
Keesokan harinya naila sudah berada di ruang makan namun dia heran kemana gus dan haikal, saat dalam keadaan bingung serta heran pembantu pun lalu.
'Bi kesini dulu".naila pun memanggil pembantu itu.
'Kenapa non? apa ada yang bisa bibi bantu ".tanya pembantu itu dengan sopan.
'Dimana yang lain bi? kenapa rumah ini sunyi banget? ".heran naila.
'Oh itu tadi nona gus adam sama temannya sudah pergi, katanya mereka ada kerjaan mendadak ".ucap sang bibi.
Naila yang mendengar itu pun hanya mengangguk.
'Apa ada lagi non? oh iya non gus adam berpesan jangan lupa makan katanya nanti non sakit".
'Iya bi ini saya akan makan kok dan gak adalagi kok bibi bisa bekerja sekarang maaf merepotkan".ucap naila.
'Tidak sama sekali kok nona lagian ini kan pekerjaan bibi".jawab nya sambil tersenyum.
Setelah itu pembantu itu pergi naila pun memandang makanan yang ada di atas meja dan mengambil beberapa macam lauk serta sayur mayur, di sana juga ada buah-buahan serta makanan penutup yang memang selalu di sediakan di meja makan, naila pun memilih lauk udang goreng serta beberapa macam sayur dan mengambil buah pisang serta apel, untuk kue dia akan memakannya saat di perjalanan.
Setelah selesai makan naila buru-buru pergi ke bagasi kemudian memilih mengendarai motor nya dengan kecepatan sedang menuju sekolah.
'Jadi selidiki mereka saya akan menunggu khabar nya".
'Baik pak kami akan segera mengurus nya".
'Ya lakukanlah dengan baik jangan sampai seseorang tahu kecuali kalian".tegas nya.
'Baik pak kalau begitu kami pamit terlebih dahulu untuk mengecek nya".
Orang itu pun mengangguk.
'Kal sebaiknya kita juga menyelidiki nya saya rasa mereka membeli kain di bawah standar, namun mereka mengatakan satu papan kain itu seharga satu juta kita harus menyelidiki nya darimana asal kain itu di jual dan memastikan apakah harga aslinya lima ratus ribu ".ucap gus adam.
'Iya gus lebih baik kita pergi ke tempat penyimpanan kain untuk mengecek semua kain yang di beli, kita telah rugi banyak bahkan para konsumen meminta uang mereka untuk di kembalikan".ucap haikal.
'Mari kita pergi".
Haikal pun mengangguk dan mereka pergi ke tempat penyimpanan kain yang akan di buat pakaian dll.
Sekolah.
Naila berjalan di Koridor sambil bersenandung dan sesekali tersenyum saat seseorang menyapa dirinya, naila pun sampai di depan kelas namun dia terkejut saat sahabatnya itu berteriak dan langsung menarik tangannya entah kemana sahabatnya itu akan membawanya.
'Hey kalian kenapa? ".tanya naila yang di seret oleh kedua sahabat nya itu.
'Nail lo harus liat mading dulu".ucap gina dengan bersemangat.
'Kabar gembira yah? ".tanya naila yang melihat sirat kebahagiaan di wajah kedua sahabat nya.
Dan dengan kompak mereka berdua menjawab dengan semangat.
'Iya! ".
Dan tak lama mereka sampai di depan mading yang di kerumuni oleh siswa-siswi.
'Minggir_minggir yang sudah lihat tolong minggir".teriak gina.
Para siswa-siswi yang mengetahui itu suara gina langsung menyingkir dan memberikan mereka bertiga jalan.
'Coba lo liat nai".ucap kaila dengan senyuman manis.
Naila pun mengangguk dan melihat ke arah mading.
Pengumumanš¢
Berhubungan sekolah kita akan merayakan ulang tahun yang ke 59 sekolah akan mengadakan beberapa perlombaan yaitu lomba:
Hari pertama.
1.basket.
2.bet menton.
3.sepak bola.
4.tenis meja.
