Si Gus & Cewek Nakal

Si Gus & Cewek Nakal
78


__ADS_3

...(Sad ending 🤗)...


Pagi harinya selesai sholat subuh naila sudah berkutat di dapur membuatkan sarapan untuk sang suami, selepas memasak naila meletakkan nya di atas meja makan setelah itu iya kembali naik ke lantai atas menuju kamar.


'Ceklis'.


Naila membuka pintu kamar dan setelah masuk ke dalam iya kembali menutup nya.


'Sayang kamu mandi gih mas sudah siap kan air nya". ucap gus adam.


'Makasih mas". jawab naila.


'Sama-sama sayang ". jawab gus adam sambil tersenyum.


Naila pun berjalan ke arah lemari mengambil seragam.


'Mas hari ini pakai baju yang mana? ". tanya naila.


'Warna biru sayang". jawab gus adam.


Naila pun mengangguk dia mengambil seragam yang berwarna biru serta handuk dan pakaian lainnya, setelah itu naila membawa nya masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan saat ini gus adam sibuk dengan kitab nya sambil menunggu sang istri untuk sarapan bersama, naila memang sudah gus adam daftarin untuk mondok di pesantren putri, kebetulan hari ini gus adam juga pak pertama kosong jadi dia bisa mengantarkan istri tercinta.


'Ceklis'


Naila keluar dari kamar mandi sudah berpakaian lengkap.


'Sudah ambil wudhu nya juga yangk? ". tanya gus adam.


'Sudah mas". jawab naila sambil tersenyum.


'Yasudah kamu siap-siap dulu gih pakai kerudung nya". ucap gus adam.


'Iya mas". jawab naila.


Skip.


Setelah siap mereka berdua pun makan bersama, naila selalu memandang gus adam ternyata suami nya ini tampan juga yah (batin naila)


Selesai makan mereka berdua bersama-sama mencuci bekas makan, padahal naila melarang gus adam namun katanya gak papa dalam rumah tangga saling bantu, supaya lebih ringan dan cepat selesai.


Setelah beres urusan rumah barulah mereka berdua berangkat.


'Sayang gak papa kan pakai motor? ". tanya gus adam.


'Gak papa lah mas tapi jangan ngebut yah". ucap naila.


'Hahaha masih ingat aja, mas akan pelan-pelan kok". jawab gus adam sambil tertawa.


Naila yang melihat tawa sang suami entah kenapa tersenyum.


'Kamu tunggu di sini dulu yah sayang mas mau ngambil motor nya dulu". ucap gus adam.


'Iya mas". jawab naila sambil mengangguk.


Gus adam pun pergi dari sana menuju entah kemana untuk mengambil motor.


Tak lama terdengar bunyi deru kendaraan.


'Ayo naik sayang". ucap gus adam.


'Waw mas keren motor nya". kagum naila segera berjalan menuju sang suami.


'Makasih sayang ayu". ucap gus adam.


Naila pun segera duduk di belakang gus adam (di atas motor).


'Pegangan yangk". ucap gus adam.


Naila pun langsung memeluk gus adam kali ini dia duduk miring (kayak duduk cewek biasanya)


Setelah itu gus adam pun langsung menjalankan motor nya keluar dari kawasan pondok.


'Keren banget mas motor nya milik mas? ". tanya naila.


'Iya sayang milik mas". jawab gus adam.


'Masih ada yang lain? apakah mas suka ngoleksi barang antik". tanya naila.


'Masih ada tetapi milik kakek mas yang di berikan kepada mas". jawab gus adam.


'Berarti motor ini pemberian kakek? ". tanya naila.


'Kalau ini murni mas yang beli".


'Oh,kakek mas suka yah koleksi barang antik gitu? ".


'Iya sayang kakek dulu suka banget ngoleksi barang antik".


Naila yang mendengar itu pun mengangguk.


Motor yang di pakai gus:



Skip.


