Si Gus & Cewek Nakal

Si Gus & Cewek Nakal
55


__ADS_3

...(Sad ending 🙂)...


Saat ini di sekolah ternama itu tengah sibuk menerima murid yang mendaftar untuk ikut Olimpiade.


'Terimakasih atas semangat kalian tetapi kami akan mencari sepuluh orang saja, jadi setelah mendaftar kalian akan di tes terlebih dahulu, dan hasilnya kami akan mengambil sepuluh orang ". ucap ketua osis.


Mereka semua mengangguk paham memang dari dulu seperti itu.


'Nai tolong ambil kan selembaran nya lagi di ruang foto copy". ucap sadewa.


'Baik kak". jawab naila.


'Gua temenin". ucap gilang yang kebetulan selesai mendaftar.


'Oh okey mari kak". jawab naila.


'Lang gua nitip naila lo jaga baik-baik dia". ucap sadewa di tengah ke sibukan nya.


'Iya santai aja lo". ucap gilang.


Naila pun pergi dari sana bersama gilang.


Mereka berdua pun masuk ke dalam ruang foto copy.


'Nai".panggil gilang.


'Kenapa? ". tanya naila sambil menyusun selembaran agar mudah iya bawa.


'Lo udah nikah yah? ". tanya gilang.


'Hah? ". naila terkejut mendengar itu.


'Sorry waktu itu sepupu gua liat lo keluar dari hotel dengan cowok". lirih gilang.


'O_oh itu paman gua lang". bohong naila.


'Paman? kenapa kalian cuman berdua saja ". bingung gilang.


'Ehem nanti temuin aku di cafe sehabis pulang sekolah". ucap naila langsung pergi meninggalkan gilang.


'Gua harap ucapan tadi lo benar nai gua sedih sama dewa, dia sangat tulus mencintai lo gua gak tahu kalau pikiran gua ini benar betapa sakitnya hati dewa". lirih gilang yang kemudian ikut keluar dari ruangan itu.


Skip.


'Huh akhirnya selesai juga ini". ucap naila sambil meregangkan otot tangan nya.


'Kalau begitu mari istirahat dulu ke kantin". ucap sang ketua osis.


'Emang boleh? ini belum istirahat loh". tanya naila.


'Kalau ketua osis yang bicara kita gak akan di hukum". ucap sang sekretaris sambil terkekeh.


'Yaiyalah lagi pula pak kepala sekolah yang nyuruh istirahat tadi". balas nya (ketua osis)

__ADS_1


'Kalau begitu mari ke kantin ". ucap naila dengan semangat.


Mereka yang ada di sana mengangguk dan langsung berjalan menuju kantin.


'Gus". panggil haikal.


'Kenapa kal". tanya gus adam.


'Ummah dan kyai akan datang ke sini tiga hari lagi". ucap haikal.


Gus adam yang mendengar itu tentu senang.


'Katanya mereka rindu kalian berdua".


'Hm tapi sayang naila akan pergi ". ucap gus adam.


'Berarti gus juga ikut pergi? ".


'Tidak kal ini acara sekolahan olempiade". jawab gus adam, haikal pun mengangguk paham.


'Kalau begitu suruh aja Ummah datang sebelum istri gus berangkat". saran haikal.


'Nanti akan saya bicarakan dulu sama naila". ucap gus adam.


Pulang sekolah pun tiba seperti janji naila mereka berdua sekarang ada di cafe.


'Jadi? ". tanya gilang tak sabaran.


'Kak kamu harus janji dulu untuk tidak memotong pembicaraan ku, dan tolong hanya kak gilang yang tau ini". ucap naila.


'Aku udah nikah dan sebenarnya pernikahan ini adalah perjodohan, aku gak mau tapi momi memaksanya". lirih naila.


Gilang yang mendengar itu terkejut tangannya terkepal.


'Lo bahagia nai? ". geram gilang.


'Bahagia atau enggak ini tetap pernikahan ". ucap naila dengan menundukkan kepala nya.