Hari kedua.
1.renang.
2.lari.
3.cakram
__ADS_1
Hari ketiga.
Para murid yang memiliki bakat apapun bisa mengikuti nya dan nanti akan di nilai oleh juri untuk menentukan pemenang nya, sekolahan juga akan mengadakan pesta dansa yang memakai topeng yang di buat sendiri oleh siswa-siswi untuk pakaian terserah saja, dan kami akan mengadakan acara pemilihan quen dan xing sekolah.
'Nah nai lo kan bisa basket renang lempar cakram dan bet menton kenapa lo gak ikut aja, dan siapa tau lo bisa kepilih menjadi quen sekolah kita kan".ucap kaila dengan semangat.
'Eemm boleh deh tapi aku masih sedikit susah main basket, jadi mungkin untuk basket tidak aku akan memilih bet menton tenis meja dan lempar cakram saja".jawab naila.
'Loh nai bukannya kamu mahir dalam renang? lalu kenapa memilih tenis meja ".heran kaila.
'Hahaha beberapa minggu ini aku sudah belajar main tenis meja secara diam-diam, aku meminta momi untuk seseorang yang ahli mengajari ku".jawab naila sambil tersenyum.
Setelah mengatakan itu mereka pergi dari mading itu.
'Oh iya nai aku penasaran apakah kamu benar-benar pergi bersama sadewa? ".tanya gina.
'Iya jadi kok film nya sangat bagus".jawab naila.
'Terus suami kamu ngebolihin gitu? ".tanya kaila.
'Enggak lagian dia punya pekerjaan jadi gak izin deh".acuh naila.
'Gila lo nai udah punya suami juga".ucap gina.
'Terus lo ketahuan suami lo gak? ".tanya kaila.
Naila pun mengangguk dan menceritakan apa yang terjadi.
'Nai lo".kaget mereka berdua.
Naila hanya mengidikkan bahunya acuh dia tidak peduli, kedua sahabatnya yang melihat naila seperti acuh saja hanya bisa menghela nafas sambil mengelus dada mereka.
'Hm toko ini". gus adam seperti pernah mendengar toko ini namanya tidak asing.
'Gus ini bukannya toko anaknya pak salim? ".tanya haikal yang kaget.
'Ah iya cepat hubungi dia bilang kalau kita akan datang ke toko mereka".ucap gus adam.
'Baik gus".
'Setelah ini kita akan pergi ke pabrik sepatu saya memiliki desain baru".ucap gus adam.
'Baik gus".
'Kal mungkin saya tidak bisa terlalu lama di sini bagaimana pun saya masih memiliki tugas di pondok, apakah saya harus kembali namun saya bingung bagaimana dengan naila apakah dia mau ikut ".ucap gus adam.
'Ana sara gus harus berbicara dengan istri gus dan ibu mertua gus terlebih dahulu".ucap haikal.
'Hm kamu benar setelah ibu mertua saya kembali saya akan menanyakannya".ucap gus adam.
Gus adam sadar dia juga memiliki tanggung jawab yang besar di kota nya untuk mengurus pondok milik ayahnya, pondok itu sudah di serahkan ke dirinya namun karena pernikahan ini gus adam terpaksa meminta ayah nya yang mengurus pondok itu sementara, dia merasa sangat bersalah pasti kedua orang tuanya sangat kelelahan apalagi mereka memiliki dua pondok satunya khusus ikhwan dan satunya khusus ukhty, yang mengurus pondok perempuan adalam ibunya dan dengan di bantu beberapa saudara serta menantu perempuan, untung saja saudara laki-laki nya juga membantu sang ayah untuk mengurus pondok sang ayah menyerah kan pondok itu kepada nya karena sang ayah sering bepergian untuk mengisi ceramah yang terkadang sampai keluar kota.
Mereka pun pergi dari pabrik pembuatan pakaian itu menuju tempat pertemuan untuk membahas hal itu, dia ingin tau siapa yang memesan kain dari toko itu.