Tak lama mereka pun sampai gus adam langsung memarkirkan motor nya di depan kantor.


'Sayang ke kantin dulu beli kitab nya". ucap gus adam.


'Iya mas". jawab naila.


Mereka berdua berjalan bersama menuju kantin untuk membeli kitab, karena gus adam agak sibuk jadi dia memilih untuk membeli kitab sekarang, beberapa santri yang di lalui oleh gus adam langsung menunduk tanda sopan.


Sampai lah mereka berdua di kantin.


'Assalamu'alaikum". ucap gus adam dan di ikuti naila.


'Waalaikumsalam, eh gus ada mau beli sesuatu? ". tanya penjaga kantin.


'Ini bu kemarin ana sudah cet anak ibu si faisal untuk menyisakan satu set kitab". ucap gus adam.


'Oh begitu yah gus mohon tunggu sebentar yah, anaknya ada di dalam silahkan duduk dulu". jawab nya.


Gus adam pun mengangguk dan mereka berdua duduk di bangku yang tersedia.


'Mas anak nya gak sekolah emang? ". tanya naila.


'Masih kecil sayang jadi belum bisa masuk sekolah". jawab gus adam sambil tersenyum.


'Kok udah bisa main henpon? ". bingung naila.


'Memang pintar dia masih kecil udah bantuin ibu nya". jawab gus adam.


Naila pun hanya mengangguk walau masih agak bingung.


Tak lama keluar lah faisal dengan sang ibu.


'Maaf gus lama nunggu nya ini kitab nya". ucap ibu itu.


'Gak lama kok bu jadi berapa total semuanya? ". tanya gus adam.


'Tiga ratus dua puluh empat rb". jawab nya.


Gus adam mengangguk dan langsung mengambil dompet di saku gamis nya, setelah itu gus adam mengeluarkan uang tiga ratus lima puluh, setelah itu memberikan nya kepada ibu kantin dan di kembalikan kembalian nya.


'Bu kami pamit yah". ucap gus adam.


'Iya gus".

__ADS_1


Setelah berpamitan dan mengucap salam gus adam dan naila pergi menuju lokal yang sudah di beri tahukan.


'Sayang mas cuman bisa sampai di sini aja yah kamu belajar yang rajin". ucap gus adam.


'Iya mas". jawab naila.


Sebelum pergi dengan segera naila mengambil tangan gus adam untuk di salami, dan gus adam memanggil ustazah yang sedang mengajar untuk menemai naila masuk ke dalam, setelah sang istri masuk gus adam pun pergi dari sana menuju rumah kedua orang tua nya terlebih dahulu.


Di dalam kelas.


'Assalamu'alaikum semuanya hari ini kita kedatangan murid baru, ayu ukhti perkenalan terlebih dahulu". ucap sang ustazah.


Beberapa santri wati yang tahu siapa naila mereka semua tak ada yang tak kagum, karena mereka merasa naila lebih jauh cantik di banding di instagram.


'Assalamu'alaikum, hay perkenalkan nama saya naila pindahan dari sekolah (lupa lagi namanya 🙂) semoga kita bisa berteman dengan baik yah ". ucap naila.


'Waalaikumsalam ". jawab mereka.


(Fyi sebenarnya agak sedikit berbeda gak papa kan, jadi di dunia nyata kalau dari sekolah umum gak bisa langsung ke ulya, harus singgah di wustha terlebih dahulu walaupun kelas nya setara dengan 1ulya, jadi karena ini dunia novel jadi gak papa kan naila author langsung kelas kan kelas3, tapi gak tau juga sih kalau di sekolah lain (maksudnya pondok pesantren) sama atau enggak, soalnya beda sekolah beda peraturan.


Setelah perkenalan itu naila di suruh duduk dan membuka kitab fiqih karena memang pak pelajaran sekarang adalah fiqih.


Skip.


