
...(Sad ending π€)...
Hari demi hari berganti, hubungan sadewa dan sofia entahlah karena sofia selalu menjauh dari sadewa.
'Sofia tunggu kamu kenapa? ". tanya sadewa yang berhasil menemui sofia.
'Aku gak papa". ucap sofia.
'Lalu kenapa selalu menghindar dari ku? bisakah kita bicara ". ucap sadewa.
'Maaf aku sibuk". ucap sofia yang langsung pergi.
Sadewa yang melihat itu tentu saja tak diam dan berlari mengejar sofia, namun gagal karena sofia masuk ke dalam taxi yang sudah iya pesan, sadewa yang melihat itu menghela nafas.
'Kenapa dia seperti menjauh". bergumam.
Di sisi lain.
'Mas". manja naila.
'Kenapa sayang? ". tanya gus adam.
'Gak papa pengen peluk mas aja terus hehehe".
Gus adam pun merasa gemas dengan tingkah sang istri.
'Uluh uluh istri mas lagi pengen di manjain yah". ucap gus adam mengelus kepala naila.
'Em". naila mengangguk.
'Nanti yah kalau udah sampai rumah kan mas lagi nyetir". senyum gus adam.
Naila mengangguk dengan senyuman yang selalu terbit di bibir nya, naila bersandar ke arah pintu mobil sambil memandangi wajah tampan sang suami.
Tak lama mereka pun sampai.
'Mau gendong". ucap naila saat gus adam membukakan pintu mobil nya.
Gus adam pun terkekeh kemudian berjongkok untuk menggendong sang istri, naila pun tersenyum kemudian naik ke punggung gus adam.
Mereka berdua masuk ke dalam rumah yang sepi itu, masuk ke dalam lift agar mudah menggendong naila, setelah lift sampai di kamar atas mereka berdua masuk ke dalam kamar.
Gus adam mendudukkan naila di atas sofa.
'Mandi dulu yangk". ucap gus adam.
'Berdua". ucap naila dengan semangat.
'Baik mari".
Dan yah akhirnya mereka mandi berdua, setelah mandi mereka berpakaian dan berbaring di kasur untuk mengistirahatkan tubuh yang lelah.
Naila memeluk erat tubuh gus adam seakan tak mau kehilangan, gus adam membalas dengan mengelus kepala naila lambat laun mata mereka berdua terpejam, tangan yang mengelus kepala naila pun mulai berhenti.
Di kamar sofia.
'Hiks_Hiks kamu jahat wa kamu jahat hiks". menangis sesegukan.
'Sudah jangan nangis lagi ". ucap zayn (sorry author lupa namanya) menenangkan sofia.
'Hiks_Hiks apa salah ku sama dia zayn sampai dia melakukan itu semua". menatap zayn sendu.
Zayn pun tentu sedih saat melihat kakak kesayangan nya menangis dia langsung memeluk tubuh sofia.
'Coba bilang apa yang terjadi hm? ". tanya zayn.
Sofia menggeleng kan kepala nya dia tidak mau terjadi keributan nantinya, biarkan dia yang menyelesaikan masalah nya sendiri.
'Baiklah kalau gak mau cerita jangan nangis ayo istirahat dulu kamu pasti capek kan". ucap zayn.
Sofia mengangguk kemudian dengan pelan berbaring di kasur nya, zayn yang melihat itu tersenyum tipis kemudian iya menutupi tubuh sang kakak dengan selimut, zayn pun mengusap kepala sang kakak agar tertidur.
Setelah merasa sofia tenang zayn mengambil henpon nya dan menghubungi seseorang.
Kembali ke naila dan gus adam.
'Ma_mas". tahan naila.
'Kenapa yangk? ". tanya gus adam yang sedang ******
'Eeemmm". naila memejamkan matanya saat tangan gus adam ****d****nya.
Dret...... Dret.....
Henpon naila berbunyi dan menghentikan kegiatan mereka.
'Mas". rengek naila.
Gus adam pun terpaksa menyudahi kegiatan mereka dan mengambil kan henpon sang istri.
