
Tak lama kemudian sampai lah Alya di kantor Arga , iya pun turun dari mobil dan masuk ke dalam kantor , Alya menghampiri resepsionis terlebih dahulu Alya bertanya ke resepsionis tersebut...
" Permisi mbak ? " tanya Alya
" Ya nona , ada yang bisa kami bantu ? "
" Mau tanya , pak Arga ada ? "
" Ada nona "
" Saya mau bertemu dengan pak Arga "
" Baik , apakah mbak nya sudah bikin janji terlebih dulu dengan beliau ? " tanya resepsionis
" Belum mbak ! "
" Maaf peraturan di kantor ini , jika belum ada janji dengan presdir ,maka tidak bisa bertemu dengan beliau ! "
Resepsionis tersebut tidak tau kalo yang ada di depannya itu adalah istri sang presdir ..
" Haruskah gua bilang , kalo gua ini istri atasannya ? " umpat batin Alya
Alya pun kebingungan , akhirnya iya langsung berbalik badan , dan melangkahkan kakinya ke arah pintu, saat sudah di ambang pintu , tiba tiba dari arah belakang ada yang memanggilnya...
" Nona Alya ? "
Alya pun menoleh , dan menghentikan langkahnya...
Ternyata yang memanggilnya Dodi asisten suaminya...
" Nona Alya ada perlu apa ke kantor , apakah nona mau bertemu dengan tuan Arga ? "
" Iya saya mau bertemu mas Arga , tapi kata mbak resepsionisnya kalo belum ada janji tidak boleh bertemu dengan mas Arga ! " Alya menjelaskan
" Sialan , masa istri presdir tidak boleh bertemu suaminya , mari nona saya antar keruangan tuan Arga ,tapi tuan Arga lagi meeting tidak apa apa kan ? "
" Gak usah la mas dodi , kalo mas Arga nya lagi meeting ! "
" Gak pa apa bentar lagi meetingnya selesai ,mari nona " Dodi mempersilahkan Alya
Alya mengangguk...
Alya mengikuti Dodi dari belakang , saat pas depan resepsionis Dodi memberhentikan langkahnya...
Dodi menghampiri resepsionis tersebut..
"Maya " panggil Dodi
" Iya pak , ada yang bisa saya bantu ? "
" Kenapa kamu melarang nona ini bertemu dengan tuan Arga ? " tunjuk dodi ke Alya
" Maaf pak nona ini mau ketemu dengan pak Arga , sedangkan nona ini belum ada janji dengan pak Arga , karna peraturan kantor tidak boleh bertemu dengan presdir sebelum ada janji terlebih dahulu , jadinya saya tidak mengizinkan nona ini bertemu dengan pak Arga " ucap maya menjelaskan
" Baik saya maafkan kamu karna kamu sangat mentaati peraturan kantor , tapi mulai saat ini jika nona ini datang kamu harus memperbolehkan nona ini bertemu dengan tuan Arga tanpa harus ada janji terlebih dahulu ! " ucap Dodi tegas
" Baik pak dodi " ucap maya sambil menunduk
Alya dan Dodi masuk ke dalam lift menuju ruangan Arga...
Sesampainya di ruangan Arga , Dodi mempersilahkan Alya masuk...
" Karna tuan Arganya masih ada meeting , lebih baik nona Alya menunggu saja di ruangan ini , sambil menunggu tuan Arga selesai meeting!"
__ADS_1
" Baiklah saya akan menunggu disini ! " ucap Alya tersenyum
" Baiklah nona kalo begitu saya undur diri karna harus melanjutkan pekerjaan saya " ucap Dodi sambil membungkukkan diri
" Baik terimakasih "
" Sama sama nona "
Dodi pun meninggalkan ruangan Arga iya pun kembali ke ruangannya , dan tinggallah Alya seorang diri di ruangan itu , Alya melihat lihat hiasan hiasan dinding yang menghiasi ruang kerja suami nya itu...
Tak lama kemudian tiba tiba pintu ruangan itu terbuka , Alya dan Arga sama sama terkejut...
" Alya "
" Mas Arga "
" Kamu ngapain disini ? " tanya Arga sambil menaruh berkas berkasnya di meja
" Alya mau minta izin mas ! "
" Mau minta izin untuk apa ? "
" Alya mau pulang dulu mas ! "
" Pulang ? ada apa kamu mau pulang ? "
" Paman masuk rumah sakit mas , jadinya Alya di suruh pulang dulu sama bibi "
" Baiklah berapa hari kamu di kampung ? "
" Gak tau mas , Alya mau liat keadaan paman dulu mas ! "
" Kapan kamu pulangnya ? "
" Sama siapa kamu pulangnya ? "
" Alya di anter mang ujang "
" Baiklah aku izinin kamu pulang "
" Terimakasih mas " ucap Alya tersenyum
Alya melangkahkan kakinya , saat di ambang pintu tiba tiba Arga memanggil
" Alya "
Alya memberhentikan langkahnya dan menoleh ke belakang
" Ada apa mas ? "
Arga melangkahkan kakinya dan mendekati Alya , Arga mengeluarkan uang 20 lembar dari dompetnya...