Waktu istirahat pun tiba dan beberapa santri yang memang sangat kagum dengan naila mulai mendekat ke arah naila, ada yang berkenalan bahkan ada yang minta ttd (tanda tangan eh ** gak sih t:tanda t:tangan 🙂gj)


'Masyaallah ternyata kak naila lebih cantik kalau di lihat langsung". ucap seorang santri yang bernama nimu.


'Iya cantik banget". balas temannya nisa.


'Oh iya nai kenalin nama aku diva". ucap diva sambil mengulurkan tangannya.


'Oh hay nama aku naila". balas naila menyambut uluran tangan dari diva.


'Kalau ana niti". ucap niti sambil tersenyum.


'Hay niti senang berkenalan dengan kamu". jawab naila.


'Eh btw boleh minta tanda tangan gak nih? ". tanya malina.


'Aku juga mau dua tapi yah". ucap sabrina. H


'Buju buset langsung dua gak tuh kalau aku lima yah lumayan bisa di jual hahaha". haifa tertawa ngakak oleh perkataan nya sendiri.


'Boleh". jawab naila.


Di depan pintu ada seseorang yang melihat naila sambil menghela nafas, kemudian orang itu masuk ke dalam.


'Permisi tolong beri jalan". ucap syakila.


Santri putri yang mendengar suara sepupunya gus pun langsung menyingkir.


'Mohon maaf yah semuanya biarkan naila nya istirahat dulu". ucap syakila.


para santri putri pun mengangguk dan mereka bubar menuju tempat masing-masing.


'Kak nai yuk pergi". ucap syakila.


'Panggil naila aja lagian kan kita sepantaran". ucap naila sambil tersenyum.


'Hehe kan antum istri nya kakak sepupu aku jadi harus sopan dong, masa manggil nama".ucap syakila.


'Yasudah terserah mbak syakila aja". canda naila.


'Kok mbak sih". cemberut syakila.


'Maaf adek manis". ucap naila sambil tersenyum.


'Aaaa tak mau ". rengek syakila.


'Terus maunya apa hm? ". tanya naila.


'Apa itu? ". tanya naila yang bingung.


'Ukhti/ukhty itu maksudnya bertujuan untuk perempuan kak nai". jawab syakila.


'Baiklah ukhty syakila ayu tunjukan kantin nya aku udah laper". ucap naila sambil cengengesan.


'Okey joom". ucap syakila langsung menarik lembut tangan naila menuju kantin.


Kantin.


'Aaaaa ini aku mau ini". ucap naila sambil mengambil onde-onde.


'Kakak tau kue itu? ". tanya syakila.


'Tau kok momi pernah bawa kue ini saat pulang dari kalsel". ucap naila.


'Oohhh ana kira kakak gak pernah makan-makanan seperti ini". ucap syakila.


'Oh iya kakak tau gak kue apa ini? ". tanya syakila sambil memperlihatkan sebuah kue.



'Apa itu? aku pernah di beliin tapi ada kuahnya".bingung naila.


'Itu bukan lagi kak ini namanya kue lumpur tape kak". jawab syakila.


'Oh boleh deh mau itu juga". ucap naila.


Setelah belanja di kantin mereka kembali ke kelas untuk makan, memang kantin nya itu gak ada tempat makananya.


Syakila memilih untuk ikut ke kelas naila.Mereka berdua duduk di lantai yang memang lantai nya bersih.


'Gak papa kan makan kayak gini? ". tanya syakila.


'Gak papa lagian aku pernah makan kayak gini di alun-alun atau warung tenda yang berada di pinggir jalan". ucap naila.


Syakila pun mengangguk paham.


Setelah itu mereka makan makanan yang mereka beli, bukan hanya kue tapi gorengan dan beberapa makanan ringan serta air.


'Eemmm bau mie". ucap naila sambil mengedarkan pandangannya. Dan benar saja ada yang makan mie di dekat mereka.


