
...(Sad ending*😃)...
Mohon maaf kalau langsung aku skip.
Beberapa hari selesai dari acara perpisahan dan kenaikan kelas, sekarang di rumah besar naila tinggal semua orang pada sibuk mengurus pernikahan naila dan gus adam.
Hari H pun tiba naila kini telah di rias di kamar tamu yang ada di bawah.
'Aaa masyaallah cantik banget bunda naila". ucap kaila.
'Hahaha para aunty juga cantik-cantik". balas naila sambil tersenyum.
Selesai mereka semua langsung pergi ke halaman belakang yang sudah di hias sedemikian rupa, tenda cewek dan cowok pun di pisah karena permintaan dari keluarga gus adam.
Gus adam tersenyum saat melihat naila yang berdiri di depannya, gus adam langsung ikut berdiri dan mempersilahkan naila duduk setelah naila duduk barulah iya juga duduk.
Para tamu undangan pun mulai bertambah, naila juga mengundang para followers nya yang terpilih untuk mendatangi pernikahan nya dang gus adam.
'Selamat kak naila atas pernikahan nya". ucap seorang followers yang terpilih namanya caca.
'Makasih yah udah mau datang kesini ".jawab naila sambil tersenyum.
'Boleh foto gak kak? ". tanyanya sambil tersenyum.
'Boleh ayo". ucap naila.
Caca pun meminta tolong kepada seseorang untuk memfoto kannya dengan henpon nya, mereka mengambil beberapa gambar.
Semua orang berbaris rapi untuk mengucapkan selamat dan mengambil foto dengan kedua mempelai itu.
'Selamat menikah gus, 'barakallahu lakum wa baraka '".ucap seorang ustadz.
'Makasih ustadz khalid".ucap gus adam sambil tersenyum.
Para ustadz pun mulai memberikan selamat dan setelah itu mereka mengambil sisi foto.
Waktu pun terus berjalan dan sekarang pernikahan mereka telah usai dengan di akhiri foto keluarga.
Kamar tamu.
'Capek banget mas".ucap naila sambil membaringkan tubuh nya di kasur itu.
Gus adam yang sibuk melepas surban yang melilit di kepala nya langsung mendekati naila.
'Kaki nya pegal yangk? ".tanya gus adam.
'Iya mas capek banget padahal tadi juga udah di suruh duluan tapi tetap aja lelah". keluh naila.
Karena naila lagi hamil jadi mereka berdua di suruh istirahat duluan, sedangkan beberapa orang yang masih ada di situ mengambil beberapa foto, karena memang rumah milik mominya naila pemandangan nya sangat indah.
Gus adam pun mengangguk.
'Em kamu tunggu di sini dulu yah yangk mas mau ngambil sesuatu dulu". ucap gus adam.
'Tapi jangan lama yah". ucap naila.
'Iya sayang". jawab gus adam.
Gus adam pun keluar dari kamar itu (memang kamar tamu sih tapi itu di khusus kan untuk mereka berdua untuk semantara)
Selagi sang suami keluar naila memilih memejamkan matanya karena dia benar-benar capek.
'Ummah". panggil gus adam.
__ADS_1
Semua orang berada di ruang santai.
Semua orang yang ada di sana pun menatap ke arah gus adam.
'Kenapa nak? ada perlu sesuatu". tanya ummah.
'Eemm ada minyak urut untuk kaki gak? ". tanya gus adam.
'Buat apa". heran ummah.
'Itu karena kelamaan berdiri kaki istri ana jadi pegal". ucap gus adam.
'Oh yasudah ayo ikut ummah". ucap ummah.
'Iya ummah". jawab gus adam.
Sebelum pergi ummah berpamitan terlebih dahulu begitu juga dengan gus adam, mereka berdua pergi menuju kamar.
'Nah ini nak, ingat istirahat dulu malam ini kan kita ngadain selamatan untuk anak kalian".ucap ummah.
'Gih ummah". jawab gus adam sambil tersenyum.
'Yasudah sana gih kasihan istri kamu lama nunggu nya". balas ummah tersenyum.
Gus adam mengangguk.
setelah itu mereka pun berpisah gus adam pergi ke kamar nya, sedangkan ummah pergi ke ruang santai.
Ceklis.
Dengan pelan gus adam membuka pintu kamar kemudian masuk ke dalam.
'Maaf yangk lama nunggu nya". ucap gus adam berjalan ke arah kasur yang terdapat naila.
'Ayo baring biar mas pijetin kaki nya yang pegal". ucap gus adam.
'Gak usah mas biar aku pijet sendiri aja". jawab naila.
'Gak papa yangk malam ini kita masih ada acara selamatan". ucap gus adam.
'Baiklah".
Naila pun membaringkan tubuh nya gus adam yang melihat itu langsung duduk di atas kasur.
