Si Buta Huruf Mendapatkan CINTA Sang CEO Dingin

Si Buta Huruf Mendapatkan CINTA Sang CEO Dingin
BAB 58


__ADS_3

Malampun tiba Arga baru saja turun dari mobilnya dan langsung masuk ke dalam rumah , Arga pulang ke rumah orang tuanya , bukan karna Arga takut sendirian tinggal di rumahnya, melainkan sang mama lah yang meminta iya pulang ke rumah orang tuanya...


Arga langsung naik ke lantai atas dan masuk ke dalam kamarnya...


Tak lama kemudian Viola memberhentikan langkahnya pas di depan kamar Arga...


" Tumben pintu kamar kak Arga kebuka ? biasanya pintu kamar ini ke buka ,kalo ada kak Arga atau kak Alya , jangan jangan di dalam ada kak Alya ? "


Karna penasaran Viola masuk ke kamar tersebut , di pandangilah seisi kamar seperti seseorang mencari sesuatu..


Pandangan Viola terhenti saat iya melihat kakaknya menyenderkan kepalanya ke dasboard kasur sambil memejamkan mata , Viola menghampiri kakaknya...


" Hayo lo , lagi mikirin apa ? " Viola mengagetkan kakaknya


" Apaan sih , bikin kaget gua aja " Arga kembali memejamkan mata


" Kak Arga kok sendirian , mana kak Alya ? "


" Alya pulang ke kampungnya ! "


" Pulang ? Kenapa pulang ? Jangan jangan kakak mengusir kak Alya ya ? " ucap Viola sambil menuding ke Arga


" Apaan si kamu Vio main tuduh tuduh aja , siapa juga yang ngusir Alya , Alya pulang karna pamannya sakit "


" Terus kenapa kakak gak ikut kak Alya , kenapa kakak malah ada di sini ? "


" Terus kalo gua ikut Alya pulang , yang mau ngurusin kantor siapa ? Kamu yang mau ngurusin ? dari tadi nyerocos aja "


" Gak hehehe Vio gak mau ngurusin perusahaan , Vio gak mau jadi kak Arga yang tiap hari urusannya kantor mulu hahaha "


" Kurang ajar kamu , udah sana cepat keluar males gua ladenin lu " usir Arga ke Viola


" Iya iya Vio keluar siapa juga yang mau lama lama sama kak Arga yang nyebelinnya minta ampun " Viola pun keluar dari kamar kakaknya


Setelah Viola keluar Arga mengambil Handphonenya yang berada di atas nakas , iya membuka handphonenya dan mengotak atik handphonenya tak sengaja iya membuka galeri dan ternyata ada foto Alya yang tak sengaja iya memotretnya saat Alya sedang berada di taman belakang rumahnya , di pandangilah foto tersebut tiba tiba Arga tersenyum , tak tau apa yang di fikirkannya hingga iya tersenyum...


Arga gusar iya seperti kehilangan sesuatu yang ada pada dirinya , iya mengacak acak rambutnya...


" Huf , kenapa aku begini , kenapa aku memikirkan Alya , bukannya bagus perempuan buta huruf itu pergi , tapi kenapa aku jadi begini , sialan kamu Alya "


Arga mencoba mengirimkan pesan ke Alya namun iya urungkan , tapi iya mencoba lagi tapi iya urungkan lagi , hingga akhirnya iya menarik selimutnya dan masuk ke dalam selimutnya, iya mencoba memejamkan mata...


>>>>>>>


Disebuah Rumah sakit , Alya memandangi sang paman di tatap nya wajah sang paman yang masih belum sadar , Alya tidak ingin kehilangan kedua kali orang yang iya sayang...


" Alya "


Alya pun langsung menoleh


" Bibi "


Bibi tersenyum dan mendekati Alya...


