Sherlyta

Sherlyta
Chapter 33


__ADS_3

Sherlyta bangun dari tidurnya saat merasakan sakit yang amat sangat di kepalanya, mereba-raba laci yang berada di samping ranjangnya, mengambil botol kecil berisi obat yang semakin sering ia minum belakangan ini. Jam masih menunjukan pukul 2:15 dini hari, Samuel yang berada di sampingnya, tertidur pulas dengan lengan yang melingkar di pinggang Sherlyta.


Setelah meletakan kembali botol obat tersebut kedalam laci dan menyimpannya di bagian paling dalam, Sherlyta kembali membaringkan tubuhnya, menghadap sang kekasih yang tidur dengan damai. Sherlyta mengecup bibir tipis itu, menempelkan bibirnya pada bibir Samuel cukup lama, senyumnya terukir mengingat bagaimana perlakuan manis dan perhatian laki-laki itu kepadanya setelah mereka menjalin kasih.


Sedikit demi sedikit rasa sakit itu hilang, digantikan dengan rasa kantuk, namun saat mata sipitnya akan terpejam, bibir Samuel lebih dulu menempel di bibir tipis Sherlyta, melumatnya lembut , membuat Sherlyta kembali membuka mata, mengurungkan niatnya untuk terlelap. Mambalas lumatan-lumatan yang di berikan Samuel dan mengimbanginya. Samuel semakin memperdalam ciumannya dan memeluk tubuh ramping Sherlyta semakin dekat ke arahnya.


Perlahan Samuel membawa Sherlyta untuk bangkit dari baringnya menjadi duduk tanpa melepaskan ciumannya. Kini Sherlyta duduk di atas pangkuan Samuel dengan kaki yang melingkar di pinggang ramping Samuel dan tangannya melingkar di leher laki-laki tampan itu. Gaun tidur yang Sherlyta pakai tersingkap hingga memperlihatkan paha mulus dan putihnya.


Samuel membawa kekasihnya yang masih berada dalam pelukan ke arah sofa panjang yang berada di sudut dekat jendela besar kamar Sherlyta, membaringkan tubuh ramping itu dengan perlahan masih dalam keadaan berciuman. Dan kini tubuhnya berada di atas Sherlyta degan satu kaki tetap berada di lantai untuk menahan tubuhnya agar tidak terlalu menindih Sherlyta. Ciuman masih berlanjut bahkan semakin dalam dan bergairah.


Ciuman Samuel turun ke leher putih Sherlyta, mengecup, menggingit dan menghisap leher jenjang itu hingga meninggalkan bercak kemerahan. Sherlyta melenguh, desahan yang keluar menambah gairah Samuel yang masih terus mencium dan menjilati leher itu, lengan kirinya mengusap tengkuk Sherlyta, sedangkan tangan kanannya mengusap sensual punggung kekasihnya.


Bisikan-bisikan cinta yang di barengi dengan jilatan di telinganya membuat Sherlyta semakin bergairah dan menginginkan laki-laki itu menyentuhnya lebih dalam. Tangan yang awalnya berada di kepala Samuel kini turun, masuk ke dalam kaos yang laki-laki itu kenakan dan kulitnya langsung bersentuhan dengan kutit tubuh Samuel yang terasa panas, rasa panas yang menyatu dengan rasa panas dari tubuhnya.

__ADS_1


Sherlyta menarik kaos putih yang melekat sempurna di tubuh Samuel, mengeluarkannya lewat kepala membuat elusan dan juga kecupan yang Samuel lakukan terhenti sejenak hingga baju itu benar-benar terlepas dari tubuh Atletisnya. Setelahnya Samuel kembali melanjutkan aktivitasnya yang sempat terhenti, kembali mengecup, menjilat bahkan menghisap leher putih itu, wangi Strawberry menyeruak manis dari tubuh Sherlyta membuatnya candu dan semakin ingin tenggelam ke dalamnya.


Lengan Sherlyta mengelus sensual dada bidang di depannya, begitupun dengan Samuel yang kini kedua tangannya sudah bermain-main dikedua gundukan kenyal yang masih terbungkus kain tipis. Samuel memang sudah tahu kebiasaan Sherlyta yang selalu tidur tanpa mengenakan bra, dan itu menjadi siksaan sekaligus kenikmatan untuk laki-laki tampan itu, karena tiga malam ini tidur disampingnya.


“Tolong hentikan aku, jika aku semakin tak bisa mengontrol diri,” bisik Samuel tepat di depan telinga Sherlyta.