'Mwo kok makan nya begitu? ". tanya naila menatap heran seorang santriwati yang makan mie instan tanpa di rebus.


'Mau? ". tawar santri wati itu yang bernama sabrina.


'Boleh coba? ". tanya naila menatap ke arah sabrina.


'Boleh kok nih coba". ucap sabrina memberikan bungkus mie nya.


'Makasih". ucap naila mengambil nya.


Naila pun mengambil mie dari dalam bungkus nya kemudian meletakkan di plastik gorengan yg iya beli, setelah itu naila memberikan nya kembali kepada sabrina.


'Makasih" . ucap naila setelah itu.


'Sama-sama". jawab nya sambil mengambil bungkus mie itu dari naila yang mengembalikan nya.


'Mau coba sya? ". tanya naila kepada syakila.


'Enggak kak aku udah sering makan mie tanpa di masak". ucap syakila.


'Oh berarti enak dong karena sering banget". ucap naila mengambil sejumput mie kering yang sudah tercampur bumbu mie itu.


'Iya sudah sering banget". jawab syakila.


Dengan pelan naila memasukkan mie itu kedalam mulutnya, sekali dua kali yang ketiga kali naila baru merasakan rasa enak sekali.

__ADS_1


'Sya ke kantin yukk". ucap naila.


'Buat apa lagi? makanan kamu udah banyak".bingung syakila.


'Mau beli mie instan". ucap naila.


'Nanti aja kak sebelum pulang nanti aku temenin ke kantin". ucap syakila.


'Gak akan habis kan? ". tanya naila.


'Enggak nai kalau pun habis bisa beli mie rasa yang lain". ucap syakila.


'Oh berarti bisa yah rasa semuanya? ". tanya naila.


'Bisa kak nai nai". ucap syakila.


'Oh". ucap naila sambil mengangguk.


Skip.


Waktu pulang tiba.


'Mas". panggil naila kepada gus adam yang duduk di ambin (apasih namanya kalau di tempat author namanya ambin) nah iya pelataran, gus adam duduk di pelataran rumah kedua orang tuanya.


'Assalamu'alaikum". ucap syakila yang baru datang dengan terengah-engah karena mengejar naila.


'Eh, iya Assalamu'alaikum". ucap naila yang kelupaan.


'Waalaikumsalam". balas mereka.


'Mau singgah dulu gak? ". tanya ummah.


'Kayanya nanti aja ummi soalnya ana mau ngajak istri ana untuk beli barang kebutuhannya, soalnya kan gak ada yang di bawa juga dari sana kecuali beberapa aja". ucap gus adam.


'Yasudah kalau begitu". ucap ummah.


'Maaf ummah yah insyaallah besok bisa kok kan nai masih sekolah". ucap naila.


'Iya nak naila ingat yah kamu kan hamil jangan lari-lari kayak tadi bahaya kalau kesandung". ucap ummah.


Memang mereka tadi syok saat melihat naila yang berlari seakan lupa keadaan, dan benar saja.


'Astagfirullah bisa-bisa nya nai lupa". ucap naila yang langsung spontan mengelus perut nya yang sudah buncit.


'Nah adam itu juga tugas buat kamu jaga istri kamu baik-baik". ucap ummah menasihati anak nya itu.


'Inggih ummi".jawab gus adam.


Skip.


Saat ini mereka masih di perjalanan.


'Sayang nanti habis ashar kita berangkat ke mall yah untuk membeli perlengkapan". ucap gus adam.


'Perlengkapan kan udah ada mas kenapa beli lagi? ".


'Perlengkapan buat kamu sayang". ucap gus adam.


'Gak usah mas aku gak papa kok". ucap naila.


'Ingat apa yang mas katakan? selagi mas bisa kenapa tidak". ucap gus adam.


'Baiklah-baiklah terserah mas suami aja". ucap naila.


Gus adam yang mendengar itu terkekeh.


Motor yang di bawa gus adam pun memasuki pondok pesantren khusus cowok.