" Kamu pulang aja dulu Al , kamu istirahat dulu , biar bibi yang jagain pamanmu "


" Tapi bibi gimana sendirian disini ? "


" Gak pa apa , bibi udah biasa sendirian disini "


" Beneran bibi gak pa apa ? "


" Iya gak pa apa , kamu gak percaya sama bibi ? "


" Percaya bik , cuma Alya kasihan kalo bibi sendirian "


" Udah sana pulang istirahat mumpung masih sore nanti kemaleman ngeri kalo pulang sendirian "


" Baik bik Alya pulang , mungkin pagi pagi sekali Alya kembali kesini "


" Ya udah itu terserah kamu "


" Alya pulang ya bik " ucap Alya pamit sambil mencium punggung tangan si bibi


" Hati hati ya Al di jalan "


" Ya bik alya pamit "


Sesampainya di rumah Alya masuk ke kamarnya di pandangi kamar tersebut , kamarnya masih seperti waktu terakhir iya meninggalkannya , Alya merebahkan tubuhnya di kasur dimana iya rindukan...


Saat Alya memejamkan mata tiba tiba handphonenya berbunyi , iya buru buru mengambilnya di dalam tas...


" Halo "

__ADS_1


" Alya kamu pulang kok gak bilang bilang "


" Aduh bisa tidak kamu pelankan suaramu " ucap Alya sambil menutup telinganya


" Hehehe iya maaf , Alya ku sayang kenapa kamu pulang tidak bilang dulu sama aku " ucap Nani dengan suara yang di buat buat


" Nah gitu dong kan enak dengernya hahaha " Alya tertawa


" Tertawa kau yah puas kau "


" Puas dung , hahaha , oh ya ada apa ni telfon gua malam malam ? "


" Ya gua mau nanya napa lu pulang gak bilang bilang dulu , gak pamit lagi "


" Ya gimana mau pamit , wong aku pulangnya dadakan mana sempet lah aku pamitan sama kamu "


" Terus lu pulang ama laki lu apa sendiri ? "


" Sendiri ,mas Arga sibuk , lagian mana ada waktu dia untuk urusan begini "


" Ternyata jadi laki lu itu gak enak juga ya , gak ada waktu untuk keluarga yang ada kerja kerja ya"


" Kok ini jadi bahas laki gua , gimana ceritanya "


" Oh iya ya hahaha lupa gua , oh ya gimana keadaan paman lu Al ? "


" Masih belum sadar Nan , masih di ruangan ICU "


" Kasihan ya Al paman lu , pasti dia tertekan akibat ulah bibi Al "


" Hush gak boleh ngomong kayak gitu "


" Ya emang faktanya gitu kan bibi lu suka cari masalah "


" Tapi sekarang bibi udah berubah Nan ! "


" Apanya berubah , maksudnya berubah jadi monster gitu ? Kalo itu mah dah biasa Al "


" Aduh bukan gitu Nan , bibi sekarang udah berubah jadi baik "


" Masa si gak percaya gua Al "


" Ya udah kalo gak percaya lu liat aja langsung kesini hahaha "


" Ya udah pulang , udah dulu ya gua mau mandi dulu dari ibu kota gua belum mandi ampe sekarang "


" Pantes baunya nyampek sini , dah sono mandi dulu "


" Iya iya ini gua mau mandi , udah dulu ya bye "


" bye "


Alya mematikan sambungan telfonnya dan meletakkan handphonenya di kasur saat di ambang pintu tiba tiba handphone Alya kembali berdering


" Ada apa lagi nelfon kan udah dibilangin kalo gua mau mandi " ucap Alya langsung menerima telfon tanpa harus melihat dulu siapa yang menelfonnya


" Belum ada 24 jam kamu pergi tapi kamu udah berani telfonan sama orang lain ? "


" Mas Arga , mati aku , ceroboh sekali aku !" umpat batin Alya


" Alya apakah kamu masih mendengar suaraku " nada suara Arga semakin naik


" Iya mas aku masih mendengar suara mu, oh ya ada apa mas telfon ? " ucap Alya sambil menggigit bibirnya karna ketakutan


" Kamu belum menjawab pertanyaanku , habis telfonan sama siapa kamu ? "


" Saya habis telfonan sama Nani mas ? "


" Apakah benar apa yang kau ucapkan barusan ? "


" Beneran mas , saya gak bohong "


" Ya udah aku percaya , tapi kalo sampai kamu bohong awas kamu "


" Iya mas " Alya langsung ketakutan


" Ya udah kamu mandi dulu katanya tadi mau mandi "


" i i ya mas " ucap Alya gugup


Setelah Arga mematikan sambungan telfonnya , Alya langsung tersenyum iya sangat kegirangan karna tidak ada angin tidak ada hujan suaminya menelfonnya , rasanya Alya seperti kejatuhan bintang dari langit , Alya sangat bahagia sekali wajahya seketika langsung ceria , Alya menuju kamar mandi sambil bernyanyi kecil karna iya lagi menikmati kebahagiaannya...


