
...(sad ending 😀)...
Saat ini naila dan gus adam sudah berada di dalam mobil.
'Gimana tadi sayang? ". tanya gus adam.
'Seru banget gus eh hubby mereka semua welcome". ucap naila yang masih agak lupa dengan nama panggilan nya.
'Syukur lah kalau kamu senang". ucap gus adam.
'Hubby tau gak tadi nenek kasih aku kotak ini". ucap naila yang memegang sebuah kotak.
'Oh yah berarti nenek suka dengan kamu biasanya kalau nenek suka dengan pertemuan pertama nenek akan kasih hadiah". ucap gus adam sambil tersenyum manis.
'Wah benar kah aku bahagia mendengar nya, terus ini kita mau kemana hubby". tanya naila.
'Ada rahasia hubby harap nanti kamu akan suka". ucap gus adam.
Skip.
'Udah sampai sayang mari turun". ucap gus adam.
Naila pun mengangguk dan melepas sablet (aaa lupa apa namanya) lalu melihat ke arah jendela.
'Wah hubby ini di mana". tanya naila yang terpukau akan pemandangan nya.
'Ini tempat kesukaan ana karena pemandangan nya sangat indah udaranya pun seger, di sini juga ada kebun teh durian dan jeruk". ucap gus adam.
'Benarkah? apakah jeruk nya manis dan bisa di beli? ". tanya naila.
'Bahkan lebih dari itu kita bisa ikut belajar bagaimana cara memetik daun teh durian serta jeruk, kalau mau kita juga bisa belajar membuat teh serta durian dan jeruk menjadi kue atau makanan". ucap gus adam.
(Saat ini mereka sudah keluar dari dalam mobil dan berbicara sambil menikmati udara yang segar)
'Benarkah? apakah kita boleh ikut aku penasaran dengan cara membuat teh". ucap naila dengan bersemangat.
'Baiklah ayo ". ucap gus adam sambil menggandeng tangan naila, naila hanya tersenyum tanpa melepaskan tangan gus adam dari tangan nya.
'Mau kemana dulu nih? ". tanya gus adam.
'Ke kebun teh aja dulu hubby". ucap naila.
Gus adam pun mengangguk dan mereka berdua langsung pergi ke kebun teh.
Naila sangat pokus mendengar kan penjelasan ibu-ibu pemetik daun teh itu.
Setelah belajar memetik daun teh dengan benar naila dan gus adam pun pergi mengikuti cara mengolah dauh teh, ternyata bukan hanya membuat teh mereka membuat beberapa macam makanan.
Skip.
Saat ini naila dan gus adam sedang duduk di sebuah bangku melihat pemandangan yang indah sambil memakan hasil yang mereka bua tadi.
'Hubby aku boleh buka kotak itu gak? soalnya penasaran banget". ucap naila.
'Boleh kok sayang itu kan punya kamu jadi terserah kamu". ucap gus adam sambil tersenyum.
Naila pun mengangguk kemudian mengambil kotak itu dari tas nya dan membuka nya.
'Wah cantik banget hubby kalung dan gelang nya ". ucap naila memandang kalung dan gelang itu sambil tersenyum.
kalung.
Gelang.
__ADS_1
'Kalau begitu di pakai dan di jaga dengan benar sayang". ucap gus adam.
Naila pun mengangguk kemudian berkata kepada gus adam.
'Eemmm boleh pasangkan kalung nya? ". tanya naila dengan gugup.
Gus adam yang mendengar itu memandang naila heran.
'Gak mau yah? yasudah gak papa aku pakai sendiri aja". ucap naila.
'Bukan begitu hubby cuman kaget aja takut kamu salah bicara". ucap gus adam sambil terkekeh.
'Sini kalung nya biar hubby pasangkan". ucap gus adam.
'Tunggu dulu gus aku juga pakai kalung jadi gimana? ". bingung naila.
Naila bingung sebab itu kalung pemberian ayah nya.
'Mau di lepas? ".
'Sebenarnya itu pemberian papi jadi aku tidak yakin untuk melepaskan nya". sendu naila.
'Kalau begitu pakai gelang saja kalung ini biar di simpan". ucap gus adam yang mengerti akan perasaan naila.
'Emm aku pakai aja hubby gak papa pakai dua kalung lagian kan ke tutup hijab gak ada yang akan comment ". ucap naila.
'Jangan di paksa kan sayang nanti kalau ada apa-apa biar ana yang jelasin".
'Tidak papa hubby ayu pasangkan saja". ucap naila yang orang nya memang keras kepala.
Gus adam yang mendengar itu menghela nafas dan memasangkan kalung itu.
'Sayang ini cincin bukannya cincin pernikahan kita? ". tanya gus adam yang tak sengaja matanya tertuju pada benda itu.