'Sayang mas mau markirin motor nya dulu yah kamu masuk aja duluan". ucap gus adam.


'Iya mas". balas naila.


Setelah naila turun dari motor gus adam pergi untuk memarkirkan motor nya ke tempat nya.


Naila yang tak sabar pun langsung masuk ke dalam rumah, dan tanpa berganti pakaian nya terlebih dahulu naila berjalan ke arah meja makan, meletakkan tas di kursi satunya dengan segera naila membuka bungkus mie yang sudah di remukan oleh syakila, karena yah naila tidak tau gimana caranya makanya.


Setelah semua bumbu tercampur naila langsung memakan mienya.


'Assalamu'alaikum". ucap gus adam sambil masuk ke dalam rumah.


Naila tidak mendengar karena iya berada di dapur, dan gus adam mengira naila sudah ke kamar karena tak ada balasan pun langsung pergi ke kamar.


Ceklis.


Gus adam membuka pintu kamar dengan perlahan, setelah itu masuk ke dalam dan menutup nya kembali.


Saat masuk dan pintu sudah tertutup gus adam melihat ke sekeliling.


'Hm kemana dia pergi apakah di dalam kamar mandi tapi tas nya gak ada". ucap gus adam.


Gus adam pun memilih memeriksa kamar mandi dan pintu nya tidak terkunci, karena khawatir gus adam kembali turun ke lantai bawah sambil berteriak memanggil sang istri.


'Sayang..... sayang kamu di mana? ". teriak gus adam.


Naila yang berada di dapur pun ter lonjak kaget mendengar teriakan sang suami.


'Di dapur". balas naila yang ikut berteriak.


Gus adam yang mendengar suara naila pun langsung pergi ke dapur.


'Astagfirullah sayang kamu bikin mas kawatir". ucap gus adam berjalan pelan ke arah naila yang duduk membelakangi nya.


'Hehehe maaf habis nya udah gak sabar makan ini".ucapan naila sambil menampakkan sebungkus mie di tangannya yang sudah terbuka.


Gus adam yang melihat itu seketika melonggo sedikit tak percaya.


'Mas kira orang kaya kamu gak tau ada cara makan mie kayak gitu". ucap gus adam sambil duduk di samping sang istri.


'Iya sih mas aku gak tau ini juga baru tau". cengir naila.


'Makan boleh saja tapi jangan keseringan yah sayang, lebih baik untuk sementara makan mie nya di masak dulu". ucap gus adam mengelus sayang kepala naila.


'Iya mas gak akan sering kok".


'Yasudah kamu mau mandi atau mau habiskan makanan ini dulu? ". tanya gus adam.


'Mau habisin ini dulu aja deh mas gak papa kan? ".


'Hm terserah kamu saja tapi ganti dulu ini pakaian nya, besok kan pakai yang ini lagi". jelas gus adam.


'Oh iya lupa ". ucap naila sambil menepuk dahinya.


'Jangan di tepuk sayang".


'Hehehe iya mas eemm kalau begitu aku mandi aja sekalian makan ini nanti aja di lanjut nya". ucap naila sambil tersenyum.


'Baiklah mari ke atas mas juga mau mandi, habis mandi istirahat sebentar lalu habis ashar ke pusat perbelanjaan". ucap gus adam.


'Jadi ini ke pusat perbelanjaan nya? mending di tabung aja mas". ucap naila.


'Gak papa sayang mas juga udah ada uang untuk di tabung udah mas atur". ucap gus adam.


Naila pun hanya mengangguk dan setelah itu mereka pergi ke lantai atas dengan naila yang membawa ikut serta mie nya.


..........Bersambung..........



Ada yang tau ini kue apa?

__ADS_1


Pagi harinya selesai salat subuh kalau sudah berkata tidak perlu melaksanakannya di atas meja makan yaitu Yuk ngomong ini


__ADS_2