Selesai membersihkan tubuhnya Alya naik ke atas kasurnya iya menyenderkan kepalanya ke ranjang kasurnya , tak sengaja iya teringat sama kakaknya Toni , Alya memikirkan keberadaan kakaknya ?

__ADS_1


Alya bingung tidak tau iya harus mencari kemana kakaknya ? Alya melamun , tak lama kemudian handphonenya berdering...


Alya langsung menerima panggilan tersebut...


" Halo "


" Udah selesai mandi nya ? "


Alya yang sedari tadi gak ngeh siapa yang menelfon , iya langsung kaget ternyata yang menelfonnya adalah suaminya...


" Alya "


" Ya mas "


" Semenjak kamu pulang kampung , kamu sekarang jadi budek ya "


" Maaf mas " ucap Alya


" Alya cepat ubah panggilan telfon nya ke video call " pinta Arga


Alya seketika langsung kaget karna suaminya minta ubah ke panggilan video call


" Alya kamu sengaja ya bikin saya emosi " gertak Arga


" Iya iya mas " Alya langsung mengubah yang tadi panggilan telfon sekarang jadi panggilan video call


Alya malu malu hingga iya tak menampakkan wajahnya malah Alya mengganti dengan kamera belakang...


" Alya kamu memang suka mancing saya marah ya ! Alya cepat ganti kameranya "


" Ish salah lagi dari tadi salah mulu, sebenarnya maumu apa si tuan arga yang nyebelin " umpat batin Alya


Alya pun mengganti kamera handphonenya yang dari tadi kamera belakang sekarang mengganti dengan kamera depan...


" Nah gitu dung kan bagus kalo nurut " Arga tertawa


Alya tersenyum...


" Apanya yang bagus , lu gak tau ya kalo jantung gua mau meledak , gak tau lu ya gimana rasanya salting dan nahan malu " umpat batin Alya


" Alya kenapa kamu diem saja , ngomong dong ! "


Alya bingung iya harus ngomong apa , karna iya bingung kenapa suaminya jadi begini karna tidak biasanya begini , jadinya Alya tarik nafas dan memberanikan diri..


" Mas Arga udah makan ? "


" Udah tadi waktu meeting sama clien "


" Tu kan giliran ditanya malah sok cuek , salah lagi kan " umpat batin Alya


" Alya gimana keadaan paman ? "


" Masih belum sadar , masih di ICU mas "


" Terus kenapa kamu berada di kamar , bukan di rumah sakit ? "


" Tadi siang Alya sudah jagain paman , bibi pulang dulu , pas bibi sudah kembali ke rumah sakit Alya di suruh pulang biar istirahat "


" Oke saya paham penjelasanmu "


Alya dan Arga seperti dua sejoli yang baru kenal , awalnya mereka berdua sama sama kaku , dan pada akhirnya mereka bercanda canda dan tertawa bareng , hingga tak terasa waktu sudah menunjuk kan 23.30 , Alya sudah menguap berapa kali...


" Kamu sudah mengantuk ? "


" Iya mas " ucap Alya sambil menutup mulutnya karna menguap


" Ya udah kamu istirahat , apakah kamu berani sendirian di rumah ? "


" Berani mas , lagian siapa yang mau nyulik saya " ucap Alya tersenyum


" Ya udah tidur gih , jangan lupa kunci semua pintu dan jendelanya "


" Iya mas "


" Ya udah kita lanjut besok lagi "


" Ya mas " ucap Alya tersenyum


" Bye "


" Bye mas "


Akhirnya dua sejoli ini , tertidur dengan keadaan bahagia...

__ADS_1


__ADS_2