Di sekolah saat ini para murid kelas 2x masih berada di dalam kelas karena mendapatkan ujian dadakan, kelas 2x terkenal akan kepintaran dan ke unggulan dalam beberapa bidang makanya para guru suka mengadakan ulangan dadakan untuk mengasah otak mereka 'katanya'. padahal para murid ada yang sedikit kesal karena selalu serba dadakan.
Sedangkan kelas lain sudah ramai pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka, beberapa orang yang dulunya iri karena tidak masuk ke dalam kelas 2x sekarang menjadi sangat bersyukur.
'Waktu kalian tinggal 10 menit lagi".ucap sang guru sambil berjalan kesana-kesini untuk mengantisipasi agar tidak ada yang mencontek.
'Bu saya sudah ".ucap naila sambil memberikan kertas kepada bu guru yang kebetulan berada di samping nya, naila memang sudah selesai dari tadi namun dia males pergi ke depan untuk mengumpul dan memilih menunggu guru itu berada di dekat nya barulah iya bilang sudah.
Bu guru itu pun mengangguk kemudian mengambil kertas ulangan itu.
'Bagus, anak-anak ayo cepat waktu sudah mulai habis" .
Satu persatu murid pun segera mengumpulkan kertas ulangan mereka yang sudah berisi jawaban.
'Baik karena semuanya sudah selesai kalian boleh istirahat ibu pamit ".ucap nya kemudian berlalu pergi setelah membereskan barang-barang nya.
Para murid yang memang sudah sangat lapar langsung berhamburan keluar kelas menuju kantin begitu pula dengan naila dkk, namun bedanya mereka menunggu semua orang keluar terlebih dahulu barulah mereka keluar.
Kantin.
Mereka langsung pergi ke beberapa tempat untuk membeli makanan yang mereka suka kemudian mencari bangku yang kosong, naila tidak sengaja melihat sadewa yang melambaikan tangannya kepada mereka dia pun melihat di sana ada kursi yang kosong mereka bisa duduk di sana.
'Gin kai kita ke sana yok di tempat kak sadewa ada kursi yang kosong".ucap naila.
Gina dan sadewa hanya mengangguk dan pergi mengikuti mereka, namun saat naila dkk ingin meletakkan makanannya di meja mereka bertiga tiba-tiba di dorong.
'Heyyy apaan sih" . kesal gina sambil berdiri.
Sadewa yang melihat itu kaget dan langsung berdiri menolong naila untuk bangun.
'Kami akan duduk di sini jadi kalian pergi ".ucap fifi dengan angkuh.
__ADS_1
'Apa! hey wanita cabe-caben kami duluan yang melihat tempat ini, apa kamu tidak melihat dengan mata dengkul mu bahwa sadewa melambaikan tangannya kepada kami" . gertak kaila yang tadi juga melihat sadewa melambaikan tangan nya kepada naila.
'Kami yang melihat tempat ini duluan ".ucap fifi dengan marah.
Semua murid pun mulai berbisik-bisik beberapa dari mereka memang melihat sadewa melambaikan tangannya kepada naila.
'Saya tidak mengundang kalian untuk di sini".ucap sadewa dengan nada yang dingin.
fifi yang mendengar itu pun menjadi malu awas saja dia akan membalas.
'Cabut".ucap fifi kepada antek-antek nya.
Fifi dan antek-antek nya pun pergi dari sana dengan dihadiahi tatapan yang berbeda-beda dari para murid.
'Mari duduk".ucap sadewa.
Naila pun mengangguk dan segera duduk dengan di ikut gina dan kaila.
'Oh iya nai apa paman mu memarahi kamu? ".tanya sadewa.
'Ti_tidak".gugup naila.
'Kamu tidak bohong kan? ".sadewa sedikit curiga karena naila berbicara dengan gagap.
'Tidak kok paman tidak memarahi ku".ucap naila sambil tersenyum manis, gina dan kaila yang mendengar itu tidak bisa mengatakan apa-apa.
Waktu pulang pun telah tiba.