Ciuman Samuel semakin turun, beralih pada buah dada Sherlyta yang sedikit menyembul keluar dari balik gaun tidur seksi yang Sherlyta kenakan malam ini. satu tangannya masih terus meremas bagian dada sebelah kiri. sedangkan mulutnya asyik membuat tanda kemerahan di bagian atas payudara Sherlyta yang menyembul. Desahan dan decapan terdengar memenuhi ruangan yang sedikit gelap di jam 3 dini hari ini.


Desahan yang keluar dari mulut Sherlyta menambah gairah Samuel, laki-laki yang sudah sedikit berkeringat itu sudah mulai menurunkan gaun tidur tanpa lengan Sherlyta hingga batas perut, memperlihatkan dua payudaya putih yang bulat dan cukup besar tanpa ada sehelai benang pun yang menutupi.


Sherlyta melenguh saat lidah hangat Samuel mulai kembali menelusup masuk ke dalam mulutnya semakin menambah semangat dan gairah Samuel. Sherlyta berusaha kuat untuk mengimbangi ciuman Samuel yang kini mulai liar dan menuntut.


Kedua tangan Sherlyta meremas pelan Rambut hitam lebat milik Samuel, tubuhnya bergerak gelisah saat sesuatu menggelitik bagian dalam perutnya, Samuel yang mengerti dengan kondisi kekasihnya itu langsung menempatkan kembali kedua tangannya pada payudara Sherlyta, meremasnya sidikit kuat membuat desahan kembali keluar ditengah-tengah ciuman panas itu.

__ADS_1


Desahan panjang itu bersamaan dengan datangnya pelepasan Sherlyta. Samuel tersenyum puas. Ciuman Samuel semakin turun, menjelajahi payudara Sherlyta lalu turun keperut, tangannya kembali menarik gaun tidur itu melewati kaki mulus Sherlyta, menanggalkannya lalu kembali menciumi perut rata peremuan sipit yang kini tengah meremas-remas rambutnya sensual, meninggalkan beberapa tanda merah dibagian sana sebelum ciuman itu semakin turun.


Sherlyta bangkit dari baringnya saat tidak merasakan sentuhan Samuel. Tatapan mata Samuel mengikuti pergerakan Sherlyta. Kini wajah Sherlyta sudah berada tepat di wajah Samuel, laki-laki yang kini sudah duduk di samping Sherlyta itu masih tetap menatap perempuan cantik itu dengan intens.


Cup. Kecupan Sherlyta mendarat di bibir merah yang sedikit bengkak Samuel. Tangannya mulai ia lingkarkan di leher Samuel dan menarik kepala kekasihnya itu agar semakin dekat ke arahnya. Sherlyta mulai ******* bibir yang menjadi candunya. menelusupkan lidahnya memasuki rongga mulut Samuel, mengabsen deretan gigi Samuel dengan lidahnya. Kedua tanganya meremas kuat rambut lebat Samuel, membuat laki-laki itu semakin bergairah.


Sherlyta semakin merapatkan pelukannya, membuat Samuel bisa merasakan payudara kenyal Sherlyta bergesekan dengan dada bidangnya yang sudah tidak mengenakan baju, bahkan ia bisa merasakan bagaimana tegangnya putting Sherlyta yang tidak terbungkus apa pun.


Samuel melenguh nikmat. Lidah Sherlyta bermain-main dengan lidah Samuel, sesekali menghisap, menggigit, dan mengelumnya. Samuel ******* habis bibir tipis Sherlyta dan membawa kekasihnya itu untuk duduk di atas pangkuannya.


Sherlyta meremas kuat bahu Samuel, merasakan pasokan udara di paru-parunya menipis. Sedikit tidak rela, Samuel melepaskan ciuman mereka, memberikan waktu untuk Sherlyta dan juga dirinya menghirup udara. Sherlyta menggerakan pinggulnya, membuat Samuel melenguh dan merasakan ngilu di bagian kejantanannya.


Sherlyta tersenyum tipis, lengannya mulai menyentuh dada bidang Samuel naik turun, mengerlingkan sebelah matanya genit, dan menggigit bibir bagian bawahnya semakin menggoda Samuel.

__ADS_1


“Kamu menggodaku, honey!” erangan frustasi Samuel membuat Sherlyta terkekeh geli. Jari telunjuknya mengelus-elus dada Samuel dengan sensual, dan lidahnya menjilati telinga Samuel.


Tak mau kalah, Samuel langsung melekatan lengan kasarnya di payudara Sherlyta meremasnya kuat hingga desahan itu kembali keluar dari bibir Sherlyta yang masih berada tepat di depan telinga Samuel, membuat laki-laki itu merinding, merasakan gelenyar aneh yang baru kali ini ia rasakan.


__ADS_2