'Ya, waalaikumsalam ada apa? ".nailaπ
'Kak apakah kakak tau ada masalah apa di antara kak sofia dengan kak sadewa? ".zayn π.
'Tidak memang nya kenapa dengan sofia". tanya naila.
'Sedari pulang sekolah dia terus menangis dan menyebut nama kak sadewa".π
'Eemmm yasudah nanti kakak bicara sama kak dewa". ucap naila π.
'Makasih kak maaf merepotkan".π
'Tidak sama sekali".π
Setelah itu panggilan pun terputus.
'Siapa yang? ". tanya gus adam.
'Zayn nelpon nanyain ke aku apa ada masalah antara sofia dan dewa". ucap naila sambil menghela nafas.
Gus adam pun mengernyit bingung dan ingatan nya tertuju pada malam itu, apakah sofia mendengar apa yang mereka bicarakan kalau iya itu bisa gawat.
'Kenapa melamun? mau lanjut atau tidak aku ngantuk banget". ucap naila memejamkan matanya.
Gus adam yang mendengar itu menghela nafas.
'Tidur lah pulihkan dulu tenaga kamu untuk malam ini". berbisik di telinga naila.
Naila yang mendengar itu pun meremang.
Skip.
Sore harinya naila sudah membuat janji dengan sadewa untuk bertemu di cafe biasanya.
__ADS_1
'Ada apa nai? ". tanya sadewa.
'Maaf kalau aku lancang karena masuk dalam hubungan kalian, tapi ini penting apakah kalian berdua bertengkar". tanya naila.
'Enggak nai aku enggak pernah bertengkar dengan sofia, hubungan kami baik-baik aja kecuali akhir-akhir ini aku bingung kenapa aku merasa sofia kayak menghindar". ucap sadewa.
'Hm". naila pun berpikir keras.
'Yasudah nanti aku tanya langsung sama sofia nya aja, siapa tau kamu membuat kesalahan tanpa kamu sadari". ucap naila.
'Makasih nai". ucap sadewa.
'No problem ingat wa kamu juga selalu ada saat aku membutuhkan nya". ucap naila tersenyum tipis.
Setelah itu mereka memilih menghabiskan minuman dan cemilan yang mereka beli di situ.
'Kak duluan yah". ucap naila.
'Mau aku anter? ". tanya sadewa.
'Gak usah lagian aku mau langsung pergi ke rumah sofia". ucap naila.
'Gak papa nai aku takut aja". ucap sadewa.
'Aku bawa mobil wa".ucap naila.
'Nanti aku ikuti dari belakang". ucap sadewa.
'Baiklah-baiklah dasar keras kepala". ucap naila yang sedikit kesal.
Setelah itu mereka pun pergi dari sana menuju rumah sofia.
'Udah kan kak bay". ucap naila keluar dari dalam mobil.
'Masuk aja aku mau nunggu di sini". ucap sadewa.
Naila yang mendengar itu memutar bola mata malas. Tak mau berlama-lama naila langsung pergi ke pos satpam untuk melapor. Dan tak lama setelah itu pintu gerbang terbuka menampakkan wajah zayn yang terkejut.
'Loh kak naila? ". tanya zayn sambil memegang plastik yang berisi sampah.
'Hay zayn sofia nya ada kan? ". tanya naila.
'Ada kok kak masuk aja mobil nya biar pak satpam nanti markirkan". ucap zayn.
'Gak papa emang nya? ". tanya naila.
'Iya kak itu mobil nya mau di parkirin di sana dulu soalnya garasi nya dalam perbaikan, bahkan gak ada lagi mobil satupun di garasi semuanya di pindahkan ke tempat lain dan sisanya di sana". ucap zayn sambil menunjukkan parkiran umum.
Naila pun mengangguk setelah itu iya memberikannya kunci mobilnya kepada pak satpam untuk di parkirkan.
'Yuk masuk aku ingin bicara sama sofia". ucap naila.
'Kakak masuk aja langsung ke kamar nya aku mau buang sampah dulu". ucap zayn.