'Sekali lagi sekali lagi sahabat gua akan terlukai". lirih gilang yang masih terdengar di telinga naila.


'Maksud kak gilang siapa yang akan tersakiti lagi". tanya naila yang terkejut saat mendegar perkataan gilang.


'Lo terlalu bodoh untuk menyadari nya nai, orang yang selalu ada di saat lo terpuruk". ucap gilang yang kepaksa membongkar semuanya karena iya muak sang sahabat selalu tersakiti, naila yang mendengar itu berpikir keras iya kak dewa hanya dia cowok yang selalu menemani nya di saat terpuruk.


'Gak.... gak mungkin kak dewa suka sama aku dia cuman nganggap aku sebagai adek nya". ucap naila dengan mata berkaca-kaca.


'Lo yang berpikiran seperti itu nai ".


'Terus kenapa kak dewa gak bilang sama aku mungkin saat itu aku akan mencoba membuka hati ku". ucap naila.


'Heh (terkekeh) dewa gak mau ngungkapin perasaan nya karena takut lo akan membenci nya dan pergi jauh darinya, ya gua nilai dia memang pengecut karena takut hubungan kalian akan retak". ucap gilang.


Seketika ingatan naila kembali saat di uks itu iya teringat pembicaraan nya dengan dewa.

__ADS_1


'Sorry". lirih naila.


'Udahlah nai sekarang lo udah nikah gua harap lo bisa menerima suami lo, jangan sampai lo sakitin hati orang lagi gara-gara masalalu dan ke egoisan lo, gua gak akan bilang sama siapa-siapa kok lo tenang aja rahasia lo aman, gua juga akan berusaha membuat dewa hanya menganggap lo sebatas adek gua pamit duluan udah gua bayar kok minuman nya". ucap gilang segera bangkit dan pergi dari sana.


'Sorry kak sorry". lirih naila dengan air mata mengalir.


'Jangan menangis nanti cantik nya nambah". ucap seseorang.


Naila pun mengangkat kepala nya dan dapat iya lihat sosok yang iya kenal.


'Gus".lirih naila.


'Peluk aja saya ". ucap gus adam.


Naila pun langsung memeluk gus adam dengan kuat sambil terisak.


'Gus a_aku hiks aku telah banyak nyakitin hati orang lain". ucap naila dengan sesegukan.


'Kalau kamu merasa begitu minta maaf lah dengan nya supaya hati kamu tenang". ucap gus adam sambil mengusap kepala naila.


Naila pun mengangguk dalam pelukan gus adam.


Tadi saat di perjalanan menuju rumah, gus adam tak sengaja melihat motor yang iya kenali sedang terparkir di situ, jadi gus adam memilih berhenti untuk menemui naila, malah gus adam tak sengaja mendegar pembicaraan naila dan seorang cowok.


'Kita pulang yah". ucap gus adam.


'Iya". ucap naila yang langsung melepaskan pelukan nya.


Mereka berdua pun keluar dari cafe menuju parkiran.


'Kamu pakai mobil aku aja yangk". ucap gus adam.


'Lalu motor aku gimana? ". tanya naila.


'Biar saya yang bawa".


'Memang bisa? ".


'Bisalah atraksi pakai motor juga bisa". ucap gus adam.


'Hm jangan aneh-aneh ini jalanan umum". ucap naila.


'Iya sayang gak aneh-aneh kok". jawab gus adam sambil mengedipkan sebelah matanya.


'Cih gus caper". ucap naila.


Gus adam pun memberikan kunci mobil nya kepada naila begitu juga naila, tetapi naila seperti biasa selalu melemparkan kunci nya.


Hap!


Gus adam menangkap kunci itu dengan ekspresi santai.


'Lumayan gus". jawab naila langsung masuk ke dalam mobil, gus adam yang mendengar itu menggeleng kan kepala nya.

__ADS_1


..........Bersambung..........


__ADS_2