
...(sad ending😆)...
Pagi harinya terlihat para wanita sedang berada di dapur untuk memasak dengan tetap di bantu pembantu.
'Nak naila gimana kalau kalian bulan madu jika ada waktu liburan? ". tanya ummah.
'Insyaallah ummah nanti aku tanya sama mas adam dulu". ucap naila.
Ummah pun mengangguk.
Selesai berkutat di dapur naila pamit ke kamar karena harus segera bersiap untuk sekolah, dan malam ini mereka akan berangkat ke negara Jepang untuk acara olempiade.
'Mas". panggil naila.
'Kenapa sayang? ".
'Kata ummah gimana kalau kita bulan madu". tanya naila.
Gus adam yang mendengar itu hampir saja tersedak..
'Mas terserah kamu saja kamunya bisa atau enggak". ucap gus adam.
'Mungkin setelah ujian aku ada waktu mas, kalau sekarang sih agak sulit cari waktu liburan kecuali satu hari ". ucap naila.
'Yasudah itu bisa di atur nanti, lebih baik kamu siap-siap kan mau sekolah ". ucap gus adam..
'Okey mas". jawab naila.
Skip.
Sekolaha. Kelas.
'Nai kamu udah beli keperluan belum? ". tanya sadewa.
'Udah kak kemarin sekalian ke mall". ucap naila.
'Oh gitu yah". ucap Sadewa sambil mengangguk.
'Kakak belum beli yah? apa ada masalah". tanya naila.
'Hehehe aku cuman bingung mau beli apa untuk di bawa kesana, soalnya kebiasaan kalau berangkat kemana-mana cuman bawa pakaian beberapa lembar dan barang yang penting, selain itu aku beli di sana jarang banyak bawaan". jelas sadewa.
'Hm yasudah nanti kalau aku di boleh kan aku temenin kamu deh, ah gimana nanti aku ajak seseorang juga sekalian kamu kenalan sama orang itu". tanya naila.
'Boleh deh makasih juga yah udah mau bantuin aku". ucap sadewa.
'Sama-sama kak gak usah sungkan kalau perlu sesuatu". ucap naila sambil tersenyum.
Mungkin ini saatnya (batin naila)
Skip.
(Hehehe mohon maaf banyak skip)
__ADS_1
Saat ini naila sudah pulang sekolah, yaps sekolah mereka pulang cepat.
'Mas temenin aku untuk nemuin seseorang yah". ucap naila.
'Iya sayang kapan? ". ucap gus adam bertanya.
'Sekarang mas dan nanti aku mau temenin sahabat aku ke mall untuk beli beberapa perlengkapan gak papa kan". ucap naila.
'Siapa sahabat kamu? ".
'Kak sadewa yang waktu itu". ucap naila.
'Cuman berdua? ". tanya gus adam yang gak suka.
'Enggak kok mas makanya aku minta tolong sama mas untuk nemenin aku nemuin seseorang sekarang juga". jelas naila.
'Baiklah mas boleh kan asal jangan berdua an, kalau bisa lima atau sepuluh orang".ucap gus adam.
'Bagaimana kalau berempat? ". tanya naila.
'Janji gak akan pegang-pegangan".sambung naila.
'Baiklah ingat jaga jarak". ucap gus adam.
'Iya lagian entar mas nemenin aku juga". ucap naila.
'Apa gak akan ketahuan nanti kalau saya suami kamu? ". tanya gus adam.
'Kan mas ngawasin agak jauh gitu". cengir naila.
'Lurus aja dulu mas nanti kalau ada perumahan masuk aja". ucap naila.
Gus adam pun hanya mengangguk dan mengikuti arahan naila.
'Udah mas itu rumah nya". ucap naila.
Gus adam pun memberhentikan mobil nya di depan gerbang rumah tinggi menjulang itu.
'Rumah siapa yangk? ". tanya gus adam.
'Rumah si kembar sepupu aku". ucap naila.
'Oh". gus adam pun mengangguk paham.
'Masuk aja mas nanti ada penjaga nya berhenti dulu". ucap naila.
Gus adam pun menuruti arahan naila.
'Pak ada orang gak? ". tanya naila.
'Eh nona naila ada kok ". ucap penjaga itu langsung membukakan gerbang dengan sebuah tombol di samping nya.
'Saya akan melapor dulu non, non naila masuk aja". ucap pak satpam.
__ADS_1
'Iya pak makasih". ucap naila.
Pak satpam itu segera masuk ke dalam kantor nya dan menelpon si punya rumah, jika naila datang berkunjung.
'Jadi mereka tinggal di Prancis? ".tanya gus adam.
'Iya mas dan kebetulan waktu itu si kembar ujian jadi gak bisa datang ke pernikahan kita, mereka sepupu dari pihak papi". jelas naila.
Gus adam pun mengangguk paham.
Skip.
Setelah memarkirkan mobil di parkiran khusus, gus adam dan naila keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju pintu utama yang menaiki tangga yang banyak, dan dapat naila lihat si kembar tengah menunggu mereka berdua.
'Assalamu'alaikum".ucap naila dan gus adam.
'Waalaikumsalam". jawab mereka berdua.
'Kakak". ucap sofia langsung memeluk tubuh naila.
Naila pun membalas pelukan nuya.
....
Mereka saat inu berada di ruang santai.
'Kenalin ini suami kakak namanya gus adam". ucap naila.
'Oh hay kak". ucap si kembar.
'Ya hay juga". balas gus adam.
'Di mana bunda dan ayah? ". tanya naila.
'Ayah dan bunda sedang mengurus surat pindahan kak". jawab safwan.
'Oh, oh iya kalian berdua bisa gak temenin kakak ke mall". ucap naila.
'Sama siapa aja kak? ". tanya sofia.
'Kakak suami kakak dan sahabat kakak, kak sadewa kalian pasti taukan siapa dia". ucap naila.
Sofia yang mendegar itu sontak kaget begitu pula safwan..
'Boleh kok kak kapan? ". tanya sofia.
'Nanti habis sholat zuhur, atau kalian ikut ke rumah kakak aja dulu jadi nanti langsung berangkat". saran naila.
'Boleh deh kak". jawab safwan dan sofia.
(Jadi sebenarnya dulu sofia dan sadewa itu sangat dekat, namun karena sofia pindah ke luar negeri mereka tidak pernah berkomunikasi lagi, dulunya sofia menyukai sadewa namun dia melihat sadewa sangat dekat dengan naila dan sangat dingin kepada orang lain kecuali dia dan naila, hari berganti hari sadewa yang dulunya kema-mana bertiga menjadi lebih sering jalan dengan naila, itu yang membuat sofia merasa kalau sadewa menyukai naila dan berhenti berharap, namun aneh nya saat sofia berdekatan dengan cowok lain bukan yang lewat batas yah maksudnya cuman ngobrol sadewa marah kepada nya, maka dari itu hati sofia bimbang dan akhirnya berusaha meyakinkan jika sadewa suka padanya, namun keadaan yang tak memungkinkan sofia dan keluarga nya pindah rumah keluar negri)
Gak nyambung yah udah ah author juga pusing ini supaya sadewa gak terlalu mencintai naila dan tertarik dengan yang lain, supaya nanti sadewa gak terlalu sakit hati saat tau naila udah nikah.
__ADS_1
^^^....... Bersambung.......^^^