'Gak papa nih? ". tanya naila.
'Gak papa kak kita kan keluarga". ucap zayn sambil terkekeh.
Naila pun kembali mengangguk dan pamit masuk duluan.
Skip.
Saat ini naila sudah berdiri di depan kamar sofia yang bercat pingk.
Tok..... Tok...
Tok.... Tok..
'Fia pliss buka kakak mau bicara". ucap naila kembali mengetok.
'Ceklis'
Kamar pun terbuka menampakkan mata sofia yang sembab mungkin karena kelamaan nangis.
'Ada apa kesini kak? ". tanya sofia dengan suara parau nya.
'Boleh bicara berdua? ". tanya naila.
'Masuk aja". ucap sofia membukakan lebar pintu kamar nya. Naila mengangguk kemudian masuk ke dalam kamar, setelah naila masuk sofia kembali menutup pintu kamar nya.
'Duduk aja". ucap sofia.
Naila mengangguk dan memilih untuk duduk di atas karpet saja, sofia yang melihat itu langsung ikut duduk lesehan.
'Jadi? ". tanyanya.
'Sorry kalau aku ikut campur sebenarnya kalian berdua punya masalah apa? ". tanya naila.
'Gak papa kak". bohong sofia.
'Ayolah fi cerita supaya aku mendapatkan jalan keluar nya untuk kalian berdua". ucap naila.
'Gimana sih kak kalau jadi cewek cuman di jadikan tempat pelarian? ". tanya sofia.
'Maksud kamu_kamu hanya lah pelarian dari kak dewa? ". kaget naila.
Sofia pun menceritakan apa yang iya dengar saat Sadewa dan gus adam bicara di taman belakang.
'Gak_Gak mungkin kan? aku masih gak percaya". syok naila.
'Memang itu kenyataan nya kak". ucap sofia.
'Tapi apa kamu dengerin nya sampai selesai? gak kan". ucap naila.
'Emang gak tapi sakit kak saat aku tau kalau aku hanya di jadikan tempat pelarian". ucap sofia.
Skip.
Saat ini sofia mengantarkan naila ketempat parkiran umum, mereka berdua sedang berbincang sebentar di tempat itu.
'Hati-hati yah kak kalau udah sampai rumah hubungi aku". ucap sofia.
'Iya ". ucap naila.
Setelah itu sofia berbalik dan berjalan menuju rumah.
Dari kejauhan tiba-tiba ada mobil yang melaju ke arah mereka.
'Awas kalian". teriak Sadewa yang memang masih berada di dekat rumah sofia.
Naila yang kaget pun tiba-tiba tubuh nya jadi kaku, sedangkan sofia yang sadar langsung mendorong tubuh naila.
'Akkhhh". teriak naila kesakitan.
'Naila sofia". teriak sadewa.
__ADS_1
Namun karena perut naila yang sakit tak bisa menggapai tangan sofia yang lumayan jauh darinya, dan Bruk!
Tabrakan tidak bisa di hindari lagi, tubuh sofia memental menabrak mobil naila yang terparkir, darah pun banyak keluar dari tubuh sofia, Sadewa langsung berlari menghampiri sofia yang berlumuran darah.
'Hiks_hiks sofia bangunlah ". ucap Sadewa sesegukan.
Di tempat naila iya berusaha berdiri dengan perut yang teramat sakit, dengan tertatih-tatih naila berjalan ke arah mereka berdua.
'So_sofia". lirih naila.
Sadewa menatap naila dengan marah.
'Ini semua gara-gara lo kenapa lo gak tarik sofia hah! ". bentak Sadewa.
Semua orang yang melihat keributan itu langsung berdatangan.
'Kakak". teriak zayn langsung memeluk tubuh sofia.
'Cepat bawa ke rumah sakit". ucap beberapa warga.
'Mari bawa ke mobil ku". ucap sadewa yang langsung mengangkat tubuh sofia.
Sebelum pergi zayn menatap ke arah naila.