" Ni buat pegangan kamu selama ada di kampung"
" Tapi ini terlalu banyak mas "
" Sudahlah ambil saja , nanti kalo kurang kamu tinggal telfon saya "
" Baik mas terimakasih , Alya pamit "
Arga diam saja , saat mau melangkah Arga kembali memanggilnya
" Alya "
__ADS_1
" Ya Mas ? " Alya kembali menoleh
Tiba tiba Arga langsung memeluknya , Alya pun sontak kaget , Alya tidak membalas pelukan Arga , iya hanya terdiam
" Jangan lama lama , kalo paman sudah membaik lekas lah pulang kesini " ucap Arga sambil memeluk Alya
Alya tetap saja masih terdiam , tanpa bereaksi apapun , detak jantung Alya berdetak kencang , sama halnya dengan detak jantung Arga yang sama sama berdetak tidak karuan...
Arga melepaskan pelukannya , mereka pun sama sama terdiam , Arga memegang wajah Alya , hingga mereka saling bertatapan , dan tiba tiba Arga mencium bibir Alya , dan merekapun berdua berciuman...
Alya yang merasakan ciuman Arga iya langsung memejamkan mata , mereka pun berciuman sangat lama , hingga Alya tak bisa bernafas baru Arga melepaskan ciuman mereka
" Pergilah aku mengizinkan mu " ucap Arga sambil mengatur nafasnya yang tak beraturan itu
Alya tersenyum dan keluar dari ruangan Arga. Mereka berdua berpisah sementara , Arga melihat kepergian Alya , tak tau mengapa di hatinya ada rasa sedih melihat Alya pergi , sejujurnya Arga sudah ada rasa sayang kepada Alya, namun iya enggan untuk mengungkapkannya...
Saat di dalam perjalanan Alya senyum senyum sendiri mengingat apa yang telah terjadi kepadanya dan Arga...
Alya pun sampai di rumah sakit , Alya turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah sakit tersebut , Alya langsung menuju ICU dimana pamannya dirawat , iya tidak bertanya lagi pada perawat karna di perjalanan tadi Alya sudah menghubungi bibinya terlebih dahulu...
Sampai lah iya di ruangan pamannya , Alya terdiam sejenak melihat pamannya masih tak sadarkan diri dan dimana tubuh sang paman sangat di penuhi dengan kabel kabel yang memenuhi tubuh pamannya , pelan pelan Alya melangkahkan kakinya rasanya iya tidak kuat membawa tubuhnya untuk melangkahkan kakinya...
Bibi menoleh ke Alya , iya melihat Alya yang hanya terdiam dan mematung di ujung ranjang suaminya...
"Alya " ucap bibi kaget...
Bibi pun berdiri dan menghampiri Alya
" Al pamanmu belum sadar " ucap bibi sambil menangis
Air mata Alya jatuh membasahi pipinya..
" Paman " seru Alya
Alya menghampiri pamannya , Alya memegang tangan pamannya dan iya pandangi wajah lelaki yang sudah merawatnya dari kecil dan sekaligus pengganti orang tuanya...
Air matanya tumpah membasahi pipi mulusnya...
" Bik kak toni sudah di hubungi ? " tanya Alya sambil mengelap air matanya
" Belum Al bibi tidak punya no handphone kakakmu ! "
" Bibik gak coba minta ke teman temannya ? "
" Teman teman kakakmu sekarang sudah banyak yang merantau Al , gak tau bibi harus minta ke siapa no handphone kakakmu , no kamu aja bibi minta ke ibu nya nani ! " ucap bibi menjelaskan
" Ibunya Nani ? memangnya dia punya nomer handphone ku ? "
" Begini bibi ke rumah nani, minta tolong suru telponin nani siapa tau dia punya nomermu , lalu ibunya nani menelfon nani dan di kasihlah nomermu Al "
" Ya udah bibi udah makan ? "
" Udah , bibi tadi beli roti ! "
" Ya udah bibi makan dulu deh , atau bibi pulang aja dulu istirahat di rumah , paman biar Alya yang jagain "
" Ya udah bibi pulang dulu ya , nanti malam bibi kesini lagi mau gantiin kamu ! "
" Yah " ucap Alya tersenyum
" Bibi pulang dulu ya Al "
" Hati hati di jalan ya bik "
__ADS_1
Alya duduk di kursi sebelah ranjang pamannya di lihatlah kembali wajah sang paman...