'Gak papa aku paham kok". ucap gus adam sambil tersenyum tipis.
'Terimakasih dan maaf".
'Ya tidak papa jangan terlalu di pikir kan". ucap gus adam yang sudah memasangkan kalung itu dan merapikan kembali hijab yang di pakai naila. Naila juga sudah memasang gelang itu di tangan nya.
'Mau foto dulu boleh gak? ". tanya naila.
'Tentu boleh dong ". ucap gus adam.
Dan akhirnya sebelum pulang mereka berdua memilih untuk berswafoto.
Skip.
Setelah melalui hari ini dengan bersenang-senang naila tengah bersiap untuk pulang dia juga sudah memasan tiket untuk pulang, serta gus adam menyuruh naila agar kedua sahabat nya menjemput.
Bandara.
'Sayang hati-hati yah kalau udah sampai jangan lupa kabari saya". ucap gus adam.
'Iya hubby kalau gak ketiduran hehehe". ucap naila sambil😁.
'Gemesin deh". ucap gus adam.
'Ya dah hubby assalamu'alaikum ". ucap naila sambil melambaikan tangannya.
'Waalaikumsalam, jangan lupa jaga kesehatan ". ucap gus adam membalas lambai an tangan naila.
'Kak haikal titip gus kalau dia nakal cubit aja". teriak naila karena sudah agak jauh.
__ADS_1
Haikal yang mendengar itu mengacungkan dua jempol nya sambil terkekeh.
Lama kelamaan naila pun menghilang dari pandangan mereka.
'Kalau gus nakal cubit aja". ejek haikal membuat gus adam memandang nya dengan tajam.
'Sudah ayu balik". ucap gus adam langsung pergi meninggalkan haikal.
Haikla yang melihat itu tersenyum tipis dia sangat bahagia kalau hubungan mereka berdua sudah saling terbuka.
Skip.
Beberapa jam kemudian naila sampai di kota nya dan langsung berjalan menuju tempat sahabat nya menunggu.
'Hay". sapa naila sambil tersenyum.
'Hay hiy hay hiy pergi gak bilang bikin orang cemas aja". gerutu kaila.
'Udah yah besok aja ngomel nya naila yang cantik ini ngantuk pengen bobo". ucap naila yang masih dengan senyuman nya.
'Yasudah besok gua akan marahin lo sampai kuping lo merah". ucap kaila.
'Iya deh terserah anda". ucap naila.
'Yasudah mari kita menuju mobil dan seperti nya malam ini ada yang bahagia, jadi biarkan dulu dia bahagia sebelum menderita (😀) ". ucap gina.
Mereka bertiga pun pergi menuju mobil yang di supir oleh sadewa, yah sadewa tadi tak sengaja mendengar pembicaraan mereka.
'Eh kak dewa? ". kaget naila.
'Tadi dia gak sengaja dengar pembicaraan kami dan maksa ikut sorry nai". ucap gina.
'Di luar masih sangat berbahaya itu alasannya". balas sadewa.
'Ya gak papa juga ini kan udah malam banget gak baik untuk perempuan berkendaraan". ucap naila yang langsung memejamkan matanya (padahal tadi naila berangkat habis isya setelah sholat isya di bandara langsung masuk ke pesawat, sedang kan di kota nya sudah jam satu lewat)
'Nah iya benar juga, eh malah tidur tuh anak ". ucap naila sambil menoleh ke arah naila.
'Gak papa biarkan aja dia mungkin masih capek". ucap sadewa.
Kaila yang melihat tidur naila akan membuat badannya remuk langsung memperbaiki nya.
Dan mata kaila tak sengaja menangkap sebuah gelang di tangan naila.
'Wah cantik banget". gumam kaila yang masih di dengar gina.
'Apaan cantik kai? ". tanya gina heran.
'Jangan sampai lo belok ngelihat naila tidur". sambung gina merinding.
'Enak aja! lo kali yang belok ini gelang yang di pakai naila cantik". kesal kaila.
Sadewa yang di depan mendengar pembicaraan mereka hanya tersenyum.
Gina pun meringis dan menatap lengan naila.
'Wah iya cantik banget". ucap gina.
'Jangan-jangan naila udah nerima gus adam". batin mereka berdua dengan pikiran yang sama.
Mereka berdua pun saling pandang dan senyam-senyum gak jelas, sekilas sadewa melihat ekspresi mereka membuat dirinya merinding.
'Ngapain kalian senyum gak jelas? jangan-jangan kalian yang saling suka". ejek sadewa.
'Ogah! ". ucap mereka berdua.
__ADS_1
Sadewa hanya tersenyum tipis mendengar jawaban yang kompak itu.
^^^(Episode selanjutnya).^^^