keduanya terdengar berirama dan kuat, remasan di payudara Sherlyta pun semakin kencang, mulut Samuel terus mencium dan mengecup leher belakang Sherlyta. sampainakhirnya pelepasan itu keduanya rasakan.


Samuel membaringkan tubuhnya di samping Sherlyta, memeluk perempuan cantik itu masih dengan tubuh polos tanpa sehelai benang pun. Kakinya melingkar di paha Sherlyta, sedangkan kepalanya ia tenggelamkan di ceruk leher wanita itu. Napas kedunya masih memburu dan hawa panas tubuhnya masih terasa.


“Kamu tahu, ini adalah pengalaman pertamaku. Dan aku bahagia bisa melakukannya bersama kamu. Ini tak akan pernah aku lupakan seumur hidupku,” bisik Samuel tepat di telinga Sherlyta. Wajah perempuan cantik itu memerah dan langsung menyembunyikannya di dada bidang Samuel, memeluk laki-laki itu erat menyalurkan rasa bahagia dan menyembungikan rasa malunya.


Samuel menarik selimut tebal berwarna ungu muda itu untuk menutupi tubuh polos dirinya dan juga Sherlyta. Memeluk Serlyta semakin dalam dan berkali-kali mengecup puncak kepala kekasihnya penuh sayang.


“Terima kasih telah memberiku pengalaman pertama yang menyenangkan.”


“Aku sengaja menyisakan bagian itu, untuk malam pertama kita nanti setelah menikah.” Bisikan- bisikan yang terdengar tulus itu membuat Sherlyta tersenyum dalam dekapan Samuel.


Sherlyta melepaskan pelukannya di tubuh Samuel, menatap tepat pada mata hitam yang kini juga menatapnya. Tak ada satu patah kata pun yang keluar, karena hanya lewat tatapan itu keduanya tahu bahwa mereka, dua insan yang saling mencintai. Tak ada raut menyesal maupun bersalah dalam binar mata itu yang ada hanya cinta dan kelembutan.

__ADS_1


Samuel memberikan kecupan pada kening Sherlyta lembut dan lama membuat Sherlyta memejamkan matanya, menikmati juga menghayati. Setetes air mata haru keluar dari mata indah kedua manusia yang masih di penuhi peluh di seluruh tubuhnya akibat aktivitas panas yang mereka lakukan.


“Jangan pernah tinggalkan aku, Lyt, karena aku sangat mencintaimu.”


__ADS_2