'Kamu juga harus ke rumah sakit mari ikut kami". ucap zayn.
Naila mengangguk lemah, dengan hati-hati zayn membawa naila ke arah mobil Sadewa.
'Mari masuk duluan nai". ucap zayn.
'Naila tidak boleh ikut di sini". ucap sadewa dengan dingin.
Degh!
Kaki naila yang hampir masuk ke dalam mobil tak jadi, naila mundur dari sana.
'Apa yang kamu katakan kak". kaget zayn.
'Karena dia sofia celaka". ucap sadewa.
'Enggak ini semua musibah". ucap zayn.
'Silahkan pilih kakak mu atau naila kita gak punya banyak waktu". ucap Sadewa.
'U_udah kamu ikut mereka aja aku gak papa kok". ucap naila sambil tersenyum.
'Tapi bibir kamu pucet banget". ucap zayn.
'Nya_nyawa sofia lebih penting". ucap naila yang menahan sakit yang sudah bertambah.
'Baiklah aku akan menelpon gus saat di perjalanan, kamu duduk saja dulu di pos satpam ". ucap zayn.
'Iya". jawab naila.
Zayn pun langsung masuk ke dalam mobil Sadewa, dan mobil itu langsung melaju meninggal kan naila yang merasakan sakit.
'Yang sabar yah nak kamu harus kuat". ucap naila sambil mengusap perutnya.
Gus adam yang mendapatkan telpon langsung ngebut menuju tempat tujuan.
'Sayang". teriak gus adam sambil berlari menuju pos satpam.
'Mas a_aku gak kuat". ucap naila yang langsung pingsan.
Hap!
Naila terjatuh di dekapan gus adam.
Gus adam sangat khawatir dan langsung memasukkan naila dengan hati-hati ke dalam mobil,setelah merasa naila aman gus adam langsung membawa mobil nya dengan kecepatan menuju rumah sakit terdekat.
Skip.
'Bagaimana dengan kakak saya dok? ". tanya zayn.
'Huft (menghela nafas) maaf pasien tak bisa tertolong karena pendarahan yang hebat". ucap sang dokter yang langsung pergi meninggalkan mereka.
Buhg!
Sadewa meninju tembok rumah sakit itu dengan kuat sedangkan zayn sudah terduduk lemas di kursi tunggu.
Saat ini naila masih di rawat alhamdulillah naila dan kandungan yang di dalam tak mengapa.
'Masih sakit yang? ". tanya gus adam sambil mengelus perut naila.
'Untuk saat ini udah enggak mas". jawab naila.
'Syukurlah". ucap gus adam kemudian mencium kening naila.
'Mas bagaimana keadaan sofia? ". tanya naila.
'Mas belum tau zayn gak ada hubungi mas lagi". ucap gus adam
Dret.... dret...
Ponsel gus adam bergetar menandakan pesan masuk.
Zayn π¬
Kak_kak sofia telah meninggal ππ’
'Innalillahi". ucap gus adam yang sangat syok saat membaca pesan yang terkirim itu.
Kak adam π¬
Kamu beneran? terus ada di rumah sakit mana.
'Siapa yang meninggal mas? ". tanya naila.
'Dari zayn". ucap gus adam.
'Ja_jangan bilang kalau sofia__". naila tak bisa melanjutkan kata-katanya air matanya sudah mulai keluar.
Gus adam tak menjawab dia kembali memeriksa pesan yang di kirim nya.
Zaynπ¬
Beneran kak sekarang kami di rumah sakit xxxxx, kak sofia sedang di urus.
'Yang mereka ada di rumah sakit ini dan jenazahnya sedang di urus". ucap gus adam.
Luruh sudah air mata naila dia merasa bersalah.
'Hiks ini semua salah aku mas karena aku gak narik sofia waktu itu". ucap naila terisak.
Gus adam langsung memeluk tubuh naila.
__ADS_1
'Sudah ini bukan salah kamu ini sudah menjadi takdir sofia". ucap gus adam menenangkan sang istri.
^^^.......Bersambung.......^^^