Si Buta Huruf Mendapatkan CINTA Sang CEO Dingin

Si Buta Huruf Mendapatkan CINTA Sang CEO Dingin
BAB 59


__ADS_3

   1minggu sudah Alya berada di kampung nya , 1 minggu juga iya berpisah dengan suaminya...


Jam delapan lewat Arga baru keluar dari kamarnya dan turun ke lantai bawah menemui mama papa nya yang sedang duduk santai di ruang keluarga , Arga juga ikut bergabung dengan mama papanya...


" Kamu gak ngantor Ga ? " tanya mama Vivian


" Gak mah , Badan Arga pada sakit semua jadinya Arga gak mood mau ke kantor " jawab Arga sambil mengambil sebuah apel yang ada di meja tersebut...


 " Oo ya udah kamu istirahat dulu kalo lagi gak enak badan, atau mau mama panggilkan tukang urut langganan papa ? "


" Gak mau badan Arga nanti di pegang pegang sama orang yang gak Arga kenal " ucap Arga menolak


" Ya udah , oh ya gimana kabar paman Alya apakah sudah membaik ? "


" Katanya masih tidak sadar mah "


" Kasihan ya paman Alya " ucap mama sambil mengambil remot TV


" Mah pah , ada yang mau Arga omongin sama mama papa ! "


Mama papa langsung menoleh ke Arga...


" Mau ngomongin apa Ga ? " tanya mama


Papa yang sedari tadi membaca koran langsung terhenti sambil menunggu arga mau ngomong apa...


" Mah Pah , boleh gak kalo Arga menyusul Alya ke kampungnya ? " tanya Arga ragu ragu


Mama papa langsung terdiam dan mereka saling bertatap mata...


" Gimana mah pah boleh gak ? " tanya Arga kembali


" Ya boleh lah sayang , mama kira kamu mau ngomongin apa iya kan pah boleh " ucap mama langsung menoleh ke papa


" Iya boleh " jawab papa


" Beneran mah pah , tapi yang mau ngurusin kantor siapa , soalnya sekarang lagi sibuk sibuknya kita ngurusin proyek yang di luar kota ?"


" Kan ada Dodi Ga , dia kan selalu bisa ngehandle kalo kamu sibuk "


" Dodi pasti kewalahan Mah "


" Ya terus kalo kamu banyak sibuk kenapa mau meninggalkan perusahaan ? " tanya sang papa


" Papa ini kayak gak pernah muda aja " ucap mama Vivian sambil mencubit paha papa


" Aduh sakit mah , Ya udah kalo kamu mau nyusul istrimu , untuk sementara papa yang akan gantiin kamu di kantor "


" Yang benar papa mau gantiin Arga ? " tanya mama vivian , Arga pun kaget


" Beneran , tapi ada syaratnya ? "


" Kok pakai syarat syarat segala pah ? " Mama vivian kembali bertanya


" Apa syaratnya pah ? " tanya Arga sudah tak sabar


" Syaratnya kamu jangan lama lama disana , pokoknya paling lama satu minggu " jawab papa


" Kok seminggu pah , apa papa gak kasihan sama Arga dan Alya ? "


" Ya itu terserah Arga mau apa tidak sama syarat papa ? " ucap papa sambil melirik ke Arga


Arga terdiam sejenak...


" Ya udah Arga setuju sama syarat papa " ucap Arga


" Ya udah kapan kamu mau berangkat ? tanya papa sambil tersenyum


" Hari ini juga " jawab Arga


" Haa yang benar kamu Ga ? "


" Iya mah , hari ini Arga berangkat "


" Ya udah kamu mau di antar supir apa bawa mobil sendiri ? " tanya papa


" Gak boleh bawa mobil sendiri , pokoknya Arga harus di antar sopir ? " mama Vivian menentang


" Ga sekarang kamu urus mama mu dulu sebelum kamu menemui istri mu " ucap papa meninggalkan mama dan Arga


" Pa pa papa mau kemana ? "


" Mah Arga ke atas dulu ya , mau beres beres dulu " ucap Arga meninggalkan mamanya


" Lo lo kok mama di tinggalin papa Arga " teriak mama Vivian


Arga sudah rapi dan iya pun sudah siap berangkat menemui istrinya , Arga turun ke lantai bawah sebelum berangkat iya berpamitan dulu kepada orang tua nya...