Gus adam mulai memijat kaki sang istri membuat naila merasakan nyaman.
'Sakit yang? ".
'Enggak pijitan mas enak banget, mas pernah ikut kursus pijet yah? ". tanya naila.
'Enggak yang cuman mas sering mijetin kaki nenek mas, beliau suka sakit-sakitan kamu masih ingat kan dengan nenek mas yang kamu temui waktu itu". ucap gus adam sambil memijat kaki naila.
'Masih mas". jawab naila.
Skip.
Malam harinya mereka sudah siap untuk acara selamatan, saat ini kandungan naila sudah 4bulan.
Penampilan gus adam.
__ADS_1
Naila.
'Udah siap yangk? ". tanya gus adam sambil mengelus perut naila yang membuncit.
'Iya mas". jawab naila sambil tersenyum.
Setelah itu mereka berdua keluar dari kamar sambil gus adam menggadeng tangan sang istri, mereka berdua pergi menuju ruang keluarga yang kini sofa nya telah tersingkir dan menyisakan karpet yang harganya sangat Pantastis.
Mereka berdua berpisah naila pergi ke arah sang momi tempat perempuan, sedangkan gus adam duduk di barisan depan.
Acara pun di mulai dengan pengajian dll,setelah rangkaian acara selesai serta berdo'a mereka pun makan dan minum juga yang pastinya.
'Hahaha selamat yah gus udah jadi ayah aja". goda ustadz khalid.
'Makasih tadz ustadz kan juga udah punya anak malah udah sampai punya cucu". ucap gus adam sambil terkekeh.
'Alhamdulillah kalau itu, oh iya gus nanti akan tinggal di mana? ". tanya ustadz arifin.
'InsyaAllah mungkin kami akan diri kota kelahiran ana setelah bermusyawarah". ucap gus adam.
mereka berdua pun mengangguk paham.
'Permisi". suara seseorang mengalihkan pandangan mereka.
'Sadewa kan? ". ucap gus adam yang mengingat cowok yang sudah istri nya anggap sebagai kakak.
'Iya(mengangguk) apa boleh bicara berdua sebentar saja? ". tanya sadewa.
Gus adam memandang para ustadz mereka mengangguk pertanda membolehkan.
'Baiklah mari kita bicara". ucap gus adam berdiri dari duduk nya.
Sadewa mengangguk kedua orang itu memilih berbicara di taman belakang.
Gus adam hanya diam menunggu sadewa untuk berbicara.
'Huft (menghela nafas sebentar) selamat karena telah menjadi seorang ayah, aku mohon jaga naila baik-baik hatinya selalu di sakiti jangan sampai anda menyakiti nya lagi, anda tau saya pernah menyimpan perasaan kepada naila sebelum kejadian-kejadian menyakitkan terjadi, saya selalu menemani naila saat di masa trauma nya akibat cowok yang brengse*". ucap sadewa sambil mengepalkan tangannya teringat akan masa-masa yang mereka lalui.
Gus adam yang mendengar ungkapan dan umpatan sadewa pun tentu terkejut.
'Terus apakah kamu sudah berhenti mencintai istri saya? bukannya kamu sudah memiliki calon". tanya gus adam.
'Entahlah saya bimbang tentang perasaan ini". ucap sadewa yang sebenarnya masih sedikit mencintai naila.
'Huft bukan nya saya mau ikut campur tapi karena ini menyangkut masalah istri saya jadi saya harus ikut campur, jangan sampai kehilangan wanita yang menunggu mu yang ingin mendapatkan kepastian, wanita itu butuh kepastian bukan hanya di permainkan kamu ingatkan bagaimana betapa sakitnya naila saat di permainkan begitu? saya memang tidak tau apa yg terjadi di masalalu kalian, saya hanya mengambil sedikit dari cerita kamu jangan jadikan yang lain hanya sebagai pelarian ingat karma itu ada, saya sarankan lebih baik halal kan atau tinggalkan jangan berbuat dosa dengan kalian berpacaran". ucap gus adam sambil menasehati sadewa.
'Kalau dia beneran hanya pelarian saya gimana? ". tanya sadewa.
Degh!
Seseorang yang mendengar pembicaraan itu langsung pergi dari sana.
'Beneran? ". tanya gus adam.
Sadewa mengangguk.
'Tapi itu dulu sebelum semuanya berubah, saya akan benar-benar mencintai Sofia dan belajar untuk lebih mencintai nya lagi dan menghilangkan perasaan saya terhadap naila". ucap sadewa sambil tersenyum.
'Baguslah kalau begitu cepat lah halal kan". ucap gus adam.
'Mungkin saya akan berbicara dengan keluarga terlebih dahulu". ucap sadewa.
Gus adam hanya mengangguk.
__ADS_1