'Kai gimana ini? naila belum kembali".ucap gina yang kawatir.
'Iya lama banget apa kita susul aja yah aku takut sesuatu terjadi".ucap kaila.
'Baik mari kita menyusul naila".
Mereka berdua pun pergi sambil membawa tas mereka masing-masing serta tas milik naila, karena saat mereka keluar dan tidak ada lagi murid di delam kelas penjaga sekolah akan segera mengunci pintu kelas itu.
Saat ini gus adam telah selesai mengurus semuanya dan dia berniat menjemput naila, gus berpikir mungkin naila di anter supir untuk sekolah dia hanya menduga saja.
'Naila".teriak gina dan kaila terlihat syok saat melihat naila terbaring di keramik wc sekolah mereka dengan pakaian basah, dan yang paling menyedihkan ada beberapa memar dan luka hidung naila pun mengeluarkan darah, kerudung yang biasanya naila pakai pun entah kemana dan terlihat beberapa helai rambut terlepas dari kepalanya.
Gina dan kaila langsung mengangkat kepala naila dan meletakkan di pangkuan kaila.
'Gin lebih baik kamu cari orang di luar ".ucap kaila dengan bibir gemetar serta air mata yang terus mengalir.
'Ba_baik". dengan cepat gina berlari keluar dari wc.
Gina memilih pergi ke ruang osis untuk meminta bantuan.
Saat gus adam sampai di sekolah naila dia turun dari mobil dan tak sengaja matanya menangkap seorang gadis berlari dengan cemas, gus adam tampak mengenali orang itu dia salah satu sahabat istri nya dengan cepat gus adam mendekati gadis itu.
'Tunggu".teriak gus adam.
Saat gina ingin pergi ke ruang osis dia harus melalui parkiran sekolah dan tiba-tiba telinga nya menangkap suara yang tak asing, dia pun langsung menghentikan langkah nya dan mencari orang yang memanggilnya saat matanya melihat orang itu langsung buru-buru gina berjalan ke arah nya.
'Gu_gus i_itu hah itu naila".ucap gina tergagap-gagap.
'Naila? naila kenapa".gus adam pun mulai kawatir saat melihat gelagat orang di depannya.
'Naila pingsan di toilet dan keadaannya kacau".
'Baiklah tolong tunjukkan di mana toilet nya".ucap gus adam.
Gina pun menghilangkan niatnya untuk pergi ke ruang osis dan memilih membawa gus adam pergi ke toilet, haikal saat ini tidak ikut gus adam karena masih ada beberapa pekerjaan yang harus di lakukan.
Degh...
Jantung gus adam seperti di hantam batu besar saat melihat istri nya yang begitu miris keadaan nya, gus adam langsung mengambil alih dari kaila dia buru-buru mengambil selendang dari dalam tas yang selalu dia bawa kemudian menutupi tubuh naila barulah dia menggendong naila secepat nya.
Gina dan kaila yang melihat gus adam buru-buru membawa naila keluar langsung mengikuti, untung saja sekolah mereka sepi kalau tidak bisa-bisa mereka jadi bahan gosipan.
'Apakah kalian bisa membantu saya? ".tanya gus adam.
'Bisa_bisa gus".ucap mereka dengan cepat.
'Tolong ikut saya ke rumah sakit saya akan menyetir jadi tidak bisa menahan tubuh naila".
'Baik kami bisa melakukan nya".ucap gina.
Kaila pun langsung masuk ke dalam mobil itu kemudian gus adam meletakkan naila dengan hati-hati, setelah meletakkan naila gina pun juga ikut masuk ke dalam mobil jadi kepala naila berada di pangkuan kaila sedangkan kakinya berada di pangkuan gina.
Gus adam segera melajukan mobil nya menuju rumah sakit.
skip.
Saat ini naila masih di tangani oleh dokter dan gus adam sudah menghubungi mertua nya serta kedua orang tuanya, momi naila langsung berangkat sesaat setelah gus adam menelpon sedang kan kedua orang tua nya akan datang besok.
__ADS_1