__ADS_1


" Mah Pah , Arga pamit ya ! "


" Ya udah hati hati di jalan " ucap papa


" Titip salam buat keluarga Alya maaf mama dan papa belum bisa besuk ! "


" Ya mah nanti Arga sampaikan " ucap Arga tersenyum


" Semoga saja paman Alya cepat sembuh biar Alya cepat kembali kesini lagi "


" Aamiin " ucap Arga dan papa serempak


Arga melangkahkan kakinya , saat di ambang pintu ,tak sengaja Arga berpapasan dengan Viola..


" Kakak mau kemana kok bawa tas segala ? " tanya Viola


" Kakakmu mau menyusul istrinya " mama Vivian menjawab


" Aku ikut ya kak ? "


" Gak kamu disini aja " jawab Arga


" Kakak mah gitu , mah boleh ya Vio ikut ? " Viola menoleh ke mamanya meminta supaya di bolehin ikut kakaknya...


" Jangan Vio kamu disini aja ,kayak anak kecil aja kamu mau ikut ikut "


" Boleh la Mah , Vio kan mau ketemu kak Alya " rengek Viola


" Kalo di bilangin gak boleh ya gak boleh ngeyel kalo di bilangin ni anak " ucap Arga sewot


" Ih kakak jahat " Viola cemberut


" Udahlah Vio kakakmu cuma sebentar disana "


" Tau ah " Viola ngambek dan naik ke lantai atas


Arga pun berangkat , Arga di antar supir karna mama Vivian tetap gak mengizinkan kalo Arga mengendarai mobil sendirian...


>>>>>>>


Alya bersiap siap untuk pulang karna bibi nya sudah datang untuk menggantikan iya menjaga pamannya , Alya pamit ke bibinya dan tak lupa iya juga berpamitan ke sang paman walaupun sang paman tidak meresponnya...


Diperjalanan pulang Alya memikirkan kakaknya Toni , iya tidak tau keberadaan kakaknya sekarang , Alya bingung harus kemana lagi iya mencari sang kakak , semua teman teman kakaknya sudah di hubungi namun nihil mereka tidak tau keberadaan sang kakak...


Tak lama kemudian sampailah Alya di rumahnya , Alya langsung menuju kamar mandi karna iya sudah tak nyaman dengan badannya yang sudah lengket , selesai membersihkan tubuhnya , Alya merebahkan tubuhnya ke kasur...


Saat Alya hendak menutup mata , tiba tiba pintu rumahnya ada yang mengetuk...


Alya terbangun , dan langsung keluar dari kamar dan membukakan pintu , saat membukakan pintu ada seorang laki laki memakai kaos putih dan celana jens pendek , dan berdiri di depan Alya , namun orang tersebut menghadap ke belakang...


" Maaf anda siapa ya ? " tanya Alya


Tiba tiba orang tersebut berbalik lalu menghadap ke Alya...


Alya kaget ternyata yang datang adalah suaminya Arga...


" Mas Arga " seru Alya


Arga tersenyum , dan mulai menghampiri Alya


Lalu Alya terdiam iya masih tidak menyangka kalo yang ada di depannya adalah suaminya...


" Alya , Alya kamu tidak apa apa , kamu baik baik saja ? " tanya Arga sambil melambai lambaikan tangannya ke depan wajah Alya...


" Ah iya saya baik baik saja mas ,silahkan masuk mas " jawab Alya grogi


Arga pun masuk ke dalam rumah , Arga duduk di ruang tamu Alya pun ikut duduk juga , mereka duduk saling berhadapan , dan mereka kembali sama sama terdiam tidak ada yang berbicara...


" Alya "


" Ya mas "


" Kamu tidak ke rumah sakit ? "


" Baru pulang dari rumah sakit mas "


" Oo gitu "


" Mas mau minum apa ? "


" Gak usah , aku mau istirahat saja "


" Baik mas , mari saya antar ke kamar " Alya masih canggung kepada Arga , walaupun mereka sudah enam bulan tinggal bersama


Arga pun mengikuti Alya dari belakang...


" Alya kayaknya ini bukan kamar kamu deh ? " tanya Arga

__ADS_1


" Iya mas ini bukan kamarku , ini kamar kak Toni mas Arga tidur di sini di kamarnya kak Toni " Alya menjelaskan


" Gak gak , aku mau tidur di kamar kamu saja "


" Ya udah kalo mas Arga mau tidur di kamar Alya"


Alya pun mengantarkan Arga ke kamarnya..


Alya membereskan baju baju nya , karna kamarnya mau di tempatin Arga...


" Eeee kamu mau kemana kok baju baju mu di beresin ? "


" Alya mau pindah kamar , kan kamar Alya mau di tempatin mas Arga ! "


" Gak gak boleh , kamu harus tidur disini juga titik"


" Tapi mas "


Tiba tiba saja Arga langsung menutup mulut Alya dengan jari telunjuknya


" Alya tolong jangan di bantah lagi , sudah lah kamu tidur saja disini bersamaku "


Arga pun langsung memeluk Alya, Alya terdiam iya tidak membalas pelukan Arga...


Arga melepaskan pelukannya dan tersenyum ke Alya...


" Alya apakah kamu ada makanan ? Aku laper sekali "


" Kalo makanan disini gak ada , saya gak masak , tapi kalo mie instat ada , mas mau di masakin mie instan ? "


" Kenapa harus mie instan , gak ada yang jual makanan deket sini ? "


" Kalo deket deket sini gak ada yang jual makanan mas , tapi kalo keluar dari gang ini baru ada yang jual makanan "


" Mana gua dah laper ni , ya udah mie instan pun gak pa apa yang penting bisa kenyang ni perut "


" Baik mas " Alya pun langsung pergi ke dapur


Tak lama kemudian Alya datang membawa se mangkok mie instan , harum dari mie tersebut sudah tercium oleh Arga hingga iya langsung menoleh ke meja makan...


Arga pun sudah tak sabar ingin memakan mie tersebut...


" Alya enak sekali mie instan buatan mu " ucap Arga sambil memakan mie buatan Alya...


Alya yang mendengar Arga memuji makanannya iya langsung tersipu malu...


Tak lama kemudian Arga selesai makan mie instannya , tiba tiba handphone Alya berdering..


" Halo ya bik ada apa ? "


" Alya kamu cepat kesini , pamanmu kritis "


" Apa ? iya ya bik Alya segera kesana " Alya langsung mematikan sambungan telfonnya


" Ada apa Alya kenapa kamu panik ? " tanya Arga


" Aku harus segera ke rumah sakit mas, paman kritis "


" Ha kritis aku ikut ya "


" Ya udah mas "


Alya dan Arga pun berangkat ke rumah sakit ...


"Alya tunggu kita ke rumah sakit naik apa ? "


Arga bertanya saat mereka menuju keluar dari gang sambil berjalan kaki , karna rumah Alya berada di dalam pelosok dan berbukit..


" kita naik angkot mas "


" Ha ? Angkot yang benar kamu Alya ? "


" Iya kita naik angkot gak jauh kok deket rumah sakitnya "


" Alya masa kita ke rumah sakit naik angkot ?"


" Iya mas, mas kalo gak mau naik angkot gak usah ikut di rumah aja , soalnya Alya buru buru mas "


" Iya pamanmu tidak punya motor gitu , biar kita naik motor ke rumah sakitnya "


" Ada motor kak Toni, tapi udah di jual buat biaya berobat paman "


"Aduh kalo tau kayak gini tadi mamang gak gua suru pulang " ucap Arga sambil memukul keningnya


Angkot yang mereka tunggu akhirnya datang


" Mas Arga mau ikut apa mau disini ? " tanya Alya saat mau masuk ke dalam Angkot

__ADS_1


" Iya iya aku ikut " ucap Arga terpaksa


Akhirnya mereka berdua berangkat ke rumah sakit naik angkot...


__ADS_2